NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Setelah Tewas Bersama Istri

Terlahir Kembali Setelah Tewas Bersama Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu / Keluarga
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Leon Messi

Setelah hidup lontang-lantung selama separuh hidupnya, Denzel Bastian mengacaukan kehidupannya dengan tangan sendiri. Dia kehilangan istri dan ketiga anak kembar untuk selamanya. Hingga saat berada dalam lautan api, istri yang sudah bercerai bertahun-tahun dengannya tanpa ragu menerjang masuk ke kobaran api untuk mati bersamanya.

Denzel pun sadar, ternyata istrinya begitu mencintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

Bab 24 Fiona Si Penggemar Uang

Di dalam rumah.

Di atas meja persegi, Fiona mengeluarkan uang seratus ribu rupiah dari kantong dengan tangan kiri, kemudian disusun di tangan kanannya. Dia pun berkata kepada Denzel, "Jadi maksudmu, semua uang ini adalah komisi dari hasil penjualan stroberi untuk temanmu di luar negeri?"

"Iya, dia ingin mencoba pasar di luar negeri. Selain hubungan yang dekat, Dia juga tahu bahwa aku tidak dalam situasi yang baik sekarang. Jadi, dia memberikan tugas yang menguntungkan ini kepadaku."

Fiona sedikit mengernyit dan melihat dua kantong besar uang di atas meja. Kedua matanya sedikit membelalak, dia lalu menatap Denzel

Dengan curiga dan bertanya, "Serius? Kamu yakin ini bukan hasil dari menang judi, 'kan?"

Denzel berpura-pura tidak senang.

"Kenapa aku harus berbohong padamu? Lagi pula, lusa akan masuk yang baru.

Kalau tidak percaya, kamu bisa ikut denganku untuk melihatnya."

Lupakan yang lain, Denzel harus menipu Fiona dulu.

Setelah mendengar ucapan Denzel dan ekspresinya yang serius, Fiona pun merasa lega. Dia menghela napas ketika melihat dua kantong uang besar di atas meja, lalu berkata, "Bisnis ini menguntungkan sekali."

Sambil menghela napas, Fiona mulai mengeluarkan satu per satu lembar uang dari dalam kantong dan ditumpuk ke tangan satu lagi. Kedua matanya terus berbinar.

Selama dua kali kehidupannya,

Denzel pertama kali melihat ekspresi Fiona yang begitu bersemangat.

Kenapa dia semakin merasa kalau Fiona adalah penggemar uang?

Tak lama kemudian, Fiona sudah mengeluarkan semua uang seratus ribu rupiah dari dalam kantongnya dan ditumpuk dengan tinggi. Setelah itu, Fiona memegang tumpukan uang dengan tangan kanan, lalu mulai menghitung uang dengan terampil di hadapan Denzel yang terkejut.

Whoosh!

Denzel melihat Fiona menghitung uangnya dengan cepat, mata Denzel bahkan tidak bisa mengikutinya.

Denzel tidak pernah menyangka Fiona dapat menghitung uang dengan begitu terampil.

Dalam waktu kurang dari satu menit, Fiona selesai menghitung uang seratus ribu rupiah di tangannya, lalu dengan rapi menumpuknya ke samping.

Setelah itu, Fiona mulai mengobrak-abrik kantong plastik untuk mengumpulkan uang lima puluh ribu rupiah. Tatapan matanya masih penuh dengan semangat.

Seluruh auranya berbeda dengan Fiona yang biasanya. Suasana hati Fiona benar-benar sudah membaik.

Denzel yang tak berdaya pun bertanya kepada Fiona, "Apakah kamu suka menghitung uang?"

Sambil mengobrak-abrik kantongnya, Fiona menjawab, "Tentu saja suka!"

Terutama uang yang diperoleh Denzel.

Denzel menghasilkan uang, itu

Artinya Denzel sudah mulai berubah.

Sepertinya tidak lama lagi, orang tua Fiona akan merestui menantunya itu dan mereka tidak akan memaksa Fiona bercerai dengan Denzel.

Ketika Fiona berbicara, dia sama sekali tidak memandang Denzel. Dia terus mencari dengan saksama uang lima puluh ribu rupiah.

Hal ini membuat Denzel tak berdaya.

Sepertinya Fiona memang penggemar uang.

Namun, semua uang di atas meja hanya sekitar dua puluh juta rupiah lebih.

Bagi Nona Besar Keluarga Glory, uang seperti itu tidak ada apa-apanya.

Kalau Fiona benar-benar menyukainya, dia pasti sudah pulang bersama orang tuanya untuk menjadi

Nona Besar Keluarga Glory. Fiona bisa menghitung uang setiap hari di rumah.

Fiona sudah memilih untuk tinggal bersamanya. Jadi, Denzel harus lebih berusaha keras untuk menghasilkan uang. Dia harus membuat Fiona bisa menghitung uang setiap hari di rumah dan mengubah kehidupan mereka.

Denzel harus membuat orang tua Fiona merestui menantu ini.

Hanya dalam beberapa menit, Fiona mengeluarkan semua uang di dalam kantong plastik, hanya menyisakan dua kantong kosong di atas meja.

Fiona sudah memilah dan menumpuk uang dengan rapi di atas meja. Dia menatap Denzel dengan mata berbinar dan berkata, "Totalnya dua puluh tiga juta tujuh ratus tiga puluh ribu rupiah! Denzel, kamu sangat hebat!"

Denzel tersenyum dan melihat uang kertas yang terlipat rapi di atas meja.

Hitungnya cepat sekali. Kamu sudah menghitungnya dengan benar, 'kan?"

