NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:33.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Julian menelan ludah kasar. Keringat dingin sebesar biji jagung meluncur dari pelipisnya.

Mendengar gertakan mematikan dari penguasa dunia bawah itu, ia langsung memutus kontak fisik dan mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke atas, gemetar hebat seperti daun yang ditiup badai.

“M–maafkan saya, Tuan Frederick! Saya tidak bermaksud menyentuh calon istri anda. Saya bersumpah saya hanya membantu Nona Lucia,” Julian tergagap dengan wajah pucat

“Keluar,” perintah Alessandro dingin.

Tanpa perlu diberi tahu dua kali, sang guru muda itu berlari terbirit-birit keluar kelas hingga nyaris tersandung kakinya sendiri di ambang pintu, menghilang di lorong dalam sekejap mata.

Setelah pengganggu itu enyah, Alessandro menyarungkan pistolnya kembali ke balik jas mahalnya. Ia lalu melangkah lebar menghampiri Lucia.

Sifat tegas dan dominannya kembali sepenuhnya, memancarkan aura alpha yang membuat sisa murid di ruangan itu menyingkir ketakutan.

Namun, tatapan setajam elang itu mendadak melunak penuh kehangatan begitu menatap gadis mungil yang masih duduk di bangkunya.

“Kau tidak apa-apa?” tanya Alessandro. Tanpa mempedulikan puluhan pasang mata yang menatap mereka dengan napas tertahan, tangan kekar pria itu merengkuh pinggang Lucia, mengangkatnya sedikit hingga gadis itu berdiri, lalu menariknya mendekat ke pelukannya.

“Aku tidak apa-apa, Paman. Kenapa Paman ada di sini? Bukankah Paman sedang bekerja di kantor satpam?” sahut Lucia riang, kepolosannya tak sedikit pun pudar.

Ia memamerkan otot tangannya yang mungil dengan bangga. “Paman tahu tidak? Tadi ada gadis galak berambut pirang yang mau menindas ku. Tapi aku kan kuat, jadi sudah kuberi kuncian leher babi hutan. Dia langsung menangis tersedu-sedu!”

Vincent yang sejak tadi berjaga di ambang pintu kelas langsung menutupi wajahnya dengan telapak tangan besar.

Ia memalingkan wajah ke arah tembok, menahan tawa mati-matian sampai bahu lebarnya berguncang hebat.

“Kuncian leher babi hutan katanya? Astaga, gadis ini benar-benar absurd,” gumamnya.

Alessandro juga tak kuasa menahan senyumnya. Tangan besarnya naik, mengusap lembut pipi Lucia yang merona.

“Bagus. Lakukan itu lagi jika ada yang berani menyentuh sehelai saja rambutmu. Jangan biarkan siapa pun menyulitkan mu,” bisik Alessandro hangat. Ia merunduk, mendaratkan kecupan lembut dan menenangkan di dahi Lucia. “Tapi untuk guru bahasa Prancis yang berani memegang tanganmu tadi, sepertinya besok kau butuh guru baru dan harus seroang wanita.”

Mata bulat Lucia mengerjap bingung, kepalanya sedikit mendongak menatap rahang tegas pria itu.

“Eh? Memangnya kenapa dengan Pak Julian? Apakah dia juga akan menindas ku seperti gadis pirang tadi?”

“Ya. Dia tidak hanya akan menindas mu,” jawab Alessandro tangannya semakin erat melingkar di pinggang ramping Lucia. “Aku merasa dia juga akan merebut mu dariku. Aku tidak suka caranya menatapmu.”

“Benarkah? Kok aku tidak merasa begitu? Kami baru pertama kali bertemu loh, Paman. Lagipula, mana mau pak Julian yang wangi dan rapi merebut anak desa sepertiku? Paman ini suka mengada-ada saja.”

Rahang Alessandro mengetat. Ego lelakinya tersentil mendengar Lucia secara tak langsung memuji pria lain.

“Sudahlah. Jangan banyak bicara, Lucia. Kau ini cerewet sekali.”

“Aku tidak cerewet, aku kan cuma menjelaskan fakta!” balas Lucia tak mau kalah.

Gadis itu berjinjit kecil, mendekatkan wajahnya dengan raut menantang yang justru terlihat sangat menggemaskan di mata Alessandro.

“Lagipula, Paman sebenarnya suka kan aku yang cerewet begini? Ayo mengaku!”

“Tidak,” sangkal Alessandro datar, membuang muka sedikit untuk menyembunyikan senyum tipisnya.

