Jesslyn telah menikah selama satu tahun dengan Peter, tetapi ia malah hamil dengan pria lain. Berselingkuh? Tidak, ia tidak berselingkuh. Peter sendirilah yang telah tega melemparkan istrinya itu ke ranjang Jayden--seorang bos besar dalam dunia bisnis--demi menyelamatkan perusahaannya.
Namun, siapa sangka jika Jayden malah jatuh hati pada wanita cinta satu malamnya itu. Dengan berbagai cara, Jayden pun berusaha untuk merebut Jesslyn dan bayinya dari tangan Peter.
Berhasilkah rencana Jayden?
Ataukah Jesslyn akan memaafkan perbuatan Peter dan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Monica Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Rahasia Steve
Jesslyn keluar dari taksi dan segera menuju ke meja receptionist. Ia pun kembali bertemu dengan wanita muda yang sudah beberapa hari ini selalu ditemuinya saat ia pergi ke Zhou Corp.
"Selamat pagi, Nona, aku ingin bertemu dengan Kepala Divisi Penerimaan Pegawai. Apakah Beliau sudah sampai?" tanya Jesslyn dengan senyum ramahnya.
Namun, berbeda dengan sang receptionist itu, ia pun kembali terkejut karena mendapati Jesslyn yang lagi-lagi telah berdiri di hadapannya.
"Nona Jiang?!" pekiknya tertahan, "ada perlu apa Nona bertemu dengan Manager Gu kami?"
Receptionist itu memindai wajah Jesslyn. Ia tak menyangka jika Jesslyn yang sepolos ini, tetapi sulit sekali untuk disingkirkan. Wanita itu bahkan sudah 3 hari berturut-turut datang ke Zhou Corp.
"Ehm, aku --"
"Nona Jiang," panggil seorang pria memotong ucapan Jesslyn. Jesslyn pun segera menoleh ke arah suara itu dan melihat ada seorang pria bertubuh tambun yang sedang mendekat ke arahnya.
"Selamat pagi, Nona Jiang." Patrick menjabat tangan Jesslyn. "Perkenalkan, aku adalah Patrick Gu, Kepala Divisi Kepegawaian. Kau bisa memanggilku Manager Gu."
"Selamat pagi, Manager Gu. Aku Jesslyn Jiang."
"Asisten Wei sudah memberitahukan perihal kedatanganmu kepadaku kemarin. Kami sudah mempersiapkan kontrak kerjamu yang baru. Mari ikuti aku," ajak Patrick.
"Baik."
Jesslyn pun segera mengikuti pria itu menuju ke ruangan HRD di lantai 5 gedung ini. Setelah kepergian kedua orang itu, sang receptionist wanita tadi pun kembali termenung.
'Ya ampun. Siapa sebenarnya Nona itu? Kemarin Asisten Wei yang datang menjemputnya. Sekarang Manager Gu sendiri yang menyambutnya secara langsung.
Sepertinya dia adalah lawan yang berat bagi Manager Shen. Lebih baik aku tidak terlalu dekat-dekat dengan wanita itu, karena jika tidak, maka Manager Shen pasti akan membuat perhitungan denganku juga.'
Sepanjang perjalanan menuju ke ruang kantornya, Patrick selalu mencuri-curi pandang ke arah Jesslyn. Ia penasaran dengan Jesslyn, karena Steve sendirilah yang kemarin merekomendasikan Jesslyn kepadanya.
Steve bahkan menolak semua kandidat yang telah lolos uji seleksi sebagai sekretaris Jayden dan memindahkan mereka ke divisi lain. Ia juga meminta Patrick secara langsung yang turun ke lobby untuk menyambut kedatangan Jesslyn di Zhou Corp. hari ini.
'Jadi wanita ini yang adalah selingkuhan Asisten Wei? Aku sungguh tidak menduga, pria seperti Asisten Wei ternyata suka bermain api. Tetapi, wanita ini memang sangat cantik. Pantas saja Biksu Tong itu dapat tergoda oleh siluman ular ini.'
Patrick bergumam seraya terus melirik Jesslyn dan memperhatikan wanita itu dari atas hingga ke bawah. Ia mengira jika Jesslyn adalah wanita simpanan Steve. Maka Steve pun menjadi sangat perhatian kepadanya. Padahal semua orang tahu jika Steve adalah tipe pria dingin dan tidak mudah tergoda oleh wanita.
Sama seperti karakter Tong Sam Cong atau lebih dikenal dengan Biksu Tong sang Guru Kera Sakti. Namun, ternyata penilaian Patrick salah. Steve hanyalah seorang pria yang tak tahan dengan godaan kenikmatan duniawi sama seperti bos besarnya, Jayden Zhou.
