Kalandra Wiranata adalah seorang Petugas Pemadam Kebakaran yang bertugas di sebuah Kota kecil.
Kota tempat tinggalnya itu terletak cukup strategis karena tepat berada di tengah - tengah dari lima Kabupaten di Provinsi itu.
Karena tempatnya yang strategis, Timnya kerap kali di perbantukan di luar dari Kotanya.
Timnya, bukan hanya sekedar rekan kerja. Mereka sudah seperti keluarga kedua yang di miliki oleh Kalandra.
Karna sebuah kejadian, Kalandra pun di pertemukan dengan seorang wanita yang ternyata merupakan jodohnya.
Selain perjalanan karir dan cinta, ada sebuah rahasia yang akhirnya terungkap setelah selama ini selalu membuatnya penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Cemburu
"Gilaa! Lihat deh Petugas Damkar itu. Ganteng banget, sumpah!"
"Kenapa jadi Petugas Damkar, sih? Jadi Artis juga laku keras pasti."
"Fix, gue fansnya. Cus, cari media sosialnya."
"Gak bisa di lewatin banget. Pesonanya itu loh, bikin meleleh."
"Bener - bener meresahkan banget rombongan Damkar yang kesini, apa lagi yang satu itu. Kayaknya pemimpinnya deh."
Begitulah suara kaum hawa yang ada di Kampus. Mereka semua heboh dengan pesona anggota Damkar yang masih muda - muda itu. Terutama Kalandra yang paling mencolok.
Banyak Mahasiswi yang menyapanya atau tersenyum - senyum menggoda pria itu ketika ia dan rekan - rekannya berada di Universitas.
"Na, kamu udah liat petugas Damkar yang dateng di taman?" Tanya salah satu teman Naina yang di jawab anggukan oleh Naina.
"Itu anggota SAR yang waktu itu nyelametin kamu, kan?" Tanya teman Naina yang juga hilang bersama Naina waktu itu.
"Iya." Jawab Naina.
"Jadi kamu kenal, Na? Gak mungkin gak kenal kan?"
"Gilaa! Ganteng banget, Na. Kamu tau gak namanya? Pasti tau, kan?"
Teman - teman Naina pun heboh mengintrogasi gadis cantik itu. Mereka terus mendesak Naina, menanyakan nama pria tampan itu.
Naina tentu merasa jengah, meski begitu, ia tetap memberi tau nama pria itu tanpa memberi tau bagaimana hubungan mereka tentunya.
"Namanya Kalandra. Kalandra Wiranata." Jawab Naina.
"Rumahnya di mana? No hapenya, tau gak? Atau akun sosmednya deh." Tanya teman - teman perempuan yang tiba - tiba mengerubungi mejanya.
"Ih, ya mana aku tau. Tau namanya juga karena lihat di name tagnya." Jawab Naina yang merasa kesal sendiri.
"Kalandra Wiranata, ya. Ok, thanks ya." Ucap temannya. Mereka pun sibuk dengan ponsel mereka, tentu mencari informasi mengenai pria bernama Kalandra Wiranata itu.
Naina sendiri hanya bisa mendengus kesal melihat bagaimana teman - temannya itu sangat antusias mencari informasi tentang Kekasihnya.
"Awas aja ya, Bang. Kalo sampe Abang ngeladenin mereka, aku jorokin Abang dari puncak Gunung." Batin Naina yang jadi sewot sendiri.
Ia pun membuka ponselnya, kemudian mengetikkan sesuatu di layar ponselnya, sebelum kembali mematikan ponsel itu.
...****************...
"Kenapa sih, Na?" Tanya Kalandra sambil mengusap kepala Naina.
Tak langsung menjawab, gadis cantik itu menyeruput lemon tea pesanannya hingga tandas sambil melirik Kalandra dengan wajah kesal.
Kalandra sendiri tentu mengetahui jika Naina sedang tak baik - baik saja. Semua sudah tergambar jelas dari wajah cantik gadisnya.
Ya, kini mereka berada di sebuah Kafe. Keduanya memang sudah berencana untuk ngedate sore ini. Seusai Kalandra bekerja tentunya.
"Hey. Kenapa, Sayang? Coba bilang sama Abang." Kata Kalandra yang kemudian menyingkirkan gelas di depan Naina.
"Kesel banget sama cewek - cewek itu. Segitunya banget pingin tau tentang Abang." Jawab Naina pada akhirnya.
"Siapa, Sayang?" Tanya Kalandra dengan lembut. Ia pun menahan tawanya melihat ekspresi kesal Naina.
"Ya itu, cewe - cewe di Kampus. Termasuk temen - temenku juga. Mereka maksa aku buat kasih tau nama Abang, akun sosmed Abang, bahkan ada yang minta momor hape Abang." Cerita Naina.
"Ooh, jadi ini yang bikin kamu kesel?" Tanya Kalandra yang kemudian tertawa.