“Bohong! Hidung Paman mekar sedikit kalau sedang berbohong!” goda Lucia sambil tertawa renyah.

Jari telunjuknya dengan berani menyentuh ujung hidung mancung sang penguasa mafia.

“Paman pasti rindu padaku kan, makanya siang-siang bolong datang ke sekolah? Rindu kan? Rindu kan?”

Tatapan Alessandro seketika menggelap. Rentetan godaan polos, tawa renyah, dan bibir merah muda yang terus bergerak-gerak menantangnya itu benar-benar menguji pertahanannya.

Perdebatan konyol ini membakar sesuatu di dadanya yang tak bisa lagi ia tahan.

“Kau terlalu banyak bicara, Gadis Kecil,” geram Alessandro.

Sebelum Lucia sempat melontarkan protes balasan, Alessandro menunduk, menghapus jarak di antara mereka, dan meraup bibir gadis itu dalam sebuah ciuman yang memabukkan.

Ciuman yang awalnya hanya untuk membungkam, seketika berubah menjadi pagutan lembut, posesif, dan sarat akan kerinduan.

Lucia terkesiap. Tangannya refleks meremas kerah jas mahal Alessandro, sementara matanya perlahan terpejam saat ibu jari pria itu mengelus rahangnya, memberikan sensasi hangat yang membuat lutut gadis desa itu lemas bagai tanpa tulang.

Di ambang pintu, Vincent menepuk jidatnya sendiri dengan keras.

Beruntung, anak-anak sekelas sudah kabur mengendap-endap melalui pintu belakang sejak kedatangan Alessandro yang membawa aura membunuh tadi.

Kelas luas itu kini benar-benar kosong melompong.

“Sepertinya anda benar-benar sudah mulai jatuh cinta pada gadis desa polos ini, Tuan. Sampai-sampai tidak tahu tempat dan nyosor duluan begini layaknya remaja kasmaran,” gumam Vincent bermonolog pelan, hanya bisa menggelengkan kepala melihat majikannya dimabuk asmara.

Vincent menghela napas panjang, menatap awas ke sekeliling.

“Tapi masalahnya sekarang, bagaimana jika Ayah anda tahu soal ini? Beliau pasti tidak akan membiarkan kelemahan putranya hidup tenang.”

1
Muft Smoker
alexander tu ketua mafia Isabella ,, pasti tau mana yg asli dan mana yg palsu ,,
kecuali Alexander tukang gorengan ,, pasti lebih milih minyak murah biar hemat meski palsu ,,
dibandingkan minyak mahal yg lebih sehat ,,
Muft Smoker
jgn di tahan Vincent ,, nanti ketawa ny Mlah kluar lewat bawah looo ,, lbih gx enk lgi ,, 🤭🤭😂😂😂😂😭
Muft Smoker
nah kan si raja ular udh dtg ,,
Muft Smoker
waaah udh gx sayang nyawa si Julian ,, Dy gx tau klo ad anaconda yg lgii mantau 🤭🤭😂😂😂
Esther
Calon istri dalam mimpimu Isabela😂
Esther
Paman tampan cepat sekali kamu muncul😄
🇦 🇵 🇷 🇾👎
𝚔asian😅
🇦 🇵 🇷 🇾👎
hy posesif ny dtg
lovely_day
lanjut dong thor.. 3bab aja nih...
Aku Agni
gakuatttt bengekkkkk
Ita rahmawati
owalah ternyata calon istri cuma kehaluanmu doang isabel
Ita rahmawati
maksudnya gimana Vincent,, tidak akan membiarkan kelemahan putranya hidup tenang 🤔
Ita rahmawati
Alesandro kyk jaelangkung
tinie
hadeeuh
semakin ketat saja
aless sudah mulai bucin🤣👻👻
Bunda SalVa
jangan harap kamu dapat simpati dari keluarga Frederick 😄😄😄
Sri Rahayu
jgn khawatir Vincent...sepertinya Alexander tdk masalah dgn pilihan Alessandro karena hanya Lucia yg bisa meredam penyakit alergi Alessandro... dulu Alexander jg gitu menyukai gadis lugu Malika 😘😘😘
Sri Rahayu
jgn salah mengartikan dulu Alessandro... arti suka Lucia mungkin beda dgn kamu 🤩🤩🤩
Qital Karimah
baca ya ikut jadi gila juga🤣 parah author gong
Muft Smoker
pawang ular aman 👍👍👍👍
Muft Smoker
nah loo anaconda dtg ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!