NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Sentuhan yang Mengubah Segalanya

Setelah momen hangat dan penuh perasaan antara dirinya dengan Aloy berakhir, Cynthia pun berpisah dari pria itu dengan hati yang jauh lebih tenang dan penuh keyakinan. Aloy pergi meninggalkan tempat itu dengan senyum tulus yang tak pernah pudar dari wajahnya, meninggalkan Cynthia yang perlahan berusaha menenangkan jantungnya yang masih berdegup kencang hebat di dalam dadanya. Wanita itu pun segera kembali melanjutkan pekerjaannya dengan sekuat tenaga, membereskan berkas-berkas persiapan pertunangan yang sempat berantakan berserakan di atas meja tertiup angin kencang yang menerpa jendela ruangan tadi. Namun takdir seakan belum selesai menyusun rencananya yang penuh cobaan bagi hati Cynthia. Karena tak lama setelah kepergian Aloy, sosok pria yang tak pernah benar-benar hilang dari pikiran dan perasaannya itu tiba-tiba datang kembali melangkah masuk ke ruangan itu dengan langkah perlahan dan tatapan mata yang penuh kerinduan sekaligus penyesalan yang mendalam. Itu adalah YB. Pria itu datang berniat menanyakan kabar sekaligus menyampaikan sesuatu yang selama ini tertahan di kerongkongannya dan tak pernah sempat terucap.

Mereka berdua pun akhirnya berdiri berhadapan di ruangan yang sepi itu tanpa ada orang lain yang hadir di antara mereka. YB menatap wajah Cynthia lekat-lekat dengan pandangan mata yang seakan tak ingin berpaling sedetik pun, seakan sedang menyusun kata-kata yang tepat untuk diucapkan namun terasa begitu berat untuk diutarakan. Tanpa mereka sadari sama sekali, saat YB perlahan bergerak maju sedikit demi sedikit untuk mendekatkan diri demi menyampaikan sesuatu yang tertahan di ujung lidahnya, jarak di antara mereka pun perlahan menyempit hingga terasa begitu dekat. Wajah mereka berdiri begitu berdekatan, napas mereka beradu lembut membelai wajah yang dulu begitu mereka kenal dan cintai dengan segenap jiwa. Di saat yang begitu mendebarkan dan penuh keheningan itu, tanpa sengaja lengan YB menyentuh lengan Cynthia seakan menahan tubuh wanita itu agar tak menjauh darinya. Dan seketika... tanpa disengaja sama sekali oleh kedua belah pihak, bibir YB menyentuh lembut bibir Cynthia.

Waktu seakan berhenti berputar sepenuhnya di tempat itu. YB tertegun diam tak bergerak sedikit pun, seakan terpaku oleh sentuhan yang begitu lembut dan tak disangka-sangka itu. Dan karena terbawa suasana serta melayang kembali ke masa-masa indah masa lalu yang tiba-tiba menyeruak memenuhi pikirannya... Cynthia pun tak segera menjauh. Ia merasakan sentuhan hangat itu menyebar perlahan ke seluruh tubuhnya, dan tanpa sadar hatinya yang sempat tenang kembali bergetar hebat tak menentu. Untuk sesaat yang terasa begitu panjang... ia seakan menikmati sentuhan itu, terhanyut sepenuhnya dalam getaran perasaan yang tak pernah benar-benar hilang dan pudar dari hatinya selama ini meskipun ia berusaha menyembunyikannya rapat-rapat.

Namun kehangatan dan keheningan yang penuh perasaan itu seketika luruh seketika bagai disambar petir di siang bolong ketika suara langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar mendekat, disusul suara tawa yang penuh amarah dan kebencian yang membelah keheningan ruangan itu seketika. Pintu ruangan itu terbuka lebar dengan kasar tanpa diketuk terlebih dahulu. Sosok wanita berdiri mematung di ambang pintu dengan napas yang memburu hebat dan mata yang membelalak lebar tak percaya memandang pemandangan di hadapannya. Wajahnya pucat lalu seketika memerah padam menahan amarah yang meledak-ledak. Itu adalah Karen. Wanita itu datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, berniat memeriksa langsung sejauh mana persiapan yang dikerjakan Cynthia sesuai dengan segala permintaannya yang berubah-ubah. Namun alangkah meledaklah kemarahannya saat melihat tunangannya berdiri begitu dekat dengan wanita yang paling ia benci di dunia ini, bahkan bibir mereka bersentuhan seakan tak ingin berpisah selamanya. Darahnya seketika mendidih dan membakar seluruh akal sehatnya dalam sekejap. Cemburu buta seketika menyelimuti pandangan matanya dan menutup hatinya rapat-rapat.

