NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku, Tuan Jason

Lepaskan Aku, Tuan Jason

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO Amnesia / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / Romansa Fantasi / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.

Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.

Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.

Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13| Kau Begitu Jauh

Ara kini sedang menunggu Nara yang masih belum selesai dengan pekerjaannya, ia memilih menunggu di lobby daripada di divisi Nara. Sebab Ara sudah penat melihat tumpukan kertas dan suara komputer yang sedang beroperasi, ia ingin menenangkan pikirannya untuk beristirahat sejenak, sebelum ia mengatakan semuanya kepada Nara.

Ara tahu ia tidak akan baik-baik saja setelah jujur kepada Nara.

“Ara kau pasti bisa menjelaskannya tanpa membuat Nara kecewa, Nara maafkan aku yang tidak mengatakan ini dari awal,” gumam Ara sambil meremas tas yang di pangku olehnya.

“ARA!” pekik Nara mengejutkannya, Ara langsung bangkit dari duduknya dan menunggu Nara yang sedang berlari ke arahnya.

Senyum lebar dari Nara membuat Ara semakin di landa rasa bersalah.

“Kau sudah lama menungguku?” tanya Nara setelah sampai di hadapan Ara.

“Tidak,” jujur Ara.

“Ya sudah, yuk! Kita beli makan dulu sebelum ke apartemenku!” seru riang Nara membuat Ara menggelengkan kepalanya dan mengikuti langkah Nara menuju mobilnya yang terparkir.

...***...

“Kau yakin akan menghabiskan itu semua?” tanya Ara saat Nara kembali membawa lima kantong makanan, Ara menggelengkan kepalanya melihat tingkah teman yang sekaligus sahabat satu-satunya itu.

“Ara, aku sangat lapar dan besok adalah hari libur, jadi aku ingin memanjakan tubuhku. Tenang saja, kau juga ku belikan, tapi hanya satu bungkus,” jelas Nara.

“Terserah kau saja,” acuh Ara, ia sedang membalas pesan dari Marten dan ia juga cukup terhibur dengan candaan yang dikirim lelaki itu.

“Kau kenapa? Ah—aku tahu! Kau sedang kasmaran ya?” goda Nara membuat Ara terdiam dan menatapnya jengkel.

“Jangan sembarang!” kesal Ara, tapi di abaikan oleh sahabatnya itu. Nara masih terus menggodanya sampai mereka sampai di apartemen Nara.

“Sudah cukup!” geram Ara membuat Nara menahan tawanya yang sejak tadi tak berhenti, sampai beberapa penghuni apartemen menatapnya aneh.

“Iya-iya aku berhenti,” ucap Nara dan mereka mulai memasuki lift.

Mereka berdua sampai di lantai tempat Nara tinggal, Nara masih heboh dengan makanannya. Ara menghentikan langkahnya saat kedua matanya menangkap sesosok yang di lihatnya di restoran tadi siang. Dua orang yang sama.

“Kau kenapa?” tanya Nara yang mengalihkan padangannya menuju objek yang di lihat Ara. Nara mengerjap dan menepuk pelan pundak Ara.

“Itu kan tuan Jason!” bisik Nara yang di balas anggukan lemas dari Ara.

“Itu bukannya kekasih tuan Jason yang dibawa ke kantor waktu itu?” tanyanya lagi, namun Ara tidak menjawabnya.

Ara menatap lurus Jason yang baru memasuki unit apartemen yang Ara yakini adalah milik Heori, tak terasa air matanya mulai merembes keluar dan ia tetap terdiam kaku di tempat.

“Ara kau kenapa?” panik Nara saat melihat Ara menangis dengan suara isakan yang mulai terdengar.

Nara segera menarik Ara untuk masuk ke dalam apartemennya, ia menunggu Ara tenang untuk menanyakannya lagi. Cukup lama Ara menangis dan kini ia sudah mulai tenang dengan segela air yang di berikan Nara.

“Coba kau ceritakan kepadaku! Kenapa kau menangis seperti tadi?” tanya lembut Nara.

“Nara, maafkan aku,” lirih Ara dan Nara menariknya ke dalam pelukannya, ia juga ingin menangis melihat betapa rapuhnya sahabatnya itu.

“Kau tidak perlu meminta maaf, aku tahu ada alasan yang harus kau simpan,” ujar Nara.

“Kenapa kau menangis seperti itu?” tanyanya lagi, Ara menatap sahabatnya itu dan ia menghirup napas dalam-dalam sebelum menceritakan semuanya kepada Nara.

