HIATUS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susanti 31, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ans
Apartemen Kevin
Ans buru-buru menemui Kevin yang sedang istirahat di Apartemennya. Ia tidak sabar lagi ingin mendengar penjelasan Bos sekaligus temannya. Bagaimana ia bisa menikah tanpa sepengetahuannya, dan juga kenapa bukan Ana yang ia nikahi melainkan gadis lain.
Ans tidak sengaja menemukan buku nikah Kevin, saat mengantarkan berkas kepada direktur Adhitama Grub Atau lebih tepatnya Oma Jelita.
Seandainya berkas yang ia bawa tidak terjatuh kelantai, mungkin Kevin akan mendapat masalah besar. Jika saja Oma Jelita yang mendapatkan buku Nikah itu entah apa yang akan terjadi pada Kevin.
"Pak Kevin apa ini ?" tanya Ans sembari memperlihatkan buku Nikah pada pria dingin yang sedang duduk santai dihadapannya.
Mau tidak mau Kevin menjelaskan semua kejadian yang terjadi pada dirinya saat berada di kapal pesiar, dan kenapa ia bisa menikah dengan gadis yang tidak ia kenal.
"Apa ?" Pekik Ans yang tidak percaya dengan kejadian yang dijelaskan Kevin padanya.
"Kapal sebesar itu, bisa-bisanya kamu bilang mabuk laut ?" tanya Ans yang tidak percaya jika ini semua terjadi hanya karena mabuk laut. Seandainya Kevin mengatakan dirinya mabuk karena alkohol mungkin ia akan percaya.
"Saya sudah membicarakan semua masalah ini pada pengacara Charles, dan tentu saja dia tidak tahu bahwa pria itu adalah Saya" Ucap Kevin,
Memang Dirinya sudah mendiskusikan semua masalah ini dengan pengacara pribadi keluarganya. Tetapi yang membutanya kesal saat itu adalah, saat Charles mengatakan pria seperti itu tidak patut untuk dijadikan teman, karena pria brengsek seperti itu hanya bisa lari dari tanggung jawab.
Jika saja Charles mengetahui Bahwa pria itu adalah dirinya, tamatlah riwayatnya karena Omanya pasti akan turun tangan.
"Saya akan membawa gadis itu besok ke amerika untuk mengurus perceraian kami, dengan begitu semua masalah akan selesai. Dan kembali kekehidupan masing-masing, lagi pula kita tidak mempunya anak." ujar Kevin santai
Ans yang mendengar kata anak membulatkan matanya dan juga mulutnya. Tiba-tiba tubuhnya terasa lemas dan terduduk di atas sofa seakan-akan ia tidak memiliki tulang lagi.
"Habislah.....habislah...habislah saya" ucap ans ketakutan.
"Apa yang kamu bicarakan ?" tanya kevin dengan tatapan tajamnya.
Ans bangkit dari duduknya dan bersujud di depan Kevin, dengan menyatukan kedua tangannya seperti seseorang yang berbuat salah dan memohon ampun pada tuannya.
"Saya akan meberitahumu sesuatu tapi kamu harus janji tidak akan memukulku apalagi sampai membunuhku" ucap Ans membuat kesepakatan karena sangat takut jika mahluk kaku dan dingin dihadapannya ini marah.
"Cepat katakan !" perintah Kevin dengan tatapan membunuhnya.
"sa....ya...saya melakukan semua ini demi memenuhi keinginan Direktur yang ingin segera mengendong cucu." ucap Ans terbata-bata sakin takutnya dengan tatapan Kevin.
"Tapi niat awal saya baik, saya melaksanakan semua yang kau perintahkan, akan tetapi terjadi kesalahan saat itu" ucap Ans penuh ketakutan.
Kevin seketika memelototkan matanya di sertai dengan tatapan tajamnya, bagaimana tidak, ia tidak menyangka dalang dari permasalahan ini berawal dari tangan kanan bawel yang berada dihadapnnya ini.
"Tapi kamu tidak perlu khawatir tentang kehamilan gadis itu, karena menurut statistik penelitian ilmiah, presentase seseorang bisa hamil tidak mencapai lima belas persen. yang artinya kamu harus melakukannya tujuh kali, baru berhasil" ucap Ans dengan senyum penuh kemenangan karena berhasil mengoda Kevin.
"Tidak mungkinkan dia hamil jika hanya melakukannya satu kali? jika ia benar hamil berarti kau sangat beruntung. Tapi tidak mungkin keberuntunganmu sebaik itu kan? ha..ha..ha" ucap Ans panjang lebar di selingi tawa yang begitu nikmat di dengar sampai-sampai ia melupakan tujuannya bersujud di depan Kevin saat ini.
Kevin yang melihat raut wajah kegembiraan dan tawa membahana Ans yang seakan-akan mengejeknya mebuatnya naik pitam.
Ia mengambil bantal sofa dan melayangkannya ke tubuh Ans "Apa nya yang baik ha..?" ucap Kevin kesal sembari memukul Ans dengan bantal sofa hingga ia benar-benar puas.