Xiao Yi pernah menjadi pembunuh yang ditakuti dunia. Namun sebuah konspirasi merenggut nyawanya.
Ketika membuka mata kembali, ia justru terbangun di Benua Yanlong, dalam tubuh seorang tuan muda lemah yang baru saja dikhianati tunangannya dan dibunuh sepupunya sendiri.
Semua orang menganggapnya sampah.
Mereka tidak tahu bahwa Xiao Yi yang dahulu telah mati.
Kini, di tubuh itu hidup seorang petarung yang terbiasa berjalan di antara darah dan kematian. Lebih mengejutkan lagi, Pedang Bingluan yang ikut menyebabkan kematiannya muncul kembali sebagai Jiwa Bela Diri misterius.
Dengan kehidupan kedua dan kekuatan yang seharusnya tidak dimilikinya, Xiao Yi hanya memiliki satu jawaban bagi mereka yang ingin menginjaknya lagi:
Jika dunia ini menghormati yang kuat, maka ia akan berdiri di puncaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28: Pil Qi Es dan Api
Setelah meninggalkan arena, Xiao Yi tidak langsung melakukan sesuatu yang besar.
Ia pulang, beristirahat sejenak, lalu meninggalkan kediaman Klan Xiao.
Pertarungan hari ini memang membuat namanya mengguncang seluruh klan.
Namun bagi Xiao Yi, kemenangan atas Xiao Ruohan dan Xiao Ruokang bukanlah alasan untuk bersantai.
Justru sebaliknya.
Pertarungan melawan Xiao Ruokang membuatnya semakin memahami satu hal.
Alam Penempaan Tubuh belum cukup.
Teknik Naga Bangkit memang mampu meningkatkan kekuatan tempurnya untuk sementara.
Namun teknik itu memiliki batas.
Jika bertemu musuh Alam Pengumpulan Qi yang jauh lebih kuat, mengandalkan teknik tersebut saja jelas terlalu berisiko.
“Aku harus menerobos secepat mungkin.”
Xiao Yi berjalan menuju kawasan perdagangan Kota Ziyun.
Di dalam Kantong Penyimpanan miliknya masih tersimpan lima ribu tael perak yang sebelumnya diberikan Tetua Kelima.
Uang itu awalnya diberikan sebagai pertukaran tempat kultivasi di Gua Ziyun.
Karena sudah berada di tangannya, tentu Xiao Yi tidak berniat mengembalikannya.
Uang dari musuh paling cocok digunakan untuk meningkatkan kekuatanku sendiri.
Memikirkan itu, sudut bibirnya terangkat.
Ia segera membeli sejumlah besar bahan obat.
Bagi kebanyakan kultivator, proses kultivasi mungkin terasa panjang dan membosankan.
Duduk bermeditasi.
Menyerap energi spiritual.
Mengulangi proses yang sama selama bertahun-tahun.
Namun Xiao Yi berbeda.
Ia menikmati proses untuk menjadi lebih kuat ini.
Di kehidupan sebelumnya, dirinya mampu membawa Xingyiquan menuju tingkat yang sangat tinggi bukan hanya karena bakat.
Yang lebih penting adalah ketekunan. Keinginan untuk terus memahami. Terus memperbaiki dan terus mencari batas yang lebih tinggi.
Bagi Xiao Yi, itulah inti dari hati kultivasi.
Bakat memang penting.
Namun seseorang yang hanya memiliki bakat tanpa ketekunan belum tentu mampu mencapai puncak.
Sebaliknya, mereka yang terus berjalan meski jalannya sulit sering kali mampu mencapai tempat yang tidak pernah dibayangkan orang lain.
Dan sekarang...
Xiao Yi kembali memiliki kesempatan menapaki jalan bela diri dari awal.
Ia tidak akan menyia-nyiakannya.
Setelah membeli bahan obat, Xiao Yi segera kembali ke kediamannya.
Tungku diletakkan. Bahan obat disusun.
Pemurnian dimulai.
Api muncul dari telapak tangannya. Kemampuan Binatang Pengendali Api membuat kendalinya terhadap nyala api jauh lebih mudah.
Namun alkimia tetap bukan pekerjaan ringan. Api harus dijaga pada suhu yang tepat. Urutan bahan tidak boleh salah. Perubahan sifat obat juga harus diamati setiap saat.
Sedikit kesalahan bisa saja membuat tungku meledak.
Terlebih lagi, Xiao Yi melakukan pemurnian hampir tanpa berhenti.
Ketika Qi Sejati dalam tubuhnya terkuras, ia menyerap energi spiritual langit dan bumi.
Setelah pulih, ia kembali meracik.
Tanpa disadari, proses tersebut juga menjadi bentuk kultivasi.
Qi Sejati terus dikonsumsi lalu kemudian dipulihkan.
Dikonsumsi lagi, dipulihkan kembali.
Siklus itu membuat fondasi kultivasinya semakin kokoh.
Tiga hari telah berlalu. Ketika bahan obat terakhir habis, Xiao Yi akhirnya menghentikan api.
