"Satu tahun pernikahan kontrak, Levara," bisik Dante dingin di antara remang ruang kerjanya. "Kamu dapat akses dokumen ayahmu, dan saya dapat mengunci saham perusahaan dari ambisi Paman Julian Perkasa."
"Dan jika bahaya mengincarku?" tantang Levara.
Dante memajukan kursi rodanya, menatapnya tajam.
"Selama kamu menyandang nama Velmore, keselamatanmu adalah tanggung jawab saya."
Di balik kemewahan ibu kota, Levara bertaruh nyawa mengungkap misteri hilangnya sang ayah dua puluh tahun silam. Petunjuk terakhir mengarah pada dokumen rahasia milik Velmore Group. Satu-satunya jalan masuk adalah Dante Castillo Velmore, pewaris tunggal nan dingin di atas kursi roda.
Perjanjian di atas kertas berubah menjadi ancaman maut saat fakta terkuak. Di tengah gempuran teror dan perang hukum, mampukah pernikahan tanpa rasa itu bertahan ketika dendam masa lalu menuntut keadilan?
Di tambah, sosok bocah menggemaskan yang menjadi tambahan hiburan untuk mereka.
"Om cate magelan, kenapa jadi cuami?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepintaran Dante
Pukul delapan pagi, suasana di ruang kerja utama kediaman Velmore terasa amat mencekam. Tiga layar monitor raksasa yang menempel di dinding memancarkan pendar cahaya hijau dan merah, menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan secara real-time. Deretan angka dan grafik pergerakan pasar saham terus bergerak liar dengan kecepatan yang tak biasa.
Dante duduk tegap di kursi rodanya di tengah ruangan, matanya menatap tajam ke arah papan perdagangan saham. Di sisinya, Levara berdiri membeku, meremas jemarinya sendiri saat melihat grafik garis merah milik Velmore Group menukik tajam secara drastis.
Di sudut lain ruangan, Riko sedang menerima panggilan telepon secara beruntun dengan raut wajah yang amat tegang.
"Tuan Dante! Saham Velmore Group merosot lima belas persen dalam sepuluh menit pertama bursa dibuka!" seru Riko seraya mematikan panggilannya dengan tergesa-gesa. "Ada aksi jual masif yang dilakukan oleh puluhan akun investor cangkang dari pasar lepas pantai!"
Levara menatap Dante dengan mata membelalak panik. "Dante, bagaimana mungkin? Bukankah seharusnya strategi kita pagi ini menghantam saham Veyron Group?"
"David Veyron bergerak lebih cepat dari perkiraan kita, Levara," sahut Dante dengan suara bass yang sangat dingin dan tenang, meski rahangnya merapat ketat. "Dia tahu kita memegang kuncinya, jadi dia melancarkan serangan balasan untuk mengalihkan fokus dan melumpuhkan likuiditas kita sebelum laporan kejaksaan meluncur penuh."
Dertt!
Dertt!
Ponsel genggam di atas meja bergetar keras. Nama Julian Velmore tertera di layar. Dante segera menekan tombol pengeras suara tanpa ragu.
"Dante! Kau lihat apa yang terjadi pada bursa pagi ini?!" teriak suara Julian dari balik telepon, dipenuhi nada panik dan amarah yang meledak-ledak. "Saham perusahaan kita terjun bebas! Para investor asing membatalkan kontrak mereka secara sepihak! Apa yang sebenarnya kau lakukan, Dante?!"
Dante menatap ponsel itu dengan pandangan membunuh. "Tenangkan dirimu, Paman. Ini hanya permainan manipulasi pasar yang dilancarkan oleh David Veyron."
"Persetan dengan David Veyron!" bentak Julian semakin histeris dari seberang sana. "Dewan direksi dan pemegang saham minoritas sudah berkumpul di lantai utama Velmore Tower! Mereka menuntut penjelasan darimu sekarang juga! Jika kau tidak bisa menstabilkan harga saham dalam satu jam ke depan, dewan komisaris akan menggelar rapat darurat untuk mencopot jabatanmu sebagai CEO!"
"Sampaikan pada dewan komisaris," pangkas Dante dengan nada yang begitu pekat akan dominasi dan intimidasi mutlak, "siapa pun yang berani menjual sahamnya dalam situasi panik ini, saya pribadi yang akan membalas dan menutup seluruh akses mereka dari Velmore Group. Tunggu instruksi dari saya."
Dante mematikan panggilan telepon secara sepihak, memutus kepanikan pamannya.
"Dante ...," panggil Levara pelan, melangkah mendekat dan memegang bahu tegap suaminya. "Apa yang dilakukan David Veyron sebenarnya?"
Dante menggeser layar tabletnya, memperlihatkan rincian transaksi gelap yang baru saja terdeteksi oleh sistem peretas internal mereka.
