Masa lalu dari kedua orang tuanya membuat seorang pemuda berusia dua puluh tahun harus mengalami banyak kejadian buruk dalam hidupnya, dialah Kaivalya Rajasa Danendra yang merupakan putra dari Rajasa Danendra.
"Aku inginkan jadi putra Sagara Danendra"
"Kamu tepatlah putra Rajasa nak..."
"Aku tidak ingin darahnya, darahnya membuatku tak bisa menjadi keturunan murni Sagara, aku hanya terus di sebut sebagai keturunan darah mati!"
Keturunan darah mati, itulah julukan Kaivalya dari para mahluk halus yang dia temui. mampukah dia melepaskan bayangan Rajasa dari dalam darahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai ingin tahu
"Dia melihat pacarnya yang di pelet temannya sendiri" bisik Suga di telinga Kaivalya
"Astagfirullah, kenapa buat kaget saja" gemas Kaivalya mencubit pipi Suga
"Hehe... Maaf Kai, tadi aku melihat ada kilatan putih keluar dari dalam unit kesehatan, dan setelah di periksa ternyata itu adalah pengaruh pelet yang di bantu oleh jin seorang dukun, jin itu kabur karena dia tahu tempat ini di lindungi oleh kami" jawab Suga
"Pelet, lalu bagaimana dengan perempuan itu?" tanya Kaivalya
"Dia sudah terjebak dan mungkin sudah semakin dalam jatuh karena yang di gunakan lelaki bernama Yusman pada Hafsari adalah pelet darah, tidak bisa lepas kecuali si pemilik darah melepaskan peletnya" jawab Suga
"Itu artinya harus nunggu dia bosan baru di lepaskan?" tanya Kaivalya
"Iya, itupun kalau darah si perempuan sudah dia dapatkan dan di satukan dengan miliknya" jawab Suga
"Ko menakutkan ya" gumam Kaivalya
"Akibat dari cinta buta, semuanya dia halalkan" ucap Suga
"Apa dia bisa bahagia memiliki seseorang dengan cara licik seperti itu?" tanya Kaivalya
"Sepertinya dia sudah buta, bahkan meskipun itu bukan cinta yang tulus, dia tidak perduli, yang penting dia mendapatkan si perempuan" jawab Suga
"Apa tidak bisa di tolong?" tanya Kaivalya
"Bisa, tapi keduanya harus di bawa dan di rukiyah oleh Kiai Adrian atau Om Sagara, dia yang bisa" jawab Suga
"Kalau Om Langit?"
"Langit belum bisa melunturkan pelet, dia saja
masih kena pelet Aurora" jawab Suga cekikikan
"Dasar kamu, aku adukan Om Langit nanti"
Kaivalya pergi untuk pulang, tapi dia juga cukup khawatir dengan keadaan mahasiswa yang dia temui itu kalau sampai dia seumur hidup harus terjebak dengan pasangan yang bersamanya karena pengaruh pelet. Jadi Kaivalya memutuskan untuk mengawasi mahasiswa bernama Yusman itu supaya dia tidak bermain dengan yang namanya ilmu hitam apalagi mempelajarinya.
••••••••••
Di sebuah tempat.
"Ini rumah kamu?" tanya Hafsari
"Iya, ini rumahku, orang tuaku memang jarang ke sini, mereka tinggal di rumah satu lagi karena aku ingin sekolah bersama kamu" jawab Yusman
Mereka sudah sampai di rumah Yusman, Hafsari terlihat kagum dengan rumah itu karena tidak besar tapi cukup nyaman di tempati untuk keluarga kecil.
"Bersamaku?" tanya Hafsari
"Aku sudah menyukai kamu sejak kita ikut MPLS di Smith dulu, awalnya orang tuaku memintaku pindah ke sekolah lain karena jarak ke rumah utama kami begitu jauh, tapi aku tidak mau karena aku sudah menyukai kamu sejak hari kamu memberikan kotak bekal kamu padaku"
"Karena mereka juga tidak bisa memaksaku pindah, akhirnya mereka membeli rumah ini untuk tempat aku tinggal" jawab Yusman membuat Hafsari terkejut sekaligus terharu karena ternyata Yusman sudah lama menyukai Hafsari
"Kenapa kamu tidak bilang sejak awal?" tanya Hafsari
"Maaf, saat itu aku terlalu takut di tolak, dan saat kamu pacaran dengan Rama, aku jadi semakin tidak percaya diri, tapi saat tadi kamu bilang kamu putus dengan Rama aku jadi punya keberanian untuk menjadikan kamu kekasihku" jawab Yusman menggenggam tangan Hafsari.