“Huu...”
Ia mengembuskan napas panjang. Di hadapannya kini telah terkumpul hampir empat ratus Pil Penguat Tubuh Sembilan Putaran.
Untuk membeli seluruh bahan tersebut, Xiao Yi menghabiskan sekitar tiga ribu tael. Meski begitu, hasilnya sangatlah memuaskan.
“Empat ratus.”
Xiao Yi memandangi pil-pil tersebut.
“Seharusnya ini cukup.” Tatapannya perlahan berubah serius.
Sudah waktunya menerobos.
Selama tiga hari meracik pil tanpa henti, kultivasinya di Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan telah sepenuhnya stabil.
Tahap berikutnya adalah—
Alam Pengumpulan Qi.
Perjalanan kultivasi memiliki sembilan alam besar.
Alam Penempaan Tubuh.
Alam Pengumpulan Qi.
Alam Fondasi Roh.
Alam Inti Roh.
Alam Transformasi Roh.
Alam Asal Bumi.
Alam Asal Langit.
Alam Bumi.
Dan terakhir—
Alam Surga.
Setiap alam terbagi menjadi sembilan tingkat.
Setelah mencapai Tingkat Sembilan, seorang kultivator harus menembus penghalang menuju alam berikutnya.
Sedangkan untuk menerobos dari Alam Penempaan Tubuh menuju Alam Pengumpulan Qi, terdapat satu langkah yang sangat penting.
Memadatkan Pil Qi.
Pil Qi bukanlah pil obat.
Ia merupakan bentuk perubahan dantian setelah menerima energi spiritual dalam jumlah besar.
Begitu Pil Qi terbentuk, kemampuan menyimpan serta menggerakkan Qi Sejati akan meningkat drastis.
Namun proses tersebut membutuhkan energi yang sangat besar.
Itulah alasan banyak kultivator terjebak di Alam Penempaan Tubuh Tingkat Sembilan selama bertahun-tahun.
Klan Xiao memiliki ribuan anggota. Namun kultivator yang berhasil mencapai Alam Pengumpulan Qi hanyalah sebagian kecil saja.
Bahkan ada orang yang menghabiskan sebagian besar hidupnya tanpa pernah melewati batas tersebut.
Xiao Ruohan sebelumnya ingin memanfaatkan energi spiritual Gua Ziyun untuk memadatkan Pil Qi.
Sayangnya...Xiao Yi telah menghancurkan rencananya.
Sekarang Xiao Yi sendiri hendak melakukan hal yang sama.
Bedanya, ia tidak memanfaatkan Gua Ziyun. Tapi akan menggunakan hampir empat ratus Pil Penguat Tubuh Sembilan Putaran.
“Mulai.”
Xiao Yi mengambil pil pertama lalu menelannya.
Begitu pil memasuki perut—
Pedang Bingluan bergetar, energi obat segera dimurnikan.
Kotorannya dipisahkan, sementara energi tersisa berubah menjadi kekuatan murni yang mengalir melalui meridian.
Sebagiannya memperkuat tubuh, dan isanya mengalir menuju dantian.
Satu pil.
Sepuluh.
Lima puluh.
Seratus.
Energi terus berkumpul.
Dantian Xiao Yi mulai mengalami perubahan perlahan.
Cahaya samar muncul di dalamnya.
Semakin banyak energi masuk, semakin padat cahaya tersebut.
Setelah sekitar dua ratus pil ditelan, perubahan dantiannya telah mencapai separuh. Xiao Yi mengangguk dalam hati.
Perhitunganku benar.
Ketika dulu menerobos Alam Penempaan Tubuh Tingkat Lima, dirinya menghabiskan dua puluh Pil Penguat Tubuh Sembilan Putaran.
Semakin tinggi tingkat kultivasi, kebutuhan energi meningkat tajam.
Empat ratus pil seharusnya cukup.
Ia kembali menelan pil.
Namun tidak lama kemudian—
“Ugh!”
Wajah Xiao Yi tiba-tiba berubah. Rasa sakit tajam muncul dari dalam dantiannya. Matanya langsung terbuka.
“Apa yang terjadi?”
Ia segera memeriksa tubuhnya dan detik berikutnya, ekspresinya berubah serius.
Cahaya yang sebelumnya menyelimuti dantian kini telah berubah menjadi dua kekuatan berbeda.
Merah dan biru.
Kekuatan merah terasa panas seperti kobaran api. Sedangkan kekuatan biru membawa hawa dingin menusuk tulang.
Keduanya berputar mengelilingi dantian. Saling bertabrakan, memisah, lalu bertabrakan kembali.
Boom!
Rasa sakit kembali menghantam. Xiao Yi menggertakkan gigi.
“Oh ternyata begitu.”
Ia akhirnya memahami penyebabnya.
Seorang kultivator menyerap energi spiritual melalui Jiwa Bela Diri. Oleh karenanya, sifat Jiwa Bela Diri akan memengaruhi Qi yang terbentuk.
