NovelToon NovelToon
Alana : Wounds And True Love

Alana : Wounds And True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Romansa Fantasi / Perjodohan
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hee_Sty47

Area 21 +
Rasa kecewa tak bisa terbendung lagi bagi kedua orang tua Alana kala mengetahui dirinya tengah hamil di luar nikah.
"Katakan sama papi, siapa laki laki itu. Kalau kamu tidak ingin memberitahu. Papi akan cari tahu sendiri. Dan kamu tentu tahu bagaimana dengan mudahnya papi mencari. Papi hanya ingin kamu jujur saat ini." Tekan papi Wibowo menatap putrinya yang menangis tersendu sendu. Alana meragu.
~~~~~~~
Alana tak menyangka karena rasa cinta yang begitu sangat dalam membawa nya kejurang yang salah.
Dia harus mengandung tanpa seorang suami di sisinya. Alana memutuskan pergi meninggalkan tanah air tanpa memberitahu anak yang di kandung nya pada ayah biologis.
Alana juga berusaha untuk membuang rasa cinta nya, pada pria yang merupakan cinta pertamanya itu. Pada sepuluh tahun kemudian, Alana memutuskan untuk kembali ke tanah air dengan status yang berbeda.
Bukan single mom.
Tapi sebagai seorang istri dan memiliki seorang putra.
Alana menikah dengan pilihan orang tua nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hee_Sty47, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6

***

Suara ketukan pintu bersama panggilan dari sang putra terdengar samar.

"Mommy."

Alana menggelit kecil.

Tok... Tok.... Tok....

"Mom."

Wanita itu membuka kedua matanya perlahan. Seketika kepala nya berdenyut nyeri, dan langsung memijit kening nya sendiri. Alana tersadar jika dirinya ketiduran dalam menangisi hidupnya.

"Iya sayang, sebentar." Seru Alana, dengan suara serak khas bangun tidur. Wanita itu lantas turun dari atas kasur dan melangkah kan kakinya mendekat pintu kamar.

Saat pintu terbuka Kevin sudah berdiri di hadapan nya, putranya itu menatap dengan diam.

"Ada apa sayang? Maaf mommy ketiduran." Ucap Alana menatap putranya.

"Mommy habis menangis?" Tanya Kevin langsung tak bisa menahan dirinya, membuat Alana terdiam. Pasti matanya terlihat sembab.

"Nangis rindu oma sayang." Seru Alana berdusta, ia langsung menarik tubuh sang putra dan membawa Kevin ke dalam pelukannya. Wajah putranya begitu mirip Bian, terkadang membuat nya selalu ingat pria itu.

Hanya pelukan Kevin yang membuat Alana merasa tenang sekarang . Kevin bagai pengobat rasa sakit di dalam dadanya.

"Jangan nangis mom, nanti Kevin minta oma kesini jenguk kita." Kata Kevin, Alana mengangguk kepala singkat.

"Kamu perlu sesuatu sayang ? " Tanya Alana seraya mengendurkan pelukan mereka.  Kevin menggeleng kepala.

"Sudah sore mom, kita kan mau keluar. "

"Astaga, mommy hampir lupa. Baiklah,  tunggu sebentar mommy mandi dulu dan siap siap. " Ucap Alana sedikit meringis.

Kevin mengangguk."Tidak usah terburu buru mom, waktu kita banyak. " Alana mengulas senyumnya sambil mengacak rambut putranya yang sangat pengertian.

"Iya sayang, di lemari pendingin ada puding buah kamu makan itu sambil menunggu mommy ya. "

"Siap mom. "

Alana lantas kembali menutup pintu, dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara Kevin memutuskan untuk ke dapur untuk memakan puding buatan sang mommy.

***

Alana tidak menyangka papi dan mami nya datang. Padahal biasanya akan lama baru berkunjung lagi , mengingat baru seminggu yang lalu dari sini.

"Cucu mami belum pulang?" Tanya mami Marina mendudukan dirinya di sofa.

"Kevin ada kegiatan tambahan mi. Jadi agak telat pulangnya." Sahut Alana seraya duduk di samping sang mami. Wanita itu langsung merangkul lengan sang mami.

"Kamu baik baik saja kan nak." Mami Marina sedikit menundukkan kepala nya, sementara Alana sedikit mendongak guna menatap wanita yang sudah melahirkan nya kedunia ini.

Alana mengulas senyum dan mengangguk menatap mami nya.

"Bian sudah menikah. Dengan Caca teman dekat nya jaman sekolah. " Alana mengangguk singkat. "Kamu sudah tahu rupanya? " Tanya mami Marina sembari memicingkan kedua matanya menatap curiga pada sang putri.

