NovelToon NovelToon
Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Ekuilibrium:Antara Janji Dan Jarak

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Anime / Tamat
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: byyyycaaaa

"Di ruang sidang aku memenangkan keadilan, tapi di stasiun kereta, aku nyaris kalah oleh rindu."
Afisa Anjani bukanlah lagi gadis rapuh yang menangis karena diabaikan. Tahun 2021 menjadi saksi transformasinya menjadi associate hukum tangguh di Jakarta. Di sisinya, ada Bintang—dokter muda yang kehangatannya perlahan menyembuhkan trauma masa lalu Afisa.

Namun, saat janji suci diucapkan di tahun 2022, semesta justru memberi ujian baru. Afisa dipindahtugaskan ke Semarang untuk menangani kasus-kasus besar yang menguji integritasnya. Jakarta dan Semarang kini bukan sekadar nama kota, melainkan jarak yang menguji Ekuilibrium (keseimbangan) antara karier dan hati.

Di Semarang, Afisa berhadapan dengan dinginnya ruang sidang dan gedung Lawang Sewu, sementara di Jakarta, Bintang bergelut dengan detak jantung pasien di rumah sakit. Keraguan lama Afisa kembali muncul: Apakah Bintang akan bosan? Apakah cinta sanggup bertahan saat komunikasi hanya lewat layar ponsel ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon byyyycaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Suara lift yang berdenting menjauh menandakan Afisa dan Citra telah benar-benar meninggalkan gedung. Guntur menarik napas panjang, membiarkan keheningan kantor yang luas itu memeluknya. Ia tidak langsung pulang ke mess; ada sesuatu yang lebih mendesak daripada rasa kantuknya.

Ia kembali duduk di kursi kerja, menatap layar monitor yang memantulkan bayangan wajahnya yang tampak lelah. Jemarinya mulai menari di atas papan ketik, membuka kembali draf argumen hukum untuk kasus sengketa lahan yang menjadi prioritas Afisa.

"Jangan ada salah ketik," gumam Guntur, mengulang peringatan Citra tadi.

Bagi Guntur, malam ini bukan sekadar lembur biasa. Ini adalah penebusan dosa. Setiap kata yang ia ketik, setiap pasal yang ia bedah, adalah upayanya untuk membuktikan bahwa ia bukan lagi pemuda arogan sembilan tahun lalu. Ia ingin Afisa melihat bahwa pria yang dulu mengabaikan botol minum pemberiannya, kini adalah pria yang bisa ia andalkan untuk menjaga kariernya.

Pukul sebelas malam.

Guntur beranjak sejenak ke pantry kantor yang remang-remang. Ia menyeduh kopi hitam tanpa gula—rasa pahit yang menurutnya pantas ia cecap malam ini. Sambil menunggu air mendidih, pikirannya melayang pada sosok Afisa di apartemennya sekarang. Apakah dia sudah tidur? Apakah dia sedang memikirkan pertemuan mereka tadi, ataukah dia sedang tersenyum menatap pesan dari Bintang?

Guntur menggeleng cepat, mengusir pikiran itu. "Fokus, Guntur. Kamu di sini untuk bekerja, bukan untuk bermimpi."

Ia kembali ke meja dengan secangkir kopi panas. Ia mulai memeriksa detail terkecil dalam berkas itu: tanda baca, referensi yurisprudensi, hingga struktur kalimat agar sesuai dengan gaya bahasa Afisa yang tajam dan taktis. Ia tahu Afisa adalah lulusan terbaik UI, dan standar yang ia tetapkan pasti setinggi langit.

Pukul dua pagi.

Mata Guntur mulai memerah, namun semangatnya belum surut. Ia menemukan sebuah celah kecil dalam argumen lawan yang bisa dipatahkan dengan satu pasal spesifik tentang hukum agraria. Ia tersenyum tipis—sebuah senyum kepuasan profesional. Ia yakin, jika Afisa membaca bagian ini, dia akan terkesan.

"Aku akan jadi prajuritmu yang paling setia, Fis," batinnya sambil menguap kecil.

Di tengah kesunyian itu, Guntur sempat membuka laci mejanya, melihat sebuah foto kecil di dalam dompetnya—foto Bunda dan Mbak Tari. Demi mereka, dan demi harga diri yang ingin ia bangun kembali di mata wanita yang pernah ia hancurkan hatinya, Guntur memaksakan matanya tetap terbuka.

Ia tidak ingin menjadi beban bagi Afisa. Ia ingin menjadi alasan mengapa Afisa bisa tidur nyenyak karena tahu pekerjaannya berada di tangan yang tepat.

Guntur akhirnya tertidur di atas meja dengan tangan masih memegang tetikus, tepat saat azan subuh mulai berkumandang sayup-sayup dari kejauhan Kota Semarang. Draf itu sudah selesai, tersimpan rapi dengan nama file: FINAL_Argumen_Hukum_AfisaAnjani_RevisiGuntur.

