NovelToon NovelToon
System Cek In Harian: Dunia Kultivator

System Cek In Harian: Dunia Kultivator

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan / Dunia Lain / Harem
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

Lou Chen, seorang pemuda biasa yang hidup di dunia modern, tiba tiba mendapatkan System Cek-in harian yang misterius . dengan System ini dia bisa mendapatkan hadiah dan kemampuan baru setiap hari . Namun apa yang tidak dia ketahui adalah , bahwa system ini akan membawa dia ke dunia Kultivasi immortal yang penuh bahaya dan rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Terakhir Persiapan

[07:00]

DING!

[Waktu cek-in telah tiba!]

Luo Chen berdiri di tengah kamarnya, tubuhnya masih basah keringat dari kultivasi semalam. Ini adalah cek-in ketujuh—hari terakhir sebelum duel dengan Liu Yang. Apa yang akan sistem berikan kali ini?

"Cek-in!"

[Cek-in berhasil!]

[Selamat! Host mendapatkan: Teknik Rahasia 'Ledakan Naga Emas']

[Keterangan: Teknik sekali pakai tingkat Dewa yang dapat meningkatkan kekuatan Host hingga 300% selama 10 menit. Setelah efek berakhir, Host akan mengalami kelemahan selama 1 jam. Hanya dapat digunakan sekali sehari]

[Peringatan: Gunakan teknik ini hanya dalam situasi darurat. Beban pada tubuh sangat besar]

[Manual telah ditransfer ke dalam pikiran Host]

Informasi mengalir masuk ke otak Luo Chen. Ini adalah kartu truf terakhir—teknik yang bisa meningkatkan kekuatannya hingga tiga kali lipat! Dengan Qi Refining tingkat 6 (atau 7 nanti), kalau dia menggunakan teknik ini, kekuatannya bisa menyamai Foundation Establishment tingkat 5 atau bahkan 6!

"Sistem benar-benar memberikan yang terbaik di saat yang tepat," gumam Luo Chen sambil tersenyum. Dengan ini, peluang kemenangannya meningkat drastis.

Dia membersihkan diri dengan cepat dan bergegas ke Paviliun Utara untuk latihan terakhir dengan Xiao Yao.

Di halaman latihan, Xiao Yao sudah menunggu. Tapi hari ini dia tidak sendirian. Di sampingnya berdiri seorang wanita cantik berusia sekitar dua puluh lima tahun dengan jubah biru tua yang dihiasi bordiran phoenix emas—tanda tetua sekte.

"Luo Chen," sapa Xiao Yao saat melihatnya. "Ini adalah Master Feng Liuying, tetua dari Paviliun Pedang dan juga guru ku."

Luo Chen langsung membungkuk hormat. "Murid Luo Chen memberikan salam kepada Tetua Feng."

Feng Liuying menatapnya dengan mata tajam yang seolah bisa melihat segala sesuatu. Auranya sangat kuat—Golden Core tingkat awal, jauh melampaui apapun yang pernah Luo Chen rasakan.

"Angkat kepala mu," kata Feng Liuying dengan suara yang lembut tapi tegas. "Xiao Yao memberitahuku tentang mu. Murid terluar yang tiba-tiba bisa kultivasi dan naik tingkat dengan sangat cepat. Menarik."

Dia berjalan mengelilingi Luo Chen, mengamatinya dengan saksama.

"Qi Refining tingkat 6. Fondasi yang sangat solid—lebih baik dari kebanyakan murid inti di tingkat yang sama. Teknik yang kau gunakan juga berkualitas tinggi." Feng Liuying berhenti di depannya. "Tapi besok kau akan melawan Liu Yang yang Foundation Establishment tingkat 3. Apa kau tahu betapa gilanya itu?"

"Aku tahu, Tetua."

"Kalau kau tahu, kenapa tidak mundur? Nyawa mu jauh lebih berharga dari gengsi."

Luo Chen menatap Feng Liuying dengan mata yang penuh tekad. "Karena kalau aku mundur sekarang, aku akan terus mundur selamanya. Setiap kali ada tantangan, aku akan ingat bahwa aku pernah lari. Dan itu akan menghancurkan dao heart ku."