"Jadi begitulah..." suaranya melengking tajam disertai getaran amarah yang tak tertahankan dan air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya seketika. "Selama ini kau berpura-pura menderita, bersikap lemah dan tulus di hadapan semua orang, padahal kau sengaja mendekati tunanganku secara diam-diam di belakang punggungku! Kau sengaja berdiri begitu dekat, sengaja menyentuhnya... bahkan berani menciumnya di ruangan sepi ini tanpa rasa malu sedikit pun! Kau wanita tak tahu malu yang tak pantas dikasihani!"

Cynthia buru-buru melangkah mundur menjauh dengan wajah yang seketika memerah padam karena malu sekaligus kaget yang luar biasa. Napasnya masih memburu hebat, dadanya bergemuruh tak karuan menahan rasa bersalah dan kebingungan yang bercampur menjadi satu. Ia berusaha menenangkan diri secepat mungkin dan mencoba menjelaskan dengan suara yang masih bergetar hebat agar kesalahpahaman ini tidak berlarut-larut dan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi.

"Karen, dengarkan aku dulu... apa yang kau lihat ini bukan seperti yang kau kira sama sekali. Itu terjadi tanpa sengaja, kami tidak bermaksud demikian..."

"Cukup!" potong Karen dengan kasar sambil menunjuk-nunjuk wajah Cynthia dengan jari gemetar penuh amarah dan kebencian yang mendalam. "Aku sudah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri dengan begitu jelas! Kalau bukan karena ada niat buruk dan perselingkuhan yang berlangsung lama di antara kalian berdua di belakang punggungku, mengapa kalian berciuman dengan begitu mesra? Jangan berpikir kau bisa menipuku dengan alasan-alasan manis dan pembelaan yang penuh kebohongan itu! Aku tahu betul siapa dirimu sebenarnya!"

YB yang sedari tadi masih tertegun mematung belum pulih sepenuhnya dari keterkejutan akhirnya mencoba membela Cynthia dengan suara yang tampak masih belum stabil. "Karen, tolong jangan menuduh sembarangan. Ini semua hanyalah kesalahpahaman yang terjadi tanpa sengaja..."

Namun pembelaan YB justru semakin memperparah keadaan dan membakar kemarahan Karen menjadi berkali-kali lipat lebih hebat. Karen berbalik menatap tunangannya itu dengan pandangan yang penuh luka, kecewa, dan air mata yang mengalir deras tanpa sanggup ia tahan lagi. "Kau pun membela wanita ini? Jadi apa yang aku lihat tadi memang benar adanya dan bukan sekadar khayalanku saja? Kalian berdua..." Karen tak sanggup melanjutkan ucapannya karena tangis yang mulai mencekik suaranya. Dengan hati yang hancur lebur dan penuh kebencian yang mendalam, wanita itu berbalik perlahan lalu berlari keluar ruangan meninggalkan mereka berdua yang masih terpaku diam mematung di tempatnya tanpa sanggup berbuat apa-apa.

Tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut dari siapa pun, Karen langsung melangkah menuju kediaman Keluarga Hutapea dengan langkah tergesa-gesa dan napas yang terus memburu hebat sepanjang jalan. Ia menemui Ibu kandungnya dan Nyonya Hutapea yang sedang menantikan kabar persiapan pertunangan mereka dengan penuh harap. Dengan suara yang penuh tangis dan seakan menjadi korban ketidakadilan yang paling menyakitkan di dunia, Karen melaporkan segala apa yang dilihatnya tadi kepada kedua wanita itu secara berlebih-lebihan. Ia menuduh Cynthia sengaja merayu dan mendekati tunangannya secara licik, berciuman dengannya secara diam-diam di ruangan sepi, serta berusaha merebut tunangan orang lain dengan cara yang tak tahu malu dan tercela.

Mendengar laporan yang begitu memalukan dan penuh emosi itu, Ibu kandung Karen seketika ikut meledak dalam kemarahannya seakan api disiram minyak. Wanita itu segera menambahkan tuduhan-tuduhan lain yang memperburuk nama baik Cynthia di hadapan Nyonya Hutapea, seakan segala kejahatan dan keburukan di dunia ini dilakukan oleh Cynthia seorang wanita. Sementara itu, Nyonya Hutapea hanya terdiam mendengarkan segala laporan itu dengan wajah yang tampak serius dan penuh keraguan yang tak kunjung hilang. Di dalam hatinya, keraguan yang sempat tumbuh perlahan kini semakin membesar dan menimbulkan tanda tanya besar. Namun di saat ini, di hadapan air mata dan tuduhan yang bertubi-tubi datang silih berganti, Nyonya Hutapea memilih untuk menahan segala keraguannya dan tidak langsung menarik kesimpulan apa pun sebelum membuktikannya sendiri.

