NovelToon NovelToon
Kutukan Jiwa Niskala 2

Kutukan Jiwa Niskala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Disarankan untuk baca season pertamanya dulu ya!

****

Tiga tahun setelah bangkit dari kematian dengan kekuatan Batu Es yang terkutuk, Han Seol menjelma menjadi penyihir terkuat yang ditakuti sekaligus kesepian. Di tengah bayang-bayang arwah jahat dan luka masa lalu atas hilangnya Seol Ah, ia dipertemukan kembali dengan Jin So Hwa—putri sulung rahasia dari Jinyowon yang jiwanya menyimpan misteri besar.
Demi lolos dari kurungan ibunya, So Hwa nekat mengajukan pernikahan gila kepada Han Seol. Dan demi membungkam seisi kerajaan, sebuah kebohongan konyol terucap: "Saksi pernikahan kami adalah anak di dalam perutku!"
Saat takdir lama mulai terajut kembali dengan identitas baru, akankah es di hati Han Seol mencair, ataukah rahasia tiga tahun lalu justru akan menghancurkan mereka sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Giok Biru Masa Lalu

Di bawah naungan langit pagi Cheon Gi Won yang megah, langkah kaki Jin So Hwa terasa jauh lebih ringan. Tubuhnya telah pulih sepenuhnya dari siksaan benang mistis yang sempat mencabik pundaknya.

Didampingi oleh Oh Myung Ja, ia berjalan melewati lorong-lorong batu kuno menuju sebuah paviliun terbuka. Di sana, Myung Ja bermaksud memperkenalkan So Hwa secara resmi dengan orang-orang terdekat Han Seol.

Mereka akhirnya duduk mengelilingi sebuah meja bundar besar. Di sana telah menunggu Master Baek Si On yang berwibawa, Do Kwang yang tampak ramah, serta Do Hyun dengan gurat wajahnya yang selalu serius namun bersahabat.

Untuk meyakinkan para tetua, Jin So Hwa mulai memperlihatkan kemampuan spiritualnya yang langka—kemampuan untuk melihat aliran energi yang tak kasat mata bagi orang awam. Saat suasana hening, mata cantik So Hwa mendadak berbinar keperakan. Ia melirik tajam ke arah dinding pembatas di sudut luar ruangan.

"Ada dua aliran energi kecil yang sedang tertahan di balik pilar itu," ucap Jin So Hwa sembari menunjuk dengan jari lentiknya. "Mereka sedang menguping pembicaraan kita."

Do Hyun segera berdiri dan memeriksa ke balik pilar. Dan benar saja, tebakan So Hwa sangat tepat. Di sana berdiri Baek Chae Won, cucu perempuan Master Baek Si On, bersama pelayan setianya, Park So Eun. Keduanya langsung tersipu malu karena tertangkap basah.

Melihat fenomena nyata itu, Do Kwang langsung terbelalak kagum. "Luar biasa! Kemampuan melihat energi milikmu benar-benar nyata dan sangat istimewa, Nona So Hwa," puji Do Kwang dengan anggukan mantap.

So Hwa tersenyum tipis, lalu tatapannya menerawang. "Bukan hanya itu, Paman. Saat berada di dekat Han Seol, aku bisa melihat pusaran energi langit yang teramat masif bersemayam di dalam tubuhnya. Itulah kekuatan Batu Es. Dan karena aku bisa melihatnya, aku bertekad di dalam hati untuk menggunakan kemampuan ini demi menjaga Han Seol dengan baik dari gangguan mana pun."

Setelah pertemuan ramah tamah itu selesai dan para tetua membubarkan diri, Do Hyun berjalan mendekati So Hwa. Wajah pemuda itu tampak dipenuhi rasa ingin tahu.

"Nona So Hwa, bagaimana keadaan pundakmu? Kudengar kau terluka parah akibat benang sihir terkutuk tempo hari," tanya Do Hyun dengan nada khawatir.

