Rhaella Delyth adalah seorang gadis cantik dengan kepribadian dingin dan ekspresi wajah yang selalu datar. Meskipun berasal dari keluarga terpandang, kehidupan yang ia jalani jauh dari kata bahagia. Kehadirannya di dunia tidak pernah diharapkan, membuatnya tumbuh dengan hati yang keras dan kesulitan untuk mempercayai orang lain.
Sementara itu, Gabriel adalah seorang pemuda tampan dan berkarisma yang lahir di lingkungan keluarga kaya dan berpengaruh. Di balik pesonanya, ia memiliki sifat dingin, tak mudah didekati, serta sisi kejam yang tidak banyak diketahui orang.
Bagaimana kisah pertemuan mereka bermula? Ikuti perjalanan mereka dalam cerita ini, yang penuh dengan intrik dan adegan penuh ketegangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
"Pada pesen apaan?" Tanya Rufus pada sahabat sahabatnya.
"Gue batagor sama air mineral aja" jawab ibra kemudian melirik ke Gabriel dan Merrit.
"Lo berdua pesan apaan?"
"Samain aja" jawab Merrit sambil mengeluarkan handphone.
"Kalau gue bakso sama jus jeruk" ucap Hans.
"Enak aja bangun Lo. Lo bantuin gue bawa makanannya" jawabnya kesal sambil menarik tangan Hans untuk bangun.
"Ck Lo sehari aja ngga bikin gue kesel bisa ngga sih?" Ucap Hans meskipun dengan terpaksa dia tetap bangun dari duduknya.
"Ngga bisa" ucap santai Rufus masih dengan menarik tangan Hans.
Setelah Rufus dan Hans pergi dari meja itu keadaan langsung hening, karena El dan Merrit yang memang tidak suka banyak bicara dan Calix yang tetap santai tidak heboh seperti Rufus dan Merrit.
"Makanan datang every bodyyy" teriak Hans heboh kemudian di ikuti oleh Rufus di di belakang membawa minuman.
"Yok makan yok" ujar heboh Rufus lalu duduk setelah membagikan makanan pada sahabat sahabatnya.
Setelah aktivasi mengisi perutnya kini mereka sudah berada di kelas untuk melanjutkan aktivitas belajar mengajar.
...
Jam sudah menunjukkan waktu untuk pulang sekolah seluruh murid sudah mulai berhamburan keluar menuju parkiran. Rhaella masih duduk di kursinya sambil menunggu kelas renggang, dia akan keluar paling akhir karena malas berdesakan.
Tapi saat keluar dia berjalan sambil menunduk memperbaiki resleting tasnya yang macet, namun saat tiba di depan pintu tiba tiba
Brukk
Hampir saja Rhaella terjatuh jika saja tidak ada orang yang menahannya lalu kemudian Dia mendongak dan melihat siapa yang menahan dan memeluk pinggangnya ternyata dia adalah Gabriel yang baru masuk ke kelas untuk mengambil tasnya karena dia memang tidak masuk di jam terakhir pelajaran.
"Sorry and thanks" ucapnya datar lalu kemudian pergi tanpa pamitan, Gabriel hanya melihat punggung Rhaella yang berjalan menjauh dengan tatapan datar. Setelah Rhaella sudah tak terlihat lagi dia kemudian masuk ke dalam kelas untuk mengambil tasnya.
Teman temannya kecuali Merrit yang melihat adegan tadi hanya melongo melihat dua manusia tembok tadi. Mereka berfikir adegan tadi sangat mendukung untuk melakukan adegan uwu uwu, tapi mereka langsung sadar bahwa dua manusia tadi adalah tembok berjalan.
"Astaga ekspetasi gue ngga sesuai realita langsung terjun bebas woe" ujar sedih Rufus. Gabriel yang mendengar itu pun langsung menoleh dengan tatapan tajamnya. Rufus yang melihatnya pun hanya nyengir
"Becanda doang boss. Peace" ucap Rufus nyengir dengan mengangkat dua jarinya.
"Mampus" ucap Hans yang menertawakannya bersama Ibra.
Rufus hanya mendengus kesal melihatnya.
...
Rhaella kini sudah sampai di apartemen, yah dia memilih pulang ke apartemennya karena nanti malam akan ikut balapan. Setelah memasuki kamar apartemennya dia langsung ke kamar mandi membersihkan tubuhnya karena merasa panas.
