NovelToon NovelToon
Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Mengubah Nasib Dan Berbalik Mencintai Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:634
Nilai: 5
Nama Author: senja liana

Luna meninggal tepat di usianya yang masih tergolong muda, percintaan juga kehidupan yang tak pernah memihaknya membuatnya jatuh terperangkap semakin dalam pada dusta.

Tidak ada yang berjalan baik dalam kehidupannya, namun sebuah keajaiban membuatnya memiliki satu kesempatan untuk mengulang segala hal dan merubahnya menjadi lebih baik.

"Aku.... aku masih hidup?" ucap Luna dengan raut wajah yang tak percaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja liana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11

Arkan yang mendapat tagihan secara tiba-tiba senilai 1,2 milyar, tentu saja tak bisa berkata-kata lagi. Ditariknya tangan Rachel sedikit menjauh dari kerumunan untuk meminta kejelasan akan perihal hal ini.

"Apa benar kau yang memesan tempat ini bukan Luna?" tanya Arkan dengan nada pelan tapi penuh penekanan.

"Be...benar, ada apa?" ucap Rachel dengan raut wajah yang bingung.

"Rachellllll apa kau sudah gila? Harusnya katakan dari awal, apa kau tahu pelayan tersebut memberikan bill tagihan tempat ini, dan kau tahu berapa? 1,2 milyar? Apa kau tidak berpikir dulu sebelum bertindak?" ucap Arkan dengan raut wajah yang kesal.

"Apa? 1,2 milyar...." pekik Rachel terkejut yang langsung memicu tanda tanya besar beberapa orang di ruangan tersebut.

"Apakah ada masalah Ar?" tanya Fiko kemudian yang juga mendengar teriakan Rachel barusan.

"Emmm tak ada santai saja... Hehehe" ucap Arkan kemudian mencoba mencairkan suasana.

"Baiklah" jawab Fiko kemudian kembali duduk di tempatnya.

"Kecilkan suara mu Rachel... Apa kau ingin membuat ku kehilangan muka ha?" ucap Arkan kembali dengan nada yang berbisik.

"Gila, bisa semahal itu? Bukankah biasanya juga Luna yang membereskannya? Mengapa sekarang malah kamu?" ucap Rachel kembali dengan raut wajah yang bingung.

"Mana aku tahu, lagi pula bukankah kamu tadi mencarinya? Kemana dia sekarang, kenapa belum muncul juga?" ucap Arkan kembali.

"Aku tidak menemukan Luna dimanapun, aku sudah cari ke semua toilet di tempat ini, namun tetap saja tidak menemukan keberadaan Luna." ucap Rachel dengan raut wajah yang pasrah.

"Kalau tidak ketemu ya telpon dong, kenapa oon banget sih? Kita ke sini kan untuk membahas saham itu, mengapa jadi malah begini?" ucap Arkan dengan raut wajah yang kesal.

"Emmm sudah" jawab Rachel singkat.

"Lalu?" tanya Arkan kembali.

"Ponsel Luna mati." jawab Rachel kembali.

"Apa? Bagaimana bisa? Kau..." ucap Arkan hendak kembali menggerutu, namun perkataan pelayan tersebut yang kembali meminta kejelasan, lantas langsung menghentikan ucapannya.

"Permisi, bisakah kita mulai pembayarannya? Cash atau paylater?" ucap pelayan tersebut kembali bertanya.

Baik Rachel dan Arkan lantas saling pandang begitu pertanyaan tersebut terdengar. Arkan kemudian nampak melotot ke arah Rachel, seakan mengisyaratkan Rachel untuk membayar tagihannya.

"Kenapa harus aku? Aku kan..." ucap Rachel hendak protes namun langsung terdiam begitu mendapat tatapan tajam dari Arkan. "Baiklah, lakukan dengan paylater mas..." ucap Rachel pada akhirnya.

"Baik nona sesuai dengan permintaan anda, pembayaran menggunakan sistem paylater." pekik pelayan tersebut yang memang sengaja dengan nada yang tinggi agar semua orang di ruangan tersebut mendengarnya.

"Sssttt kecilkan suara mu!" ucap Rachel dengan kesal.

Perkataan pelayan tersebut tentu saja langsung mengundang buah bibir semua orang di ruangan tersebut. Hal itu tentu saja membuat Rachel maupun Arkan kehilangan muka dihadapan teman-temannya. Kesombongan yang selama ini mengakar dan membentuknya menjadi Tuan muda gadungan, membuat citranya langsung hancur begitu hal yang tak terduga terjadi hari ini.

"Lunaaaa.... Awas saja kau...." ucap Arkan dalam hati sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut, yang kemudian di susul Rachel di belakangnya.

