NovelToon NovelToon
Wanita Bercadar Dan CEO

Wanita Bercadar Dan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: ALNA SELVIATA

Di balik cadar itu, tersimpan surga yang tak pernah Adrian bayangkan.
​Aisha tahu, mencintai seorang CEO seperti Adrian adalah mengundang badai ke dalam hidupnya yang tenang. Ia dicaci, difitnah, bahkan diuji dengan kehilangan. Namun, keteguhan hati Adrian membuatnya bertahan. Adrian bukan lagi pria sombong yang mengejar dunia; ia adalah pria yang rela menjadi kuli demi menebus dosa masa lalu.
​Jalan menuju penebusan ini panjang dan berliku. Saat restu ibu menjadi dinding penghalang yang tinggi, dan masa lalu kembali menagih janji, mereka belajar bahwa satu-satunya cara untuk tetap bersama adalah dengan melibatkan Sang Pemilik Hati. Karena bagi Adrian, Aisha bukan sekadar pilihan, ia adalah takdir yang ingin ia bawa hingga ke surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ALNA SELVIATA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

BAB 26

 SERIGALA DI DALAM PAGAR

​Gedung Aratama Tower malam itu tampak seperti monumen yang megah namun rapuh. Di lantai 47, kegelapan hanya dipecah oleh pendar lampu jalanan yang menembus kaca. Adrian masih berada di sana, namun ia tidak lagi duduk di kursi CEO-nya. Ia duduk di sofa pojok, menatap meja kerjanya yang kini terasa asing.

​Ia tidak menyadari bahwa saat ia sedang bergelut dengan badai perasaan terhadap Aisha, sebuah badai yang lebih nyata sedang mengoyak fondasi kekuasaannya dari dalam.

​Haryo, Direktur Operasional sekaligus orang kepercayaan yang telah mendampingi keluarga Aratama selama dua dekade, berdiri di ruang rapat rahasia di sebuah hotel butik, hanya beberapa kilometer dari kantor pusat. Di depannya, duduk Baskoro, pesaing abadi Adrian yang selama bertahun-tahun selalu kalah dalam perebutan tender proyek pemerintah.

​"Adrian sedang lemah," suara Haryo terdengar dingin, tanpa ada jejak kesetiaan yang biasanya ia tunjukkan di depan publik. "Dia kehilangan fokus karena seorang wanita. Laporan keuangan kuartal ini adalah titik terendahnya. Jika kita bergerak sekarang, para pemegang saham akan setuju untuk melakukan mosi tidak percaya."

​Baskoro tersenyum licik, menyesap cerutunya. "Aku tidak menyangka kau akan mengkhianati putra Bramantyo, Haryo. Bukankah dia sudah kau anggap seperti anak sendiri?"

​Haryo mendengus. "Bramantyo adalah singa. Tapi putranya? Putranya adalah seorang pemimpi yang sedang jatuh cinta pada putri musuh lamanya sendiri. Dia mulai membuang-buang aset perusahaan untuk 'penebusan dosa' yang tidak masuk akal. Aku tidak akan membiarkan Aratama Group tenggelam bersamanya."

​Keesokan paginya, suasana di kantor terasa sangat berat. Adrian masuk ke lift, namun ia menyadari bahwa beberapa staf yang biasanya menyapanya dengan hormat kini memalingkan muka atau berbisik-bisik di belakangnya.

​Saat ia sampai di mejanya, Sarah masuk dengan wajah pucat pasi. Tangannya gemetar saat meletakkan tumpukan koran bisnis dan sebuah dokumen resmi di depan Adrian.

​"Pak... ada pemberitaan di media tentang rencana audit investigasi terhadap pengalihan aset secara rahasia yang Anda lakukan minggu lalu. Dan..." Sarah tercekat. "Dewan Komisaris baru saja mengirimkan surat panggilan untuk sidang darurat sore ini."

​Adrian membaca berita utama tersebut: "CEO Aratama Group Diduga Melakukan Penyelewengan Aset untuk Kepentingan Pribadi."

