NovelToon NovelToon
Perjalanan Istimewa

Perjalanan Istimewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Misteri / Mata Batin
Popularitas:423.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Sekuel dari Novel Arjuna Bopo Istimewa.
Di sini kita akan di suguhkan dengan perjalanan cinta antara Arjuna dan Meshwa.
Perjalanan rumah tangga dan kehidupan dari Bopo Istimewa ini, ternyata banyak sekali ujiannya.
Apakah Meshwa yang berstatus sebagai istri sanggup menemani perjalanan Arjuna? ataukah dia akan menyerah?

Di Novel ini juga akan ada kelanjutan kisah cinta Nala dan Mifta. Lalu, bagaimana dengan Dipta? Apakah dia akan menemukan tambatan hati?

simak kelanjutan cerita dari Keluarga Bopo Desa Banyu Alas di sini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31. Unboxing

"Maa Syaa Allah, Sayangku." Kata Arjuna yang cengar - cengir saat melihat Istrinya memakai baju dinas atas permintaannya.

"Ih, Mas serem kalo kayak gitu. Takut banget di terkam." Kata Meshwa sambil menutupi dadanya dengan tangan.

Ia tampak sedikit tak nyaman saat mengenakan pakaian transparan hadiah dari Sashi itu. Meskipun mereka sudah lama menikah, baik Arjuna maupun Meshwa sama - sama belum pernah saling melihat tubuh pasangan yang tanpa busana.

"Panas, Dek? Kok mukamu merah?" Goda Arjuna.

"Malu, Mas. Ya Allah." Kata Meshwa yang membuat Arjuna tertawa.

"Masak sama suami malu sih, Dek? Cantik gini, seksi lagi." Goda Arjuna sambil menaik turunkan alisnya hingga membuat wajah Meshwa semakin merah.

"Astaghfirullah, ya Allah. Ganti aja deh." Kata Meshwa yang kemudian hendak beranjak untuk berganti pakaian.

"Ealah, kok malah ganti sih, Dek. Baru mau nyari pahala berdua loh ini." Kata Arjuna sambil menarik tangan Meshwa hingga istrinya itu terduduk di pangkuannya.

"Mas godain terus, aku kan malu." Kata Meshwa.

"Mas suka loh, kamu pake baju kayak gini. Besok Mas beliin lagi selusin, ya." Kata Arjuna yang mulai meraba - raba tubuh istrinya yang hanya di tutupi pakaian yang hampir transparan.

Arjuna pun mulai mengecupi wajah Meshwa. Kecupan itu pun kemudian beralih ke bibir istrinya yang tampak selalu menggoda.

Arjuna memagut bibir istrinya dengan lembut. Tangannya pun terus mengusap - usap bagian tubuh Meshwa yang lain.

"Mas, berdoa dulu. Sampe kelupaan." Lirih Meshwa saat Arjuna melepaskan pagutannya.

"Astaghfirullah." Kata Arjuna.

"Bismillahi, Allahumma jannibnaasy syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa." Arjuna dan Meshwa sama - sama membaca doa.

Setelah itu, mereka pun mulai kembali bercumbu. Masih dengan posisi Meshwa yang duduk di pangkuan Arjuna.

Keduanya sangat menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh pasangan mereka. Sentuhan - sentuhan lembut yang memberikan getaran tersendiri hingga membuat gairah mereka semakin meningkat.

Ciuman yang awalnya lembut, kian lama kian menuntut. Tak hanya di bibir, ciuman itu pun mulai turun ke leher hingga sampai ke dada Meshwa yang membuat wanita cantik itu tanpa sadar mende sah lirih.

Arjuna seolah tak ingin melewatkan setiap senti tubuh istrinya. Ia tentu tak akan menyia - nyiakan penantiannya selama berbulan - bulan lalu.

Desah an Meshwa semakin membuat Arjuna bergariah, terlebih, saat ia menyentuh bagian - bagian sensitif tubuh istrinya yang membuat Meshwa menggelinjang.

"Mas gak tahan, Dek." Lirih Arjuna yang nafasnya semakin berat akibat gairah yang menggebu - gebu.

Ia pun membopong tubuh istrinya dan membaringkannya di atas ranjang tanpa melepas ciumannya dari bibir Meshwa.