Di ruangan itu, YB masih berdiri mematung di tempatnya dengan perasaan yang hancur berkeping-keping tak mampu lagi disatukan. Ia menatap Cynthia yang berdiri tertunduk diam sambil menahan air mata agar tak jatuh membasahi pipinya yang pucat. Rasa bersalah kembali meremukkan hatinya hingga terasa nyeri yang tak terlukiskan. Andai saja ia tidak mendekat... andai saja ia menjaga jarak... mungkin wanita itu tak akan pernah dituduh berbuat kesalahan yang tak pernah ia sengaja lakukan. Namun kini, kesalahpahaman itu telah terjadi dan tak bisa dihapus begitu saja dengan kata-kata penjelasan. Cynthia pun masih terdiam mematung dengan jantung yang berdegup kencang hebat, merasakan sisa sentuhan hangat yang sempat terjadi sesaat tadi masih terasa membekas di bibirnya. Di dalam hatinya yang paling dalam, ia menyadari satu hal yang menyakitkan namun harus ia terima: semakin banyak kebohongan yang ditumpuk untuk menutupi satu kebohongan lain, semakin cepat pula hari di mana semuanya akan runtuh seketika. Dan saat hari itu akhirnya tiba... tak ada satu pun kebohongan yang mampu bertahan di hadapan kebenaran yang sesungguhnya.

