NovelToon NovelToon
The Mad Queen'S Secret

The Mad Queen'S Secret

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Satu tahun lalu, Michael—sang pewaris SM Corporation—diselamatkan oleh wanita bertopeng misterius berjuluk "Si Perempuan Gila". Terpaku pada mata indahnya, Michael berjanji akan memberikan apa pun sebagai balasan hutang nyawa.

Kini, Michael dipaksa menikahi Shaneen, putri konglomerat manja yang ia anggap membosankan dan lemah. Michael tidak tahu bahwa di balik sikap manja dan keluhan konyol istrinya, Shaneen adalah sang legenda bertopeng yang selama ini ia cari.

Permainan kucing dan tikus dimulai. Di siang hari ia menjadi istri yang merepotkan, namun di malam hari, ia adalah ratu kegelapan yang memegang nyawa suaminya sendiri. Akankah Michael menyadari bahwa wanita yang ia tidak sukai adalah wanita yang paling ia gilai?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fragmen Identitas yang Tercecer

Sebelum menuju Apartemen Shaneen.

Michael duduk di kursi belakang Rolls-Royce-nya, menatap lurus ke arah jendela yang dibasahi rintik hujan. Ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari Rans.

Pesan dari Rans:

"Tuan, pelacakan GPS dari transmisi yang dia gunakan menunjukkan sinyal terakhir berada di radius Apartemen Sektor 7. Itu gedung Nona Shaneen."

Michael mengepalkan tinjunya hingga buku jarinya memutih. "Tidak mungkin," desisnya. "Shaneen baru saja kukirimkan pesan dua jam lalu dan dia mengeluh kakinya lecet karena sepatu baru."

Namun, insting Michael tidak bisa berbohong. Bau nikotin di gaun semalam, ketenangan Shaneen saat minum wine dosis tinggi, dan sekarang laporan ini. Michael langsung memerintahkan supirnya, "Putar balik ke Apartemen Shaneen, sekarang!"

Langkahnya terburu-buru, dan bertapa terkejutnya dia saat mendapati Damian yang membuka pintu apartemen Shaneen.

"Selamat malam Tuan," sambut Damian.

"Apa yang kau lakukan di jam satu malam begini Damian?—bahkan dirumah tunanganku." Belum Damian menjawab, Michael langsung masuk menerobos begitu saja.

"Dimana Shaneen?" Ucapannya dengan nada sedikit meninggi.

Dan ya, lagi-lagi Shaneen satu langkah dihadapannya. Dia berjalan keluar dari kamarnya seperti tuan putri yang baru saja bangun karena tidurnya terganggu.

"Michael?"

Belum sempat menyelesaikan omongannya, Michael mencengkram dagu Shaneen dengan tatapan yang sulit dideskripsikan.

"Michael, tenanglah. Ada apa?"

"Darimana kamu? Katakan dengan jujur."

"Darimana? Kamu gak lihat aku baru saja keluar dari kamarku?" Dustanya.

"Oh ya? Terus apa yang dilakukan Damian tengah malam seperti ini di apartemen mu?"

Merasa terpojok, dan tidak tahu mau bicara apa lagi. Entah dorongan darimana Shaneen berani melakukan tindakan gila itu. Ya, dia mencium bibir Michael seperti orang yang sudah profesional, padahal itu adalah ciuman pertamanya.

Setelah Keluar dari Apartemen Shaneen. Michael melangkah keluar dari lift lobi apartemen dengan rahang yang mengeras. Ia masuk ke mobilnya dan membanting pintu. Suasana di dalam mobil mendadak mencekam. Ia memerintahkan supirnya untuk jalan tanpa tujuan, ia butuh waktu untuk berpikir.

Ia menyentuh bibirnya. Rasa pahit tembakau dari ciuman Shaneen tadi masih tertinggal, bercampur dengan manisnya stroberi yang kini terasa seperti racun yang mematikan.

Sialan, maki Michael dalam hati.

Pikirannya berputar liar, dua sisi yang Mustahil. Michael mencoba mencocokkan bayangan gadis kecil yang menangis karena jentikan dahinya dengan wanita dingin yang baru saja ia lihat di video. Bagaimana mungkin dua kepribadian yang bertolak belakang itu hidup dalam satu tubuh. Dan rasa cemburu pada Damian. Kehadiran Damian di apartemen itu jam satu pagi benar-benar membakar egonya. Michael menyadari bahwa Damian bukan sekadar CEO bayangan. Damian adalah orang yang memegang rahasia Shaneen—posisi yang seharusnya milik Michael sebagai calon suaminya.

Rasa Takjub yang Menakutkan. Michael merasa bodoh sekaligus terpesona. Dia selama ini merasa paling dominan, namun ternyata tunangannya sedang bermain catur di level yang bahkan Michael belum sempat antisipasi.

"Siapa sebenarnya yang kucintai?" gumam Michael pada kesunyian mobil.

Jika Shaneen adalah 'Perempuan Gila' itu, artinya selama ini Michael jatuh cinta pada musuhnya sendiri—atau lebih tepatnya, partner yang paling sempurna. Tapi rasa harga dirinya terluka karena Shaneen lebih memilih berakting manja daripada mempercayainya.

