NovelToon NovelToon
Tukang Ojek Online Bisa Melihat Masa Depan

Tukang Ojek Online Bisa Melihat Masa Depan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Dirga, seorang office boy dan pengemudi ojek online, rela berutang belasan juta rupiah demi membahagiakan kekasihnya, Eri. Namun, ketulusannya dibalas pengkhianatan kejam. Eri membuangnya demi Leon, putra konglomerat kaya. Harga diri Dirga diinjak-injak, diusir calon mertuanya, dan dipecat secara tidak hormat dari PT Nusa Investama.

Dalam kondisi terpuruk dan kelaparan, Dirga ditabrak sedan mewah milik Lisa. Di ambang kematian, leluhurnya hadir membuka Mata Batin yang memberinya kemampuan melihat penglihatan masa depan. Bersama Lisa dan kekuatan barunya, Dirga siap bangkit dari penderitaan demi membalas setiap hinaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Renovasi Kenangan

Suara terpal tebal yang ditarik serta ketukan palu yang beradu dengan rangka baja ringan terdengar bersahut-sahutan sejak pagi hari di halaman rumah panggung milik Dirga. Pak Karno dan tiga orang anak buahnya bergerak cekatan membongkar sisa-sisa kayu lapuk di bagian atap, menggantinya dengan material baja ringan berwarna perak yang mengkilap di bawah sengatan sinar matahari.

Di tepi jalan Gang Asri, beberapa tetangga berkumpul sambil berbisik-bisik. Bu Marni, yang memegang sapu lidi di tangannya, menatap ke arah atap rumah Dirga dengan raut wajah penuh selidik. Di sampingnya, Pak RT berdiri tenang mengawasi proses pengerjaan konstruksi tersebut.

"Pak RT," bisik Bu Marni dengan suara tertahan namun tajam. "Bapak lihat sendiri kan? Itu Pak Karno bawa material baja ringan satu truk penuh. Harganya pasti tidak murah. Dari mana Dirga dapat uang sebanyak itu dalam waktu singkat?"

Pak RT menoleh pelan, menatap Bu Marni dengan hembusan napas panjang. "Bu Marni, tidak baik mencurigai tetangga sendiri. Dirga itu anak yang rajin dan berbakti. Rezeki orang tidak ada yang tahu."

"Tapi Pak RT!" potong Bu Marni cepat. "Kemarin dia cuma tukang ojek yang rumahnya hampir roboh. Sekarang tiba-tiba bisa bayar tukang belasan juta rupiah? Jangan-jangan dia pakai cara yang tidak benar?"

"Marni!" tegur Pak RT tegas, membuat Bu Marni seketika terdiam. "Jangan asal bicara kalau tidak ada bukti. Lebih baik kita syukuri rumah almarhumah ibunya akhirnya bisa diperbaiki dengan layak."

Saat pembicaraan itu berlangsung, Dirga melangkah keluar dari dalam rumah menenteng beberapa botol minuman dingin untuk para tukang. Langkah kakinya terhenti saat melihat Pak RT dan Bu Marni berdiri di tepi halaman. Dengan sikap yang amat tenang dan sopan, Dirga menghampiri mereka.

"Selamat pagi, Pak RT, Bu Marni," sapa Dirga halus, menganggukkan kepalanya sedikit.

Pak RT tersenyum ramah. "Selamat pagi, Dirga. Alhamdulillah, perbaikan rumah peninggalan ibumu berjalan lancar ya."

"Alhamdulillah, Pak RT. Ini semua berkat bantuan Pak Karno dan doa dari warga juga," jawab Dirga tenang.

Bu Marni yang sudah tidak tahan menahan rasa penasarannya akhirnya memberanikan diri bertanya langsung. "Dirga, Ibu cuma mau tanya... kamu dapat rezeki dari mana sampai bisa merenovasi atap rumah secara total begini? Tetangga-tetangga pada heran, Nak."

Dirga menatap Bu Marni dengan raut wajah yang sepenuhnya terkontrol. Tidak ada kegugupan atau keraguan dalam sorot matanya.

"Saya bisa paham kalau Bu Marni dan warga merasa heran," ujar Dirga dengan nada suara formal dan berwibawa. "Sebenarnya, sewaktu saya masih bekerja di kantor investasi dulu, saya menyisihkan sedikit demi sedikit sisa gaji saya untuk dialokasikan ke instrumen investasi saham yang aman. Beberapa hari lalu, emiten investasi yang saya pegang mengalami lonjakan nilai yang cukup besar, sehingga saya mendapatkan pencairan bonus hasil investasi tersebut."

Bu Marni mengerutkan keningnya, mencoba mencerna istilah yang baru saja didengarnya. "Investasi saham? Bonus gaji?"

"Iya, Bu Marni," sambung Dirga diplomatis. "Hasilnya tidak berlebihan, tetapi lebih dari cukup untuk memperbaiki atap rumah almarhumah Ibu dan memenuhi kebutuhan modal kerja saya."