Apa Alana diam diam masih mencari informasi mengenai keponakan nya itu. Tidak hanya mami Marina yang menatap putrinya seperti itu. Papi Wibowo pun sama.

"Tahu mi , dari Miska dan Lauren. Papi dan mami tenang saja, Alana nggak pernah kok mencari informasi tentang kak Bian. " Sahut Alana cepat, tak ingin papi dan mami nya marah.

Papi Wibowo menghela nafas lega. Begitu pula sang istri.

"Kamu mau kembali ke Indonesia?" Tanya papi Wibowo bersuara.

"Sejujurnya Alana kangen Indonesia pi." Aku Alana dengan jujur.

"Baiklah, kita akan pulang bersama ke Indonesia. " Putus Wibowo membuat Alana sedikit tak menyangka.

Apa karena Bian sudah menikah, hingga Alana di perboleh pulang sekarang oleh papi nya itu .

"Papi serius? " Tanya Alana memastikan.

"Ya, serius. Tapi. " Jeda papi Wibowo membuat kening Alana mengernyit bingung.

"Tapi apa pi? Kevin nggak boleh ikut. Kalau gitu biar Alana menetap di sini saja." Potong Alana, berpikir Kevin tak boleh ikut ketanah air.

"Bukan itu, tentu saja kamu pulang bersama cucu papi. Tapi kamu harus menikah, dengan pria pilihan papi."

Deg!

Jantung Alana rasanya mau copot mendengar ucapan papi nya.

"Papi jodohin Alana gitu? " Tanya Alana memastikan.

"Anggaplah begitu, saat nya kamu bahagia Alana. Tidak semua gagal dengan pilihan orang tua. Percayalah sama papi."

"Tapi pi. " Lirih Alana mulai frustasi. Dia bahkan tak mengenal calon pria yang akan di nikahkan papinya.

"Dia pria baik, seorang duda tanpa anak. Dia selalu bersama papi selama lima tahun terakhir ini. Sebelum pulang kalian menikah lebih dulu." Tukas papi Wibowo dengan santai nya.

"What! Secepat itu pi. " Papi Wibowo mengangguk kepala.

"Kau tidak usah khawatir Alana, papi bisa menjamin dia pria yang berhati tulus. "

"Tapi pi, memang dia mau dengan aku. Bahkan kami tak saling mengenal." Tutur Alana.

"Dia tahu semua tentangmu, karena papi yang selalu cerita."

"Dia mau menikah dengan Alana. Apa nggak kasihan jika papi memaksa nya. Karena kami tak saling mencintai." Sela Alana

"Cinta akan muncul kalau kamu memang mau membuka hatimu, kecuali kamu memang menutup nya terus menerus. Dan lagi seiring waktu berjalan papi yakin kalian akan saling mencintai. " Ucap papi Wibowo.

Alana meremat jemarinya kuat. Wanita itu terdiam.

"Dan Kevin mengenal pria ini. Karena tiap keluar sama papi, papi pasti bersama pria itu dan Kevin mengenalnya di sana. Dia ajudan papi. " Jujur Alana sedikit terkejut. Putra nya sudah mengenal sosok pria itu.

Alana menunduk dalam, tak ada kata kata yang mampu keluar dari mulutnya.

"Pikirkan lah. Tidak selamanya kamu tinggal di sini terus menerus." Sambung sang papi. Alana mengangkat wajah nya.

"Pi, soal Kevin. Bagaimana nanti jika kak Bian menyadari Kevin putranya? " Tanya Alana sedikit cemas.

Dia memang ingin pulang ke Indonesia, namun di sisi lain dia meragu. Karena besar kemungkinan Kevin akan di ketahui oleh Bian dan keluarga nya. Dan lagi Alana tidak ingin Bian mengambil Kevin darinya.

"Itu juga yang menjadi pikiran papi. Untuk itu menikahkan kamu solusinya juga . Karena keluarga besar tahunya juga kamu sudah menikah. Dan soal Bian. Sepupu kamu itu sudah 45 tahun, dan istrinya berumur yang sama. Tentu tak kan ada anak di antara keduanya, mengingat istrinya tidak muda lagi. Kecuali mereka mau program sih. Tapi papi sempat bertanya pada Bian mengenai soal anak, meski sadiki tak sopan apa yang papi lakukan . Dan kau tahu jawaban nya apa ?Rumah tangga tidak melulu soal anak. Selama Caca menjadi miliknya semua sudah cukup bagi Bian. Anak Caca, tentu saja menjadi anaknya juga. Se cinta itu memang Bian pada wanita itu. Dan papi sebagai sesama pria sangat tahu itu." Beber papi Bowo panjang kali lebar .