"Aaah.. Mass, sshhh..." Meshwa menggelinjang saat Arjuna mengusap - usap lembut bagian intimnya yang mulai basah.

Mendengar rintih an istrinya, membuat Arjuna makin bersemangat memainkan tempat paling sensitif milik istrinya itu.

Tah hanya bagian intim istrinya, gunung kembar yang pucuknya seolah menantang itu pun tak luput dari permainannya.

"Mas masukin ya, Sayang." Izin Arjuna yang sudah bersiap. Meshwa pun mengangguk pelan meskipun wajah cemasnya tak bisa ia tutupi.

"Gak usah takut, bilang kalo sakit banget, ya." Kata Arjuna sambil membelai wajah Meshwa dan kembali mengecupinya.

"Aaarrhh!" Arjuna mengerang tertahan saat miliknya berhasil menembus liang surga dunia.

Sementara Meshwa hanya bisa memejamkan matanya. Menahan rasa sedikit linu dan tak nyaman di bagian kewanitaannya.

"Sakit banget, Sayang?" Tanya Arjuna yang menghentikan kegiatannya setelah berhasil menerobos masuk liang surgawi itu.

"Gak apa - apa, Mas." Jawab Meshwa.

Arjuna pun kembali melanjutkan permainannya. Menikmati setiap detik yang sudah lama ia nantikan bersama Kekasih halalnya. Desahan lembut dan gairah panas pun, memenuhi kamar besar itu.

Keduanya terus memacu gairah hingga sampai di puncak kenikmatan. Kenikmatan surga dunia yang selama ini orang bicarakan.

"Arrrgghh, Sayaang..." Arjuna mengerang kenikmatan tak lama setelah tubuh Meshwa bergetar karena mencapai puncak. Arjuna pun menyusul menikmati klimaks yang membuat tubuhnya terasa seperti terbang melayang.

Arjuna kemudian merebahkan diri di sebelah istrinya. Peluh masih membasahi tubuh pasangan halal itu. Keduanya saling menatap, lalu tersenyum.

"Matur suwun njih, Cintaku." Lirih Arjuna sambil mengusap pipi Meshwa. Ia lalu mengecup dahi, pipi dan juga bibir istrinya.

"Mau kemana, Sayang?" Tanya Arjuna saat Meshwa hendak beranjak.

"Ke kamar mandi, Mas. Mau bersih - bersih sekalian sebelum tidur." Jawab Meshwa.

"Sakit, ya?" Tanya Arjuna saat melihat Meshwa yang meringis seperti menahan nyeri ketika hendak bergeser.

"Iya, Mas. Nyeri terus sedikit perih rasanya." Jawab Meshwa.

"Apa mau Mas mintain obat pereda nyeri ke Buna?" Tawar Arjuna.

"Jangan macem - macem ya, Mas. Nanti pada mikir yang iya - iya lagi." Jawab Meshwa yang membuat mereka berdua terkekeh.

Tanpa bicara, Arjuna kemudian menggendong istrinya menuju ke kamar mandi, agar Meshwa tak kesulitan berjalan.

Arjuna yang sudah selesai membersihkan diri lebih dulu, kemudian mengganti seprei ranjang mereka.

"Banyak juga darahnya." Kata Arjuna yang kemudian senyum - senyum sendiri, membayangkan pergulatan panas yang beberapa waktu lalu selesai mereka lakukan.

"Mas, kok senyum - senyum sendiri? Sawan?" Ledek Meshwa.

"Sembarangan banget." Kekeh Arjuna. Tawanya makin terdengar kala melihat Meshwa yang berjalan sedikit mengangkang.

"Baru juga satu ronde, Dek. Masak udah kayak gitu jalannya." Ledek Arjuna.

"Satu ronde tapi ini awal banget, Mas. Rasanya nunuk ku kayak kebelah jadi dua, tau." Omel Meshwa sambil membantu Arjuna merapikan seprei yang baru di pasang.

"Mana ada kebelah? Orang rapet gitu." Kata Arjuna sambil tertawa.

"Ish! Mas gak tau aja. Sampe sekarang aja masih perih loh, Mas." Sergah Meshwa.