Feng Liuying terdiam, lalu tiba-tiba tersenyum. "Jawaban yang bagus. Pantas Xiao Yao memintaku untuk datang melatih mu hari ini."

"Master akan melatih aku?" Luo Chen menatap Xiao Yao dengan terkejut.

Xiao Yao mengangguk. "Aku sudah mengajarkan semua yang bisa aku ajarkan. Tapi Master bisa membawa mu ke level yang lebih tinggi. Untuk satu hari ini, kau akan dilatih oleh tetua tingkat Golden Core."

Luo Chen merasa dadanya sesak. Kesempatan seperti ini sangat langka! Bahkan murid inti pun jarang mendapat latihan personal dari tetua!

"Terima kasih, Kakak Senior. Terima kasih, Tetua Feng," ucapnya sambil membungkuk dalam.

"Jangan berterima kasih dulu," kata Feng Liuying sambil mengeluarkan pedangnya—pedang panjang dengan bilah berwarna merah seperti api. "Latihan ku sangat keras. Kalau kau tidak bisa mengikuti, lebih baik menyerah sekarang."

"Aku tidak akan menyerah!"

"Bagus!" Feng Liuying mengambil posisi bertarung. "Serang aku dengan semua yang kau punya. Jangan tahan apapun. Gunakan semua teknik, semua kemampuan, semua kekuatan mu. Tunjukkan pada ku apa yang sudah Xiao Yao ajarkan!"

Luo Chen menarik napas dalam dan mengeluarkan pedang Bayangan Bulan. Dia mengaktifkan Langkah Bayangan Seribu dan melesat maju dengan kecepatan penuh!

SYUUT!

Tubuhnya menghilang dan muncul di samping Feng Liuying, pedangnya mengayun dengan Tebasan Langit Beku yang sudah dia kuasai 65%!

CLANG!

Feng Liuying memblokir dengan santai menggunakan satu jari. Hanya satu jari, tapi serangan Luo Chen tertahan sempurna.

"Tebasan Langit Beku. Bagus. Tapi masih terlalu lambat," komentarnya sambil mendorong Luo Chen mundur dengan mudah. "Lagi!"

Luo Chen tidak patah semangat. Dia mengaktifkan Seribu Bayangan Ilusi, menciptakan lima bayangan yang mengelilingi Feng Liuying. Semua bayangan menyerang bersamaan dari berbagai sudut!

CLANG! CLANG! CLANG!

Feng Liuying memblokir semua serangan tanpa bergerak dari tempatnya. Pedangnya bergerak dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti mata, menciptakan perisai yang sempurna.

"Ilusi yang bagus. Tapi terlalu mudah dibaca," katanya. "Bayangan asli mu selalu sedikit lebih padat dari yang lain. Lawan yang berpengalaman bisa membedakannya dengan mudah."

Dia mengayunkan pedangnya sekali—

BOOM!

Semua bayangan Luo Chen hancur, dan dia sendiri terpental mundur lima meter.

"Bertahan mu bagus. Tapi offense mu masih kurang," Feng Liuying berjalan maju dengan santai. "Sekarang aku akan menyerang. Bertahanlah."

Pedangnya bergerak—

SYUUUT!

Luo Chen hampir tidak bisa melihatnya! Dia mengaktifkan Langkah Bayangan Seribu secepat mungkin, tubuhnya bergerak dengan refleks murni—

CLANG!

Pedangnya memblokir serangan dalam jarak satu senti dari lehernya. Keringat dingin mengalir di punggungnya. Kalau dia terlambat sepersekian detik, lehernya sudah putus!

"Refleks yang bagus!" puji Feng Liuying. "Tapi tidak cukup!"

Dia menyerang lagi, dan lagi, dan lagi. Setiap serangan lebih cepat dari yang sebelumnya. Luo Chen dipaksa untuk menggunakan semua tekniknya secara bersamaan—Langkah Bayangan Seribu untuk menghindar, Seribu Bayangan Ilusi untuk membingungkan, Tebasan Langit Beku untuk membalas.

Pertarungan berlangsung selama satu jam tanpa henti. Xiao Yao menonton dari samping dengan wajah tegang. Dia tahu Master-nya tidak akan benar-benar melukai Luo Chen, tapi latihan seperti ini tetap sangat berbahaya.