'Cih! Ternyata dia sama saja seperti Presdir Zhou. Murid memang tak mungkin berbeda jauh dengan gurunya.'
Akhirnya Patrick dan Jesslyn pun sampai di depan ruangan HRD.
"Silahkan masuk, Nona Jiang. Duduklah."
Patrick mempersilahkan Jesslyn untuk masuk ke ruangannya. Ia kemudian segera menyerahkan sebuah map berisi beberapa lembar kertas kepada Jesslyn.
"Ini adalah surat pemindahanmu dari MD Inc. dan kontrak kerja yang telah diperbaharui. Silahkan tanda tangan di sini."
Jesslyn membaca kontrak kerjanya itu dengan seksama, ia menelisik point demi point. Jesslyn mengerutkan keningnya saat melihat jumlah penalty yang harus dibayarnya jika ia mengundurkan diri sebelum masa kontrak kerjanya berakhir.
'Ya, ampun. Besar sekali jumlahnya. Ini hampir lima tahun penuh gajiku. Mereka ini ingin memerasku, ya?'
Jesslyn menghela napasnya.
'Ah, sudahlah. Lagi pula aku hanya perlu setahun lagi untuk menyelesaikan masa kontrak kerjaku.'
Jesslyn pun membalik halaman demi halaman. Akhirnya ia pun menandatangani dokumen itu di halaman terakhir, dan menyerahkannya kembali kepada Patrick.
"Ini kartu tanda pengenalmu, Nona Jiang. Mulai hari ini kau adalah bagian dari Zhou Corp. dan bertugas sebagai Sekretaris Pribadi Presdir Zhou. Jika ke depannya ada sesuatu yang tidak kau pahami, kau dapat mencariku atau bertanya kepada Asisten Wei secara langsung."
"Baik, Manager Gu. Aku mengerti," ucap Jesslyn seraya tersenyum.
"Baguslah. Sekarang, mari ikuti aku. Aku akan membawamu berkeliling perusahaan ini."
Patrick pun mengajak Jesslyn untuk mengenal semua divisi yang ada di perusahaan itu. Sebagai seorang sekretaris presdir, Jesslyn memang harus paham betul tentang struktur organisasi Zhou Corp. dan di mana letak ruangan setiap divisi. Patrick juga memberitahukan kepada Jesslyn, fungsi lain dari gedung ini.
Selain memang difungsikan sebagai kantor pusat, gedung yang tingginya hampir mencapai 275 meter ini juga memiliki banyak fasilitas mewah lainnya seperti pusat kebugaran, kolam renang hingga beberapa buah restoran yang memang diperuntukan untuk para pegawainya di perusahaan ini.
Karena salah satu bidang bisnis Zhou Corp. adalah dunia hiburan maka gedung ini juga berfungsi sebagai ruang pameran busana dan perhiasan, ada juga ruang bioskop, untuk penayangan perdana film-film yang mereka produksi sebelum diluncurkan ke pasaran.
.
.
.
Setelah berkeliling dan mengenal ruang lingkup kerjanya, akhirnya Patrick pun membawa Jesslyn ke ruangan yang akan ditempatinya selama ia bekerja di perusahaan ini. Yaitu di lantai teratas gedung pencakar langit ini, lantai lima puluh.
Di ruangan itu terdapat tiga orang wanita lain yang juga merupakan para sekretaris Jayden. Jesslyn sudah bertemu dengan mereka kemarin, saat itu para wanita tersebut terus menatapnya. Mereka penasaran akan identitas Jesslyn.
Karena selama ini memang tidak pernah ada wanita asing, termasuk para kekasih Jayden yang boleh masuk ke dalam ruangan kantornya. Hanya mereka bertiga yang memang bertugas sebagai sekretaris Jayden, dan Diana yang merupakan tunangan pria itu.
Maka saat kemarin Steve membawa Jesslyn untuk menemui Jayden secara pribadi di ruangannya, maka mereka pun menjadi heran dan iri hati pada Jesslyn.
"Selamat pagi, Nona-nona. Aku membawa rekan baru untuk kalian. Ini adalah Nona Jesslyn Jiang. Mulai hari ini ia akan bertugas sebagai sekretaris Presdir Zhou untuk menggantikan Sekretaris Xia," ucap Patrick memperkenalkan Jesslyn.
"Selamat pagi. Aku Jesslyn Jiang. Mohon bimbingannya kepada rekan semua."
Jesslyn sedikit membungkuk untuk memperkenalkan dirinya dan salah satu dari mereka pun segera maju menghampiri Jesslyn.
"Hai, aku Natalie Xia. Kau bisa memanggilku Kakak Xia atau Senior Xia. Terserah padamu. Yang berada di sana bernama Tiffany Jung dan yang satu lagi adalah Joana Ming. Mereka semua juga adalah seniormu, jadi kau harus menghormatinya. Tetapi, karena kau akan menggantikan tugasku, maka aku yang akan mengajarimu secara langsung," ucap Natalie.
