NovelToon NovelToon
Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / System / Militer / Tamat
Popularitas:6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dyoka

Seno adalah seorang anak petani yang berkuliah di Kota. Ketika sudah di semester akhir, ia menerima kabar buruk. Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan bus.

Sebagai satu-satunya laki-laki di keluarganya, Seno lebih memilih menghentikan pendidikannya untuk mencari nafkah. Ia masih memiliki dua orang adik yang bersekolah dan membutuhkan biaya banyak.

Karena dirinya tidak memiliki ijasah, Seno tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi. Mengandalkan ijasah SMA-nya pun tidak jauh berbeda. Maka dari itu, Seno lebih memilih mengelola lahan yang ditinggalkan mendiang kedua orang tuanya.

Ketika Seno mulai menggarap ladang mereka, sebuah kejutan menantinya.

----

“Apa ini satu buah wortel dihargai tujuh puluh ribu.” Ucap seorang warganet.

“Mahal sekali, melon saja harga lima puluh ribu per gramnya. Ini bukan niat jualan namanya tapi merampok.” Ucap warganet yang lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dyoka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PH 3 Ternyata Bisa Panen Lebih Cepat

“Hai Dina, apa kabar? Sudah lama sekali kita nggak ketemu.” Sapa Seno kepada perempuan tersebut.

“Ternyata itu beneran kamu Seno. Tadi aku lihat kamu masuk ke toko pertanian itu. Aku kira kamu tadi orang lain. Jadi aku tidak berani menyapamu.” Ucap Dina sembari memandang lekat wajah Seno. Laki-laki itu tidak mengalami banyak perubahan setelah beberapa tahun tidak bertemu dengannya.

“Kabarku juga baik-baik saja. Gimana kalo kita nyari tempat deket sini buat ngobrol bareng? Sudah lama banget kita nggak ketemu.” Imbuh Dina.

“Tentu saja. Tidak masalah untukku. Aku memiliki waktu untuk melakukannya.” Jawab Seno.

Untung saja sebelum berangkat tadi Seno sudah mandi dan memakai baju yang pantas. Jika tidak melakukannya, sudah pasti dirinya tidak akan mau ikut ketika diajak Dina ngobrol bareng di sebuah kafe. Pasti badannya akan bau keringat setelah beraktifitas di kebun.

“Aku dengar kabar bahwa kedua orang tuamu meninggal belum lama ini. Aku turut berduka cita Sen. Maaf aku waktu itu nggak sempet buat melayat ke rumahmu.” Ucap Dina mengawali pembicaraan mereka.

“Terima kasih Din. Kamu nggak perlu minta maaf karena nggak bisa dateng ke tempatku. Setiap orang punya kesibukan masing-masing. Jadi, aku paham keadaanmu. Dengan kamu peduli seperti ini saja sudah sangat berarti untukku.” Jawab Seno.

“Jadi, apa kesibukanmu sekarang? Apakah kamu melanjutkan pekerjaan orang tuamu sekarang?” Tanya Dina.

Dina tahu bahwa orang tua Seno merupakan petani sayuran. Dengan meninggalnya kedua orang tuanya, Dina tebak sekarang ini Seno lah yang mengurusi kebun sayur mereka. Tadi saja Dina melihat Seno keluar dari toko pertanian. Sudah pasti laki-laki itu membeli beberapa keperluan untuk kebun miliknya.

“Ya. Sekarang kebun sayur itu aku yang mengelola. Jadi, bisa dibilang aku meneruskan pekerjaan mereka.” Jawab Seno.

“Lalu bagaimana dengan kuliahmu? Apakah kamu berhenti kuliah?”

Seno mengelengkan kepalanya pelan. “Aku mengambil cuti setahun. Aku mau mengelola kebun milik orang tuaku. Hitung-hitung menambah pemasukan sebelum adikku yang paling kecil kuliah. Tahun depan aku baru balik kuliah lagi.”

Dina sedikit lega mendengar Seno tidak sepenuhnya berhenti kuliah. Akan sangat disayangkan jika laki-laki itu menghentikan kuliahnya yang sedikit lagi selesai itu.