So Hwa mengusap pundaknya yang kini sudah tidak terasa sakit lagi. "Aku sudah baik-baik saja, Tuan Do Hyun. Awalnya aku mengira Jin Chae Rin yang diam-diam mengirimkan obat atau sihir penyembuh dari Jinyowon untuk membantuku merasa baikan."

Do Hyun terkekeh pelan, lalu menggelengkan kepala. "Kau salah besar. Yang menyembuhkanmu bukan adikmu, melainkan Han Seol. Pria itu mengamuk dan baru saja mengobrak-abrik aula Jinyowon sendirian demi merebut dan meremukkan alat kendali ibumu."

Mendengar kenyataan tersebut, dada Jin So Hwa berdesir hebat. Rasa bersalah sekaligus haru membubung di hatinya karena ia sama sekali belum mengucapkan terima kasih kepada pria sedingin es itu. Tanpa membuang waktu lagi, So Hwa segera pamit dan pergi untuk mencari keberadaan Han Seol di tempat yang biasa pria itu kunjungi.

Langkah kaki So Hwa membawanya masuk jauh ke dalam sebuah hutan rimbun di pinggiran Niskala. Tempat itu terasa sunyi dan mistis. Di sana terdapat ratusan tumpukan batu yang disusun rapi secara manual oleh tangan Han Seol sendiri. So Hwa tahu, setiap satu tumpukan batu tersebut menandakan jumlah pemindah jiwa yang telah berhasil Han Seol singkirkan demi menjaga kedamaian dunia.

Namun, sesampainya di tengah hutan, justru bukan sosok Han Seol yang ia temukan. Pandangan mata So Hwa mendadak terpaku pada kilatan warna biru yang mencolok di salah satu sela tumpukan batu kuno.

Di sana, tergeletak sebuah batu giok berwarna biru tua yang teramat indah dengan ukiran simbol kuno. Bahkan sebelum jemarinya menyentuh permukaan giok tersebut, kepala So Hwa mendadak diserang rasa sakit yang menghantam.

Sebuah kilasan memori masa lalu yang sangat kuat melintas secepat kilat di benaknya. Ia tidak tahu bahwa batu giok itu adalah barang peninggalan berharga milik Seol Ah, alias Nara, yang tak lain adalah identitas aslinya sendiri di masa lalu.

"Giok ini... kenapa rasanya sangat dekat dengan jiwaku?" gumam So Hwa dengan napas memburu.

Didorong rasa penasaran yang membakar, So Hwa memungut dan membawa giok biru itu bersamanya. Namun, belum lama ia menggenggam benda tersebut, sebuah bayangan hitam berkelebat cepat dari balik semak-semak.

Srekk!

Tanpa sempat So Hwa menghindar, sesosok orang tak dikenal menyambar giok biru itu dari tangannya dan langsung berlari kencang membelah hutan.

"Hei! Kembalikan!" teriak So Hwa nekat. Ia langsung berlari mengejar si pencuri.

Rupanya, pencuri itu adalah anak buah bayaran milik Soi yang sengaja diperintahkan untuk memancing Jin So Hwa agar keluar dari zona aman Cheon Gi Won. Strategi Jin Wu adalah membuat So Hwa terus mengikuti orang tersebut hingga dengan sendirinya ia akan masuk ke dalam perangkap di markas Cheonbugwan.

Namun, skenario Jin Wu sedikit meleset berkat kemampuan mata spiritual So Hwa. Dengan kekuatan melihat energi miliknya, So Hwa menyadari dari kejauhan bahwa giok biru itu telah berpindah tangan di tengah jalan. Aliran energi giok itu menuntunnya berbelok arah, hingga akhirnya ia sampai di sebuah rumah tua tersembunyi yang merupakan markas rahasia milik Soi.

Krieeet...

So Hwa mendorong pintu kayu rumah tersebut. Suasana di dalam sangat sepi. Di atas sebuah meja di tengah ruangan, terlihat batu giok birunya tergeletak begitu saja tanpa penjagaan.