Fiona berkata dengan tegas, "Aku mungkin saja salah dengan yang lain, tetapi aku tidak mungkin salah menghitung uang."

Denzel tersenyum bahagia sambil menatap Fiona dan berkata, "Aku serahkan semua uang itu kepadamu."

Fiona sedikit tertegun dan berbalik menatap Denzel dengan tidak percaya.

"Kamu, apakah kamu ingin memberikan semuanya padaku?"

Denzel tersenyum dan mengangguk.

"Iya. Semuanya untukmu. Mulai sekarang, aku akan memberikan semua uang hasil pendapatanku kepadamu."

"Kalau begitu, aku akan mengambilnya."

Fiona juga tidak menunda, dia

Segera mengulurkan tangan untuk mengambil semua uang di depannya. Dia mulai memasukkan uang ke dalam kantong plastik, karena takut Denzel akan menyesalinya.

Fiona juga tidak yakin apakah Denzel akan pergi berjudi atau tidak.

Kalau Denzel sudah berinisiatif untuk menyerah uangnya, Fiona tentu saja harus menyimpannya dengan baik.

Melihat Fiona yang memasukkan uang ke dalam kantong dengan semangat, Denzel pun tersenyum dan berkata, "Kita sudah punya uang sekarang, besok aku akan membawamu untuk pemeriksaan janin."

Fiona berhenti sejenak. Setelah ragu, dia menggertakkan gigi dan berkata, "Baiklah. Aku juga tidak ingin bonus kehadiran penuh bulan ini. Besok aku akan izin untuk pergi pemeriksaan janin."

Setelah hamil beberapa bulan, Fiona juga sebenarnya khawatir dengan perkembangan janin di dalam perutnya.

Hanya saja biaya pemeriksaan dan biaya perjalanan ke kota kabupaten tidak murah. Fiona juga harus kerja. Jadi, dia terus menundanya sampai sekarang.

Mereka sudah punya uang sekarang. Jadi, dia bisa izin kerja untuk pergi melakukan pemeriksaan.

Namun, ketika Denzel mendengar kata "izin" dari mulut Fiona, dia pun mengerutkan keningnya. Denzel berkata dengan kesal, "Bukankah kita sudah sepakat kamu tidak perlu bekerja lagi? Izin apaan?"

Fiona mengikat simpul di kantong plastik sambil berkata, "Aku tidak boleh mengundurkan diri, karena masih ada sumber pendapatan tetap. Kalau kita terus bekerja keras, kita bisa mendapatkan banyak uang untuk

Mengubah kehidupan kita, bukan?"

"Tidak bisa, kamu tidak boleh bekerja lagi. Aku juga bisa menghasilkan uang sekarang," tolak Denzel.

Fiona sedikit mengernyit dan berkata, "Tapi, kamu belum stabil...'

Melihat ekspresi Denzel yang menjadi galak, Fiona langsung mengecilkan suaranya. Namun, dia tetap bersikeras tidak ingin mengalah.

Denzel juga sadar sikapnya terlalu keras dan segera menenangkan dirinya.

Sambil melihat ke arah Fiona, Denzel berkata dengan lembut, "Aku akan mencoba stabil secepat mungkin, kamu harus percaya padaku, ya?"

Fiona mendongak, lalu menatap Denzel dengan tatapan polos dan penuh harap. Dia lalu berkata, "Setelah kamu stabil, aku akan segera mengundurkan diri."

Denzel terdiam.

Setelah berdebat beberapa saat, Denzel sudah menghabiskan segala cara untuk membujuk Fiona, tetapi dia tetap kalah. Mereka akhirnya sepakat bahwa Fiona akan bekerja beberapa waktu lagi. Setelah Denzel sudah stabil, Fiona pun akan mengundurkan diri.

Denzel juga mengerti pemikiran Fiona. Fiona masih belum yakin dengan Denzel dan cara Denzel menghasilkan uang. Jadi, Fiona tidak boleh mengundurkan diri begitu saja.

Setelah Fiona selesai melakukan pemeriksaan janin, Denzel harus segera mempercepat pekerjaan untuk menghasilkan uang.

Setelah selesai berbicara tentang pekerjaan Fiona, suasana di dalam ruangan menjadi sedikit tertekan.

Fiona diam-diam menyerahkan uang empat ratus ribu rupiah kepada Denzel, lalu berdiri sambil berkata, "Aku akan masuk ke kamar untuk menyembunyikan uangnya. Oh bukan, maksudku menyimpan uangnya. Kamu tunggu di sini saja."

Denzel tersenyum tak berdaya, dia menerima uang yang diberikan istrinya sambil mengangguk. "Baiklah, setelah selesai, kita akan pergi ke kota untuk membeli makanan."

"Iya."

Setelah menjawab, Fiona pun membawa dua kantong uang itu ke dalam kamar.

Denzel menyimpan uangnya ke dalam saku. Lalu mendongak ke arah Fiona yang sudah masuk ke dalam. Denzel pun mengerutkan keningnya ketika melihat Fiona sedang diam-diam memperhatikannya.

"Huh! Fiona, apakah kita tidak bisa saling percaya? Apakah aku termasuk orang yang akan mengintip?"

"Uang ini tidak sedikit. Aku harus menjaganya agar kamu tidak menggunakannya ke tempat judi."

Fiona sudah masuk ke dalam dan terdengar suaranya dari dalam.

Denzel benar-benar ingin menangis.

Namun, hal itu bukan salah Fiona juga. Denzel sudah berulang kali mencuri uang simpanan Fiona. Jadi, Fiona pasti akan takut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!