1
Dokkan Battle
YB? REZA ARAP?
Sefin Eka Ramana Putri: yabss..betul kak.😊
total 1 replies
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
Devi Permata Sari
Bacanya ikut terasa berat di hati 😢 Pertanyaan-pertanyaan Cynthia itu sungguh masuk akal — mengapa tidak ada satu pun jejak masa kecilnya? Mengapa dia diperlakukan begitu berbeda? Ada rahasia besar yang ditutupi rapat-rapat di rumah ini, dan Cynthia mulai mendekati kebenarannya! Kakak hebat sekali membangun suasananya, bikin kami ikut deg-degan menanti apa yang akan terungkap di gudang tua itu! Semangat Kak, teruslah menulis! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Devi atas komentar yang sangat menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa ikut merasakan beban di hati Cynthia dan merasakan keraguan‑keraguannya. Benar sekali, ada rahasia besar yang tersembunyi, dan gudang tua itu menjadi awal langkah Cynthia mendekati kebenaran! Terima kasih sudah mendukung, jangan lewatkan kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Devi Permata Sari
⭐⭐⭐⭐⭐ Sungguh karya yang luar biasa indah dan menyentuh hati! "Lamaran yang Bukan untukku" bukan sekadar cerita biasa, melainkan perjalanan perjuangan, kesetiaan, dan keadilan yang begitu nyata. Kakak menuliskan setiap perasaan tokohnya dengan begitu mendalam, seakan kami ikut merasakannya sendiri — dari luka masa kecil, pengkhianatan, hingga harapan untuk mendapatkan kebenaran. Alurnya rapi, penuh kejutan, dan tidak pernah membosankan! Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari bab pertama dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian pasti tidak akan menyesal! Terima kasih Kakak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan apresiasi yang begitu bagus, Devi! 💖 Betul, aku ingin menghadirkan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia mengikuti ceritanya sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ridho Yanuar
Luar biasa Kak! 💔 Bab 9 ini bikin benar-benar paham betapa beratnya masa kecil Cynthia. Perlakuan yang berbeda begitu tajam... tidak adil sekali! Tulisan Kakak begitu hidup, seakan aku ikut melihat semuanya. Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti saat Cynthia akhirnya membuktikan siapa dirinya yang sebenarnya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! 🥰 Saya senang Kakak bisa merasakan betapa berat masa kecil Cynthia dan ketidakadilan yang ia alami. Benar, perjalanan Cynthia untuk membuktikan jati dirinya masih panjang dan penuh rintangan! Terima kasih sudah mendukung, terus ikuti kelanjutan ceritanya ya! 💖✨
total 1 replies
Mbak Suryati
aku suka sama cerita nya. begitu menyentuh hati. semangat buat Cynthia untuk membalikkan keadaan nya. dan untuk yb gemes aku dengan yb. ada laki laki di dunia nyata kayak begitu ingin rasanya kujambak. buat authornya keren.! 👍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih dukungannya, Mbak Suryati! 😆 Betul, Reza sering banget bikin pembaca gemes. Aku akan terus semangat menulis perjuangan Cynthia. Jangan lewatkan bab‑bab selanjutnya ya! 👍
total 1 replies
Rio
Karya yang sungguh luar biasa! 💎 'Lamaran yang Bukan untukku' menyentuh hati dari baris pertama. Perjuangan, kesetiaan, cinta yang diabaikan — semua terasa begitu nyata. Setiap bab ditulis dengan sepenuh hati, alurnya mengalir indah, penuh ketegangan sekaligus kehangatan. Kepada siapa pun yang mampir ke sini, jangan lewatkan! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat, ini kisah yang tak akan kalian lupakan! Semangat terus menulisnya Kak! Terima kasih! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Rio! 💖 Senang sekali alur ceritaku bisa terasa mengalir dan penuh ketegangan bagimu. Masih banyak kejutan yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai akhir! 💪
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Sungguh tulisan yang menyentuh hati! ❤️ Bagian ini bikin aku ikut bertanya-tanya bersama Cynthia — mengapa Aloy terasa begitu berbeda saat serius? Ada kekuatan dan keagungan yang tersembunyi di dirinya... Kakak menuliskannya begitu indah, seakan aku ikut berada di sana! Ceritanya makin menarik dan penuh misteri! Semangat terus menulisnya Kak, aku tidak sabar menanti kelanjutannya! 🙏✨
Sefin Eka Ramana Putri: Wah terima kasih banyak Kak Aldebaran atas apresiasinya! 🥰 Saya sangat senang tulisan ini bisa membuat Kakak seolah‑olah ikut berada di dalam cerita. Aloy memang punya sisi tersembunyi yang akan muncul nanti. Jangan lupa ikuti bab‑bab selanjutnya ya! Semangat membaca! 💖✨
total 1 replies
Aldebaran Putra Alfahri
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, menyentuh hati, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita untuk tidak menyerah pada keadilan. Alurnya tersusun rapi, setiap bab bikin penasaran! Sangat direkomendasikan untuk semua! Bacalah dari awal dan ikuti terus sampai tamat/endingnya, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya hebat sekali! Semangat terus Kak! Terima kasih atas karya yang berharga ini! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas ulasan bintang lima yang sangat indah, Aldebaran! 🥰 Sangat senang kamu merasakan makna di balik kisah Cynthia. Aku akan terus berusaha menyusun alur dengan rapi, semoga bisa tetap membuat penasaran sampai bab akhir! Semangat juga untukmu! 💛🙏
total 1 replies
Renn Anti Hero