Setelahnya di berbaring sejenak mengistirahatkan tubuhnya.
"Hhaahh" dia menghembuskan napas lelahnya lalu menutup matanya karena merasa ngantuk, baru beberapa menit matanya ia tutup tiba tiba
"Kruk kruk" suara perut seketika membuat Rhaella membuka matanya.
"Laper lagi tapi di kulkas ngga ada makanan" Rhaella pun bangun mengambil Hoodie dan kunci motornya. Tujuannya adalah keluar untuk membeli makan.
Kini Rhaella sedang mengendarai motornya dengan pelan sambil memikirkan makanan apa yang ingin dia beli. Tibalah dia di depan warung makan yang menjual nasi goreng serta seblak kesukaannya, namun belum selesai dia menuruni motornya dia melihat seseorang yang sangat dia kenali di seberang jalan sana sedang berjalan mesra bergandengan tangan dengan seorang pria yang jauh lebih muda dari seseorang yang ia kenali.
Mereka pun memasuki sebuah restoran yang kebetulan berada di seberang jalan, tempat di mana ia akan membeli makanannya. Tak membuang kesempatan tersebut Rhaella pun kemudian turun dari motor dan memakai tudung Hoodie lalu menyebrang jalan.
Setelah sampai di restoran dia mencari tempat duduk yang lumayan jauh dari jarak ke dua pasangan tadi agar tidak di ketahui oleh seseorang yang ia kenali. Dia pun kemudian mengeluarkan ponselnya dan mulai merekam pergerakan mereka.
"Kamu mau pesen apa sayang?" Tanya perempuan yang lebih berumur dari laki laki di sampingnya.
"Kamu pesen apa? Aku ikut kamu aja sayang" jawab laki laki tersebut dengan perkiraan usia 23 tahun ke atas.
"Aku pesen spaghetti carbonara. Kamu kalau mau yang lain pesen aja sayang nanti biar aku yang bayar" ucap si perempuan sambil tersenyum manis tapi terlihat menjijikkan di mata Rhaella.
"Jangan dong sayang masa kamu terus yang bayar, kali ini biar aku yang bayar" jawab si laki laki juga sambil memberikan senyuman.
Rhaella yang melihat itu hanya tersenyum miring melihat kemesraan kedua pasangan beda usia tersebut. Bukannya terlihat romantis tapi malah terlihat begitu menjijikkan di matanya.
"Selingkuh kah?" Rhaella tersenyum smirk melihat kelakuan ibu tirinya. Yah yang sedari tadi di buntuti oleh Rhaella adalah Alane ibu dari Daena sekaligus ibu tirinya.
Rhaella kemudian bangun dari duduknya setelah merasa cukup untuk merekam. Dia pun kemudian keluar dari restoran itu dan kembali menyebrangi jalan Menuju tempat ia akan memesan makanan. Dan tanpa Rhaella ketahui sedari tadi ada seseorang yang melihat apa saja yang di lakukannya mulai dari elsa masuk restoran sampai Rhaella keluar restoran dan kemudian keluar kembali dari warung makan setelah memesan makanannya dan pergi menggunakan motor.
Kemudian seseorang itu beralih melihat arah di mana Rhaella tadi seperti membuntuti seseorang, Dia melihat seperti sepasang kekasih yang berbeda usia. Tidak mau terlalu berfikir yang bukan urusannya dia pun beralih pada makanannya.
"Dari tadi El?" Tanya Calix yang baru sampai di susul oleh Hans, Rufus dan Merrit di datang bersamaan.
"Hmm" jawab datar Gabriel
"Sorry tadi gue sama yang lain nganter Merrit ke tempat bengkel dulu ban depan motornya kempes jadi kita nungguin dulu bentar Terus barengan Dateng ke sini."
"Hmm"
Yah yang sedari tadi melihat aktivitas Rhaella adalah Gabriel. Dia tidak sengaja melihat Rhaella saat menyebrang jalan kemudian masuk ke restoran yang ingin dia masuki juga. Tapi sepertinya Rhaella tidak menyadari karna memang saat Rhaella masuk ke dalam restoran Gabriel masih duduk di atas motor dan belum membuka helm fullfacenya. Mungkin jika Gabriel membuka helm terlebih dahulu Rhaella akan sadar dan melihatnya karena memang Gabriel memarkirkan motornya tepat di samping Rhaella berjalan melewatinya.