Akhirnya Feng Liuying menghentikan serangannya. Luo Chen jatuh berlutut dengan napas tersengal. Tubuhnya penuh luka ringan dan memar, tapi matanya masih penuh semangat.

"Bagus," kata Feng Liuying dengan nada puas. "Dalam satu jam, kau berhasil bertahan melawan kultivator Golden Core yang menahan kekuatannya 90%. Itu prestasi yang luar biasa untuk Qi Refining tingkat 6."

Dia membantu Luo Chen berdiri.

"Sekarang, aku akan menunjukkan kelemahan dalam teknik mu dan bagaimana memperbaikinya."

Dua jam berikutnya adalah pelajaran yang paling berharga yang pernah Luo Chen terima. Feng Liuying mengoreksi setiap detail—dari cara dia menggenggam pedang, cara mengalirkan Qi, cara mengatur napas saat menyerang, bahkan cara menempatkan kaki saat bertarung.

"Tebasan Langit Beku mu sudah bagus, tapi kau bisa membuatnya lebih efisien," jelas Feng Liuying sambil mendemonstrasikan. "Jangan fokus pada kekuatan, tapi pada konsentrasi Qi. Semakin terkonsentrasi, semakin tajam."

Dia mengayunkan pedangnya dengan gerakan yang tampak sangat ringan—

KRAK!

Tanah di depannya retak sepanjang sepuluh meter, retak yang dalam dan sempurna seperti dipotong laser.

"Ini adalah Tebasan Langit Beku di tingkat sempurna," katanya. "Kau tidak perlu mencapai level ini. Tapi setidaknya coba untuk meningkatkan efisiensi mu."

Luo Chen mencoba mengikuti instruksinya. Satu kali. Dua kali. Sepuluh kali.

KRAK!

Akhirnya, tebasannya menciptakan retakan yang lebih dalam dari sebelumnya!

[Penguasaan Tebasan Langit Beku meningkat menjadi 75%!]

"Luar biasa!" mata Feng Liuying berbinar. "Kau belajar dengan sangat cepat! Dengan bakat seperti ini, seharusnya kau adalah murid inti, bukan murid terluar!"

"Terima kasih, Tetua."

Latihan berlanjut sampai siang. Feng Liuying mengajarkan berbagai trik dan strategi—cara membaca gerakan lawan, cara menciptakan opening, cara memanfaatkan lingkungan dalam pertarungan.

"Ingat," katanya sambil menunjuk ke arena yang terlihat di kejauhan, "pertarungan di arena berbeda dengan pertarungan bebas. Ada aturan, ada batasan, tapi juga ada kesempatan. Arena itu berbentuk lingkaran dengan diameter lima puluh meter. Gunakan itu untuk keuntungan mu."

"Bagaimana caranya?"

"Liu Yang adalah tipe penyerang agresif. Dia akan terus maju, terus menyerang, mencoba mengalahkan mu dengan kekuatan murni." Feng Liuying menggambar pola di tanah dengan pedangnya. "Jangan bertarung di pusat arena. Paksa dia bergerak, kelelahan, buat kesalahan. Dengan Langkah Bayangan Seribu mu, kau bisa bergerak lebih cepat dari dia. Gunakan itu."

Luo Chen menyerap setiap kata dengan seksama. Ini adalah strategi yang brilian—mengubah kelemahan (kekuatan lebih rendah) menjadi kekuatan (mobilitas lebih tinggi).

Saat matahari mulai tinggi, Feng Liuying akhirnya mengakhiri latihan.

"Itu saja yang bisa aku ajarkan dalam waktu singkat," katanya sambil menepuk bahu Luo Chen. "Sisanya tergantung pada mu. Kultivasi mu, teknik mu, mental mu—semua sudah cukup untuk bertarung. Sekarang yang kau butuhkan adalah percaya pada diri mu sendiri."

"Aku akan ingat, Tetua."

Feng Liuying menatapnya dengan tatapan yang serius. "Luo Chen, aku tidak tahu rahasia apa yang kau sembunyikan. Tapi aku tahu kau bukan orang biasa. Kemajuan mu dalam empat hari ini tidak masuk akal—bahkan untuk genius sekaliber Xiao Yao pun tidak mungkin."

