NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Dokter Duda

Jodoh Sang Dokter Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Dokter / Tamat
Popularitas:7.3M
Nilai: 5
Nama Author: harsupi fakihudin

Suatu kehormatan, seorang gadis muda belia memilih menikah dengan seorang dokter duda tua, daripada menjual harga diri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sifa kangen bapak

Setelah mandi, Sifa mengganti baju yang diberikan oleh Wahidah

"Wah, bajunya cantik sekali" Sifa muter muter didepan cermin rias yang harganya tidak murah pastinya

Sifa duduk dibibir ranjang "Kasurnya juga empuk sekali" Tangan Sifa mengusap usap kasur yang empuknya kayak awan diatas sana

Wahidah sengaja mengajak Sifa masuk kekamar, yang dulu biasa Ilham gunakan jika Ilham menginap disini.

Tak sengaja, Sifa melihat album foto, diatas meja kecil tempat lampu tidur.

Diambillah album tersebut

Sifa membuka foto foto lama tapi masih terawat "Oh, ini pasti ibu dan bapaknya bapak. Apa ibu dan bapaknya bapak seorang guru?"

Sifa membuka lembar foto berikutnya

"Wah benar, ibunya bapak masih mengajar. Eh, kok muridnya pakaiannya bebas. Oh, dosen. Berarti ibunya bapak seorang dosen?"

Sifa terus membuka lembar demi lembar

"Wah, poto bapak waktu masih muda hihi.. Bibirnya tebal. Eh sekarang juga tebal" Sifa cengar cengir mengomentari dokter Ilhamnya

"Wah, wajah bapak agak tua an, mungkin usia 40 an kali ya, ah tau ah"

Sifa kembali membuka album foto berikutnya, yang berukuran 10 R

"Wiiiih bapaaaak, tampan sekaliiii"

Sifa langsung glundung glundung ditempat tidur, memeluk foto ini yang ia suka. Selain itu Sifa tidak tertarik

"Bapaaaak, aku kangen bapak"

"Jika aku minta foto ini, untuk dicetak lagi, terus diperbesar segede gaban, kira kira boleh nggak ya? Aku suka foto yang ini paaaakkk"

Akhirnya, Sifa tertidur berselimutkan foto Ilham

-

Sementara

Ilham bangun tidur dengan kagetnya, mendengar bunyi ponsel panggilan darurat dari rumah sakit

Ilham bangun dan lanjut mandi, setelah mandi ia langsung menunaikan ibadahnya dan barjalan turun menuju meja makan

"Mbok, hari ini masak apa?"

Mbok siti langsung mendekat "Ini tuan kopinya, dan ini roti bakarnya"

Ilham mengernyitkan dahi

"Nggak bikin nasi kayak kemarin ya mbok?"

"Ehehe nggak tuan, simbok lupa bumbunya hehe"

"Aneh, benar kata kakak, simbok itu hanya bisa bikin kopi doang. Terus yang bikin kue sama nasi enak seperti kemarin siapa? tanya ah, penasaran aku"

"Mbok, nggak bikin kue kayak kemarin?"

"Nggak tuan, pikiran simbok lagi ngebleng wan ehehe, makanya, lupa semua bumbu bumbunya"

Simbok cengar cengir menyebalkan

"Aneh, kemarin pandai, masa hari ini langsung lupa. Ya sudah mbok, kopinya nggak aku minum, minum simbok saja ya? jangan sampai dibuang. Mubazir"

"Baik wan" Mbok siti, langsung mengusap dadanya yang sudah dag dig dug deeeeer

Ilham langsung menancap gas mobilnya menuju rumah sakit dengan perut kosong, berharap mendapat camilan yang biasa ia santap diruang kerjanya

-

Pagi pagi sekali Sifa bangun tidur. dan langsung mencari keberadaan dapur.

"Wah, rumahnya bu Wahidah juga nggak kalah bagus, Sebelas duabelas kayak rumah bapak. Seneng ya, rumahnya kayak istana semua"

Sifa terus berjalan kebelakang

"Wah, ini dia dapurnya, cantik sekali, saya suka"

Sifa sudah melihat punggung wanita paruhbaya yang sedang sibuk meracik bumbu

"Selamat pagi buk?" Sapa Sifa yang menduga ibu ini ART disini, soalnya dari postur tubuhnya sangat berbeda dengan Wahidah, ini agak gemuk dan pendek

ART itu menoleh "Eh non, non istrinya tuan dokter Ilham ya non?" ART menyapanya dengan tersenyum

"Iya buk, kalau ibuk?"

"Kalau saya Asisten rumah tangga disini non, non mau dibuatkan apa? biar simbok bikinkan?"

"Ah tidak usah buk. Oh iya, namaku Sifa, panggil saja Sifa buk"

"Wah, nggak berani simbok non. Simbok takut dipecat non, sudah kurang ajar sama istri tuan dokter"

"Pecat? biasanya para tetanggaku memanggilku neng buk"

"Tapi simbok nggak berani non, mending biar lebih enak, simbok panggil non, mbak aja ya?terus, non panggil saya simbok, jangan ibuk. Jadi simbok aman non"

"Oh gitu, ya udah. Simbok hari ini masak apa sih ? Sifa bantuin ya mbok?"

"Jangan non, ntar simbok kalau dibantuin, makan gaji buta dong. Tuh kan, simbok enaknya panggil mbak Sifa non lagi. Non aja ya? simbok berasa ikut ujian nasional non, kalau disuruh panggil nama baru. Soalnya susah susah, bikin simbok stres kehabisan waktu"

"Ahaha , aku yang malu mbok, berasa kayak anak sultan"

"Istri sultan kali non" Cengirnya

"Mbok, kalau Sifa disini bengong, jari Sifa kaku semua mbok. Biar Sifa bantuin ya mbok? please "

"Ya sudah, tapi kalau simbok ditegur nyonya, simbok dibelain ya non. Simbok nggak mau dipecat. Ntar sapi sapi simbok nggak nambah nambah dikampung"

"Ahaha, pacar simbok namanya sape'i atau sapi hewan?"