“Kamu sendiri gimana? Kuliahmu lancar?” Tanya Seno.

“Cukup lancar. Semester ini aku sudah mengambil skripsi. Jadi, jika semester ini skripsiku sudah selesai, maka aku akan lulus enam bulan lebih cepat dari waktu normal.”

“Wah hebat. Kamu masih aja sepintar dulu. Dulu kamu selalu meraih peringkat pertama di kelas. Sekarang sepertinya tidak terlalu jauh berbeda.”

Keduanya kemudian saling mengobrol lama. Ketika hari mulai menggelap barulah mereka menghentikan obrolan mereka.

“Kalo aku pulang, kapan-kapan kita nongkrong lagi ya. Ngobrol denganmu ternyata masih seasik dulu.” ucap Dina.

“Tentu saja. Jika kamu pulang dan ingin nongkrong bareng, akan aku sisihan waktuku untuk nemenin kamu.”

“Jangan lupa hubungin aku lagi. Awas kalo lupa.”

Dina kemudian mengangkat sebelah tangannya yang mengepal ke arah Seno. Hal itu seolah ia lakukan untuk memperingatkan Seno apa yang akan ia terima jika laki-laki itu tidak menghubunginya.

Keduanya memang sudah bertukar kontak mereka sekarang. Jadi, kedepannya komunikasi di antara mereka tidak akan lagi terputus.

“Tentu. Aku tidak akan lupa. Waktu itu ponselku hilang jadi kita tidak bisa saling kontak. Sekarang, nomormu akan aku simpan baik-baik. Kalau perlu, aku akan menghafalnya. Hehehe.” Jawab Seno sembari menunjukkan sebuah seringai kepada Dina.

“Baiklah. Ingat kata-katamu itu dengan baik.”

*****

Pagi harinya setelah meminum kopi, Seno pergi ke kebun miliknya. Mumpung hari belum terlalu terik, ia ingin menanam beberapa benih yang sudah ia beli kemarin. Laki-laki itu kemudian berjalan menuju petak di mana ia menanam wortel kemarin. Ia ingin mengecek perkembangan wortel tersebut.

Seno cukup kaget ketika melihat tanaman wortel yang ia tanam kemarin sudah memiliki daun yang cukup panjang. Itu seperti wortel yang sudah berumur satu bulan. Seingat Seno, umur tanam dari wortel minimal adalah tujuh puluh lima hari baru bisa panen.

Tetapi wortel di depannya ini tidak seperti wortel yang baru kemarin di tanam. Apakah ini karena ia menanamnya di kebun yang tertaut dengan sistem?

[Memang itu benar Host]

[Semua yang ditanam di kebun yang sudah tertaut dengan sistem akan memiliki masa tanam yang dipersingkat]

[Jadi Host bisa memanen lebih cepat dari biasanya]

Mendengar penjelasan sistem, mata Seno berbinar. Itu berarti dirinya bisa mendapatkan sayuran lebih banyak dari biasanya. Bahkan ada kemungkinan kebunnya yang hanya memiliki luas delapan ratus meter persegi ini, hasil panennya bisa mengalahkan kebun yang memiliki luas beberapa hektar.

Jika kurang dari dua puluh empat jam saja wortel yang ia tanam sudah sebesar ini, itu berarti kemungkinan besar besok sore dirinya bisa memanen wortel tersebut.

“Jika seperti ini, maka aku bisa menyelesaikan misiku dengan cepat.”

Seno baru sadar bahwa misi penanaman wortel yang diberikan oleh sistem memiliki waktu lima belas hari. Awalnya Seno mengira ia akan gagal karena waktu yang diberikan oleh sistem sangatlah singkat. Ternyata tidak seperti itu.

Waktu tanam dari sayurannya yang dipercepat membuat semangat Seno berkobar. Dengan begini, dirinya bisa mengumpulkan uang yang cukup banyak hanya dengan mengandalkan kebun sayurnya ini.

“Sistem, bisakah aku menanam benihnya langsung di kebunku ini tanpa melakukan penyemaian?” Tanya Seno.