Alana kembali merasakan puluhan jarum menusuk dadanya. Kata yang di ucapkan oleh sang papi bagai tamparan keras untuk dirinya agar segera menghapus Bian di dalam hati nya. Karena tak akan ada ruang, dan percuma saja.

"Alana terima pi, mungkin pilihan papi adalah yang terbaik untuk hidup aku. Tapi ijinkan aku bicarakan ini dulu pada Kevin. " Meski Kevin sudah mengenal dengan sosok pria itu, tapi tetap saja dia harus membicarakan lebih dulu pada sang putra.

"Ya, papi yakin dia sangat setuju. Mengingat kedua nya terlihat dekat jika bertemu. " Alana masih tak menyangka pria pilihan papi nya bahkan sudah mengenal Kevin, sang putra.

"Nanti malam kita akan makan malam bersamanya di luar. Persiapkan dirimu nak. " Beritahu papi Wibowo kembali.

"Baik pi. " Tangan Alana di genggam oleh sang mami, seakan ikut memberikan dukungan untuknya. Bahkan senyum tulus itu di lemparkan padanya, membuat Alana ikut merasa tenang.

Sempat berpikir jika dirinya di asingkan tanpa ada kedua orang tua nya sama sekali. Namun kenyataannya kedua orang tuanya selalu datang menemuinya. Dia hanya di asingkan untuk membesarkan putranya, agar orang lain tak tahu dan tak mencecarnya.

***

Alana memakai dress berwarna navi, dengan rambut panjang yang ia gerai lurus. Wanita itu meraih tas nya untuk dia tenteng.

Tadi selepas sekolah Alana sudah mengatakan pada putranya. Apa Kevin mengijinkan dirinya menikah. Dan ternyata putranya menjawab ya tanpa pikir panjang. Bahkan Kevin mengatakan jika dirinya justru senang, karena akan merasakan mempunyai seorang ayah. Hati Alana tersentil sekali mendengar hal itu.

Ia berpikir peran nya saja sudah lebih dari cukup. Nyatanya tidak, diam diam Kevin ingin merasakan kasih sayang dari seorang ayah.

Alana menatap pantulan dirinya di cermin kaca. Meskipun make-up nya sangat tipis, namun kecantikan alaminya membuat nilai plus tersendiri. Apalagi di umurnya yang sudah 30 tahun ini, masih banyak yang mengira dirinya anak anak. Tak jarang jika dia berjalan dengan Kevin orang lain yang menyapa mengira dirinya kakak nya Kevin.

Wanita itu menoleh kala pintu di ketuk.

"Mom Kevin masuk ya." Seruan sang putra terdengar membuat Alana langsung menjawab. Meminta putranya itu masuk saja.

Cklek!

Derit pintu terdengar. Bersama pintu terbuka. Kevin sudah siap dengan setelan casual. Putranya itu sudah sangat pintar mengatur gaya pakaiannya sendiri.

Bahkan jika berbelanja, Kevin lebih suka memilih pakaiannya sendiri. Dan Kevin selalu memilih warna yang soft. Atau tidak pilihannya jatuh pada warna putih dan hitam.

"Mommy cantik sekali." Pujinya dengan mata berbinar. Alana kembali menoleh dan melangkah ke arah putranya.

"Makasih sayang, mommy merasa wanita paling cantik di muka bumi ini karena mendapat pujian dari putra mom." Seru Alana.

"Mommy memang wanita tercantik bagi Kevin. " Alana terkekeh.

"Ayo, sepertinya opa dan oma sudah menunggu." Ajak Alana yang langsung di angguk oleh sang putra.

"Iya mom, makanya Kevin panggil mommy." Sahutnya seraya menggandeng tangan Alana

"Kita jalan sekarang." Ajak papi Wibowo yang langsung di angguki mereka semua.

***

Tidak membutuhkan waktu lama kini mereka sudah sampai di salah satu resto terkenal di Jerman.

Mereka melangkah masuk, papi Wibowo membawa para kesayangan nya ke ruang private room.

Saat pintu terbuka, seseorang sudah ada di sana, duduk sendiri.

Pria tampan bertumbuh tinggi mengenakan baju kemeja hitam senada dengan celana nya. Rambut yang tersisir rapi, dalam model side part with fade, berdiri menyambut papinya.

"Pak." sapa nya langsung. Wibowo mengangguk.

"Sudah lama Ray? " Tanya papi Wibowo

"Tidak juga pak, baru lima menit yang lalu." Jawab Rayan. Papi Wibowo menepuk pundak pria itu.

"Bu." Sapa nya pada mami Marina.

"Iya Ray. " Membalas jabatan tangan dari ajudan sang suami.