"Tadi gue liat Rhaella" ucap Hans membuka obrolan.
"Di mana? Di sini?" Tanya Rufus heboh Samari menengok kiri kanan.
"Di warung makan di seberang jalan tuh depan restoran ini. Gue liat tadi dia keluar dari situ terus pergi pake motor" jawab Hans
Rufus dan Calix pun mengangguk mendengar jawaban Hans. Lain halnya dengan dua kulkas mereka terlihat tetap menampilkan wajah datarnya namun berbeda dengan Gabriel dia kan memang sudah tahu karena dia juga melihatnya tadi.
...
"Kamu kenapa sayang ko kaya nggak semangat sih? Kenapa cerita sama aku?" Tanya si perempuan pada laki laki di sampingnya.
"Nggak ko sayang cuma Lagi ada pikiran aja sedikit " jawabnya sambil tersenyum kecut.
"Lagi mikirin apa? Coba cerita siapa tahu aku bisa bantu sayang" perempuan itu kembali bertanya.
"Huuf... aku lagi mikirin usaha ku itu yang masih gitu gitu aja. Aku harus cari tambahan modal buat ngembangin lagi usaha aku agar bisa di kenal sayang" jawab si laki laki menampilkan ekspresi sedih.
"Kamu butuh berapa sayang bar aku tambahin supaya bisnis Kamu tambah berkembang" jawab perempuan lalu menggenggam tangan laki laki tersebut.
"Jangan sayang. Uang yang aku butuhkan ngga sedikit aku nggak mau repotin kamu" jawab kembali si laki laki masih dengan ekspresi wajah sedihnya.
"Yak... Kamu itu pacar aku masa pacarnya lagi kesusahan begini ngga di bantu si padahal aku bisa. Kamu butuh berapa biar nanti aku transfer" ucap si perempuan.
"Aku butuh 350 juta sayang. Emangnya kamu bisa bantu" ucap Yakim lalu kembali bertanya
"Iya aku bantu sayang tapi nanti ya aku transfernya kita makan dulu ok" jawab perempuan tersebut lalu tersenyum.
"Makasih ya Alane sayang kamu memang pacar yang paling pengertian sedunia" jawab Yakim lalu memeluk Alane. Dia tersenyum miring dan merasa senang karena sudah berhasil memeras perempuan bodoh yang umurnya lebih tua darinya. Dua sejoli tersebut adalah Alane ibu Daena dan kekasihnya yang bernama Yakim.
Rhaella sekarang sudah berada di dalam apartemennya lebih tepatnya berada di dapur. Dia mengambil piring dan membuka makanannya sembari berfikir tentang apa yang di lihatnya tadi.
"Nggak salah emang gue bilang dia jalang ternyata beneran jalang ck ck" gumam Rhaella di sambil mendudukkan bokongnya di sofa. Dia akan makan sambil menonton televisi di ruang tengah. Saat sesi makannya dia sesekali tertawa melihat ada adegan lucu di dalam layar lebar di depannya.
Dia sudah menyelesaikan makannya kemudian kembali ke dapur untuk mencuci piring bekas makannya "tadi tuh cowo kaya gue pernah liat deh tapi dimana yah?" Gumamnya bertanya pada diri sendiri sambil mencuci piring.
"Bodo ah cape mikir. Mending gue tidur dulu sebelum ke arena nanti malem" ujar berjalan menuju kamar untuk tidur. Tak butuh waktu lama untuk Rhaella bisa menyelami alam mimpi. Apalagi dalam keadaan perut kenyang bukan kah itu sangat mudah.
Kini di kediaman keluarga Duchess di hebohkan dengan di si bungsu yang merengek untuk di temani bermain PS oleh kakak sulungnya. Tapi karena sang kakak tidak mau malah dengan sengaja menjahili adiknya alhasil terjadilah kehebohan tersebut. Mereka semua yang berada di kediaman tersebut tahu betul anak sulung dari keluarga Duchess yang satu ini meskipun tampan tapi sangat jahil jika berada di rumah dan sasaran kejahilannya adalah si bungsu.
Kalau untuk mengusili Gabriel sang kakak harus berfikir dua kali jika tak mau di balas dengan bogeman mentah dari sang adik.
