NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Menyerah Mencintaimu!

Maaf, Aku Menyerah Mencintaimu!

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Dosen / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:819
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Denzel Shaquille memilih mencintai Leah Ramiro dalam sunyi. Sebagai asisten pribadi kakak Leah, Zefan, ia hanya sanggup menjadi sandaran lembut bagi sang mahasiswi akuntansi. Namun, Jeff Chevalier—dosen Leah yang posesif—datang mengklaim Leah dengan terang-terangan.
​Keadaan makin pelik saat sahabat Leah, Seraphina, mengejar cinta Denzel, sementara Zefan diam-diam memuja Seraphina. Terjebak dalam sandiwara demi tetap dekat dengan Leah, Denzel harus menyaksikan kehancuran hubungan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taktik Kuda Troya

Gedung perkantoran Ramiro Group yang menjulang tinggi di kawasan Sudirman biasanya menjadi simbol kekuatan dan stabilitas. Namun, di dalam ruang kerja utama yang berdinding kaca film gelap, Zefan Ramiro merasa seolah-olah fondasi gedung itu sedang digerogoti oleh rayap yang tak terlihat. Di hadapannya, setumpuk dokumen audit keuangan berserakan, menampilkan angka-angka berwarna merah yang menunjukkan defisit arus kas akibat kegagalan proyek di Kalimantan Timur bulan lalu.

Ketukan di pintu membuyarkan lamunannya. Sekretarisnya masuk dengan wajah tegang, mengumumkan kedatangan tamu yang tidak dijadwalkan namun mustahil untuk ditolak.

"Tuan Jeff Chevalier sudah menunggu di lobi, Pak. Dia bilang ini terkait 'solusi' untuk masalah vendor di proyek Balikpapan."

Zefan memijat pangkal hidungnya. Ia tahu bahwa setiap kali Jeff menawarkan "solusi", selalu ada harga yang harus dibayar—harga yang biasanya melibatkan adiknya, Leah. Namun, posisi perusahaannya saat ini benar-benar berada di ujung tanduk. Tanpa suntikan modal segera, Ramiro Group bisa dinyatakan pailit dalam hitungan bulan.

"Suruh dia masuk," gumam Zefan pelan.

Pintu terbuka lebar, dan Jeff Chevalier melangkah masuk dengan kepercayaan diri seorang penakluk. Ia mengenakan setelan jas buatan Italia yang harganya setara dengan gaji tahunan manajer menengah Zefan. Di belakangnya, seorang asisten membawa tas koper kulit yang tampak berat.

"Zefan, sobat lamaku," sapa Jeff dengan seringai yang tidak pernah mencapai matanya. "Kau tampak seperti pria yang baru saja memikul beban dunia di pundaknya. Kenapa tidak bilang kalau kau sedang kesulitan?"

Zefan berdiri, menjabat tangan Jeff dengan formalitas yang dipaksakan. "Dunia bisnis selalu punya pasang surut, Jeff. Aku hanya sedang menyesuaikan strategi."

"Strategi? Zefan, ayolah. Kita berdua tahu vendor-vendormu mulai menarik diri karena keterlambatan pembayaran," Jeff duduk di sofa kulit tanpa menunggu dipersilakan. Ia memberi isyarat pada asistennya untuk meletakkan koper di atas meja kopi. "Aku di sini bukan untuk merendahkanmu. Aku di sini untuk membantu. Aku punya proyek investasi besar—sebut saja 'Proyek Kuda Troya'—sebuah pembangunan superblok di Jakarta Utara yang nilainya triliunan rupiah. Aku ingin Ramiro Group menjadi mitra utama."

Zefan mengernyit. Tawaran itu terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Proyek superblok di lokasi strategis seperti itu biasanya diperebutkan oleh perusahaan raksasa nasional. Kenapa Jeff memberikannya secara cuma-cuma kepada perusahaan yang sedang goyah?

"Apa syaratnya, Jeff?" tanya Zefan langsung. Ia tidak punya waktu untuk berbasa-basi.

Jeff tertawa kecil, suara tawanya terdengar seperti gesekan logam yang dingin. "Syarat? Tidak ada syarat yang rumit. Aku hanya butuh jaminan bahwa manajemen operasional di bawahku memiliki akses penuh ke data keuangan pusatmu. Kita harus sinkron, bukan? Dan tentu saja, aku ingin koordinasi kita lebih personal."

Zefan menatap dokumen proyek yang dikeluarkan Jeff. Secara teknis, ini adalah penyelamat. Modal yang ditawarkan Jeff bisa menutupi semua utang vendor dan menghidupkan kembali proyek-proyek yang mangkrak. Namun, "akses penuh ke data keuangan" adalah taktik klasik untuk pengambilalihan secara paksa (hostile takeover). Jeff sedang mencoba menyusupkan dirinya ke dalam sistem saraf Ramiro Group.

"Kenapa kau begitu tertarik membantuku, Jeff? Kita tahu hubungan kita belakangan ini agak... tegang karena Leah," Zefan mencoba memancing.

Jeff menyandarkan punggungnya, matanya berkilat penuh kemenangan. "Justru karena Leah. Aku ingin dia melihat bahwa aku bukan hanya pria yang mengejarnya, tapi pria yang menyelamatkan warisan keluarganya. Aku ingin dia merasa aman bersamaku. Dan bicara soal Leah, aku juga ingin memastikan bahwa 'pengganggu' kecilmu—si asisten Denzel itu—tetap berada di jalurnya sendiri. Aku senang melihat dia sekarang sudah punya pacar, itu langkah yang bijak, Zefan. Sangat bijak."