"Ray ini Alana mommy nya Kevin." Beritahu Wibowo, meskipun pria itu sudah melihat melalui foto. Tentu Rayan mengetahui raut wajah Alana.

Yang jelas lebih cantik dari pada di foto.

Rayan menatap Alana, meskipun terasa canggung Alana mengulurkan tangannya.

"Alana " Perkenal mommy Kevin.

"Rayan" Sahut nya. Tangan keduanya bertaut sesaat. Ada derisan aneh di dalam diri Alana. Untuk itu Alana lebih dulu melepas tautan tangan mereka.

Mungkin karena dia gugup, pertama kalinya berkenalan dengan seorang pria yang di jodohkan padanya.

"Hai om Ray" Sapa Kevin. Rayan mengulas senyum dan langsung mengusap kepala Kevin.

"Kita bertemu lagi boy." Kevin mengangguk sebagai jawaban, namun putra dari Alana itu langsung menggandeng tangan Rayan. Semua itu dapat di lihat oleh kedua netra Alana.

Terlihat sekali kedekatan keduanya.

Kini mereka sudah duduk dalam lingkaran meja bundar. Alana diam sembari melirik ke arah papi, Rayan dan Kevin yang sedang bercerita. Lalu tatapannya tak sengaja bertemu dengan Rayan kembali.

Tubuh Alana seketika terasa gugup.

Rasa apa ini... Desisnya membatin.

Pelayan datang menyajikan santapan makan malam mereka. Berbagai hidangan di sediakan di sana. Dan mereka mulai menikmati.

Selang beberapa saat kemudian mereka menyelesaikan makan malam. Kini berganti dengan hidangan dessert.

"Alana setuju untuk menikah, jadi kapan kita akan realisasi pernikahan kalian." Tiba tiba saja Wibowo mengubah topik pembicaraan.

Alana yang sedang meminum jus nya seketika tersedak.

Uhuuk... Uhuuk.....

Kevin dengan cepat menyodorkan air putih pada sang mommy.

"Pelan pelan mom. "  Alana mengangguk kikuk, wajahnya memerah. Karena malu dan rasa pedas bersoda terasa di hidungnya.

Bisa bisanya papi nya langsung to the point seperti ini. Alana pikir mereka PDKT lebih dulu.

Sementara Rayan menatap Alana dengan lekat, membuat wanita itu kian tersipuh. Alana memilih menunduk menghindari tatapan itu.

Rayan kembali menatap Wibowo. "Saya ikut bapak saja. Kapan pun saya siap. Orang tua saya pun siap kapan pun itu." Alana mengangkat pandangannya dan mencoba menatap Rayan yang saat itu juga menoleh, kembali menatap nya.

Alana yang tak sanggup menerima tatapan itu langsung memalingkan wajahnya. Dan menoleh pada sang putra yang sedang melihat dirinya.

Tatapan itu nampak berbeda. Entahlah.

Alana melempar senyuman dengan tangannya bergerak mengusap pucuk kepala Kevin.

"Baiklah, pernikahan kalian seminggu lagi. Kedua orang tua kamu akan saya jemput. Kalian akan menikah di salah satu gereja di sini." Putus papi Wibowo.

Alana rasanya ingin protes namun lidahnya terasa kelu.

Seminggu lagi, secepat itu?

Dia hanya bisa berharap pernikahan ini tak membawa luka untuknya dan Kevin. Dan Rayan benar benar yang terbaik untuk nya.

1
tia
kasihan nasib u rayan 😁
Ameliaputri Putri
pepet terus ray pasti tdk lama lg aluna akan jtuh d pelukanmu krn dia udah cinta kamu
tia
lanjut thor ,,,jgan sampe ada pelakor
Ameliaputri Putri
makin seru lanjut thor
Ameliaputri Putri
komunikasi suami istri itu penting, begitulah jadinya kalau miscom, alana salah knp g terus terang aja selalu kalau ada apa² d pendam d hati g mau ngungkapin
RnStar
Salah paham lagi pasti nih. Yang satu lemot, yang satu cepat menyimpulkan
Dwi Retno
lanjuutt thorrr
RnStar
gas Alana.
RnStar
Sweet, lanjut dong Thor 🙏
RnStar
bouwlehh🤣
RnStar
ulat bulu mulai nongol nih huh
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
RnStar
Alana kalau nggk mau sama Rayan, biar sama aku aja 🤣
RnStar
Bagus, seru
RnStar
lanjut Thor double 🙏
RnStar
Sepertinya Alana mulai ada perasaan.
RnStar
seneng deh, Rayan mode sat set
RnStar
Ketebak kan, ktmu ma Bian. Move on Alana, ada Rayan yang sudah cinta sama kamu
RnStar
Curiga nanti ktmu ma Bian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!