***

Sementara itu di dalam sebuah mobil rolls royce keluaran terbaru di tahun itu, terlihat Luna menceritakan setiap detail yang baru saja terjadi di club tersebut.

Hal tersebut tentu saja semakin mengundang tanda tanya besar dibenak Sagara, akan perubahan sikap Luna yang tiba-tiba tersebut.

"Jadi kamu menipu Arkan dan juga Rachel tentang alkohol itu? Mengapa?" ucap Sagara kemudian dengan raut wajah penasaran.

Ckling....

Belum sempat Luna menjelaskannya kembali, sebuah pesan singkat yang memberikan informasi bahwa transaksi penipuan tersebut berhasil, lantas masuk ke ponsel Luna dan membuatnya tersenyum bahagia.

"Yes, untung besar nih aku... 1 milyar percuma hahahaha" ucap Luna kemudian yang langsung membuat Sagara mengernyit begitu mendengarnya.

"1 milyar apa? Apa kamu sedang membutuhkan uang? Aku bisa membantu mu, jika.." ucap Sagara namun langsung di potong oleh Luna saat itu.

"Stop... No no.... Ini bukan masalah membutuhkan uang, tapi ini masalah keberhasilan yang aku dapat dari menipu Arkan. Dasar dua orang bodoh, masak alkohol mahal dan juga alkohol gadungan gak bisa bedain? Dasar bodoh... Hahaha" ucap Luna kembali terlihat antusias akan keberhasilannya.

"Baiklah baiklah baiklah... Katakanlah kamu menang dan berhasil menipunya, lalu apa lagi? Lagi pula kamu sedang tidak kekurangan uang? Untuk apa kamu melakukannya?" ucap Sagara sambil kembali fokus menyetir.

"Ada beberapa hal yang terjadi dan mengubah semua pandangan ku tentang Arkan, lagi pula aku sudah terlalu royal kepadanya selama ini dan aku akan mengambil setiap sennya kembali apa yang menjadi hak milik ku." ucap Luna dengan tatapan yang penuh arti, membuat Arkan langsung menghentikan laju mobilnya dengan seketika dan menatap ke arah Luna.

"Lun, are you oke? Jika ada sesuatu yang terjadi katakan kepada ku, tak perlu kamu turun tangan, aku bisa membuatnya bertekuk lutut di hadapan mu dan melenyapkannya dalam semalam." ucap Sagara sambil menatap manik mata Luna semakin dalam, membuat seulas senyum terlihat jelas di raut wajah gadis itu.

Sebuah kecupan mendarat tepat di pipi Sagara secara tiba-tiba, membuat pria itu terdiam di tempatnya sepersekian detik kemudian menatap ke arah Luna dengan tatapan bertanya-tanya.

"Aku baru tahu jika kamu semanis itu, ahhhh aku jadi tidak sabar jadi istri seorang pengusaha muda Sagara Razan Aditama, bukankah itu akan sangat menyenangkan?" ucap Luna kemudian dengan raut wajah yang berbinar.

"Maksud mu Lun?" ucap Sagara dengan tatapan yang mengernyit.

"Ya tentu saja menikah tuan bodoh, bukankah aku sudah mengatakannya kemarin... Apakah kamu sudah lupa?" tanya Luna dengan raut wajah yang cemberut.

"Jadi pernikahan itu sungguhan? Bukan karena kamu ingin membuat Arkan cemburu saja? Lagi pula..." ucap Sagara kembali terhenti, ketika lagi dan lagi sikap dan perbuatan Luna kembali membuatnya terdiam.

Sebuah kecupan singkat mendarat tepat di bibir pria tersebut, membuatnya terlihat begitu salah tingkah akibat ulah Luna barusan yang menciumnya tanpa aba-aba.

"Apakah itu menjawab pertanyaan mu? Aku rasa kamu sudah tahu jawabannya, dan hal ini tidak ada hubungannya dengan siapa yang ingin membuat cemburu siapa. Yang jelas aku hanya ingin menikah dengan mu apapun yang terjadi, apakah kamu mengerti Sagara?" ucap Luna kembali menjelaskan yang lantas langsung membuat Sagara mengangguk dengan cepat.

"Bagus, anak pintar... Btw ngomong-ngomong aku laper banget nih, cari makan yuk.." ucap Luna kembali.

"Makan? Oh ya ya... Mau makan apa? Biar aku yang teraktir..." ucap Sagara gelagapan.

"Hahahaha tak perlu kamu, hari ini aku dapat jackpot dadakan nih...gimana kalau kamu bawa aku ke apartment kamu, biar aku yang masak untuk kita berdua." ucap Luna memberikan ide.

"Apa? Masak untuk kita berdua? Apa kamu yakin?" tanya Sagara memastikan.

"Tentu saja..."

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!