NovelToon NovelToon
Dendam Putri Yang Tertukar

Dendam Putri Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Sejak bayi, Lin Yuxin ditukar demi kemewahan anak keluarga Chen... Chen Ruoxi. Bertahun-tahun disiksa di rumah orang asing, dia akhirnya kembali ke keluarga kandungnya, hanya untuk difitnah habis-habisan oleh Chen Ruoxi yang iri pada kecantikan Lin Yuxin, apalagi saat Kaisar menjodohkannya dengan Putra Mahkota Li Chen... Sifat iri nya semkin menjadi. Lin Yuxin dituduh wanita murahan sekaligus dalang percobaan racun, Lin Yuxin yang tak mampu membela diri pun dijatuhi hukuman mati... sementara pelayan setianya, Xiao Yan, dibungkam selamanya oleh Chen Ruoxi.

Namun takdir memberinya kesempatan kedua. Lin Yuxin bangkit kembali tepat di hari dia pertama menginjak rumah keluarga aslinya, membawa ingatan penuh tentang kehidupannya yang lalu. Kali ini, dia bersumpah, setiap fitnah akan dibalas, dan Xiao Yan tak akan mati lagi untuknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Malam harinya, paviliun Chen Ruoxi masih terang oleh lampu.

Ruoxi duduk di depan meja rias dengan punggung tegak, kedua tangannya mencengkeram tepi meja hingga buku-bukunya memutih. Di cermin perunggu, wajahnya masih menyimpan sisa panas dari aula tadi, tatapan Ibu yang ragu, suara Ayah yang dingin, dan Yuxin yang memasang wajah pura-pura polosnya.

Berbudi luhur. Kata itu terus berputar di kepalanya, dan setiap putaran terasa seperti tamparan.

"Nona, tenanglah," bisik Bai Hui yang berdiri di belakangnya, masih memegangi lututnya yang lebam bekas sujud.

"Tenang? Bagaimana aku bisa tenang, Bai Hui. Dia sudah menggeser posisiku di hati pasangan Lin." Ruoxi menoleh, Wajah nya yang dingin membuat Bai Hui menelan ludahnya. Lalu di gantikan dengan senyum kecil yang tiba-tiba muncul.

"Aku punya rencana, Bai Hui. Kali ini aku yakim tidak akan gagal."

"Rencana apa, Nona?" tanya Bai Hui.

"Kamu temui Lao Zhou."

"Lao Zhou? Pelayan halaman belakang itu?"

"Yang genit itu. Yang selalu melirik para dayang." Ruoxi mengibaskan tangannya. "Wajahnya lumayan untuk ukuran pelayan. Kalau ada yang melihatnya keluar dari kamar seorang nona, tak seorang pun akan heran."

Bai Hui tersentak. "Nona, maksud Nona..."

"Tengah malam nanti, suruh dia masuk ke kamar Yuxin." Suara Ruoxi turun menjadi bisikan. "Bayar dia dengan perak. Katakan padanya, dia harus meniduri Yuxin. Setelah itu, aku yang mengurus sisanya. Aku akan membawa Ibu dan para pelayan lewat di lorong itu, seolah kebetulan mendengar sesuatu."

Dia mengambil tusuk konde giok dari meja dan memutar-mutarnya di antara jari.

"Putri sulung yang berbudi luhur, ditemukan berduaan dengan pelayan di kamarnya sendiri. Coba kita lihat, apakah air mata itu masih berguna besok pagi."

Bai Hui menunduk dalam-dalam. "Hamba mengerti, Nona."

***

Di paviliun seberang, Yuxin belum tidur.

Lampu minyak di kamarnya sudah dipadamkan sejak tadi. Dia duduk di tepi ranjang dengan pakaian lengkap, rambut terikat rapi, sepatu masih terpasang, matanya terpaku pada daun pintu. Cahaya bulan yang masuk lewat kisi jendela membuat lantai tampak pucat.

Dia tahu malam ini akan datang. Di kehidupan lalu, dia terbangun oleh telapak tangan asing yang membekap mulutnya, dan bau arak bercampur minyak rambut murahan itu masih menempel di ingatannya sampai sekarang. Yuxin di perkosa oleh pelayan rendahan suruhan Ruoxi, dan di fitnah bahwa mereka adalah pasangan yang sedang memadu kasih.

Ia ingat dengan jelas peristiwa itu betapa merusak reputasinya, disitulah awal mula penderitaan nya. Yuxin di kucilkan di keluarga Lin, mendapat hinaan nanti di pesta penyambutannya karena banyaknya bekas tanda merah keunguan di lehernya.

Di balik pintu, Xiao Yan berjongkok sambil memeluk kayu palang pintu. Kelopak matanya turun-naik melawan kantuk.

"Nona," bisiknya, "Nona yakin akan ada pencuri datang?"

