NovelToon NovelToon
Sistem Ibu Super Hebat

Sistem Ibu Super Hebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Dewi Anjani yang baru saja dipecat dan nyaris bangkrut, tiba-tiba dipeluk erat oleh bocah tiga tahun bernama Elvan yang menangis dan memanggilnya "Mama" di pinggir jalan. Belum hilang rasa kagetnya, ayah anak itu—Raka Mahardika, sang CEO Grup Lentera yang terkenal sedingin es—muncul dan menyodorinya sebuah kontrak gila untuk menjadi ibu bayaran. Keadaan menjadi semakin tak masuk akal ketika sebuah suara mekanis mendadak berbunyi di kepala Dewi: "Ding! Sistem Ibu Super Hebat diaktifkan!" Kini, berbekal misi-misi ajaib dari sistem dan tingkah menggemaskan Elvan, Dewi tidak hanya perlahan mencairkan hati beku sang CEO, tapi juga bersiap memberikan tamparan paling telak pada mantan istri Raka yang gila harta saat wanita itu berani kembali untuk mengacaukan keluarga barunya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Dewi menatap pantulan dirinya di cermin panjang kamarnya dengan tatapan pasrah.

Di dalam lemari raksasa yang disediakan Raka, hanya ada beberapa potong baju murah miliknya yang dia bawa dari kosan.

"Pria dingin itu menyuruhku bersiap, tapi dia tidak membelikanku baju baru sama sekali," gerutu Dewi pelan.

Akhirnya Dewi memilih kemeja lengan panjang berwarna biru muda dan celana jeans hitam yang warnanya sudah sedikit pudar.

Dia mengikat rambut panjangnya menjadi model ekor kuda yang sederhana.

Polesan bedak bayi dan pelembap bibir murahan menjadi sentuhan akhir dandanannya hari ini.

Ceklek.

Dewi membuka pintu kamar dan berjalan menuruni tangga utama mansion.

Di ruang keluarga, Raka dan Elvan sudah menunggu dengan pakaian yang sangat rapi.

Raka mengenakan kemeja polo hitam mahal yang membalut dada bidangnya dengan pas, dipadukan celana chino berwarna khaki.

Elvan memakai kemeja kecil yang senada dengan ayahnya, terlihat sangat menggemaskan seperti CEO versi mini.

Mendengar suara langkah kaki, Raka mendongak dan menatap Dewi dari atas sampai bawah.

Dahi pria tampan itu langsung berkerut dalam.

"Kau mau pergi ke mall atau mau melamar kerja jadi tukang cuci piring?" sindir Raka tajam.

Dewi mendengus sebal mendengar komentar pedas itu.

"Mulutmu itu benar-benar harus disekolahkan lagi ya Bos," balas Dewi tidak mau kalah.

"Ini baju paling bagus yang aku punya. Kalau Bos malu jalan denganku, ya sudah aku tidur lagi saja di kamar."

Dewi membalikkan badannya pura-pura ngambek dan berniat naik tangga lagi.

Grep.

Elvan langsung berlari dan memeluk kaki Dewi dengan erat.

"Mama cantik kok! Ayo jalan-jalan, Elvan mau beli es krim!" rengek anak itu membela Dewi.

Raka menghela nafas kasar dan memijat pangkal hidungnya.

"Sudahlah, ayo berangkat sekarang sebelum aku berubah pikiran," perintah Raka sambil berjalan mendahului mereka.

Dewi menjulurkan lidahnya ke arah punggung Raka, lalu menggandeng tangan kecil Elvan menyusul pria itu.

Setengah jam kemudian, mobil mewah mereka memasuki area parkir VVIP di salah satu mall paling elit di ibu kota.

Mall ini terkenal hanya dikunjungi oleh para artis, pejabat, dan konglomerat.

Begitu mereka bertiga turun dari mobil, beberapa mata langsung tertuju pada mereka.

Tepatnya, tertuju pada Raka yang ketampanannya memang di atas rata-rata.

"Tuan Raka, selamat datang di Grand Lentera Mall," sapa manajer mall yang entah bagaimana sudah menyambut di depan pintu kaca.

Dewi membelalakkan matanya mendengar nama mall tersebut.

"Tunggu, Grand Lentera? Jangan bilang mall sebesar ini juga milikmu Bos?" bisik Dewi pada Raka.