"David memalsukan dokumen keuangan dan menyebarkan rumor palsu ke media bisnis internasional bahwa Velmore Group mengalami kebangkrutan akibat investigasi internal," jelas Dante dengan ketelitian matematis.
"Dia menggunakan dana tersembunyi milik Veyron Group untuk melakukan short-selling masif. Pria tua itu sengaja memicu kepanikan investor agar saham kita anjlok hingga titik terendah."
Pintu ruang kerja mendadak terbuka lebar. Arelio melangkah masuk dengan cepat seraya membawa map dokumen tebal di tangannya. Raut wajah sepupu Levara itu tampak sangat serius.
"Dante! Levara!" panggil Arelio tegas seraya mendekati meja utama. "Serangan finansial ini berdampak pada pengajuan berkas kita di Kejaksaan Agung! Tim hukum Veyron Group memanfaatkan anjloknya saham Velmore untuk membangun narasi bahwa bukti-bukti yang kita serahkan hanyalah rekayasa bersaing bisnis yang kotor!"
"Iblis itu benar-benar licik ...," desis Levara, menepuk meja dengan kepalan tangannya yang bergetar akibat amarah. "Dia ingin membunuh kredibilitas kita sebelum publik sempat melihat bukti kejahatannya!"
"Arelio," panggil Dante, menatap lurus ke dalam iris mata Arelio. "Bagaimana kondisi penyerahan berkas di Kejaksaan?"
"Aku sudah menahan berkas itu di meja Jaksa Agung Muda Pidana Khusus," jawab Arelio mantap. "Tapi jika situasi keuangan Velmore terus kacau dan beritanya makin liar, pihak kejaksaan akan ragu untuk menerbitkan surat penangkapan resmi pagi ini. Mereka takut dituduh menjadi alat politik persaingan bisnis."
"Kita tidak boleh biarkan David menang!" tegas Levara, menatap Dante penuh keyakinan. "Dante, bukankah kita masih punya cadangan dana likuid empat puluh persen yang baru kita buka dari saham rahasia kemarin?"
Dante menyunggingkan senyuman tipis, sebuah senyuman dingin yang memancarkan aura kebangkitan seorang predator puncak yang tak pernah bisa dipojokkan.
"Kamu benar, Levara," ucap Dante dengan suara rendah namun membakar semangat. "David Veyron berpikir dia bisa menghancurkan Velmore Group dengan menyuntikkan dana gelapnya ke pasar. Dia lupa bahwa empat puluh persen saham utama yang saya kunci selama bertahun-tahun adalah dana murni tanpa utang."
Dante menatap Riko yang berdiri siap di samping layar server.
"Riko!" perintah Dante bergema di dalam ruangan.
"Siap, Tuan Dante!" sahut Riko tegap.
"Instruksikan tim finansial kita di Singapura, London, dan Singapura sekarang juga," ujar Dante seraya mengetikkan kode enkripsi otorisasi tertinggi di tabletnya. "Suntikkan seluruh dana likuid empat puluh persen itu secara serentak ke pasar bursa dalam hitungan menit! Beli kembali seluruh saham Velmore Group yang dilepas oleh investor panik!"
Riko membelalakkan matanya kagum, jemarinya menari liar di atas papan ketik. "Anda akan melakukan buyback secara agresif, Tuan?"
"Bukan hanya buyback," tegas Dante dengan mata berkilat tajam. "Kita akan memakan seluruh saham yang dilepas oleh perusahaan cangkang milik David Veyron. Begitu kita menyerap seluruh penawaran mereka, kita akan balik memukul harga saham Veyron Group dengan sisa dana yang kita miliki!"
Levara menatap Dante dengan rasa bangga yang luar biasa. "Dante, itu artinya ...,"
"Artinya, David Veyron baru saja menyetorkan uang tunainya langsung ke dalam perangkap kita," potong Dante mantap. Pria itu mengulurkan tangan kirinya, menggenggam erat jemari Levara di depan Arelio dan Riko. "Dia ingin bermain api di pasar finansial, maka saya akan pastikan seluruh kekayaannya terbakar menjadi abu pagi ini."
Arelio menghembuskan napas lega, menyunggingkan senyum tipis melihat ketenangan dan kejeniusan taktis Dante. "Kalau begitu, aku akan kembali ke Kejaksaan Agung sekarang. Begitu grafik saham Velmore membalik naik dan menstabilkan bursa, aku akan pastikan surat penangkapan David Veyron langsung ditandatangani!"
"Lakukan, Arelio," balas Dante tegas. "Jangan beri pria tua itu kesempatan untuk bernapas."
Arelio mengangguk mantap lalu bergegas keluar dari ruangan. Sementara itu, di layar monitor raksasa, grafik merah yang semula menukik tajam mendadak berhenti dan perlahan mulai menunjukkan lonjakan garis hijau yang sangat dahsyat. Serangan balik finansial dari Dante Velmore telah resmi dimulai.
malemgara2 mikirin leva😭😭