Luo Chen merasa jantungnya berdebar. Apa Feng Liuying sudah menyadari sesuatu?

"Tapi aku tidak akan bertanya," lanjut Feng Liuying sambil tersenyum. "Semua orang punya rahasia mereka. Yang penting adalah kau menggunakan kekuatan mu untuk hal yang benar." Dia berbalik untuk pergi. "Besok, aku akan menonton dari tribun tetua. Jangan mengecewakan ku."

"Aku tidak akan mengecewakan, Tetua!"

Setelah Feng Liuying pergi, Luo Chen dan Xiao Yao tinggal sendirian di halaman latihan.

"Master ku jarang sekali melatih murid secara personal," kata Xiao Yao dengan lembut. "Kau beruntung."

"Semua berkat mu yang meminta dia," jawab Luo Chen. "Terima kasih, Kakak Senior."

Xiao Yao menatapnya dengan tatapan yang sulit dibaca. "Luo Chen, apa kau... ingat yang aku bilang kemarin? Tentang hadiah?"

"Ya."

Gadis itu melangkah lebih dekat, wajahnya sedikit memerah. "Hadiahnya adalah..."

Tiba-tiba dia berjinjit dan mencium pipi Luo Chen dengan cepat.

Luo Chen membeku. Otaknya berhenti bekerja untuk beberapa detik.

Xiao Yao mundur dengan wajah merah padam. "Itu... itu hadiah mu kalau kau menang!" katanya dengan gugup—sangat berbeda dari sikap dinginnya yang biasa. "Jadi kau harus menang! Mengerti?!"

Sebelum Luo Chen bisa merespons, Xiao Yao sudah lari pergi dengan wajah tertutup kedua tangannya.

Luo Chen berdiri di sana, masih menyentuh pipinya yang baru saja dicium. Jantungnya berdebar tidak karuan.

"Ini... apa yang baru saja terjadi?" gumamnya bingung tapi juga senang.

Dia akhirnya menggeleng dan tersenyum. Xiao Yao yang dingin ternyata punya sisi yang sangat manis.

Sisa siang itu Luo Chen habiskan untuk beristirahat dan memulihkan tenaga. Dia makan dengan porsi yang cukup, tidur sebentar untuk memulihkan mental, lalu di sore hari pergi ke Paviliun Obat untuk menemui Lin Daiyu.

Gadis itu sedang di ruang alchemy, dengan wajah penuh konsentrasi saat mengerjakan sesuatu di tungku. Asap berwarna merah keluar dari tungku, pertanda pil yang sedang dibuat sangat kuat.

"Daiyu," panggil Luo Chen pelan agar tidak mengagetkan.

Lin Daiyu menoleh dan tersenyum lebar melihatnya. "Luo Chen! Tepat waktu! Aku baru saja selesai!"

POP!

Tungku mengeluarkan asap terakhir dan sebuah pil kecil berwarna merah menyala jatuh ke tangan Lin Daiyu. Pil itu memancarkan aura yang sangat kuat—bahkan Luo Chen yang berdiri beberapa meter jauhnya bisa merasakan energi yang terkandung di dalamnya.

"Ini dia," kata Lin Daiyu dengan bangga sambil memberikan pil itu pada Luo Chen. "Pil Ledakan Qi tingkat menengah. Aku menggunakan semua bahan terbaik yang aku punya. Pil ini bisa meningkatkan kekuatan mu hingga 50% selama lima menit tanpa efek samping yang serius."

Luo Chen menerima pil itu dengan hati-hati. "Daiyu... ini pasti sangat mahal..."

"Jangan pikirkan itu!" Lin Daiyu melambaikan tangan. "Kau teman ku. Teman tidak perlu memikirkan harga." Ekspresinya berubah serius. "Tapi kau harus berjanji akan kembali dengan selamat besok. Aku tidak mau kehilangan teman yang baru saja kudapat."

"Aku berjanji."

Lin Daiyu memeluknya dengan erat. "Kau harus menang, Luo Chen. Kumohon."