Raka tidak menoleh dan hanya menjawab dengan nada datar andalannya.

"Ini hanya salah satu cabang kecil dari perusahaanku. Jangan kampungan."

Dewi mencibir pelan, jiwa miskinnya benar-benar meronta-ronta mendengar kesombongan pria ini.

Mereka mulai berjalan menyusuri lorong mall yang lantainya terbuat dari marmer mengkilap.

Raka berjalan di depan, sementara Dewi dan Elvan berjalan di belakangnya sambil bergandengan tangan.

Banyak pengunjung mall yang berbisik-bisik melihat pemandangan aneh itu.

"Dewi, aku harus mengangkat telepon penting dari luar negeri sebentar," ucap Raka tiba-tiba saat ponselnya bergetar.

"Kau bawa Elvan masuk ke butik pakaian wanita di depan itu. Tunggu aku di sana," perintah Raka sambil menunjuk sebuah toko berlogo desainer ternama asal Prancis.

Dewi mengangguk patuh dan menuntun Elvan masuk ke dalam butik mewah yang pintunya dijaga oleh pria berjas hitam itu.

Ting.

Suara bel pintu berbunyi saat Dewi dan Elvan melangkah masuk.

Hawa dingin AC langsung menyambut mereka, ditambah aroma parfum mahal yang sangat khas.

Dewi melihat sekeliling dengan canggung, merasa sangat salah tempat dengan kemeja lusuh dan celana jeans pudarnya.

"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" sapa seorang pelayan toko wanita dengan nada yang terdengar agak malas.

Pelayan itu memindai penampilan Dewi dengan tatapan meremehkan.

"Eh, saya cuma mau melihat-lihat saja sambil menunggu bos saya," jawab Dewi jujur.

Pelayan toko itu tersenyum sinis dan melipat tangannya di dada.

"Maaf Nona, tapi butik kami bukan tempat untuk sekadar melihat-lihat atau beristirahat."

"Pakaian termurah di sini harganya setara dengan gajimu setahun, jadi tolong jangan menyentuh barang apa pun," peringat pelayan itu tajam.

Dewi langsung merasakan darahnya mendidih mendengar hinaan terang-terangan itu.

"Heh Mbak, kau ini cuma pelayan toko, gajimu juga tidak cukup untuk membeli baju di sini kan?" balas Dewi sengit.

"Jadi jangan sok kaya dan meremehkan orang lain!"

Sebelum pelayan itu sempat membalas, sebuah suara tawa wanita yang melengking terdengar dari arah ruang ganti.

"Ya ampun, lihat siapa yang nyasar ke butik mewah ini."

Dua orang wanita dengan pakaian super ketat, riasan tebal, dan tas bermerek berjalan menghampiri Dewi.

Dewi langsung mengenali salah satu dari mereka.

Itu adalah teman arisan Vanya, direktur pemasaran menyebalkan yang dia temui di kantor beberapa hari lalu.

"Kau pengasuh rendahan yang berani melawan Vanya tempo hari kan?" tanya wanita berlipstik merah menyala itu.

"Namaku Siska, dan Vanya menceritakan betapa tidak sopannya dirimu di kantor Raka," tambahnya dengan dagu terangkat.

Dewi menghela nafas panjang, hari liburnya yang tenang sepertinya benar-benar sudah dikutuk.

"Oh, jadi kalian teman-teman si Tante Menor itu ya? Pantas saja dandanannya sama-sama seperti badut sirkus," ejek Dewi santai.

Siska dan temannya langsung melebarkan mata tidak terima.

"Berani sekali kau! Kau tidak tahu siapa kami?!" bentak teman Siska yang berambut pirang.

Elvan yang ketakutan mendengar bentakan itu langsung bersembunyi di belakang kaki Dewi.

"Mama, tante itu galak," bisik Elvan pelan.

Siska tertawa meremehkan melihat interaksi anak dan pengasuh itu.

"Mama? Hahaha! Menggelikan sekali, pengasuh miskin sepertimu disuruh berpura-pura jadi ibu oleh Raka?"

"Pasti bayaranmu sangat murah sampai bajumu terlihat seperti lap pel begitu," hina Siska sambil menunjuk kemeja Dewi.

Ding!

Suara mekanis berbunyi nyaring di dalam kepala Dewi.