[Tentu Host]

[Host bisa langsung menanamnya tanpa harus melakukan penyemaian]

Seno senang mendengar hal itu. Jika tanpa menunggu penyemaian terlebih dahulu, waktu tanam dari sayurannya benar-benar dipersingkat. Langsung saja Seno bergegas menanam benih sayuran yang ia beli kemarin.

Kali ini Seno langsung menanam benih-benih tersebut tanpa menambahkan pupuk lagi. Dirinya tidak lagi memiliki pupuk pemberian sistem. Lagi pula kemarin ketika Seno menyiapkan lahan ini, ia menebar pupuk kandang di kebunnya.

Meski itu pupuk biasa, tetapi Seno yakin bahwa sayurannya itu bisa tumbuh subur. Seno menghabiskan waktu tiga jam untuk mengisi semua lahan yang ada dengan bibit sayuran. Meski terlihat sepele, tetapi itu membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikannya.

Untung saja stamina miliknya bertambah. Jadi sekarang ini Seno tidak terlalu merasa lelah setelah menanam begitu banyak sayuran dalam satu waktu. Jika Seno melakukan ini sebelum mendapatkan tambahan stamina dari sistem, ia pasti akan banyak berhenti untuk beristirahat.

Sekarang saatnya dia membersihkan diri dan sarapan. Sedari tadi memang Seno belum mengisi perutnya dengan makanan. Hanya secangkir kopi hitam.

Sore harinya, Seno mengecek keadaan kebunnya itu. Benih yang tadi pagi ia tanam, sekarang ini sudah mulai tumbuh tinggi. Wortel dari hadiah sistem pun sudah terlihat siap di panen. Tetapi, Seno baru akan melakukannya besok.

Seno kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar. Memandangi hasil jerih payahnya pagi ini. Sudut bibirnya terangkat memikirkan berapa banyak uang yang ia dapat jika berhasil menjual semua sayuran itu.

Tetapi, senyum di bibir Seno tiba-tiba menghilang. Hal ini dikarenakan Seno baru sadar jika kebunnya itu terbuka. Tidak ada pagar pembatas yang memisahkannya dengan lahan milik orang lain. Hal itu berarti, tetangganya bisa melihat keadaan kebun miliknya kapan saja.

Mereka pasti akan cukup kaget melihat perkembangan tanaman sayur milik Seno yang tumbuh dengan pesat. Alarm bahaya langsung saja berbunyi di kepala Seno saat ini.

[Host tidak perlu risau]

[Tanaman yang ada di kebun milik Host ini akan dianggap sebagai tanaman biasa saja di mata orang lain]

[Selain Host, tidak akan ada yang mengetahui percepatan tumbuh dari sayuran yang ada di sini]

[Dalam ingatan mereka, sayuran di kebunmu memang hanya sebesar itu]

Mendengar penjelasan sistem Seno bisa bernafas lega. Ini karena untuk memagari kebunnya, Seno membutuhkan uang yang cukup besar. Keliling dari kebunnya ini adalah seratus dua puluh meter.

Dengan harga konstruksi bangunan yang sekarang, Seno membutuhkan uang delapan puluh hingga sembilan puluh juta untuk membangun pagar sepanjang itu. Seno sendiri tidak memiliki uang sebanyak itu. Jadi, ia lega tidak harus memagari kebun miliknya ini.

“Syukurlah jika aku tidak perlu melakukan hal itu. Jika kebun milikku ini memiliki mekanisme perlindungan diri seperti itu, maka nanti ketika aku meninggalkannya, aku tidak akan diliputi kecemasan memikirkannya.”

“Dengan begini, aku bisa melakukan aktifitas lainnya dengan tenang.”

