NovelToon NovelToon
Takluk Oleh Kelembutannya

Takluk Oleh Kelembutannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasanah Yoyoh

Demi memenuhi permintaan kakeknya yang sekarat, kamilah menikah cepat dengan pria acak yang ternyata musuh kakaknya, begitu tuan rizky syah mendapatkan dirinya, ia tak melepaskannya diadaptasi dari master syah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasanah Yoyoh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20: SENTUHAN HANGAT DIRUMAH MEGAH

​Pintu utama berarsitektur tinggi itu terbuka lebar, menyambut kedatangan Rizky Syah dan Kamilah ke dalam rumah megah yang amat luas. Pencahayaan lampu kristal yang hangat memantulkan kemewahan di setiap sudut ruangan, membiaskan suasana tenang yang sangat kontras dengan kepengapan malam di luar sana.

​Kamilah melangkah perlahan mengikis canggung, menatap sekeliling interior rumah yang berdesain elgan dan rapi. Namun sebelum ia sempat mengagumi keindahan ruangan itu lebih jauh, suara Rizky Syah yang mengendus aroma di kemejanya sendiri memecah keheningan.

​"Darah binatang sialan itu terlalu kotor," gumam Rizky Syah dengan raut wajah jijik, mengibaskan sedikit kemeja bagian atasnya. Pria itu memalingkan wajahnya pada Kamilah dengan tatapan lembut. "Aku mau mandi dulu. Sementara tunggu bajumu datang, kamu bebas melakukan apa pun di sini, anggap saja rumah sendiri."

​Kamilah mengangguk pelan, menyunggingkan senyum tipis yang canggung. "Ya, Kak Syah."

​Gadis itu kemudian berjalan menuju sofa kulit berukuran besar di tengah ruang tamu, melipat kakinya anggun dan duduk di sana. Rasa lelah setelah rentetan kejadian gila seharian ini mulai menggerogoti tubuhnya.

​Namun, baru saja Kamilah hendak menghela napas lega, terdengar suara gerakan kain di dekatnya. Kamilah menengok dan seketika membelalakkan matanya saat mendapati Rizky Syah dengan santainya mulai melepas kancing kemeja mewahnya satu per satu—tepat di hadapannya!

​"Hei! Buka bajunya di kamar mandi saja, dong!" omel Kamilah panik. Dengan cepat ia menutup kedua matanya rapat-rapat memakai kedua telapak tangannya. "Tidak pantas malam-malam begini membuka baju sembarangan di sini!"

​Rizky Syah melepaskan kemejanya sepenuhnya, membiarkan tubuh bagian atasnya yang kekar bertelanjang dada. Pria itu menyunggingkan senyum miring yang teramat menggoda, melangkah perlahan mendekati sofa tempat Kamilah duduk.

​"Aku kan tidak benar-benar membuka baju di kamar mandi... Lagipula, kalau di kamar mandi, bagaimana bisa kamu melihatnya dengan jelas?" goda Rizky Syah, suaranya yang serak dan berat terdengar sangat dekat di telinga Kamilah.

​"Siapa juga yang mau lihat?!" seru Kamilah dengan wajah yang makin memerah padam di balik tertutup tangannya.

​Meskipun tangannya masih menutupi mata, Kamilah bisa merasakan hembusan napas hangat dan aroma maskulin yang khas dari Rizky kian mengikis jarak. Pria itu bertekuk lutut tepat di hadapan Kamilah, menyejajarkan posisinya.

​"Tapi... aku ingin kamu melihatnya," bisik Rizky Syah dengan intonasi suara yang mendadak berubah menjadi teramat dalam dan penuh kelembutan. "Sudah lama sekali kamu tidak memakai tangan halusmu ini untuk memijat otot-ototku... Mereka semua bilang, mereka sangat merindukan sentuhanmu, Kamilah."

​Rizky Syah tersenyum sangat menggoda. Pria itu mengulurkan tangannya, menyambar pergelangan tangan Kamilah, lalu perlahan menarik tangan halus gadis itu dari matanya. Kamilah yang terkejut mencoba memberontak, tetapi Rizky justru membimbing telapak tangan Kamilah dan menempelkannya tepat di atas perut sixpack-nya yang tegap dan keras.

​DEG!

​Sensasi hangat dan kerasa otot-otot perut Rizky Syah merambat cepat melalui ujung jari Kamilah, membuat seluruh syaraf tubuh gadis itu tersetrum kehangatan yang amat dahsyat. Jantungnya berdegup gila-gilaan bagaikan genderang perang.

​Dengan napas memburu dan rasa panik yang membakar, Kamilah langsung menarik tangannya kembali secara histeris.