Kau merokok karena rindu ayahmu? Michael tertawa sinis sendirian. Bohong besar. Kau merokok untuk menenangkan sarafmu setelah membantai orang di dermaga, Shaneen.

Michael menatap ke luar jendela, ke arah lampu-lampu kota yang buram. "Kau pikir kau bisa terus bersembunyi di balik bau stroberi dan vanilla itu? Tidak. Jika kau ingin bermain peran, aku akan mengikutinya. Tapi jangan harap kau bisa lepas dariku setelah aku tahu harimau apa yang kau sembunyikan di balik kulit domba itu."

Michael mengambil ponselnya, mengetik pesan singkat untuk Rans, "Perketat pengawasan pada Damian. Jangan sampai dia tahu. Dan siapkan pengamanan ekstra untuk pesta pertunangan besok. Aku ingin setiap sudut gedung dipasang kamera sensor panas. Aku mau lihat... apakah 'Si Mawar' itu akan muncul lagi di pesta pertunangan ku nanti."

Michael menyandarkan kepalanya, memejamkan mata. Jantungnya berdebar kencang—bukan karena takut, tapi karena gairah berburu yang baru saja bangkit. Dia tidak lagi membenci perjodohan ini. Dia justru tidak sabar untuk menelanjangi semua rahasia Shaneen, satu per satu.

***

Di sebuah gudang tua yang tersembunyi di pinggiran kota, suasana mendadak mencekam. Suara barang pecah terdengar nyaring, disusul dengan teriakan kesakitan.

Don berdiri di depan meja kayu besar, wajahnya merah padam karena amarah. Di depannya, dua anak buahnya bersujud dengan tubuh gemetar. Di atas meja, koper perak yang mereka banggakan kini terbuka, namun isinya hanya tumpukan sampah digital yang terus mengeluarkan bunyi beep tanda pelacakan.

"Bodoh! Tidak berguna!" Bentak Don sambil menendang salah satu anak buahnya hingga tersungkur. "Kalian bilang misinya berhasil? Kalian bilang chip itu sudah di tangan? Tapi apa ini?!"

Salah satu anak buahnya memberanikan diri bicara dengan suara bergetar. "T-tuan... semuanya terjadi begitu cepat. Lampu padam, dan dalam hitungan detik, dia muncul. Dia bergerak seperti bayangan..."

"Dia siapa?!" Don mencengkeram kerah baju anak buahnya, mengangkatnya hingga kaki pria itu menggantung. "Michael Miguel tidak punya kemampuan seperti itu! Dia hanya seorang CEO yang sibuk dengan angka dan tunangan manjanya! Jadi katakan padaku, siapa orang yang selalu melindungi nyawa Michael di kegelapan?!"

Don menghempaskan anak buahnya ke lantai. Ia mulai berjalan mondar-mandir, napasnya memburu. Pikirannya berputar pada setiap kegagalan yang ia alami selama enam bulan terakhir.

Setiap kali ia mengirim pembunuh bayaran untuk menghabisi Michael, mereka berakhir menjadi mayat tanpa identitas. Setiap kali ia mencoba menyabotase bisnis SM Corporation dan Tizon Tech & Property, selalu ada "tangan gaib" yang membalikkan keadaan.

"Ada seseorang di belakang Michael," gumam Don, suaranya kini merendah namun penuh ancaman. "Bukan pengawal biasa. Bukan tentara bayaran murahan. Sosok ini sangat terlatih, sangat cepat, dan selalu selangkah di depan kita."

Don menatap layar monitor yang menampilkan rekaman buram tentang 'Wanita Bertopeng Mawar'. "Wanita ini... dia bukan bagian dari SM Corporation. Dia muncul hanya untuk melindungi Michael. Siapa dia? Apa hubungannya dengan Michael?"

Don mengepalkan tangannya hingga urat-uratnya menonjol. "Kalau aku tidak bisa menyentuh Michael secara langsung, aku harus menemukan siapa 'pelindung' ini. Cari tahu setiap wanita yang berada di radius Michael Miguel. Aku tidak peduli apakah itu sekretarisnya, pelayannya, atau bahkan si tunangan manja dari keluarga Tizon itu!"

"Tuan, apakah maksud Anda Nona Shaneen?" Tanya asisten pribadinya.

Don tertawa sinis. "Gadis manja yang hobinya belanja itu? Tidak mungkin. Tapi, periksa semua akses keluar masuk di sekitarnya. Aku ingin tahu siapa yang disembunyikan Michael di balik ketiaknya. Siapapun yang melindungi nyawa Michael... dia adalah orang pertama yang harus aku hancurkan sebelum aku memenggal kepala Michael di pesta pertunangannya besok!"

Don mengambil sebuah foto Michael dan Shaneen yang sedang bermesraan di restoran. Ia menusuk wajah Michael di foto itu dengan pisau lipatnya.

"Pesta pertunangan besok akan menjadi pemakaman yang sangat megah, Michael. Kita lihat saja, apakah pelindungmu itu bisa menyelamatkanmu saat seluruh gedung yang kau sewa meledak berkeping-keping."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!