​Darah Adrian mendidih. Ia tahu pengalihan aset untuk keluarga Aisha itu legal secara prosedur, namun dilakukan secara diam-diam agar tidak memicu keributan. Seseorang telah membocorkannya dengan narasi yang dipelintir sedemikian rupa sehingga ia tampak seperti pencuri harta perusahaan.

​"Siapa yang membocorkan ini?" tanya Adrian, suaranya rendah dan tajam.

​"Haryo, Pak," bisik Sarah. "Dia yang menyerahkan bukti-bukti internal kepada media dan para pemegang saham minoritas pagi ini."

​Adrian merasa seperti ditikam dari belakang oleh orang yang paling ia percayai. Haryo adalah orang yang ia mintai nasihat saat ia pertama kali menjabat. Haryo adalah orang yang tahu betapa hancurnya Adrian karena Aisha. Dan pria itu menggunakan kerapuhan Adrian sebagai senjata untuk menjatuhkannya.

​Di ruang kerja arsitek, berita itu menyebar seperti api di padang rumput kering. Aisha menatap layar monitornya, namun pikirannya berkecamuk. Ia melihat para staf berbisik-bisik, menghujat Adrian yang mereka anggap sudah tidak kompeten.

​Aisha tahu benar aset apa yang dimaksud. Itu adalah aset yang dialihkan untuk keluarganya.

​Melihat Adrian yang sedang disudutkan, Aisha merasakan dorongan yang aneh. Seharusnya ia senang melihat putra Bramantyo jatuh. Seharusnya ia merasa ini adalah keadilan yang tertunda. Namun, saat ia melihat Adrian berjalan cepat menuju ruang rapat komisaris dengan pundak yang terlihat sangat berat, hati Aisha justru terasa nyeri.

​Ia teringat kata-kata Adrian: "Aku akan melepaskan nama Aratama jika itu yang kau mau."

​Adrian tidak sedang mencuri. Dia sedang mencoba menebus dosa ayahnya, dan sekarang dia harus kehilangan kerajaannya karena tindakan itu.

​Rapat dewan komisaris berlangsung panas. Haryo berdiri dengan wajah penuh kepalsuan, berbicara tentang "etika bisnis" dan "tanggung jawab kepada publik".

​"Adrian Aratama telah terbukti menggunakan kekuasaannya untuk menghibahkan aset-aset produktif perusahaan kepada sebuah keluarga yang tidak memiliki hubungan strategis dengan Aratama Group," ujar Haryo dengan nada prihatin yang dibuat-buat. "Ini adalah tindakan yang membahayakan masa depan ribuan karyawan kita."

​Adrian berdiri di ujung meja panjang itu. Ia menatap satu per satu wajah para komisaris yang dulu selalu memujanya. Kini, mereka menatapnya seperti predator yang melihat mangsa terluka.

​"Aset itu adalah milik sah PT. Humaira yang diambil secara tidak adil dua puluh tahun lalu," suara Adrian menggema, tenang namun penuh wibawa. "Aku tidak mencuri. Aku sedang memulihkan integritas perusahaan ini dari sejarah yang kotor."

​"Dunia bisnis tidak mengenal 'integritas' yang merugikan neraca, Adrian!" Baskoro tiba-tiba masuk ke dalam ruangan rapat, sebagai perwakilan dari salah satu konsorsium pemegang saham yang baru saja membeli sebagian besar saham Aratama dari pasar terbuka pagi ini. "Kau sudah tidak fokus. Kau membiarkan emosimu mengontrol logikamu."

​Adrian menyadari bahwa ini adalah serangan terencana yang sempurna. Haryo yang membocorkan rahasia, dan Baskoro yang menyuntikkan dana untuk menggulingkannya.

​Saat rapat diskors sementara untuk pemungutan suara, Adrian keluar ke balkon lantai 47. Angin kencang menerpa wajahnya. Ia merasa sangat sendirian. Kekuasaan, harta, dan nama besar—semuanya terasa seperti pasir yang merosot dari jemarinya.

​Tiba-tiba, ia mendengar langkah kaki di belakangnya.

