Penampilanya sedikit gemulai, wajahnya mirip orang Korea tapi sebenarnya dia keturunan Jepang. Jiro Itsuki Takahashi, model rintisan di Korea. Memiliki wajah tampan dan gemulai, dia menikahi gadis Indonesia bernama Namira Isyana Saraswarti. Pernikahan mereka kurang di restui oleh kedua orang tuan Namira yang seorang pengusaha dan pebisnis sukses.
Mereka menginginkan kedua anak perempuannya yang berpendidikan tinggi mendapat suami yang sukses juga seperti keluarganya. Mereka menginginkan menantu yang sesamanya bergerak di bidang bisnis juga agar perusahaan dan bisnisnya bisa mrnjadi besar dan menguasai seluruh Asia.
Tidak ada yang tahu siapa sebenarnya Jiro Itsuki Takahashi itu, mereka meremehkan Jiro yang seorang model yang gemulai. Padahal dia sebenarnya memiliki dunia lain yang sangat kuat dari pekerjaannya sebagai model.
Siapakah Jiro Itsuki itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ummi asya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
03. Terjebak Menikah
"Apa? Kamu gila!" teriak Namira mendorong dada Jiro dengan kuat.
Jiro melepas pegangan tangan di punggung Namira hingga gadis itu hampir terjungkal ke belakang. Jiro langsung menarik tangan Namira dan mendekapnya erat, menatap wajah gadis itu dengan tatapan lembut.
Sungguh, Jiro seperti di mabuk asmara ketika melihat Namira dan langsung jatuh cinta pada gadis itu. Hingga dia ingin memiliki gadis cantik tersebut, ingin menikahinya meski dia belum tahu benar seluk beluk dari Namira. Tapi dia yakin akan hatinya, kalau jatuh cinta pada pandangan pertama.
"Anda sebaiknya keluar dari kamarku, benar-benar laki-laki gila," ucap Namira berjalan menuju pintu kamar membukakan pintu agar Jiro segera keluar dari kamarnya.
Jiro tersenyum tipis dengan menyeringai kecil, dia hanya menoleh ke arah Namira lalu mengambil ponselnya menghubungi asistennya.
"Halo?"
"Ya tuan, anda perlu apa?"
"Kirim wartawan ke kamar hotel ini," ucap Jiro dengan bahasa Jepang.
"Untuk apa?"
"Cepat kirim kesini, jangan banyak tanya!"
Klik!
Jiro menutup sambungan teleponnya, lalu menatap Namira masih dengan senyuman dinginnya. Namira menunggu Jiro segera keluar dari kamarnya, gadis itu sungguh aneh sekali dengan laki-laki yang tidak di kenalnya itu.
Lama Jiro tidak menanggapi ucapan Namira untuk pergi dari kamarnya, gadis itu pun kesal dan ingin menarik keluar laki-laki yang membuatnya kesal.
"Anda tidak sopan sekali, di sini tidak ada orang bersikap tidak sopan pada turis. Apa lagi sama seorang perempuan, sebaiknya anda pergi dari kamarku atau aku panggil satpam dan menyeret anda keluar dengan kasar!" ucap Namira mengancam Jiro.
"Oh ya? Coba hubungi satpam hotel ini? Aku ingin lihat satpam menyeretku keluar dari kamarmu ini," ucap Jiro seakan menantang Namira.
Mata Namira melotot, dia menggeleng kepala tapi kemudian dia berjalan di meja kecil samping ranjangnya dan menelepon layanan keamanan.
"Halo, tolong suruh satpam ke kamarku. Ada orang gila datang ke kamarku, aku tidak nyaman dengan orang gila yang tiba-tiba datang ke kamarku ini," ucap Namira.
Setelah menelepon, Namira kembali menatap tajam pada Jiro. Dia tidak kuasa mengusir laki-laki yang terlihat kuat, tapi sebenarnya penampilannya itu bak seorang model. Tinggi putih, langsung dan sangat idola sekali bagi para gadis di negaranya, seperti seorang idol Korea. Atau memang jangan-jangan dia itu ...
"Waah, berita menarik ini. Jadi tuan Jiro sudah punya seorang kekasih?"
"Bagaimana hubungan anda dengan kekasih anda? Kenapa anda menyembunyikan kekasih anda tuan Jiro?"
"Apakah anda sengaja berkarir di dunia model karena kekasih anda ini datang ke Korea untuk bertemu anda?"
"Sudah berapa lama anda menjalin hubungan dengan tuan Jiro, nona Namira?"