Di bawah langit Jakarta yang masih pekat, Bintang melangkah keluar dari koridor ruang operasi dengan langkah yang berat. Masker bedah masih menggantung di lehernya, dan bau antiseptik yang tajam seolah menyatu dengan gurat lelah di wajahnya. Sebagai seorang ahli bedah, jam-jam panjang di bawah lampu operasi adalah makan siangnya, namun malam ini ada sesuatu yang membuatnya jauh lebih letih dari biasanya.

Ia merogoh saku jas putihnya, mengambil ponsel yang sejak tadi ia tinggalkan di loker. Layar menyala, menampilkan pukul empat pagi. Kosong. Tidak ada balasan pesan, tidak ada telepon balik dari Afisa.

Bintang menghela napas panjang, bersandar pada dinding koridor rumah sakit yang dingin. Rasa cemas mulai merayapi benaknya. Sejak Afisa pindah ke Semarang untuk memimpin cabang firma hukum di sana, mereka memang berkomitmen untuk saling memberi ruang, namun mengabaikan pesan hingga sesubuh ini bukanlah kebiasaan istrinya.

"Pasti dia sangat kelelahan karena ban bocor semalam," gumam Bintang, mencoba menenangkan hatinya sendiri.

Ia teringat suara Afisa di telepon tadi malam—suara yang terdengar sedikit bergetar, meski wanita itu berusaha menutupinya dengan ketegasan profesional. Bintang tahu ada sesuatu yang tidak beres, sesuatu yang lebih dari sekadar urusan ban mobil atau berkas yang tertinggal.

Tanpa membuang waktu lagi, jemarinya dengan lincah membuka aplikasi maskapai penerbangan. Ia memeriksa jadwal praktik dan operasinya untuk hari esok. Setelah memastikan ada celah di jadwalnya, ia langsung memesan tiket Jakarta-Semarang untuk besok sore.

"Aku harus menyusulmu, Fis. Aku tidak tenang membiarkanmu sendirian di sana kalau hatimu sedang tidak baik-baik saja," batin Bintang mantap.

Baginya, Afisa adalah pusat dunianya. Ia telah berjanji pada diri sendiri sejak hari pernikahan mereka bahwa ia akan menjadi pelabuhan terakhir bagi wanita itu, seseorang yang tidak akan pernah membiarkan Afisa merasa sendirian lagi seperti masa lalunya yang kelam.

Bintang memasukkan kembali ponselnya ke saku, lalu berjalan menuju ruang ganti. Rasa kantuknya seolah menguap, digantikan oleh tekad untuk segera menyelesaikan tugasnya di Jakarta agar bisa segera mendarat di Semarang. Ia tidak tahu bahwa di sana, di sebuah kantor yang sunyi, seorang pria dari masa lalu istrinya sedang tertidur lelah di atas meja kerja, menjaga draf yang akan menjadi penentu hari esok.

Di Jakarta, fajar mulai menyingsing, membawa Bintang satu langkah lebih dekat untuk menemui istrinya. Sementara di Semarang, Guntur baru saja akan memulai babak baru dalam hidupnya sebagai orang kepercayaan wanita yang kini telah menjadi milik pria lain.

1
falea sezi
oalah pak mati saat kau belum minta maaf ke orang yg kau sakiti
falea sezi
bintang kayak terobsesi
falea sezi
bintang g salah toh dia g tau apa yg di perbuat anak nya yg gila
falea sezi
baca novel malah mood berantakan hadeh
falea sezi
klo dia yg ngendalikan firma hukum dimana nafisa krja pasti dia tau nafisa fi pindah ke Semarang
falea sezi
lah lu aja perhatian amat ma mantan masih belom. move on ya aneh
falea sezi
anehh di ewe suami g mau maunya apa di ewe gunturheran y
falea sezi
sumpah fisa ini. bego
falea sezi
di sini yg goblok itu Nafisa
falea sezi
sama mantan kok baper pdhl bersuami be cwek oon sepanjang novel q baca di sini
falea sezi
siapa mau. punya istri g paham. kewajipan ngurus krjaan doank. mana krja luar kota terus mending jd perawan tua lu g usa nikah
falea sezi
istri egois demi karir rmh tangga lu bakal ancur
falea sezi
mending jd ibu rmh tangga lah ngorbanin karir demi rmh tangga jangan egois sok mau krja ujungnya rmh tangga berantakan kecuali suami mu g sanggup kasih nafkah baru deh qm krja
byyyycaaaa
iya bes sampai ketemu di cerita selanjutnya 🙏
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
tamat kah tor
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
gk lanjut tor
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
oke tor fita apa kabar tor
byyyycaaaa: Fita jadi guru di SMA negeri di bandung
total 1 replies
byyyycaaaa
nanti siang up lagi🙏
㉿ˢᵉˡˡᵒʷ͢🦢 Neng Anggun
lanju dong tor
byyyycaaaa
jangan dong,ntar nggak ada yang buat bintang sakit kepala 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!