NovelToon NovelToon
Puteri Sampah Yang Berubah

Puteri Sampah Yang Berubah

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Mei Lin yang seorang agen mata mata terpaksa harus bunuh diri ketika tertangkap oleh Wang Yu, seorang Jenderal polisi negara x.

Namun , bukan nya mati, Mei Lin justru terperangkap ke dalam tubuh milik Bai Hua. Bai Hua adalah gadis lemah yang membutuhkan kursi roda untuk berjalan. Ia diejek oleh seluruh keluarga nya karena menjadi sampah. Bai Hua juga harus menikah dengan Pangeran Idiot!

Bagaimana jika jiwa Mei Lin yang mengambil alih tubuh Bai Hua untuk menikah dengan Pangeran itu? Dan bagaimana jika jiwa pangeran itu juga telah dirasuki entitas dari abad 21?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 : Rencana Kaisar

​Suara terompet kebesaran itu bergema di antara pepohonan tua, menciptakan getaran yang membuat nyali para pembunuh bayaran di sekitar mereka menciut. Seekor burung gagak terbang menjauh dari dahan, seolah tahu bahwa penguasa sejati tanah ini telah menginjakkan kakinya kembali.

​Wan Long perlahan melepaskan cengkeramannya pada kerah baju Bai Hua. Matanya yang merah karena amarah perlahan meredup, berganti dengan sorot tajam yang penuh perhitungan. Ia berdiri tegak, membiarkan jubah hitamnya yang ternoda darah lawan berkibar tertiup angin hutan yang dingin.

​"Ayah..." bisik Wan Long. Suaranya bukan lagi suara pangeran idiot, tetapi sudah berubah menjadi suara seorang pria yang baru saja tertangkap basah sedang memegang belati di tenggorokan mangsanya.

​Dari balik rimbunnya semak belukar dan pepohonan bambu, muncullah barisan prajurit berbaju zirah emas. Di tengah-tahun mereka, menunggangi seekor kuda jantan hitam yang gagah, adalah Kaisar. Wajahnya yang tegas dipenuhi debu perjalanan, namun matanya yang berkilat menunjukkan bahwa ia belum kehilangan setetes pun kekuasaan nya.

​Kaisar menghentikan kudanya tepat sepuluh meter di depan mereka. Matanya menyapu pemandangan di depannya. mayat-mayat pembunuh bayaran yang bergelimpangan dengan luka jarum dan tebasan sempurna, Wan Long yang berdiri dengan postur seorang prajurit elit, dan Bai Hua yang duduk tenang di atas kursi roda peraknya dengan wajah tanpa dosa.

​Kaisar tertegun. Ia terdiam selama beberapa detik yang terasa seperti keabadian. Hutan itu menjadi begitu sunyi hingga suara tetesan darah dari ujung belati Wan Long yang jatuh ke daun kering terdengar sangat jelas.

​"Apa... apa yang sedang kalian lakukan?" Suara Kaisar berat, penuh dengan nada tidak percaya.

​Wan Long segera menjatuhkan belatinya. Dalam sekejap mata, ia kembali membungkukkan punggungnya, memiringkan kepalanya, dan memasang wajah kosong yang bodoh. "Ayah! Ayah pulang! Lihat, Wan Long sedang main petak umpet dengan orang-orang berbaju abu-abu! Tapi mereka tidur semua, Ayah! Capek ya? Permaisuri pasti sedih karena wan long belum sempat berburu."

​Namun, Kaisar tidak tertipu kali ini. Ia melompat turun dari kudanya dengan gerakan cepat, berjalan mendekati Wan Long, dan tanpa peringatan, ia melayangkan sebuah tamparan keras ke pipi putranya.

​Plakk!

​Wajah Wan Long terhempas ke samping. Bai Hua hanya menonton dengan alis terangkat, menikmati pemandangan itu.

​"Berhenti bersandiwara!" bentak Kaisar. "Aku melihatmu, Wan Long! Aku melihat bagaimana kau bergerak tadi! Aku melihat matamu yang haus darah! Sepuluh tahun... sepuluh tahun kau membodohiku?!"

​Wan Long mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Ia perlahan menegakkan tubuhnya kembali. Kali ini, ia tidak membungkuk. Ia menatap langsung ke mata ayahnya dengan keberanian yang membuat para prajurit di belakang Kaisar merinding.

​"Sepuluh tahun aku mencoba bertahan hidup dari racun istrimu, Ayah," sahut Wan Long dengan suara aslinya, dingin dan menusuk. "Jika aku tidak berpura-pura gila, mungkin aku sudah menyusul Ibuku ke liang lahat sejak lama. Kau tidak ada di sini untuk melindungiku, jadi aku melindungi diriku sendiri."