1
Hidayat 92a
kan bener. 20juta tiap 5 hari. ambil aja 1 bulan 30 hari. jadinya 20juta x 6 ya 120juta
Memyr 67
𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗆 𝗆𝗂𝗅𝗂𝗄 𝗌𝖾𝗇𝗈 𝖼𝖾𝗉𝗎
Memyr 67
𝗅𝗎𝖼𝗎 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗌𝗂 𝗆𝗈𝗅𝗒𝖺𝗉 𝗆𝗈𝗆𝗈𝗒 𝗂𝗇𝗂
Memyr 67
𝖽𝗂 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗉𝖺𝗆𝖺𝗇 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝗂𝖻𝗂 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇, 𝖻𝖺𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗄𝗂𝗍𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝖺𝗇𝖺𝗄. 𝖽𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝖺𝗇 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗄𝖾𝗅𝗎𝖺𝗋𝗀𝖺 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺 𝗌𝖺𝗎𝖽𝖺𝗋𝖺𝗄𝗎. 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝖺𝗇𝗍𝖾 𝗒𝗀 𝗌𝖾𝗎𝗆𝗎𝗋𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗈𝗆 𝗒𝗀 𝗅𝖾𝖻𝗂𝗁 𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖽𝗊𝗋𝗂 𝗉𝗈𝗇𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗒𝖺 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄.
Memyr 67
𝗌𝖾𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝗍𝖾𝗀𝖺𝗇𝗀
Memyr 67
𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗁𝗈𝗋𝗈𝗋 𝗀𝗂𝗇𝗂 𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺
Memyr 67
𝗆𝖺𝗍𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗂, 𝖾𝗅𝖿 𝗄𝗈𝗄 𝖽𝗂𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇
Memyr 67
𝗉𝖺𝗇𝗍𝖺𝗌, 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝗆𝗂𝗋𝖺𝗇𝖽𝖺 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺. 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖾𝗌𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖺𝖽𝖺 𝗒𝗀 𝗉𝗈𝗅𝗂𝗀𝖺𝗆𝗂 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗌𝖺𝗃𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗆𝖾𝗇𝗒𝖺𝗆𝖺𝗋𝖺𝗍𝖺𝗄𝖺𝗇, 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝖽𝗎𝖺𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺. 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗆𝖺 𝗄𝖾𝖽𝗎𝖺 𝗂𝗌𝗍𝗋𝗂 𝗌𝖺𝗅𝗂𝗇𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖾𝗋𝗂𝗆𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗂𝗄𝗁𝗅𝖺𝗌.
Memyr 67
𝗍𝖺𝗄𝖽𝗂𝗋𝗇𝗒𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝗍𝖾𝗋𝗀𝖺𝗇𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗄𝖺𝖼𝖺𝗎
Memyr 67
𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎𝗌 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗅𝗂𝗆𝖺 𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁? 𝗂𝗇𝗂 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗉𝖾𝗅𝗎𝗉𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝗂?
Memyr 67
𝖼𝖾𝗋𝖽𝖺𝗌 𝗌𝖾𝗇𝗈. 𝗉𝗋𝖾𝗆𝗉𝗎𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗍𝗋𝖾 𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂 𝗋𝖺𝗂𝗌𝖺 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗎𝗌𝖺𝗁 𝖽𝗂𝗉𝗂𝗄𝗂𝗋𝗂𝗇
Memyr 67
𝗀𝖺𝗃𝗂 𝗎𝗇𝗍𝗎𝗄 3 𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇 𝖤𝖭𝖠𝖬 𝖩𝖴𝖳𝖠, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗉𝖾𝗋𝖻𝗎𝗅𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 1 𝗃𝗎𝗍𝖺? 𝗂𝗇𝗂 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀 𝗂𝗍𝗎𝗇𝗀𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗒𝖺?
Hidayat 92a: kan 2 orang pekerjanya
total 1 replies
Rach
ga lanjut ah yang Terus an nya aduhhh
Muhammad Azrori
bukankah sudah naik ke level 5.
kok ini masih di level 4
Muhammad Azrori
Brokoli apa Buncis Bos?
Brokoli kan tidak di perjualbelikan🙏🙏🙏
kang Deden
rest
𝙕𝙯𝙯: Mampir kak, judulnya Iblis penyerap darah, kali aja suka🙏
total 1 replies
kang Deden
test
Galon Poca
Kejam...kejam dari Kejamban wkwkwkw/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Karno
novel nya mantap bagus, mc ga langsung op, sejauh ini, ini Novel bertema fantasi / sistem terbaik yg q baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!