"Hus, ya sapi hewan lah non. Simbok mana laku dikampung "

"Kalau nggak laku di discount mbok, separuh harga"

"Ahaha non bisa aja"

"Mbok, Sifa ingin bikin samoza isi ayam ya mbok, Sifa ingin ngasih samoza ini untuk bapak" Sifa mulai sibuk bikin samoza

"Oh, non mau pulang, ngasih samoza kebapaknya non?"

"Sifa ingin kerumah sakit mbok, pasti bapak nggak ada camilan, kasihan bapak, pasti adanya teh manis doang"

Simbok mulai bingung dengan percakapan mereka

"Bapak non sakit?"

Sifa juga mulai pusing dapat pertanyaan yang sedikit slenco (Tidak nyambung)

"Mbok, bapak itu pak dokter Ilham"

"Oh, dari tadi non nyebut bapak bapak itu nyebut suami non sendiri? tuan dokter Ilham?"

Sifa manggut manggut

"Ya Tuhan nooon, kukira bapak itu bapaknya non hadeeewwww, simbok jadi jaka sembung bawa golok, nggak nyambung goblok goblok"

"Ahaha, nggak apa apa mbok, simbok kunilai 9 deh, tahun depan naik kelas, nggak bertelor"

Ahaha

"Wah, ramai banget didapur nih, baunya juga gurih. Masak apa ini?" Tanya Wahidah mengagetkan

"Ah ini nyonya, katanya non Sifa pingin bikin samoza, dan ingin mengantarkannya kebapak dokter Ilham" Goda simbok sambil menyenggol lengan kecil Sifa, Sifa malu malu tidak berani menatap Wahidah

"Maaf bu, kalau saya lancang membuat sesuatu tanpa ijin ibu"

"Cieeee, istri baru Ilham perhatian rupanya " Goda Wahidah

"Ah ibu, teh manisnya bapak pasti nggak ada temannya bu kasihan "

"Ilhamnya juga pasti nggak ada temannya. Apa kau ingin kesana mengantarkan, apa ini?" Wahidah fokus gorengan segitiga yang masih digoreng

"Samoza" -Sifa

"Oh, yang dari tadi dibicarakan ya? uh baunya, bikin perutku berdering kayak hapenya pak Sayono ahaha" Wahidah tertawa ngakak, Sifa tambah merona malu

"Bikin khusus untuk Ilham saja? Kita kita nggak dibikinin?"

"Sifa bikin 20 biji bu, untuk bapak 5 saja" Sifa tersenyum malu

"Panggilnya jangan ibu terus dong, panggilnya kak, kayak Ilham panggil "

"I iya kak"

"Ah masih kaku, minta ajarin Ilham ya ? latihan"

"Kalau begitu, Sifa mau mandi dulu, permisi ek kak"

"Iya"

Sifa akhirnya lega bisa masuk kamar, dan jauh dari godaan Wahidah yang bikin wajah Sifa kesiram jus buah naga merah segrobak

Bersambung.....

1
Maulana ya_Rohman
ini yang terrrrrr melancolis....😞
Maulana ya_Rohman
wes lah.... ajur... ajut... ajur.. hati nya Entah...😂
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
gek mode kanhen karro cerito iki☺️...
Maulana ya_Rohman
nangkring di sini lagi thor...
kangen sama cerita lama...
Maulana ya_Rohman
nangkring disini lagi thor....
kangen pengen baca lagi...
sakjane ki aku kangen karro karrya mu thor...😩
gak buat karya lagi kah🤔
Maniak Tenis meja: Sama say aq jg bolak balik entah sdh brp kali
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
mampir lagi yang kesekian kali nya thor.....😁...
kata *samoza* jadi kelingan sama novel ini🙈
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
🅵🅰🅳🅸🅻🅰 3 𝓹𝓾𝓽𝓻𝓪
kangen baca lg cerita dokter ilham, dulu 4 atau 5th yg lalu lupa😂, pokoknya pas covid, baca cerita dokter ilham dan syifa menemani ku di saat WfH, seru cerita nya, dokter ilham punya anak kembar dan berlanjut sampe anak² nya punya rumah sakit di daerah jateng apa Jabar lupa, trs Pak Anan nikah lg sm ART setelah ibu Hamidah meninggal, lupa2 ingat😍
ATITUSMIATI
Aku baca lagi
Yudistira Ray
Aq baca lg dokterrrrrrrrrr
~no username🐨~
kaget 50 tahun?? 😭😭 kenapa gak 38 atau 40
Maniak Tenis meja: Tadinya aku juga kaget tentang usia dokter Ilham. tp lm2 candu kak
total 1 replies
indah
Keluarga besar yang Harmonis
Yudistira Ray
bc berkali kali jg tetap ngakak
Widia Aja
emang berapa usia nya dr. Ilham?
Febby Fadila
😄😄😄😄😄
Maniak Tenis meja
kangen doctor ilham lg..........
Febby Fadila
astaga teman2 ilham pada kocar ya 😉😀😀
Febby Fadila
ini gigi aku kering trus thorr....
Febby Fadila
ahahahahaha
klw suami di dunia nyata kayak bgtu.. ummmm senangx
Febby Fadila
belum di karuniai sama allah.. msh ingin kalian pacaran dulu
Febby Fadila
baper aku thor... romantis banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!