"Kenapa sih kak suka banget usilin adiknya" ucap sang perempuan paru baya yang masih terlihat sangat cantik di usianya.
"Bunda... Griffin pokoknya pengen ganti kasur ngga mau kasur yang di dalam kamar" ucap si bungsu mengadu kepada sang bunda.
"Loh emang kasurnya kenapa sayang" tanya bundanya pada si bungsu.
"Tadi bang Godric masuk kamar terus dia tiduran di kasur Griffin terus Griffin denger Abang Godric kentut di kasur Griffin bundaaaa... Griffin ngga mau kasur yang itu pokoknya mau ganti, itu bekas kentut bang alex bundaaa " rengeknya pada sang bunda sambil memeluk bundanya.
"Kamu tuh yah bang seneng amat usil" ucap sang bunda kemudian menjewer telinga anak sulungnya.
"Aw aw aw astagaa bundaaa sakit bundaaa... Iya iya ampuuun" ringisnya memegang teling akibat jeweran maut bundanya.
"Rasain tuh. Wle" ucap Griffin lalu menjulurkan lidah ke arah abangnya lalu berlari ke kamar kakak keduanya mencari perlindungan.
Tanpa mengetuk pintu Griffin langsung masuk ke kamar sang kakak yang baru keluar dari kamar mandi masih menggunakan handuk yang di lilit di pinggangnya.
"Apa?" Tanya Gabriel
"Nggak ada apa apa" jawab sang adik sambil menggelengkan kepala.
Gabriel yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya seolah bertanya lagi. Lalu berjalan ke arah walk in closed untuk mengambil pakaiannya.
Kemudian dia keluar dan melihat sang adik yang sudah berbaring di atas kasurnya.
"Ngapain lo?" Tanyanya pada Griffin
"mau numpang tidur soalnya kasur Griffin belum di ganti" ucapnya meraih guling dan memeluknya
"Di ganti? Kenapa?" Tanyanya lagi lalu duduk bersandar di ujung kepala kasur dan mengecek handphone miliknya.
"Di kentutin bang Godric " jawabnya dengan suara parau dan mata yang tertutup.
Gabriel yang mendengar suara parau adiknya menoleh dan melihat bahwa adiknya sudah menutup matanya sepertinya dia sangat ngantuk sehingga baru beberapa menit berada di atas kasur dia langsung tertidur.
Kemudian Gabriel bangun dari duduknya dan menyelimuti adiknya yang tertidur.
Yah Gabriel meskipun sangat dingin tapi dia adalah sosok yang sangat hangat untuk orang terdekatnya. Terlihat cuek tapi sangat peduli.
Tok
Tok
Tok
Ceklek
"Sayang ay.. looh Griffin tidur di sini sayang?" Ucapan bundanya terhenti kemudian bertanya saat Melihat ada si bungsu di kamar anak ke duanya.
"Iya katanya belum di ganti kasurnya" ucap El pada bundanya
"Ck ck ck ada ada aja padahal tinggal ganti seprei saja ini malah kasurnya sekalian" ucapnya menggeleng gelengkan kepalanya.
Gabriel hanya terkekeh melihat tingkah bundanya yang pusing.
"Ya udah sini turun makan malam dulu udah di tungguin di bawah" ucap sang bunda. Mereka berdua pun turun menuju ruang makan. Setelah makan malam Gabriel kembali masuk ke kamarnya dan mengambil jaket serta kunci motornya.
"Bunda Ayah El mau ke base camp dulu " ucapnya kepada kedua orang tuanya.
"Hati hati son/nak" ucap sang ayah dan bundanya bersama dan di angguki oleh Gabriel kemudian berjalan keluar menuju motornya.
...
Kini malam di apartemen Rhaella tengah bersiap siap untuk pergi ke sirkuit, setelah bersiap jam sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih empat puluh menit kemudian dia berangkat karena jarak apartemen dan sirkuit memakan waktu kurang lebih tiga puluh menit berkendara.
Soal ibu tirinya tadi dia sudah memikirkan tentang video perselingkuhannya itu dan itu bisa dia jadikan sebagai bom waktu untuk si ibu tirinya Alane, sepertinya dia mendapatkan sebuah ide untuk mencari tahu tentang keburukan dan kejelekan ibu tirinya. Ah bagaimana jika dia juga mencari tahu keburukan sang saudara tirinya, itu akan dia pikirkan caranya nanti.