Namun, mata spiritual So Hwa tidak bisa ditipu. Ia bisa langsung melihat kepulan energi manusia yang sedang bersembunyi di balik tirai gelap di sudut ruangan.

So Hwa melangkah maju dengan berani dan berucap terang-terangan, "Aku bisa melihat energi... aku bisa melihat kau yang sedang bersembunyi di sana! Keluarlah!"

Mendengar kemampuan So Hwa yang mengerikan itu, Soi akhirnya menyunggingkan senyum licik dan menampakkan dirinya dari balik tirai. Namun, bukannya menyerah, Soi dengan cepat mengibaskan tangannya, menjatuhkan sejumlah besar serbuk bius mistis ke udara yang mengarah langsung ke wajah So Hwa.

"Tidur yang nyenyak, Nona Jinyowon," bisik Soi licik.

Rencananya, jika serbuk itu berhasil membuat Jin So Hwa pingsan, ia akan segera mengikatnya dan membawanya langsung ke ruang bawah tanah Cheonbugwan sesuai perintah Jin Wu. Setelah menebarkan serbuk, Soi dengan cepat melompat mundur ke ruangan lain dan mengunci pintu besi dari dalam agar tidak ikut menghirup racun tersebut.

Dalam kondisi terdesak dan pandangan yang mulai mengabur, Jin So Hwa melihat sebuah tong kayu raksasa berisi air penuh di pojok ruangan. Demi menghindari hirupan serbuk bius yang kian pekat, ia nekat menceburkan seluruh tubuhnya ke dalam tong air tersebut.

BYURRR!

Tepat di saat So Hwa sedang megap-megap di dalam air mencoba menahan napas, pintu depan markas dihempas terbuka. Baek Seo Jun, yang awalnya berniat menemui Soi untuk menanyakan perihal obat penawar cacing darah miliknya, berjalan masuk ke ruangan tersebut.

Splash!

Kepala Jin So Hwa menyembul keluar dari permukaan tong air dengan napas terengah-engah dan pakaian basah kuyup.

Baek Seo Jun terlonjak kaget, matanya membelalak menatap kehadiran putri sulung Jinyowon di tempat kotor seperti ini.

"Nona So Hwa?! Kenapa kau bisa ada di sini?"

Melihat sisa-sisa kabut serbuk bius di udara dan kondisi rumah yang mencurigakan, insting penyihir Seo Jun langsung bergejolak. Ia merasa tempat rahasia milik Soi ini sudah sangat berbahaya untuk keselamatan Jin So Hwa.

Tanpa membuang waktu untuk bertanya lebih banyak, Seo Jun segera menarik tubuh So Hwa keluar dari tong dan berinisiatif untuk mengantarkannya pulang dengan selamat dari sana.

****

Sementara itu, di kedalaman ruang rahasia bawah tanah Cheonbugwan, suasana terasa sangat mencekam. Soi yang menyelinap lewat lorong belakang kini telah berdiri di hadapan Jin Wu yang sedang menunggu dengan cemas.

"Bagaimana hasilnya? Apakah kau berhasil memastikannya?" tanya Jin Wu dengan suara rendah yang menuntut.

Soi menatap Jin Wu dengan pandangan datar yang dingin. "Rencanamu gagal karena kedatangan Baek Seo Jun. Tapi aku sempat berinteraksi dengannya. Jin So Hwa yang kulihat itu ternyata benar-benar bisa merasakan dan melihat sebuah energi spiritual murni dengan mata telanjang."

Soi menjeda kalimatnya, memberikan senyum misterius. "Hal itu membuktikan satu hal, Tuan Jin Wu... bahwa wanita yang ada di rumah Han Seol saat ini merupakan Jin So Hwa yang asli. Dia memiliki bakat spiritual murni Jinyowon, tidak seperti aku ataupun Jin So Hwa palsu lainnya yang dulu pernah kau buat bersama mendiang Jin Sang Wook."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!