Wah, luar biasa Kak! 🥺 Bab 7 ini bikin makin penasaran sekali! Cara Kakak menggambarkan perasaan Cynthia yang mulai menyadari sesuatu tentang Aloy begitu indah dan terasa nyata... Setiap kalimatnya bikin ikut merasakan kebingungan dan rasa ingin tahu Cynthia. Aura yang berbeda itu... ada sesuatu yang tersembunyi ya! Semakin ingin tahu kebenarannya! Semangat terus Kak, ceritamu sungguh luar biasa! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar yang sangat menyentuh hati Kak Renn! 🥰 Saya sangat senang Kakak bisa merasakan kebingungan Cynthia dan merasakan aura rahasia di antara dia dan Aloy. Benar sekali, masih ada banyak hal tersembunyi yang akan terungkap perlahan! Terima kasih sudah mendukung cerita ini, semoga Kakak terus menikmati kelanjutan kisahnya ya! 💖✨
total 1 replies
Renn Anti Hero
Sungguh karya yang luar biasa indah! ⭐⭐⭐⭐⭐ 'Lamaran yang Bukan untukku' bukan sekadar cerita, tapi perjalanan hati yang begitu nyata — tujuh tahun kesetiaan, pengorbanan, dan perjuangan membuktikan kebenaran. Setiap kalimat ditulis dengan tulus, alurnya rapi, penuh kejutan dan emosi yang bikin tidak bisa berhenti membaca! Bagi kalian yang mampir ke sini, wajib baca dari awal sampai tamat, kalian pasti ikut merasakan setiap detik perasaan tokohnya! Terima kasih Kak sudah menulis kisah seindah ini, semangat terus sampai bab terakhir! ❤️✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih apresiasinya, Renn! 💖 Betul, aku ingin menyampaikan perasaan‑perasaan nyata dari para tokoh. Masih banyak kejutan dan emosi yang akan datang, semoga kamu tetap setia membaca sampai tamat! 💪
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Cerita yang luar biasa! 🌟 Penuh makna, penuh emosi, dan tidak pernah membosankan! Kisah Cynthia mengajarkan kita bahwa keadilan akan datang pada waktunya, dan ketulusan tidak akan sia-sia selamanya. Alurnya mengalir indah, setiap bab bikin penasaran! Saya sangat menyarankan kalian semua untuk membaca dan mengikuti cerita ini sampai tamat, kalian tidak akan menyesal! Penulisnya luar biasa hebat! Semangat Kak! Teruslah berkarya! 💖🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah memberikan bintang 5 dan ulasan yang menyentuh hati, Ruchika! ✨ Betul, aku ingin menyampaikan pesan tentang keadilan dan ketulusan lewat kisah Cynthia. Masih banyak bab menarik yang akan datang, jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 💪
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
Perih sekali membacanya... 💔 Tujuh tahun mencintai, memberikan segalanya, kesetiaan yang tak tergoyahkan — lalu dikatakan 'tidak pantas'? Dimana letak keadilannya? Cynthia tidak meminta banyak, hanya dihargai dan dilihat. Tapi justru dia yang dipinggirkan demi kebahagiaan orang lain. Tulisan Kakak begitu hidup, bikin ikut merasakan setiap luka di hatinya. Lanjutkan ya Kak, ceritanya luar biasa! 🙏
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak atas perhatian dan perasaannya! 🥺❤️ Memang perih sekali melihat ketulusan bertahun-tahun diabaikan begitu saja... Semoga kisah Cynthia bisa menyentuh hati kalian semua. Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan sedang menanti! 🙏✨
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
"Lamaran yang Bukan untukku" — sungguh kisah yang menyayat hati! 💔
Tujuh tahun kesetiaan, tujuh tahun menunggu, namun pada akhirnya semua pengorbanan seakan tak pernah dilihat. Alurnya begitu menyentuh, setiap kalimat terasa hidup dan menusuk sampai ke hati. Cerita ini bukan sekadar kisah cinta, tapi tentang dihargai atau diabaikan, tentang berjuang lalu terluka. Kalau kalian mampir ke sini, jangan lewatkan untuk membacanya dari awal sampai akhir — kalian pasti akan ikut merasakan setiap perasaan tokohnya. Karya yang luar biasa indah dan berharga! Semangat terus menulisnya Kak! ❤️⭐⭐⭐⭐⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Moreno! 🥺❤️ Pujian dari Kakak sungguh membuat mataku berkaca-kaca... Tujuh tahun memang bukan waktu yang singkat, dan aku ingin kisah Cynthia dirasakan sepenuh hati oleh kalian semua. Dukungan Kakak adalah semangat terbesarku untuk terus menulis sampai bab terakhir! Terima kasih sudah mampir dan merasakan kisahku! Tetap ikuti perjuangan Cynthia ya! 🙏✨❤️
total 1 replies
Dita Anggraini
Sakit sekali... 😭 Tujuh tahun bukan waktu yang singkat, tapi seolah semua pengorbanannya tidak pernah ada. Semua sibuk mendukung kebahagiaan mereka, tapi siapa yang akan menjaga kebahagiaan Cynthia? Kata-katanya begitu sederhana tapi menusuk sampai ke tulang. Ceritanya luar biasa, bikin tidak sabar kelanjutannya! ⭐
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥺❤️ Benar sekali, tujuh tahun bukan waktu yang singkat... Sakit sekali melihat pengorbanan yang tidak dihargai. Tapi jangan khawatir, perjuangan Cynthia belum selesai! Tetap ikuti kelanjutannya ya, keadilan akan datang! 🙏✨
total 1 replies
Dita Anggraini
"Sungguh karya yang luar biasa indah! Ceritanya menyentuh hati, penuh makna, dan setiap kata yang ditulis terasa begitu tulus. Tidak pernah membosankan, justru semakin dibaca semakin ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Teruslah berkarya, tulisanmu sangat berharga! ⭐⭐⭐⭐⭐"
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Kak Dita! 🥰⭐ Sungguh pujian yang membuat hatiku hangat! Aku selalu berusaha menulis dengan tulus dari lubuk hati terdalam. Dukungan Kakak membuatku makin semangat menjaga ceritanya tetap indah sampai bab terakhir! 💖✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!