Pemilik Jiwa Bela Diri atribut api misalnya, biasanya akan menghasilkan Pil Qi dengan karakteristik api.
Pil Qi seperti itu akan membuat kekuatan Jiwa Bela Dirinya dapat dikerahkan dengan lebih sempurna.
Masalahnya...
Xiao Yi memiliki Jiwa Bela Diri Kembar.
Di satu sisi terdapat Binatang Pengendali Api. Di sisi lainnya terdapat Pedang Bingluan.
Satu api.
Satu es.
Dua kekuatan yang sepenuhnya bertentangan. Dan sekarang keduanya sedang mencoba membentuk Pil Qi yang sama!
Boom!
Tubuh Xiao Yi kembali bergetar. Keringat dingin muncul di dahinya. Jika keseimbangan kedua kekuatan itu runtuh, dantiannya bisa terluka.
Kondisi terburuknya...fondasi kultivasinya dapat hancur.
“Hah...”
Xiao Yi menarik napas panjang. Ia memiliki dua pilihan.
Berhenti sekarang dan membuang seluruh energi yang telah dikumpulkan.
Atau—
Melanjutkan dengan semua risikonya yang sudah jelas.
Xiao Yi harus segera menentukan pilihannya.
“Mundur sekarang?”
Ia tersenyum tipis.
“Bukan sifatku.”
Tangannya mengambil pil berikut dan langsung menelannya.
Boom!
Energi kembali memasuki tubuh. Api dan es semakin ganas.
Xiao Yi menutup mata. Seluruh pikirannya terpusat pada dantian. Tapi sekarang ia tidak berusaha menekan salah satunya.
Sebaliknya, Xiao Yi mempertahankan keseimbangan keduanya. Jika kekuatan api terlalu besar, ia memperlambat alirannya.
Jika energi es mulai mendominasi, ia menyeimbangkannya kembali.
Sedikit demi sedikit. Pil demi pil. Tubuhnya mulai dipenuhi keringat.
Pakaiannya basah. Wajahnya semakin pucat. Namun pikirannya tetap setenang batu.
Tiga ratus pil.
Tiga ratus lima puluh.
Tiga ratus delapan puluh...
Hingga akhirnya—
pil terakhir masuk ke perut.
Boom!
Dua kekuatan di dalam dantian bertabrakan untuk terakhir kalinya. Merah dan biru memenuhi pandangannya.
Lalu—
semuanya menjadi tenang. Xiao Yi tidak langsung bergerak.
Beberapa tarikan napas kemudian, matanya perlahan terbuka.
“Berhasil.”
Senyum muncul di wajahnya. Di dalam dantian, bentuk lama telah menghilang. Sebagai gantinya terdapat sebuah Pil Qi yang memancarkan dua warna.
Separuh merah dan separuh biru.
Api dan es yang seharusnya saling menolak kini justru berputar dalam keseimbangan yang aneh.
Di sisi kiri Pil Qi terdapat Binatang Pengendali Api. Sementara...
Di sisi kanan, Pedang Bingluan berdiri dalam keheningan.
Xiao Yi mengamatinya cukup lama. “Karena terbentuk dari dua kekuatan...”
Ia tersenyum.
“Untuk sementara kusebut Pil Qi Es dan Api.”
Xiao Yi berdiri kemudian mengepalkan tangannya.
Qi Sejati bergerak.
Bam!
Satu pukulan dilepaskan ke udara.
Udara di depannya langsung bergetar keras.
Mata Xiao Yi berbinar.
“Kecepatan pengerahan Qi meningkat lebih dari sepuluh kali lipat.”
Sebelum melakukan terobosan, Xiao Yi telah bertanya kepada Xiao Zhong mengenai perubahan setelah memasuki Alam Pengumpulan Qi.
Menurut Xiao Zhong, Pil Qi biasa membuat kemampuan menggerakkan Qi meningkat sekitar lima kali lipat dibandingkan dantian pada Alam Penempaan Tubuh.
Namun Pil Qi Es dan Api miliknya...
lebih dari sepuluh kali lipat.
Artinya sederhana.
Fondasi Xiao Yi jauh lebih kuat daripada kultivator biasa pada tingkat yang sama.
Dan kekuatan tempurnya tentu tidak bisa dinilai menggunakan standar biasa.
Xiao Yi memandang telapak tangannya.
Api samar muncul.
Sesaat kemudian, hawa dingin ikut menyebar.
Dua kekuatan.
Satu Pil Qi.
Dan dua Jiwa Bela Diri yang masih menyimpan terlalu banyak rahasia.
Sudut bibir Xiao Yi perlahan terangkat.
Mulai hari ini—
ia resmi meninggalkan Alam Penempaan Tubuh.
Alam Pengumpulan Qi Tingkat Pertama.
Namun Xiao Yi belum mengetahui satu hal.
Pil Qi yang baru saja terbentuk di dalam tubuhnya...
sama sekali bukan Pil Qi biasa.
......................
Bersambung...