“Aku tidak sanggup melihat Jason dengan kekasihnya,” jelas Ara membuat Nara mengernyit bingung.

Ia menggenggam tangan Ara untuk memberinya kekuatan untuk bercerita.

“Maaf aku baru menceritakan ini kepadamu dan aku mohon kau jangan memotongnya sampai aku benar-benar selesai bercerita,” pinta Ara yang di balas anggukkan oleh Nara.

“Aku dan Jason sudah menikah dan pernikahan kami sudah berjalan hampir satu bulan. Tapi, pernikahan kami adalah perjodohan di antara kedua orang tua kami. Oleh sebab itu Jason sangat membenciku dan selalu bersikap kasar kepadaku, tapi aku tidak bisa membencinya walaupun dia selalu menyakitiku. Aku sudah jatuh cinta kepadanya dan itu membuatku menjadi orang bodoh yang buta dengan semuanya, kau boleh marah kepadaku, karena tidak memberitahumu dari awal,” ujar Ara dan sahabatnya itu terdiam.

Ara tahu Nara akan marah kepadanya dan ia sangat siap jika Nara akan membenci dirinya. Ara sudah tidak bisa menahannya lagi, ia tidak bisa menyembunyikannya ini lagi.

“Ara lihat aku!” perintah Nara dengan suara datarnya, ia melihat ada kilatan kecewa di wajah Nara. Tapi, itu tidak berlangsung lama. Nara kini mengembangkan senyumannya dan mengusap pelan pundaknya.

“Kau tidak perlu berpikir aku akan marah kepadamu! Tapi, aku sangat marah kepada suamimu itu! Apa salahnya sih kalau pernikahan kalian didasari oleh perjodohan? Apakah dia tidak melihatmu yang begitu cantik dan sangat jauh di bandingkan kekasihnya itu? Aku yakin kedua mata suamimu itu masih tertutup debu hingga tidak sadar mana yang baik dan buruk,” Nara tidak bisa menahan amarahnya, bahkan napasnya sampai memburu... karena sangat emosi dengan tingkah Jason.

“Kau tahu? Saat aku mendengar ceritamu tentang sikap kasarnya, aku jadi ragu kalau dia lelaki sejati atau bukan? Kalau dia lelaki sejati tidak seharusnya dia menyakiti perempuan. Dan yang aku herankan darimu adalah kenapa kau bisa jatuh cinta kepadanya? Apakah tidak ada lelaki lain yang kau cintai? Iya sih, memang dia sangat tampan. Tapi, sikapnya itu membuat ketampanannya tertutup,” ujar Nara.

Ara tersenyum dan mengeluarkan sesuatu dari tasnya, ia mengambil dompetnya dan mulai membukanya. Ia mengambali sesuatu yang terselip di kartu-kartunya, ia menunjukkannya kepada Nara.

Awalnya Nara menatap bingung, tapi setelah Ara menunjukkan sebuah tulisan kecil di sana Nara membekap mulutnya tak percaya, matanya mulai berkaca-kaca.

“Ara!” gumam Nara dan Ara hanya menganggukkan kepalanya.

“Maafkan aku,” sesal Nara yang di balas gelengan cepat.

“Tidak! Kau memang tidak tahu ini dari awal, karena aku memang belum mengatakan semuanya kepadamu,” jujur Ara.

“Dia terlalu jauh, sehingga aku begitu kesulitan untuk menggapainya lagi,” gumam Ara.

“Kenapa kau tidak melakukan sesuatu agar Jason bisa menyadari perasaanmu?” saran Nara membuat Ara sedikit tertarik, ia mengembangkan senyumannya saat mendengar saran-saran yang di berikan oleh Nara.

Ara mulai bertekad untuk membuat Jason menyadari perasaannya dan tidak semakin jauh untuk di gapai olehnya.

Ara akan mencoba saran dari sahabatnya itu, meskipun ia sendiri tidak tahu akan berhasil atau tidak.

Setidaknya, Ara sudah mencoba dan berjuang sesuai kemampuannya. Serta hatinya yang bisa sampai mana untuk bertahan.

Bersambung...

1
Piyah
ara lebayy
Mita Paramita
jason lagi akting baik yaaa🤨 curiga ada udang dibalik batu 🤣🤣🤣
Piyah
lanjut
Piyah
dialognya kurang banyak
Ara putri
mampir kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!