NovelToon NovelToon
My People

My People

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:547
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Hu Li’an merasa kepalanya seperti akan pecah. Cahaya putih yang menyilaukan dari lampu plafon membuatnya mengerutkan kening.

Lantai yang keras di bawah tubuhnya bukan tempat tidur hotel yang lembut seperti yang dia ingat sebelum pingsan di bak mandi. Udara berbau alkohol dan obat-obatan yang khas rumah sakit membuatnya semakin pusing.

Dia ingat Saat itu dia merasa tenggorokan kering dan tubuhnya tidak berdaya, air mulai memenuhi bak mandi.

"Harusnya aku tenggelam... tapi kenapa aku ada di sini?"

Tiba-tiba pintu ruang inap terbuka perlahan dari luar. Seorang pria tinggi dengan wajah tajam dan mata hitam yang dalam masuk bersama seorang dokter dan perawat.

Pria itu mengenakan jas hitam yang rapi, rambutnya tertata rapi, dan ekspresinya tampak terkejut." Kamu bangun!"

Dokter segera mengarahkan perawat untuk menyiapkan alat pemeriksaan.Pria itu berjalan mendekati ranjang dengan langkah yang mantap, lalu menekan ujung ranjang dengan lembut.

"Kamu bangun..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Kesal dan tak berdaya

Hu Lian dengan cepat memukul tangan Bai Xuning yang ingin mendekatinya, wajahnya penuh kesal."....Pergi ke rumahmu sendiri! Ini apartemen ku, bukan milik kamu..."

Bai Xuning yang bahkan tidak menunjukkan sedikit pun rasa sakit akibat pukulan itu hanya menggeleng dengan sikap keras kepala.

"Aku ingin tidur di sini..." jawabnya dengan nada yang tidak bisa ditolak.

Hu Lian membuka mulutnya dengan ekspresi tidak percaya, merasa semakin kesal. "Bai Xuning kamu... benar-benar tidak bisa diajak bicara kan?!"

Sebelum dia bisa melanjutkan perkataan, Bai Xuning tiba-tiba mengulurkan kedua tangannya dan menggendongnya dengan cepat.

Hu Lian yang terkejut dan takut jatuh segera mengencangkan pelukan di leher pria itu sambil meneriakkan namanya. "Bai Xuning! Apa kamu bisa serius!"

"..Maaf mengejutkan kamu..." bisiknya sebelum berjalan dengan hati-hati menuju ranjang.Pria itu dengan lembut menepuk-nepuk punggungnya, memberikan rasa aman.

Dia segera membaringkan Hu Lian dengan lembut di atas kasur yang empuk. Sebelum gadis itu bisa bergerak atau melarikan diri, Bai Xuning langsung berbaring di sebelahnya dan memeluk tubuhnya dengan sangat erat.

"......."Wajah Hu Lian langsung menjadi merah padam karena kemarahan dan rasa malu.

"Apa yang kamu lakukan?! Kamu tidak bisa begitu saja tidur denganku seperti ini!"teriaknya dengan suara yang sedikit terkekang, takut suara nya bisa saja terdengar keluar apartemen.

Bai Xuning hanya menarik selimut tebal untuk menutupi mereka berdua, kemudian menyenderkan wajahnya ke leher Hu Lian dengan lembut.

"Tiduran sudah malam... kamu butuh istirahat yang cukup untuk kuliah besok kan? Tenang saja, aku tidak akan melakukan apa-apa.......hanya ingin menjagamu saja,"bujuknya dengan suara yang lembut dan penuh bujukan.

Setelah beberapa saat berjuang dengan rasa tidak nyaman dan kemarahan yang masih menyelimuti dirinya, Hu Lian yang memang sudah sangat kelelahan akhirnya menyerah.

Tubuhnya yang kecil perlahan rileks di pelukan Bai Xuning, dan napasnya mulai menjadi lebih lambat dan teratur.

Bai Xuning merasakan ketika tubuh gadis itu mulai rileks dan ia perlahan tertidur. Dia menyesap napas dalam, kemudian dengan hati-hati menyesuaikan posisinya agar Hu Lian bisa lebih nyaman.