Pertanyaan demi pertanyaan wartawan yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Namira itu membuat syok gadis itu. Tiba-tiba beberapa wartawan masuk ke dalam kamar hotel Namira, dan dia benar-benar sangat marah sekali. Kenapa hotel yang sangat bagus begitu keamanannya sungguh sangat buruk. Dan kenapa bisa para wartawan itu masuk ke dalam kamarnya.
"Bukan dia itu orang ..."
"Ya, dia kekasihku. Aku datang ke kamarnya untuk berbulan madu, kami sedang menikmati kebersamaan dan akan membicarakan pernikahan kami yang sebentar lagi akan di laksanakan," ucap Jiro dengan santai dan memeluk Namira dari samping.
"Apa?!"
_
Pernikahan tertutup di sebuah gedung terasing di Bushan antara Namira dan Jiro, pernikahan yang mendadak itu memang sengaja Jiro lakukan untuk mengikat gadis cinta pada padangan pertama. Entah apa yang di lakukan Jiro pada Namira sehingga gadis itu mau menikah secara mendadak dengannya.
Bahkan pernikahan yang tidak ada kehadiran dari keluarga keduanya, bagi Jiro itu tidak masalah. Tapi dia akan menikahi Namira secara resmi nanti ketika dia datang ke negara gadis itu.
Dengan wajah penuh kekesalan dan cemberut, Namira menerima Jiro sebagai suaminya di hadapan seorang yang di anggap pendeta dan janji di depannya.
"Saya berjanji akan menjadi istri yang baik bagi Jiro Itsuki Takahashi dan akan mencintai serta menyayanginya selamanya."
Ucapan janji suci Namira membuat Jiro tersenyum puas, dia bisa memiliki gadis itu sepenuhnya kini.
"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri, tapi ingat setelah ini kalian harus menikah secara resmi di hadapan kedua orang tua kalian. Saya sebagai pendeta yang merasa kasihan pada pasangan kekasih yang ingin menikah tapi tidak di restui orang tua. Berjanjilah kalian harus berbakti pada kedua orang tua kalian, agar kelak restu dari kedua orang tua akan kalian dapatkan dan rumah tangga kalian akan tenang dan damai," ucap pendeta.
Namira hanya menggeleng kepala saja mendengar ucapan pendeta itu, sungguh licik sekali yang di lakukan Jiro. Memberikan cerita palsu pada pendeta, tapi Namira tidak bisa berbuat apa-apa dengan ancaman yang di berikan padanya.
"Nah, kalian sudah jadi suami istri. Mempelai laki-laki boleh mencium istrinya," ucap pendeta.
Jiro tersenyum senang, dia menghadap Namira dan menatap lembut gadis itu. Sedangkan Namira sendiri jengah dengan sikap Jiro tersebut. Jiro memegangi kepala Namira dan segera mencium gadis itu, Namira hanya diam saja memejamkan mata menerima apa yang di lakukan oleh Jiro padanya.
Sungguh sangat muak sekali pernikahan aneh dan tidak biasa itu. Tapi dia cukup lama menerima ciuman dari Jiro.
Setelah cukup lama, Jiro melepas ciuman mereka. Memberikam cincin pernikahan yang secara mendadak di beli oleh asistennya.
Acara pun selesai, di sana hanya ada asisten Kendo dan juga beberapa penjaga gedung serta pendeta. Banyak sekali petuah dan juga nasehat dari sang pendeta pada Jiro dan Namira. Hingga waktu acara pernikahan pun selesai, mereka pun segera pergi dari tempat itu dan langsung masuk ke dalam mobil milik Jiro.
Saat di dalam mobil, Namira meluapkan kekesalan dan kemarahannya pada Jiro dengan memukuli dada dan lengan laki-laki itu.
"Kamu brengsek! Laki-laki brengsek! Siapa kamu berani mengancamku sampai aku mau menikah mendadak denganmu hah?!"
"Aku adalah Jiro, suamimu yang tidak boleh kamu bantah. Kamu boleh melakukan apa saja, tapi tidak bisa lepas dariku sekarang," ucap Jiro menarik tangan Namira.
Namira menggeleng kepala sambil menangis penuh kemarahan, sungguh dia tidak mengerti dengan hidupnya saat ini secara mendadak. Terjebak menikah dengan laki-laki yang tidak tahu asal muasalnya dan apa pekerjaan suaminya itu.
"Kamu brengsek! Benar-benar brengsek!"
_
_
*****
bilang aja nikah jgn pake katedral Thor Krn merujuk ke agama katolik dn aturannya kalau mau nikah itu ribetttt butuh waktu berbulan2 Krn wajib ikut kursus utk menikah jd ga mgkn bgt eluarga ga tau 😂😂 mending diganti deh tor mumpung msh blm panjang sayang ceritanya lumayan kesannya jd penyesatan