​Ia berbalik dan menemukan Aisha berdiri di sana. Wanita itu masih menjaga jarak, namun tatapannya tidak sedingin biasanya. Ada kilatan simpati yang coba ia sembunyikan.

​"Kenapa Anda melakukannya?" tanya Aisha pelan. "Anda tahu pengalihan aset itu akan menghancurkan posisi Anda."

​Adrian tersenyum getir, menatap langit Jakarta yang mendung. "Karena aku lebih takut kehilangan martabatku di depanmu daripada kehilangan kursi CEO ini, Aisha. Aku ingin kau tahu bahwa ada seorang Aratama yang lebih menghargai keadilan daripada tumpukan uang."

​Aisha mendekat dua langkah. Untuk pertama kalinya dalam beberapa hari, ia tidak menjauh. "Mereka akan menggulingkan Anda, Adrian. Haryo bekerja sama dengan Baskoro. Ini adalah pengkhianatan total."

​"Biarkan saja," jawab Adrian, suaranya terdengar lega. "Mungkin ini adalah cara semesta untuk melepaskanku dari beban masa lalu. Aku tidak butuh gedung ini untuk mencintaimu, Aisha. Tapi aku butuh menjadi pria yang jujur untuk bisa menatap matamu."

​Aisha merasakan dadanya sesak. Ia melihat seorang pria yang bersedia kehilangan segalanya demi sebuah penebusan dosa yang bahkan bukan miliknya. Di tengah badai pengkhianatan ini, Adrian justru tampak lebih mulia daripada saat ia berada di puncak kejayaannya.

​"Adrian," panggil Aisha. Ini adalah pertama kalinya ia memanggil nama Adrian tanpa gelar 'Pak' di kantor. "Jangan menyerah. Jika Anda jatuh karena mencoba melakukan hal yang benar, maka setidaknya jatuhlah sebagai seorang ksatria, bukan sebagai korban."

​Pemungutan suara berakhir tragis. Adrian resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai CEO Aratama Group hingga investigasi selesai. Haryo ditunjuk sebagai pelaksana tugas sementara.

​Adrian keluar dari ruang rapat dengan kepala tegak. Ia melihat Haryo yang sedang tersenyum puas di tengah kerumunan komisaris. Adrian tidak marah. Ia hanya menatap Haryo dengan rasa kasihan.

​"Kau bisa memiliki kursi itu, Haryo," ucap Adrian saat mereka berpapasan. "Tapi kau tidak akan pernah memiliki ketenangan yang aku rasakan sekarang."

​Adrian berjalan menuju lift, namun sebelum pintu lift tertutup, ia melihat Aisha berdiri di kejauhan, menatapnya dengan pandangan yang sangat dalam. Tidak ada kata-kata yang terucap, namun Adrian tahu bahwa sesuatu telah berubah.

​Pengkhianatan Haryo telah merenggut kekuasaannya, namun pengkhianatan itu juga yang meruntuhkan dinding es di antara dia dan Aisha. Di hari ia kehilangan perusahaannya, Adrian justru merasa ia baru saja menemukan kembali alasan untuk berjuang—bukan untuk saham, tapi untuk sebuah maaf yang kini terasa sangat dekat.

​Malam itu, Adrian keluar dari gedung miliknya dengan hanya membawa satu tas kecil berisi barang-barang pribadinya. Ia berjalan menuju parkiran, namun mobil sport-nya sudah disita oleh perusahaan. Ia berdiri di pinggir jalan, menunggu taksi, saat sebuah mobil sederhana berhenti di depannya.

​Kaca jendela turun. Itu adalah Fikri, adik Aisha.

​"Kak Aisha bilang Bapak butuh tumpangan," ucap Fikri dengan senyum tulus. "Ayo Pak, kita pulang. Ayah ingin bertemu dengan Bapak."

​Adrian tertegun. Badai itu memang menghancurkan menaranya, tapi badai itu juga yang membawanya pulang ke rumah yang selama ini ia cari.

1
Fittar
bagus ceritanya
Pat imah
Ceritanya menarik, tapi itu belum ada endiingnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!