Zefan terdiam. Ia menyadari bahwa tawaran bisnis ini adalah jebakan dua lapis. Pertama, Jeff ingin menguasai perusahaan. Kedua, Jeff ingin memastikan posisi tawarnya di depan Leah menjadi absolut. Jika Zefan menerima investasi ini, maka Leah secara moral akan merasa berutang budi kepada Jeff atas keselamatan keluarga mereka.

"Aku butuh waktu untuk meninjau ini dengan tim hukumku," ucap Zefan hati-hati.

"Tentu, tinjaulah. Tapi ingat, Zefan, vendor-vendormu tidak akan menunggu hukum. Mereka butuh uang minggu depan," Jeff bangkit, merapikan jasnya. "Oh, satu lagi. Sebagai tanda kemitraan awal kita, aku mengundangmu dan Leah ke acara Gala Tahunan Chevalier hari Jumat nanti. Aku ingin memperkenalkan Leah sebagai bagian dari 'lingkaran dalam' proyek ini."

Zefan merasakan firasat buruk yang sangat kuat, namun ia mengangguk. Ia merasa terjebak. Ia adalah seorang kakak yang ingin melindungi adiknya, namun ia juga seorang pemimpin yang harus menyelamatkan ribuan karyawannya.

Setelah Jeff pergi, Zefan memanggil Denzel melalui interkom. Tak sampai dua menit, Denzel sudah berdiri di depannya.

"Kau memanggil saya, Tuan?" tanya Denzel.

Zefan menyerahkan dokumen investasi Jeff kepada Denzel. "Baca ini. Jeff baru saja menawarkan Kuda Troya ke dalam rumah kita."

Denzel memindai dokumen tersebut dengan kecepatan yang terlatih. Matanya yang tajam segera menangkap klausul tentang akses data keuangan. "Ini bukan investasi, Tuan Zefan. Ini adalah invasi. Dia ingin mengunci pergerakan Anda secara finansial."

"Aku tahu, Denzel. Tapi aku tidak punya pilihan lain. Bank menolak pinjaman baru kita pagi ini," Zefan mengusap wajahnya dengan kasar. "Dan dia meminta Leah hadir di acaranya hari Jumat. Dia ingin memamerkan Leah sebagai trofinya."

Denzel mengepalkan tangannya di samping tubuh. Kemarahan yang dingin menjalar di nadinya. Ia melihat bagaimana Jeff menggunakan uang dan kekuasaan untuk memojokkan Leah ke sudut yang sempit. Sandiwara cintanya dengan Seraphina ternyata hanya memberikan sedikit ruang napas, karena sekarang Jeff menyerang dari sisi profesional.

"Jangan biarkan Nona Leah pergi sendirian, Tuan," bisik Denzel.

"Dia harus pergi, Denzel. Jika tidak, Jeff akan menarik tawaran ini dan kita akan hancur total," Zefan menatap Denzel dengan tatapan memohon. "Aku butuh kau tetap waspada. Teruslah berpura-pura dengan Seraphina. Pastikan Jeff tetap percaya bahwa kau bukan ancaman. Itu satu-satunya cara agar kau bisa tetap berada di dekat Leah tanpa dicurigai."

Denzel merasakan kepahitan yang luar biasa. Ia diminta untuk tetap menjadi "pacar ideal" Seraphina sementara wanita yang ia cintai secara perlahan diseret masuk ke dalam kandang singa oleh Jeff. Taktik Kuda Troya Jeff berhasil; ia telah menyusupkan ancaman ke dalam bisnis Zefan, dan kini ia menuntut upeti berupa kehadiran Leah.

"Saya akan melaksanakan tugas saya, Tuan Zefan," jawab Denzel dengan nada mekanis.

Setelah Denzel keluar, ia berdiri di koridor kantor yang sunyi. Ia merasa seperti sedang menonton kecelakaan kereta api dalam gerakan lambat, dan tangannya terikat untuk melakukan apa pun selain menonton. Ia merogoh ponselnya, melihat pesan masuk dari Seraphina yang menanyakan apakah mereka bisa makan malam bersama nanti.

Denzel mengetik balasan: "Tentu, Sera. Sampai jumpa nanti malam."

Setiap huruf yang ia ketik terasa seperti paku yang dipukul masuk ke peti mati perasaannya. Ia harus tetap bersama Seraphina untuk menjaga penyamarannya, sementara Leah harus tersenyum pada Jeff untuk menjaga perusahaan. Mereka berdua sedang dikorbankan di atas altar ambisi Jeff Chevalier.

Denzel menatap keluar jendela ke arah hiruk-pikuk Jakarta. Ia tahu bahwa hari Jumat nanti bukan sekadar pesta gala biasa. Itu adalah arena di mana Jeff akan mencoba menancapkan kuku-kukunya lebih dalam. Dan Denzel, meski harus bersembunyi di balik statusnya sebagai asisten dan kekasih Seraphina, bersumpah tidak akan membiarkan Kuda Troya itu membakar seluruh hidup Leah.

Pertempuran sesungguhnya baru saja dimulai, dan kali ini, musuh mereka memiliki senjata yang paling mematikan: ketergantungan ekonomi. Jeff Chevalier telah masuk ke dalam benteng mereka, dan sekarang ia siap untuk membuka pintu gerbang dari dalam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!