Layar biru transparan muncul berkedip-kedip dengan warna merah terang.

[Misi Darurat: Hancurkan Kesombongan Sosialita Palsu!]

[Kondisi: Harga diri Anda dan keamanan mental Tuan Muda sedang diserang oleh manusia rendahan.]

[Misi: Gunakan fitur Pemindai Barang dari sistem untuk mempermalukan mereka di depan umum!]

[Hadiah Penyelesaian: Poin Kasih Sayang +20 dan Kartu Diskon Permanen 99% di Mall ini!]

Mata Dewi langsung berbinar-binar membaca hadiah yang sangat tidak masuk akal itu.

Diskon sembilan puluh sembilan persen sama saja dengan mengambil barang secara gratis!

"Sistem, aktifkan fitur pemindai barang ke arah tas merah norak yang dipegang wanita itu!" perintah Dewi dalam hati.

Layar biru itu langsung memunculkan sebuah garis laser virtual yang menyapu tas merah di tangan Siska.

[Pemindaian Selesai!]

[Hasil: Tas Kulit Buaya Merek H Palsu/KW Super.]

[Detail: Terbuat dari kulit sintetis murahan dari pabrik pinggiran kota. Harga asli: Rp 350.000.]

Dewi tidak bisa menahan senyum iblis yang perlahan mengembang di bibirnya.

1
Dewiendahsetiowati
Marisa cari lawan yang salah,siap2 nyungsep deh
kiyoe: hehehe iyaa kak salah nya sendiri waktu si Raka jatuh bangkrut malah bawa kabur uang di brankas dan menikah lagi sama si kevin🤭
total 1 replies
RaMna Hanyonggun Isj
𝑻𝒊𝒅𝒂𝒌 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒂𝒅𝒊 𝑪𝒉𝒆𝒇 𝑨𝒓𝒏𝒐𝒍𝒅😄😄
Astiana 💕
nah gitu dong akhirnya menikah beneran juga 🤣
kiyoe: hehehe 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
perasaan dewi dan raka belum menikah deh🤔
cuma sekedar tandatangan kayak nya
kiyoe
okeey kaka makasih yaa kak atas dukungan nya 🙏
aldo
lanjut author
kiyoe
pasti kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa
Dewiendahsetiowati
jangan takut Dewi pasti sistem akan bantu
kiyoe: jangan² kak Dewiendahsetiowati juga punya sistem yaa hehe🤭
total 1 replies
Adelina Lin
thor, hancurkan saja kariernya si marisa, biar dia tau rasa bagaimana jadi gembel
kiyoe: hehehe tunggu update bab selanjutnya yaa kak 🤭
total 1 replies
Astiana 💕
lanjut thor💪🏻
kiyoe: heheh terimakasih kak Astiana terus ikutin cerita Dewi yaa kak dan semoga sehat selalu 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
ayo dewi, semangat😁
kiyoe: Semangat juga kak Astiana
total 1 replies
Adelina Lin
thor, jangan sampai marisa menghancurkan kebahagian Elvan, kasihan dia masih kecil
Dewiendahsetiowati
menang banyak nih Dewi
Dewiendahsetiowati
mantab Dewi,bikin musuhmu keok
Adelina Lin
thor, jangan sampai rencana mantan isterinya Raka berhasil, kasih dia pelajaran yang paling berharga sama seperti Dewi kasih pelajaran ke pembantu yang jahat itu
kiyoe: hehehe siap kak 🙏
total 1 replies
Astiana 💕
jangan lupa, anak jadi jadian itu anak mu tuan raka🤣
mampir thor, saking asik nya baca lupa interaksi🤭
Astiana 💕: sama-sama ☺️🫰🏻
total 2 replies
Dewiendahsetiowati
salah lawan boz,nyesel kan pada akhirnya
kiyoe: hehehe iya nyesel kan pasti datang nya belakangan kak
total 1 replies
Adelina Lin
thor, kalau gk salah yang punya group lentera itu keluarganya ayodhya, bukan Raka Mahardika 🤭
kiyoe: heheh iyaa kak maaf yaa 🙏🤭
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
Marni durjana ternyata jadi mata2,hajar saja itu nenek peot
Dewiendahsetiowati
bikin mereka melongo dengan masakanmu Dewi🤣🤣
kiyoe: pastinya dong kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!