"Kok Abang malah ketawa sih? Seneng banget jadi topik terhangat cewek - cewek di Kampus?" Cicit Naina.
"Bukan, Na. Abang ketawa karena lucu aja lihat kamu yang tiba - tiba kesel dan sewot gini." Kata Kalandra di sela - sela tawanya.
"Biarin aja, lah, gak usah di pikirin." Kata Kalandra.
"Seneng banget ya, jadi idola kaum hawa." Sinis Naina.
"Emang kamu gak seneng? Di antara sekian banyak cewek dan ibu - ibu yang mengidolakan Abang, cuma kamu loh pemenangnya, Na." Kata Kalandra sambil menatap Naina. Tentu dengan tatapan menggoda.
"Ish! Abang aja gak ngerti. Mereka pasti stalking akun Abang. Terus, gak lama lagi pasti bakal rame pesan masuk dari mereka yang godain Abang." Omel Naina.
"Aduh, bahagia banget rasanya." Kata Kalandra yang kembali terkekeh. Naina pun langsung menatap Kalandra dengan tatapan kesal setelah mendengar ucapan Kalandra.
"Bahagia banget karena di cemburuin pacar spek Bidadari Kampus ini. Perlu di siram air gak, biar dingin?" Goda Kalandra sambil menjawil hidung Naina.
"Sumpah, ya! Ngeselin banget orang satu ini." Kesal Naina sambil memukul lengan Kalandra.
"Gak perlu, aku udah abis es satu gelas besar tuh." Imbuh Naina yang kembali membuat Kalandra merasa gemas.
"Abang dapet istilah dari mana itu, Bidadari kampus?" Tanya Naina kemudian.
"Ya dari anak di Kampusmu lah, Na. Dari mana lagi?" Jawab Kalandra.
"Bidadari Kampus ini kan terkenal di antara para kaum Adam yang ada di Kampus. Walaupun sulit di gapai, tapi tetep punya pemuja tersendiri." Kata Kalandra yang membuat Naina membelalakkan mata.
"Abang! Geli banget dengernya." Kata Naina yang kembali membuat Kalandra terkekeh.
Saat bersama Naina, Kalandra bisa lebih banyak tertawa. Pria dingin yang biasanya sangat cuek dan kaku bak kanebo kering itu, mendadak berubah jika sedang bersama kekasihnya.
"Minggu depan, sidang skripsi kan?" Tanya Kalandra.
"Iya, Bang. Doain ya, mudah - mudahan lancar." Kata Naina yang di jawab anggukan oleh Kalandra.
"Fokus aja ke sidang skripsi, gak usah pikir yang lain - lain. Abang setia kok, orangnya." Kata Kalandra yang kemudian menyeruput es latte yang baru datang.
"Wah! Bener - bener ya, bikin jadi gerah lagi. Hampir lupa loh tadi, malah diingetin lagi." Omel Naina yang kemudian menarik gelas Kalandra yang meminum es latte milik pria itu.
"Stop! Jangan banyak - banyak minum esnya. Gak lucu kalau sakit menjelang sidang skripsi." Kata Kalandra yang kemudian menarik lagi gelasnya.
"Kalau masih panas, Abang telfonin temen - temen, suruh bawa mobil Damkar ke sini, buat madamin cemburu." Goda Kalandra lagi.
"Haiis! Emang bener ternyata. Di balik sabarnya anak sulung, ada anak kedua yang selalu jadi penguji kesabaran." Cicit Naina yang membuat Kalandra kembali terkikik.
Pria tampan itu kemudian melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Udah izin sama Ayah dan Bunda kalau mau pergi sepulang Kuliah?" Tanya Kalandra.
"Udah. Kata Bunda, Abang juga udah chat Bunda kalau mau ajak aku main." Jawab Naina.
"Abang kenapa selalu tertib banget sih, masalah ini?" Tanya Naina.
"Harus lah, Na. Biar Ayah sama Bunda gak khawatir di rumah, apa lagi kamu anak perempuan. Seenggaknya, beliau berdua tau, harus kemana nyari kamu kalau kamu gak ada kabar." Jawab Kalandra.
"Padahal, aku sering gak izin sama Bunda kalau mau main setelah ngampus." Kekeh Naina.
"Ck! Hilangin kebiasaan yang kayak gitu. Awas aja kalo sampe Abang tau, kamu pergi - pergi tanpa izin ke Ayah atau Bunda." Ancam Kalandra.
"Emang kenapa?" Tanya Naina.
"Abang culik kamu, terus Abang seret ke KUA." Jawab Kalandra sambil tertawa.
"Ish! Tau gitu, tadi aku gak usah izin sama Bunda. Biar di seret ke KUA." Sahut Naina yang ikut tertawa.
"Ayo, kita jalan." Ajak Kalandra.
"Mau kemana emangnya, Bang?" Tanya Naina.
"Ketemu keluarga Abang." Jawab Kalandra yang langsung membuat Naina membulatkan matanya.
yg crita stunya ko serem sih thor..
doble up donk