Dia tidak berani bergerak terlalu banyak takut akan membangunkan nya.

Matanya yang masih terjaga melihat wajah Hu Lian yang sekarang tenang dalam tidurnya.

Rambutnya yang sedikit kusut menutupi sebagian dahinya, dan bibirnya yang merah tampak sangat lembut. Bai Xuning dengan lembut menjentikkan rambutnya agar tidak menutupi wajahnya, kemudian memberikan ciuman ringan di dahinya.

"Selamat malam... sayang..." bisiknya dengan sangat pelan, hampir tidak terdengar.

Selama malam itu, Bai Xuning tidak banyak tidur. Ia hanya terus memeluk Hu Lian dengan lembut, menjaga agar dia tetap nyaman dan aman.

Setiap kali Hu Lian sedikit bergerak atau meringkuk lebih erat ke dalam pelukannya, dia hanya akan memeluknya lebih erat dan memberikan sedikit tepukan lembut di punggungnya.

Di pagi hari yang akan datang, matahari akan mulai menyinari kamar melalui tirai jendela.

Dan mungkin saja, Hu Lian akan terbangun dengan keadaan yang membuatnya sedikit bingung namun juga merasa sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya...

Hu Lian merasa seolah-olah sedang dipeluk oleh seekor beruang besar—hangatnya sangat menyengat dan hampir membuatnya sulit bernapas.

Dia membuka matanya dengan perlahan dan mencoba untuk menjauh dari sumber panas itu, namun tubuhnya langsung kembali dipeluk erat.

"......" Hu Lian mengedipkan matanya perlahan, kemudian perlahan-lahan menoleh ke samping. Hanya untuk melihat helai rambut hitam legam yang terletak tepat di sisinya.

Dia menunduk hanya untuk melihat Bai Xuning tertidur dengan sangat nyaman, wajahnya yang biasanya tampak dingin kini terlihat lembut dan damai saat bersandar pada dadanya.

Tangan besarnya masih erat-erat memeluk pinggang Hu Lian, seolah tidak mau melepaskannya walau dalam tidur.

"......." Hu Lian terdiam sejenak dengan ekspresi campuran antara kebingungan dan kemarahan. Tanpa berpikir panjang, dia mengangkat tangan yang bebas ke udara.

Plak!

Suara tamparan yang jelas terdengar membuat Bai Xuning langsung terbangun dengan terkejut. Pipinya merah membara dengan bekas jari Hu Lian yang jelas terlihat.

Dia mengedipkan matanya beberapa kali, wajah tampannya dengan mata bulat yang bersinar kini penuh dengan kejutan dan sedikit kesedihan.

Tanpa sadar, dia mengangkat tangannya untuk menyentuh bekas tamparan di pipinya, kemudian perlahan bergerak mendekat ke arah Hu Lian.

Mata gadis itu langsung melebar lebar melihat gerakannya yang semakin dekat.

Pria gila ini akan mencium ku! pikir Hu Lian dengan jantung yang mulai berdebar kencang.

Dia mencoba untuk mundur, namun tubuhnya masih terjepit dalam pelukan Bai Xuning yang kini sudah lebih sadar.

Sebelum bibirnya bisa bersentuhan, Bai Xuning berhenti tepat di depan wajahnya—hanya beberapa milimeter saja yang memisahkan mereka berdua.

Matanya yang dalam menatap langsung ke mata Hu Lian dengan ekspresi yang penuh dengan makna.

"Maaf..." ucapnya dengan suara pelan, sebelum akhirnya mencium dahinya dengan lembut. "Aku hanya ingin mengucapkan selamat pagi dengan cara yang benar..."

 "......." Aku benar-benar ingin menghajar pria ini! pikir Hu Lian dengan hati yang masih berdebar kencang.

Tanpa berkata sepatah kata pun, dia dengan kuat melepaskan pelukan Bai Xuning, kemudian dengan cepat bangun dari tempat tidur dan masuk ke kamar mandi, menutup pintunya dengan keras.