​Rizky Syah terkekeh pelan melihat reaksi menggemaskan Kamilah. Pria itu memperhatikan bagaimana gadis di hadapannya mengusapkan telapak tangannya sendiri ke pipinya yang memerah basah karena canggung.

​"Baru saja menyentuh otot perutku, lalu kamu malah menempelkan tanganmu itu ke wajahmu sendiri..." goda Rizky Syah dengan binar mata yang dipenuhi cinta. "Oh, aku mengerti... Kamu ingin aku menempelkan tubuhku ini langsung ke wajahmu, kan?"

​Tanpa memberi jeda untuk Kamilah mengelak, Rizky Syah menundukkan tubuh tegapnya lebih dalam, menempelkan permukaan perut sixpack-nya yang hangat dan kekar tepat ke pipi mulus Kamilah!

​Sensasi kontak kulit yang begitu intim dan tanpa jarak itu membuat Kamilah membelalak lebar, napasnya tertahan di tenggorokan. Kehangatan tubuh Rizky se seolah membakar seluruh kecemasannya, melingkupinya dalam zona perlindungan yang amat posesif namun terasa teramat aman.

​"Aku... aku bukan guguk punya Kak Syah!" cicit Kamilah gagap dengan suara sangat pelan, berusaha mengumpulkan kembali pertahanan dirinya yang sudah hancur lebur.

​Mendengar bisikan kecil itu, Rizky Syah menarik tubuhnya sedikit. Pria itu menatap manik mata Kamilah yang bergetar. Sorot mata Rizky yang tadinya penuh godaan berubah menjadi sangat teduh, penuh komitmen perlindungan yang mutlak.

​"Jangan takut..." bisik Rizky Syah penuh kehangatan, mengusap lembut helai rambut di samping telinga Kamilah. "Aku akan selalu melindungimu dari siapa pun yang berniat menyakitimu."

​Kamilah membeku kaku di tempat duduknya. Tatapan mata Rizky yang begitu tulus membuat seluruh prasangka buruk di dalam kepalanya runtuh seketika.

​Pria ini... dia tahu betapa takut dan tertekannya aku akibat insiden dengan Dias tadi... Dia tahu aku mengalami trauma... makanya dia sengaja menggodaku bercanda seperti ini hanya untuk mengalihkan perhatianku dan membuatku merasa aman... batin Kamilah tersentuh. Sensasi hangat bercampur haru yang luar biasa mendadak memenuhi lubuk hatinya.

​Rizky Syah yang melihat binar haru di mata Kamilah tersenyum sangat manis. Pria itu menyapu ibu jarinya di pipi halus Kamilah.

​"Terima kasih, Kak Syah..." bisik Kamilah tulus.

​Rizky Syah menaikkan sebelah alisnya, menyunggingkan senyum jahil yang teramat tampan. "Hanya ucapan terima kasih lewat kata-kata saja? Tidak mau memberikan dirimu padaku sebagai balasannya?"

​Kamilah tertawa kecil canggung, namun sebelum ia sempat membalas, Rizky Syah memajukan wajahnya dan mengangkat dagu mulus Kamilah secara lembut menggunakan jemarinya.

​"Setidaknya... beri aku ciuman manis sekali saja malam ini," pintanya dengan nada menuntut yang teramat seksi dan romantis.

​Mata Kamilah seketika melotot lebar. Perasaan hangat di hatinya mendadak bercampur kembali dengan rasa cemburu dan salah paham yang belum tuntas.

​Sudah menguasai dan menyukai Kak Roya, sekarang masih saja dengan santainya menggodaku seperti ini?! jerit Kamilah nelangsa di dalam hatinya. Sungguh tidak masuk akal sekali pria ini!

​Rizky Syah yang bisa membaca jalan pikiran Kamilah dari raut wajahnya terkekeh pelan. Pria itu mendekatkan bibirnya tepat di depan bibir Kamilah, hingga napas mereka saling beradu hangat.

​"Mulut kecilmu ini sebenarnya sedang bicara apa sih di dalam hati?" bisik Rizky Syah dengan sorot mata yang menggelap penuh obsesi manis. "Kalau kamu masih terus banyak bicara dan ragu... aku ambil sekalian dirimu malam ini."

​"Aku—" perkataan Kamilah langsung dipotong cepat oleh Rizky Syah.

​"Cepatlah pilih..." sela Rizky Syah dengan suara rendah yang begitu menawan dan memikat. "Kamu yang menciumku duluan... atau aku yang menciummu sampai kamu kehabisan napas? Pilih satu sekarang, Kamilah."

1
Hasanah Yoyoh
bagus sekali
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!