​Kaisar terengah, dadanya naik turun karena emosi yang meluap. Ia kemudian beralih menatap Bai Hua. "Dan kau... menantuku yang lumpuh. Kau yang membunuh orang-orang di sebelah kanan itu dengan jarum beracun?"

​Bai Hua menatap Kaisar, tidak ada rasa takut di matanya. "Aku hanya membantu suamiku 'bermain', Yang Mulia. Di dunia ini, wanita lemah sepertiku harus punya cara untuk membela diri, bukan?"

​Kaisar tertawa, sebuah tawa yang pahit dan mengerikan. "Luar biasa. Aku pergi ke utara untuk menghadapi musuh yang nyata, tapi ternyata di halaman belakang rumahku sendiri, ternyata ada yang siap mencabik-cabik tahtaku."

Kaisar menarik napas panjang, mencoba menguasai keterkejutannya. Sebagai penguasa, rasa kagetnya segera berganti menjadi kewaspadaan yang dingin. "Bawa mereka ke Aula Terlarang. SEKARANG! Dan pastikan tidak ada satu tikus pun yang melihat ini! Katakan pada Permaisuri bahwa kaisar sendiri yang meminta untuk menghentikan acara nya!"

Ini semua gara gara jenderal sialan itu.

***

Aula Terlarang,

​Kaisar memerintahkan seluruh prajurit untuk membersihkan mayat-mayat itu dan merahasiakan kejadian ini. Ia membawa Wan Long dan Bai Hua ke Aula Terlarang, tempat yang paling terisolasi di istana. Pintu-pintu jati besar ditutup rapat, meninggalkan mereka bertiga dalam remang cahaya obor.

​"Duduk!" perintah Kaisar.

​Bai Hua memutar kursi rodanya ke tengah ruangan, sementara Wan Long berdiri di sampingnya dengan tangan terlipat, tetap menjaga jarak seolah Bai Hua adalah wabah yang menular. Mereka masih kesal satu sama lain.

​"Kalian tahu apa artinya ini?" Kaisar berjalan mondar-mandir. "Permaisuri dan Wan Jin mengira kalian adalah pion yang bisa dibuang. Tapi sekarang, aku melihat kalian adalah ancaman bagi stabilitas kerajaan. Jika aku membiarkan kalian hidup, kalian akan menggulingkanku. Jika aku membunuh kalian sekarang, aku kehilangan dua senjata paling mematikan yang pernah aku lihat."

​"Kau tidak akan membunuh kami, Ayah," ucap Wan Long tenang. "Karena kau tahu Menteri Bai dan Permaisuri sedang merencanakan kudeta saat kau berada di perbatasan. Kau butuh kami untuk membereskan kotoran di istanamu."

​Kaisar berhenti berjalan. Ia menatap Wan Long dengan tatapan tajam. "Kau tahu terlalu banyak."

​"Kami tahu semuanya," timpal Bai Hua. "Kami tahu tentang dana darurat yang kau gelapkan lewat Menteri Bai. Kami tahu tentang kontrak rahasia dengan suku nomaden. Kami punya kartu as yang bisa membuatmu jatuh dari singgasana itu dalam semalam."

​Kaisar mendekati Bai Hua, membungkuk hingga wajahnya sejajar dengan gadis itu. "Kau sangat berani untuk seorang gadis yang bahkan tidak bisa berdiri."

​"Keberanian tidak butuh kaki, Yang Mulia," balas Bai Hua sinis.

​Kaisar mendengus, lalu kembali tegak. "Baiklah. Aku akan menggunakan kalian. Tapi aku tidak bodoh. Aku tidak bisa membiarkan dua senjata berkeliaran di istanaku tanpa rantai."

​Kaisar mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan berwarna ungu pekat. "Ini adalah dupa Lian-Xin (Hati yang Terikat). Aku sudah mencampurkannya ke dalam dupa yang kalian hirup di aula ini sejak kalian masuk."

​Wan Long dan Bai Hua tersentak. Mereka mencoba menahan napas, tapi sudah terlambat.

Sial! Aku bisa merasa bahwa dupa nya megandung bau aneh. Tapi aku bisa jamin itu tidak beracun, ternyata mengandung hal aneh lain nya! Batin Bai Hua.