Pak RT mengangguk-angguk penuh rasa bangga. "Luar biasa kamu, Dirga. Ternyata pemikiranmu sangat jauh ke depan. Pengalaman kerjamu di kantor investasi betul-betul membuahkan hasil."

"Terima kasih banyak, Pak RT," sahut Dirga penuh rasa hormat, menepis kecurigaan Bu Marni secara terukur tanpa perlu membocorkan rahasia mata batinnya.

Siang harinya, sebuah mobil bak terbuka berhenti tepat di depan teras rumah Dirga. Dua orang petugas dealer turun memindahkan sebuah sepeda motor matik keluaran terbaru berwarna hitam elegan yang masih terbungkus plastik pelindung.

Dirga melangkah mendekati kendaraan baru tersebut, menandatangani berkas serah terima pembayaran tunai sebesar Rp24.500.000 dari sisa dana investasinya. Motor matik baru ini ia beli demi kenyamanan dan efisiensi saat melakukan aktivitas mobilitas harian.

Sementara itu, sepeda motor tua peninggalan almarhumah ibunya yang baru saja selesai direparasi diparkir rapi di dalam sudut samping rumah yang terlindung dari hujan. Dirga mengelus jok motor tua itu dengan lembut.

"Motor ini menyimpan seluruh tetes keringat perjuangan Ibu dan masa-masa sulitku," gumam Dirga pelan. "Aku tidak akan pernah menjualnya. Motor ini akan tetap di sini sebagai pengingat dari mana aku berasal."

Setelah menerima stnk motor barunya, Dirga menyalakan mesin halus sepeda motor matik hitam tersebut. Ia berencana mendatangi sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Selatan untuk membeli helm berkualitas demi menunjang keamanannya di jalan raya.

Suasana pusat perbelanjaan mewah di kawasan Jakarta Selatan siang itu tampak relatif lengang. Dirga melangkah masuk ke dalam sebuah toko aksesori otomotif dan perlengkapan berkendara ternama. Penampilannya kini jauh lebih rapi, mengenakan kemeja kasual yang bersih dan celana panjang yang pas, memancarkan aura ketenangan pria dewasa yang teguh.

Setelah memilih sebuah helm full-face berwarna hitam doff berstandar keamanan tinggi seharga Rp1.800.000, Dirga melangkah menuju kasir untuk melakukan pembayaran.

"Totalnya satu juta delapan ratus ribu rupiah, Mas," ujar petugas kasir ramah.

Dirga mengeluarkan kartu debitnya, menyelesaikan transaksi tanpa keraguan sedikit pun. "Terima kasih, Mas."

"Terima kasih kembali, Mas. Semoga selamat dalam berkendara," balas kasir tersebut seraya menyerahkan tas pembungkus helm yang cukup besar.

Dirga menerima tas tersebut dan berbalik arah, melangkah keluar dari area toko otomotif menuju koridor utama mal. Saat ia menyusuri lantai marmer yang mengkilap di dekat deretan kedai kopi mewah, langkah kaki Dirga mendadak melambat.

Dari arah berlawanan, tampak seorang wanita berjalan perlahan seorang diri. Wanita itu mengenakan gaun formal yang anggun, namun bahunya terkulai lesu. Wajahnya yang biasa terpancar tegas dan dominan kini tampak teramat pucat, dengan lingkaran hitam samar di bawah matanya yang menyiratkan kepedihan mendalam dan keletihan emosional.

Dirga menghentikan langkahnya total. Pandangannya mengunci pada sosok wanita tersebut.

Wanita itu adalah Lisa Larasati.

Direktur Strategi Korporat Larasati Group yang dulu selalu tampil penuh percaya diri dan mendominasi kini berjalan bagaikan raga tanpa jiwa di tengah keramaian mal. Skandal perselingkuhan mantan kekasihnya di Hotel Grand Paramita Kamar 808 yang meledak di media nasional beberapa hari lalu jelas telah menghancurkan sudut terdalam dari perasaan dan harga dirinya.

Lisa terus melangkah tanpa menyadari keberadaan orang-orang di sekitarnya, matanya menatap kosong ke arah lantai marmer. Jarak di antara mereka berdua kini hanya tersisa beberapa meter saja.

Dirga tetap berdiri tegak di tengah koridor, menatap wanita yang pernah menuduhnya gila dan melemparkan amplop uang ganti rugi kepadanya. Takdir tampaknya kembali mempertemukan mereka berdua di titik rotasi yang sepenuhnya berbeda.

1
Adelina Lin
thor, balaskan kehancuran Dirga pada dua orang manusia yang sudah menginjak injak harga dirinya, kasihan Dirga
Rizky Fadillah: Kalo sampai naif mc nya ini author nya yg sebagai pembuat karakter dan jalan pikiran mc nya bodoh tolol
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!