"Yakin, Xiao Yan. Tetaplah waspada!"

"Bagaimana Nona bisa yakin?"

Yuxin tidak langsung menjawab. "Ada firasat buruk tentang hari ini, XiaoYan."

Xiao Yan menelan ludah, lalu menegakkan punggungnya dan mengeratkan genggaman pada kayu itu. "Kalau ada yang masuk, hamba langsung pukul, Nona."

"Jangan berisik terus. Biarkan dia masuk lebih dulu." Yuxin merebahkan tubuhnya. "Aku akan pura-pura tidur, kalau dia masuk dan mendekat ke arahku kamu pukul dia dari belakang." intruksinya

Kentungan penjaga berbunyi dua kali di kejauhan. Tanda waktu sudah menunjukan tengah malam, dan lorong-lorong paviliun menjadi lebih sunyi.

Tak lama kemudian, langkah kaki terdengar. Pelan, dan sangat hati-hati, berhenti tepat di depan pintu. Daun pintu terbuka, engselnya berdecit lirih.

Xiao Yan menahan napas, seolah suara napasnya akan terdeteksi.

Sesosok bayangan menyelinap masuk. Bau arak dan minyak rambut murahan tercium lebih dulu. Pria itu berjinjit menuju ranjang, tangannya terulur, meraba-raba kelambu yang menggantung.

Lalu, Xiao Yan mengayunkan kayu dan menghantam kepalanya.

Terdengar bunyi kayu beradu dengan kepala pria itu, disusul erangan tertahan. Pria itu roboh berlutut, dan sebelum dia sempat berteriak, Xiao Yan sudah menghantam bahunya, lalu punggungnya. Yuxin bangkit dan menginjak tangan pria itu di lantai, menekannya dengan seluruh berat badannya. Xiao Yan terus memukul dengan mata terpejam dan napas tersengal, seperti seseorang yang sedang menghantam membabi buta.

"Ampun! Ampun, Nona! Aku hanya disuruh!" Pria itu meringkuk melindungi kepala. Satu sisi wajahnya sudah membengkak, darah menetes dari sudut bibirnya.

"Xiao Yan, cukup!"

Xiao Yan berhenti, dadanya naik-turun, kayu masih gemetar di tangannya.

Yuxin membungkuk sedikit. "Disuruh siapa?"

Pria itu membuka mulut. "Nona Ru..." omongan nya terpotong.

Cahaya lentera menyapu kisi-kisi pintu. Derap langkah banyak orang terdengar mendekat di lorong, bersamaan dengan suara Chen Ruoxi, nyaring dan penuh kekhawatiran yang dibuat-buat.

"Ibu, sepertinya ada suara pria dari kamar Yuxin! Cepat, kita lihat!"

Yuxin mengangkat wajahnya ke arah pintu. Bibirnya menyeringai, ia sudah tahu Ruoxi pasti datang membawa orang-orang ke kamarnya. Seperti waktu di kehidupannya yang dulu, masuk ke kamar seolah-olah sedang menakkap basah pasangan mesum... Ibu nya sudah di gelapkan oleh mulut berbisa Ruoxi sehingga sebagaimana Yuxin menangis darah sekalipun, Ibunya lebih percaya perkataan Ruoxi.

1
Adi Sudiro
lama" muak ama ni cerita drama yg di ulang ulang ujung " nya matanya pada picek menjijik kan wassalam lah ku kira cerita nya agak lain dari yg lain ternyata sama saja alurnya..
Dessy C: Maaf ya akak kalau tidak sesuai harapan 🙏... terimakasih atas masukannya nanti akan di perbaiki ke depan nya 🙏🥰
total 1 replies
Yeni Astriani
saya kecewa sama Li cen sbg Putra Mahkota yang tidak mampu melindungi Putri Mahkota dr persengkokolan jahat Permaisuri Xuan terlalu mudah kena tipu daya Gu Yueran
kymlove...
selalu diam dan mengamati, sehingga telat untuk membela diri.... entah kenapa yuxin ini mengamati situasi terlalu lama, seakan berhati-hati sekali, tapi dengan selalu lama dalam mengambil tindakan terkesan membiarkan masalah terlalu terlambat untuk di selesaikan!
Dessy C: makasih akak masukan nya 🙏🥰
total 1 replies
Adi Sudiro
perkumpulan wanita culas.... 🤭🤭🤭
Adi Sudiro
lah kan memang bukan putri keluarga lin... lawak nih tuan besar... 🤭🤭
Dessy C: makasih akak komemn nya 🙏🫰
total 1 replies
kymlove...
bagus!! jika ruoxi masih tak tau diri.. dan tetap gak sadar diri...!! emang bener 2 benalu abadi sih ini!!
kymlove...
bilang aja jujur yuxin kalau ruoxi memberi mu hanfu sampah!!!
kymlove...: semangat trz kk🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!