​"Jangan repot-repot," kata Kaisar. "Dupa ini unik. Ia tidak akan membunuhmu selama kalian berada dalam jarak sepuluh meter dari satu sama lain. Tapi, jika kalian menjauh lebih dari sepuluh meter selama lebih dari enam jam... pembuluh darah di jantung kalian akan pecah secara bersamaan. Kalian adalah musuh yang saling membenci kan? Mengingat tadi kalian seperti bersaing. Bagus. Mulai sekarang, nyawa kalian saling tergantung satu sama lain."

​"APA?!" teriak Bai Hua. Ia menatap Wan Long dengan jijik yang luar biasa. "Aku harus bersama pria kasar ini setiap saat?!"

​"Kau pikir aku senang?!" balas Wan Long tak kalah garang. "Aku lebih baik tidur di kandang kuda daripada harus mencium bau parfummu setiap detik!"

​"Diam!" bentak Kaisar. "Ini adalah hukuman karena telah membodohiku. Kalian akan bekerja sama sebagai tim investigasi rahasiaku. Hancurkan faksi Permaisuri, temukan bukti pengkhianatan Menteri Bai, dan bersihkan istana ini. Jika kalian berhasil, aku akan memberikan penawarnya."

"Lalu apa keuntungan yang kami dapatkan?" Bai Hua mengerutkan alis nya.

"Apapun yang kalian minta... Bisa kupertimbangkan nanti."

"Jaminan! Kami butuh jaminan!" Ujar Wan Long.

Kaisar merogoh saku celana nya. Mengeluarkan sebuah tanda yang bertuliskan 'Bebas Hukuman Mati'. Ia menyerahkan nya pada Wan Long. "Tanda ini adalah tanda bahwa pemilik nya tidak bisa dihukum mati. Tapi bukan berarti kalian tidak bisa di penjara. Maka dari itu, berhati-hati lah."

​Kaisar berbalik, meninggalkan mereka berdua dalam ruangan yang kini terasa sangat sempit.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih

1
sahabat pena
hadeuh.. benci tapi rindu nihh nanti.. eh salah cinta dong🤣🤣🤣lain di mulut lain di hati. sama sama ego.. 🤣🤣🤣
Pa Muhsid
buka puasa gak usah beli kolak udah ada yang manis😍😍😍 wangyu dan meilin
Pa Muhsid
bbc berlapis ok👍
mimief
wkwkwkwkwkwk
definisi sebel tapi rindu
benci tapi butuh🤣🤣
Roti Bakar
lanjutttt kpn upp?
mimief
gimana?
ya elah mati aja ga mau ngalah lu bang
ok Leh yuk lah bareng "🫣🤣
Pa Muhsid
cinta sejati😘😘😘❤❤❤ berbungkus benci (benar "cinta)
Dede Dedeh
rame... pisan lanjut thor
Pa Muhsid
visual nya mana tor
mimief
wah...seru
jadi bayangin visual merekanya bertarung
SusanTee
lnjutt
mimief
bukan??🤣🤣🤣
anak kan cuman niru orang tuannya yaa
jgn salahin kalau jadi anak durhaka
tih punya orang tua durhaka
mimief
iy..ya
mang disini pada ngeluh masalah retensinya
banyak othor yg juga akhirnya nyerah dan banyak pindah ke berbagai platform 🥹🥹.
semangat ya Thor...
aku mah dukung aja
karena terkadang penghargaan itu ga butuh cuman pengakuan,tapi cuan yg menentukan 🤣🤣
ANWi/Berly Re: hehe iya kak, susah susah gampang sistem retensi ini. bikin bingung😭😭😭😭
total 1 replies
mimief
senjata makan tuan ya gaes .
lu pikir bisa mengendalikan seluruh permainan
hei..masa depan itu lebih menakutkan dr yg dilihat
dimana ga ada binatang buas di hutan belantara
tapi manusia yg punya nafsu buas di antara hutan sesungguhnya.
beginilah realita di masa depan.
sahabat pena
ga punya kak
sahabat pena: siap kak. semangat up nya
total 2 replies
Roti Bakar
ah aku paham! Jd si kaisar biarin para anjing saling tarung gitu yahh??? (permaisuri-wanjin-meteri bai vs bai hua-wan long) trs dia tinggal leyeh leyeh 🤭
Roti Bakar
oh wan jin , dia kn anak permaisuri yah?? brarti dia disitu atas printah permaisuri dong
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Pa Muhsid
👍👍👍🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️💪
mimief
Waduuuh...
sebenarnya siapa yg jebak siapa.🫣
hayooo kau berhadapan dengan polisi dan mata mata dr masa depan lu bang
siap siap aja yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!