"Aku juga senang karena aku di cintai begitu besar oleh kamu, entah kenapa aku dulu tidak bisa melihat kamu Yusman, maafkan aku" ungkap Hafsari
"Tidak apa, aku mengerti ko, aku bukan murid populer bahkan aku juga tidak aktif di kegiatan sekolah, aku lebih suka menyendiri" jawab Yusman
"Tapi kamu tampan" ucap Hafsari membuat Yusman tersenyum bahagia dan memeluk Hafsari.
"Hafsari, kamu tinggal di panti asuhan kan?" tanya Yusman
"Sejak dua tahun lalu aku sudah pindah ke kontrakan, tapi masih di biayai oleh yayasan Dark Dragon, aku sekolah juga karena biaya dari yayasan itu, apa kamu malu?" tanya Hafsari sedikit menunduk
"Justru aku kagum sama kamu karena kamu bisa mandiri, aku ingin mengajak kamu tinggal di sini denganku, supaya kamu tidak perlu bayar kontrakan, uang yang kamu dapat bisa kamu simpan" jawab Yusman
"Tapi..."
"Kamu tidak mau tinggal denganku?"
"Aku mau tapi kan kita belum menikah dan kita masih sekolah" jawab Hafsari
"Kita hanya tinggal menunggu lulus, setelah itu kita menikah dan aku akan minta mama dan papa mendaftarkan kita kuliah S2 di kampus luar negeri kamu mau kan?" bujuk Yusman
"Yusman, kamu yakin akan menikah denganku?" tanya Hafsari
"Iya, aku mau kamu jadi milikku selamanya" jawab Yusman
"Aku mau, aku mau tinggal sama kamu dan menikah sama kamu" jawab Hafsari dengan air mata bahagia.
"Terima kasih, terima kasih karena kamu mau menerimaku, ayo kita ambil barang barang kamu, aku mau hari ini juga kamu pindah bersamaku, aku tidak mau Rama mengganggu kamu lagi" ajak Yusman dan Hafsari hanya mengangguk patuh.
"Aku pikir dia akan berbuat me sum, ternyata hanya di ajak tinggal bersama" gumam Baharuddin yang mengikuti Yusman karena dia melihat pengaruh pelet di mata Hafsari.
"Sepertinya dia memang menyukai perempuan itu sampai di ajak menikah" ucap Icang
"Terus bagaimana?" tanya Baharuddin
"Kita awasi saja supaya mereka tidak berbuat yang tidak tidak, setelah itu biarkan mereka menikah karena si perempuan juga aslinya menyukai si laki laki, tapi dulu ada kesalahpahaman yang membuat si perempuan mengira si lelaki sudah punya pacar" jawab Icang
"So tahu" cibir Baharuddin
"Aku tahu, karena aku mengawasi semua murid di sekolah dan kampus Zaki" jawab Icang
"Baiklah, ayo pulang aku mau menjaga Kaivalya" balas Baharuddin
"Sudah melupakan Badaruddin?"
"Belum, kakakku yang memilih untuk bersemedi jadi aku akan pergi kemanapun aku mau, dan aku memilih keturunan darah mati bernama Kaivalya" jawab Baharuddin menghilang dari sana.
"Om Icang, jelaskan tentang ketiduran darah mati" ucap Kaivalya yang sudah berdiri di belakang Icang.
Kaivalya mengikuti Yusman sendirian karena teman-temannya yang lain harus pulang lebih cepat bahkan Kaivalya juga mendengar semua obrolan Baharuddin juga Icang secara diam-diam.
"Astagfirullah buat terkejut saja" ucap Icang
"Jangan mengalihkan topik, jelaskan sekarang kenapa semua sosok yang melihat Kaivalya selalu mengatakan kalau Kaivalya itu keturunan darah mati?" tanya Kaivalya
"Aku tidak bisa menjelaskan apapun padamu, hak itu tidak ada padaku karena aku tidak berhak" jawab Icang
"Tapi kenapa?" tanya Kaivalya heran
"Karena apa yang tidak kamu ketahui sebaiknya memang terkubur dalam dalam" jawab Icang juga memilih untuk pergi meskipun Kaivalya sempat menahannya.
"Daddy... Daddy pasti tahu tentang alasan panggilan itu, aku harus mendapatkan penjelasan itu dari Daddy malam ini juga" ucap Kaivalya menuju ke arah motornya.