"Terus, kalo besok aku jalannya masih kayak gini, gimana? Malu dong, ketahuan abis nana ninu." Keluh Meshwa yang kembali memecah tawa Arjuna.

"Mas Juna, ih! Ketawa terus dari tadi." Kesal Meshwa.

"Gak usah jalan, Mas gendong aj besok." Jawab Arjuna.

"Tau ah, Mas." Sahut Meshwa yang kemudian merebahkan dirinya di atas ranjang yang sudah rapi.

Arjuna pun ikut merebahkan diri di ranjang bersama istrinya. Ia kemudian menarik Meshwa ke dalam pelukannya dan menghujani puncak kepala istrinya itu dengan kecupan.

Meshwa pun nampak nyaman tidur di pelukan Arjuna. Prianya itu, selalu bisa membuatnya merasa aman dan nyaman.

"Mas kasih mahar baru lagi ke aku?" Tanya Meshwa.

"Iya, Sayang." Jawab Arjuna.

"Kenapa kasih lagi, Mas. Mahar pernikahan siri kita aja masih ada. Kan tinggal di ulang lagi aja dengan mahar yang sama." Kata Meshwa.

"Beda, Dek." Kata Arjuna.

"Sama aja, Mas. Mahar yang kemarin juga udah lebih dari cukup." Sergah Arjuna.

"Ya anggep aja ini hadiah karena kamu udah Mas perawanin malem ini." Kata Arjuna yang membuat Meshwa terkekeh.

"Makasih ya, Sayang, karena masih di sini bersama Mas. Makasih karena sudah bertahan sejauh ini dan selalu sabar mendampingi Mas. Mas janji akan selalu bahagiain kamu, Dek." Lirih Arjuna yang di akhiri dengan mengecup dahi istrinya.

"Iya, aku percaya, Mas. Makasih juga karena Mas selalu meratukan aku dan gak pernah ngeluh karena punya istri secerewet aku." Jawab Meshwa yang membuat mereka berdua tersenyum.

1
Kasih Bonda
next Thor semangat
Kristiana Subekti
lanjut lagi yg buuuanyaaak thor 😘😁
Atik Kiswati
knp lg itu.....jadi kwatir nih.....
Kasandra Kasandra
up lg
aurora
semoga penyakit nya mbak meshwa ikut luntur
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pembersihan kah?
amilia amel
semoga itu pertanda rahim Meshwa dibersihkan dari sisa-sisa kiriman jahat
dan semoga habis ini Meshwa kembali hamil dan kali ini calon bopo
cipa
semoga pertanda baik...segera dikasih momongan kembar 3
Tosari Agung
thor si projo kenapa gak serahkan ke arjuna aja sih buat di eksekusi dari di cincang terus di kasih makan ke belang
rizky tria
jd inget ibu Raina dulu, persis ya.. keguguran anak pertama, perempuan..
semoga dengan menjalankan ritual, salah satu pembersihan rahim mbak Meshwa.. sabar ya mas Juna & mbak Meshwa 🤗
setelah ini hamil lg langsung kembar 3 calon Bopo semua 🤲😊🙏
rizky tria: aamiin yra 🤲🤲
total 2 replies
Santi
semoga ini pertanda baik ya, rahim meshwa sedang dibersihkan dan di obati
Kasandra Kasandra
moga nanti di karuniai anak kembar... lanjut double up
Nuri 73749473729
mudah2an pertanda kebaikan thor... lanjut thor masih penadaran
Ika Shanti Budipertiwi
thor jangan sedih-sedih ah
Lenny Fitriany
ikutan nangis 😭😭
dik sugiyantoro
pertanda apa lagi ini. semoga aja itu pembersihan dari telur yg dikirim ke meshwa, dan semoga meshwa Ng akan kenapa2 dan tetap bisa hamil lagi kembar pula. 💪💪💪💪💪 up lagi dong thor
Rusi Rusi
lanjut lagi thor, jangan bikin penasaran. semangat
Nice1808
meshwa kenapa lagi ya, apa makhluk jahat kiriman projo merusak peranaka n meshwa, moga aja gak ya thor🙏
Rahmawati
yg sabar ya juna dan meshwa, nanti semoga dapet anak kembar
Dewi kunti
dibersihkan rahimnya secara ghaib
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!