Luo Chen membalas pelukan itu dengan lembut. "Aku akan menang. Untuk kalian semua yang sudah membantu ku."

Mereka menghabiskan satu jam berikutnya dengan mengobrol santai—bukan tentang duel, bukan tentang kultivasi, tapi tentang hal-hal kecil yang membuat hidup indah. Lin Daiyu bercerita tentang impiannya untuk menjadi alchemist master suatu hari nanti, tentang pil-pil langka yang ingin dia buat, tentang tempat-tempat yang ingin dia kunjungi.

Luo Chen mendengarkan dengan penuh perhatian, menikmati ketenangan sebelum badai.

Saat matahari mulai terbenam, mereka akhirnya berpisah dengan janji untuk bertemu lagi besok—setelah duel.

Luo Chen berjalan kembali ke asramanya dengan hati yang lebih ringan. Tapi di tengah perjalanan, dia merasakan keberadaan seseorang lagi.

"Kau sudah bisa merasakan ku?" suara Wang Xiaoxiao terdengar dari atas pohon. Gadis berambut pirang itu duduk di dahan dengan kakinya mengayun santai. "Kemampuan sensing mu meningkat."

"Xiaoxiao," sapa Luo Chen. "Ada apa?"

Wang Xiaoxiao melompat turun dengan anggun. "Aku hanya ingin memastikan kau sudah siap untuk besok."

"Sesiap yang aku bisa."

"Bagus," dia berjalan mengelilingi Luo Chen, mengamatinya dengan mata biru yang tajam. "Qi Refining tingkat 6. Tidak buruk. Tapi masih tidak cukup untuk mengalahkan Liu Yang."

"Aku tahu."

"Tapi..." Wang Xiaoxiao tersenyum misterius, "kau punya sesuatu yang lain kan? Sesuatu yang tersembunyi. Kartu truf yang belum kau tunjukkan pada siapapun."

Luo Chen tidak menjawab. Wang Xiaoxiao terlalu tajam.

"Tidak apa kalau kau tidak mau mengakuinya," katanya sambil mendekat. "Aku hanya ingin mengingatkan—gunakan semua yang kau punya besok. Jangan tahan apapun. Karena Liu Yang juga tidak akan menahan apapun."

"Aku akan ingat."

Wang Xiaoxiao menatapnya untuk beberapa saat, lalu tiba-tiba berjinjit dan mencium bibir Luo Chen dengan cepat—lebih berani dari Xiao Yao yang hanya mencium pipi.

Luo Chen shock total.

Wang Xiaoxiao mundur dengan senyum nakal. "Itu untuk keberuntungan. Kalau kau menang besok, aku akan memberikan lebih dari sekedar ciuman."

Lalu dia tertawa dan menghilang dalam kegelapan yang mulai turun, meninggalkan Luo Chen dengan wajah merah dan jantung yang berdebar kencang.

"Gadis-gadis di dunia ini... terlalu agresif," gumamnya sambil menyentuh bibirnya.

Tapi dia tidak bisa menyangkal bahwa dia suka perhatian yang dia terima.

Malam itu, Luo Chen menghabiskan waktunya untuk kultivasi terakhir sebelum duel. Dia menelan beberapa Pil Peningkat Kultivasi dan masuk ke kultivasi penuh.

Qi mengalir dalam tubuhnya seperti sungai emas yang deras. Dinding menuju Qi Refining tingkat 7 yang sudah retak kemarin semakin tipis. Luo Chen fokus menyerang titik itu, memaksa lebih banyak Qi masuk, menekan, menekan, menekan—

BOOM!

Tengah malam, bottleneck pecah!

[Selamat! Host telah breakthrough ke Qi Refining Tingkat 7]

Aura Luo Chen meledak, memenuhi seluruh ruangan. Ini adalah tingkat tertinggi Qi Refining—satu langkah lagi dan dia akan mencapai Foundation Establishment!

Qi dalam dantiannya sangat padat, berputar dengan kecepatan tinggi. Tubuhnya terasa lebih kuat, lebih cepat, lebih tajam dari sebelumnya.

Dengan Qi Refining tingkat 7, ditambah semua teknik dan item yang dia miliki, Luo Chen yakin dia sekarang punya peluang nyata untuk mengalahkan Liu Yang!