Bai Xuning hanya bisa melihat ke arah pintu kamar mandi yang tertutup rapat, dengan bekas tamparan yang masih terasa di pipinya.

Namun bukan rasa sakit yang ia rasakan—malah dia tersenyum lebar dengan wajah yang penuh kebahagiaan.

Dia bahkan menarik selimut yang telah menutupi mereka berdua sepanjang malam, memeluknya erat-erat dan menghirup aroma yang masih menyengat dari tubuh Hu Lian.

Andai saja hal ini bisa terjadi setiap hari...pikirnya dengan mata yang penuh harapan, membayangkan bagaimana rasanya bisa bangun setiap pagi dengan gadis itu di sisinya.

Namun mimpi indahnya hanya berlangsung sebentar saja. Setelah beberapa menit, Hu Lian keluar dari kamar mandi dengan wajah yang sudah bersih dan mengenakan baju kasual. Tanpa melihatnya langsung, dia menunjuk ke arah pintu apartemen dengan nada tegas.

"Keluar sekarang juga. Jangan pernah datang lagi tanpa izin!" ucapnya dengan suara yang tidak bisa ditawar.

Meskipun Bai Xuning mencoba meminta untuk tetap tinggal dan sarapan bersama, Hu Lian tidak mau mendengarkan sama sekali.

Tanpa punya pilihan lain, Bai Xuning hanya bisa berdiri dan mengambil jasnya yang diletakkan di sofa. Dia lalu menghampiri Hu Lian untuk mengatakan sesuatu, namun gadis itu sudah berbalik dan masuk ke dapur.

Dengan hati yang sedikit menyakitkan namun tetap penuh harapan, dia akhirnya keluar dari apartemen dan menutup pintunya dengan lembut.

Hu Lian tiba di kampus tepat waktu, namun sebelum dia bisa masuk kelas, dia langsung dikelilingi oleh teman-teman wanitanya yang penuh rasa ingin tahu.

"Lian! Lian! Ceritakan tadi malam! Siapa pria tampan yang membawamu pergi?" tanya Xie Fifie dengan mata yang bersinar, disusul teman-teman lain yang mengangguk-angguk dengan antusias.

Hu Lian hanya bisa menghela nafas dan menggeleng dengan sedikit tersenyum. Dia duduk di bangku luar ruangan kelas, lalu mulai menjawab dengan jujur.

"Itu mantan tunanganku, Bai Xuning," ucapnya dengan suara pelan.

Teman-temannya langsung terkejut dan mengeluarkan suara heran. "Mantan tunangan?! Kalau begitu kenapa dia masih mengikuti mu?" tanya salah satu teman lainnya.

Hu Lian mengerutkan dahinya sedikit, mengingat kejadian pagi itu. "Dia sangat keras kepala... kita sudah putus tapi dia tidak pernah menyetujuinya. Sejak beberapa waktu terakhir, dia terus mengikuti ku kemana-mana dan mencoba untuk dekat lagi," jelasnya dengan nada yang sedikit bingung dan kesal.

"Tapi kamu kan tidak mau menerima dia kembali kan?" tanya Xie Fifie dengan suara penuh perhatian.

Hu Lian terdiam sejenak sebelum menjawab.

"Aku sendiri tidak tahu... dulu ada masalah yang membuat kita harus berpisah, tapi sekarang dia terus menunjukkan bahwa dia benar-benar berubah. hanya saja, sikapnya yang terlalu posesif membuatku tidak nyaman," ucapnya dengan jujur, membuat teman-temannya mengangguk dengan mengerti.

"Jika kamu ada masalah bicara pada kami....Jangan dipikiran sendiri...." ucap salah satu teman dengan ramah, membuat Hu Lian merasa sedikit lebih lega.

Namun saat dia sedang berbicara dengan teman-teman itu, dia tidak menyadari bahwa seseorang sedang melihatnya dari kejauhan, dengan wajah yang penuh emosi.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!