"Baik, Kakak Xia. Terima kasih."
Jesslyn tersenyum senang karena merasa Natalie wanita yang baik. Karena hanya Natalie-lah yang kemarin membalas senyum Jesslyn saat pertama kali ia ke ruangan Jayden.
Namun, karena Tiffany dan Joana akan menjadi rekan satu tim-nya maka Jesslyn juga harus berteman akrab dengan mereka. Jesslyn pun menyapa kedua rekan barunya itu dan mereka pun membalas senyum Jesslyn, dengan terpaksa.
"Baiklah, Nona-nona. Karena tugasku sudah selesai maka aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Dan untuk Nona Jiang, semoga kau dapat menyesuaikan diri dengan cepat, dan memberikan kontribusi terbaikmu bagi Zhou Corp."
"Baik, Manager Gu. Aku mengerti."
"Hem, Bagus." Angguk Patrick. "Baiklah selamat bekerja semua. Aku permisi dulu."
Patrick pun segera pergi dari ruangan para sekretaris itu dan berniat kembali ke ruangannya. Saat ia akan menuju lift, ia pun berpapasan dengan Steve yang baru saja tiba di kantor.
"Selamat pagi, Asisten Wei," sapa Patrick seraya tersenyum penuh arti kepada Steve.
"Selamat pagi." Steve pun hanya membalas sapaan Patrick dan berniat untuk pergi, tetapi Patrick menahannya.
"Ada apa?" tanya Steve.
"Ah, Asisten Wei, aku sudah melaksanakan apa yang telah Anda perintahkan padaku kemarin. Sekarang Nona Jiang sudah berada di ruangan sekretaris bersama dengan Sekretaris Xia."
"Ehm, baguslah." Angguk Steve. Ia pun mencoba untuk pergi lagi, tetapi Patrick masih menahan lengannya.
"Ada, apa, lagi?!" tanya Steve yang mulai kesal pada pak tua ini.
Patrick pun menoleh ke kanan dan ke kiri sebelum akhirnya ia berbicara dengan suara pelan kepada Steve.
"Selera Anda bagus sekali, Asisten Wei. Nona itu memang sangat cantik. Jangan lupa, berikan dia padaku jika Anda sudah bosan dengannya nanti. Maka aku akan menjaga rahasia Anda dengan baik. Dan aku jamin bahwa istri Anda tidak akan pernah mengetahui rahasia ini dariku selamanya."
Patrick menggerakkan tangannya di bibir seolah sedang mengunci rapat mulutnya.
"Oh ya, katakan padaku, apa dia sangat hebat di ranjang? Hem? Ayo, katakanlah."
Patrick tersenyum mesum seraya menyenggol perut Steve dengan sikunya. Ia sedang membayangkan tentang permainan Jesslyn dalam memuaskan pria saat bercinta.
Steve pun mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Patrick. Namun, kemudian ia pun mengulum senyum karena menyadari jika Patrick sudah salah paham, dan mengira jika Jesslyn adalah kekasih gelapnya.
Mengikuti apa yang dilakukan oleh manager mesum itu sejak tadi, maka Steve pun sedikit menunduk dan berbisik di telinga Patrick. Dengan suara berat, ia pun berkata kepada pria tambun itu.
"Aku tidak tahu tentang hal itu. Tetapi, jika kau sangat penasaran akan permainan ranjang Nona Jiang, maka kau boleh bertanya langsung kepada Presdir Zhou. Dan kau juga bisa memilikinya jika kau memang sudah bosan hidup. Saat itu segeralah kau menghadap Presdir Zhou dan katakan padanya jika kau ingin menjadikan Nona Jiang sebagai wanitamu."
"Apa?!" Patrick terkejut dengan ucapan Steve. "Maksud Anda, dia ... dia ...."
"Ya, dia adalah wanita Presdir Zhou. Jangan mengusiknya jika kau masih menyukai pemandangan yang berada di atas bumi. Karena jika tidak, maka bersiaplah melapor kepada Raja Neraka."
Steve menepuk bahu Patrick dengan kencang, kemudian ia pun segera pergi meninggalkan Patrick yang masih tercengang di depan pintu lift. Patrick pun menyeka keringat dingin yang mengucur di dahinya dan segera kembali ke ruangannya. Dalam hati, ia selalu mengucap syukur karena masih bisa selamat hari ini.
'Ya Tuhan, untung saja aku masih dapat menahan diriku tadi dan tidak jadi meremas bok*ng wanita itu. Jika tidak, maka tamatlah riwayatku.'
.
.
.