Dia terus kultivasi sampai fajar, menstabilkan kultivasinya yang baru, memastikan tidak ada celah yang bisa dieksploitasi lawan.

[06:58]

Dua menit lagi menuju cek-in terakhir sebelum duel.

Luo Chen membuka mata. Ini dia. Hari yang akan menentukan segalanya.

[07:00]

DING!

[Waktu cek-in telah tiba!]

"Cek-in!"

[Cek-in berhasil!]

[Selamat! Host mendapatkan: Armor Spiritual 'Sisik Naga Hitam']

[Keterangan: Armor tingkat Langit yang dapat menyatu dengan tubuh Host. Meningkatkan pertahanan hingga 200% dan memberikan resistensi terhadap serangan elemen. Sangat ringan dan tidak mengganggu pergerakan]

[Armor telah ditransfer ke inventory Host]

Cahaya hitam memancar dari tubuh Luo Chen. Sisik-sisik kecil berwarna hitam muncul di kulitnya, membentuk pola yang indah seperti sisik naga. Tapi dalam sekejap, sisik itu menghilang ke dalam kulit, menyatu sempurna dengan tubuhnya.

Luo Chen merasakan pertahanannya meningkat drastis. Dengan armor ini, bahkan serangan Foundation Establishment tingkat 3 tidak akan bisa melukai dia dengan mudah!

"Sistem... terima kasih," bisiknya dengan tulus.

Dia bangkit dan membuka jendela. Matahari terbit dengan megah, mewarnai langit dengan gradasi emas dan merah.

Hari duel telah tiba.

Luo Chen mandi dan mengenakan jubah barunya—jubah hitam dengan bordiran naga emas yang dibeli kemarin dengan uang hasil bekerja. Dia mengikat rambutnya rapi, memeriksa semua item yang dia miliki, dan memastikan semuanya siap.

Di luar, sekte sudah ramai. Murid-murid berjalan menuju Arena Utama dengan antusias. Duel antara murid inti dan murid terluar adalah acara langka—terutama dengan perbedaan kekuatan yang ekstrem seperti ini.

"Aku dengar Liu Yang akan menghabisi murid terluar itu dalam satu menit!"

"Kasihan Luo Chen. Tampan tapi bodoh."

"Aku taruhan 50 keping perak Liu Yang menang!"

Luo Chen mengabaikan bisikan-bisikan itu dan berjalan dengan kepala tegak menuju arena.

Di sepanjang jalan, dia bertemu dengan tiga gadis yang sudah mengubah hidupnya dalam satu minggu ini.

Lin Daiyu menunggu di depan Paviliun Obat dengan mata berkaca-kaca. Dia berlari dan memeluk Luo Chen erat.

"Menang lah," bisiknya. "Kumohon."

"Aku akan menang."

Xiao Yao berdiri di bawah pohon sakura dengan wajah yang berusaha terlihat tenang, tapi Luo Chen bisa melihat kekhawatiran di matanya. Dia mengangguk pada Luo Chen—sebuah anggukan kecil yang mengandung ribuan kata.

Wang Xiaoxiao duduk di atap paviliun dengan senyum misterius. Dia melambai riang, seolah ini hanya pertandingan biasa dan bukan pertarungan hidup mati.

Dengan dukungan dari ketiga gadis itu, Luo Chen melangkah masuk ke Arena Utama dengan keyakinan penuh.

Saatnya menunjukkan pada dunia betapa jauh dia sudah berkembang.

Saatnya membuktikan bahwa murid terluar yang diremehkan bisa mengalahkan murid inti yang sombong.

Saatnya untuk duel!

[Akhir Bab 7]

1
Gege
judulnya system check in harian tapi ga ada cheat buat ngalahin lawan kawan kuatnya.. misal waktu ruang kultivasi abadi jadi satu menit setara satu tahun...biar segera MC nya kuat dan berjaya dimasa hadapan..🤣
Wahyu🐊: Nanti ku Revisi oke
total 1 replies
Gege
perasaan ganti hari ga ada check in ga dapat hadiah othor lupa apa bagaimana ini...
Wahyu🐊
Semoga Kalian Suka Sama Karya ku ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!