NovelToon NovelToon
Crowned Villains :The End Of Old World

Crowned Villains :The End Of Old World

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Fantasi
Popularitas:291
Nilai: 5
Nama Author: Asjoe the writer

Dunia adalah sebuah luka yang menolak untuk sembuh. Di Utara, perang suci antara Holy Kingdom dan Demon Realm tak kunjung usai. Di Selatan, tirani matriarki menciptakan perbudakan sistematis terhadap kaum pria. Sementara di Timur, jutaan nyawa menjadi tumbal bagi ambisi Federasi dan Aliansi. Bahkan di Barat, Kekaisaran Berline yang agung telah membusuk dari dalam akibat korupsi, nepotisme, dan kelaparan yang mencekik rakyatnya.Saat dunia memprediksi keruntuhan Berline akan menjadi awal dari domino kehancuran global, sebuah anomali muncul dari balik bayangbayang. Bukan pahlawan yang bangkit, melainkan Chara Initiative Organization (CIO). Sebuah organisasi villain yang kejam dan tak terduga. Lewat kudeta berdarah, mereka merebut tahta Berline dan memulai langkah radikal untuk menjungkirbalikkan tatanan dunia yang lama. Bagi mereka, dunia yang rusak tidak butuh diperbaiki; dunia butuh dihancurkan untuk dibangun kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asjoe the writer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Detik-Detik di Ujung Tanduk

Udara di Barloa semakin berat oleh bau ozon dari sihir Elara dan bau busuk daging yang terbakar. Di luar tembok, deru mesin artileri CIO terdengar seperti monster yang sedang menggeram, siap memuntahkan api.

"Kaelen, mereka sudah mengunci koordinat! Kita hanya punya waktu kurang dari lima menit sebelum Aris meratakan seluruh sektor utara kastil!" teriak Elara sambil melepaskan gelombang Mana Shock untuk melumpuhkan sekumpulan mayat hidup yang menghalangi jalan mereka.

"Elara, angkat aku ke atas sana!" Kaelen menunjuk ke arah puncak menara pusat yang masih berdiri tegak meski sebagian sisinya telah hancur. Di puncaknya, sang Nekromancer Aliansi, Baron Vane, sedang merapal mantra pemanggil yang lebih besar, sebuah pusaran energi ungu yang mulai menyedot nyawa para penduduk desa yang bersembunyi di ruang bawah tanah.

Elara tidak membuang waktu. Ia memusatkan seluruh energinya pada mantra gravitasi terbalik.

"Sekarang!"

Kaelen melesat ke udara, tubuhnya seringan bulu namun dengan momentum yang mematikan. Di bawahnya, para Infiltrator mencoba menembakinya dengan panah beracun, namun perisai cahaya dari Holy Crest menangkis semuanya.

Di Puncak Menara

Baron Vane menoleh, mata ununya membelalak melihat seorang ksatria terbang ke arahnya.

"Manusia bodoh! Kau tidak bisa membunuh apa yang sudah menjadi milik kematian!"

Vane mengayunkan tongkat tulangnya, melepaskan proyektil energi gelap yang berbentuk tengkorak. Kaelen memutar tubuhnya di udara, pedangnya bersinar dengan intensitas yang menyilaukan.

"Aku tidak membunuh kematian," raung Kaelen.

"Aku membebaskan mereka yang kau hancurkan!"

CRASH!

Pedang Kaelen beradu dengan perisai energi gelap Vane. Benturan itu menciptakan gelombang kejut yang memecahkan kaca-kaca di seluruh kastil. Di bawah, Elara berjuang mempertahankan fokusnya. Ia melihat ke arah perbatasan; moncong meriam tank-tank awal CIO mulai terangkat, siap melepaskan tembakan pertama.

"Sedikit lagi, Kaelen! Sedikit lagi!" gumam Elara.

Ia kemudian mengarahkan tongkatnya ke langit, melepaskan suar sihir berwarna biru terang—sinyal darurat bagi unit pengintai CIO agar menunda tembakan.

Di Pos Komando CIO

Aris melihat suar biru itu melalui teropongnya. "Suar Elara," bisik asistennya.

"Mereka meminta waktu tambahan, Sir."

Aris menatap jam sakunya yang berdetak dengan presisi mekanis.

"Berikan mereka enam puluh detik. Jika dalam satu menit denyut energi nekromansi itu tidak berhenti, hancurkan menara itu beserta semua yang ada di dalamnya. Efisiensi lebih penting daripada sentimen."

Kembali ke Puncak Menara

Vane tertawa gila, tangannya mulai mencekik leher Kaelen dengan kekuatan supernatural.

"Kau terlambat, Ksatria! Ritualnya sudah selesai! Barloa akan menjadi kota mayat pertama di Federasi!"

Kaelen merasakan napasnya mulai habis, namun ia melihat Elara di bawah sana, berjuang demi rakyat mereka. Ia teringat janji setianya. Dengan sisa tenaganya, Kaelen tidak lagi menggunakan kekuatan fisik. Ia memejamkan mata dan menyalurkan seluruh sisa Holy Crest-nya ke dalam pedang, bukan untuk menebas, tapi untuk meledakkan energi suci tersebut.

"Untuk Federasi... dan untuk masa depan yang lebih baik!"

SHINE!

Cahaya putih murni meledak dari titik jantung menara. Energi itu bertabrakan dengan nekromansi ungu, menciptakan reaksi anihilasi yang dahsyat. Baron Vane menjerit saat tubuhnya mulai hancur menjadi debu, tidak tahan menahan kemurnian cahaya tersebut.

Pusaran energi ungu di atas Barloa lenyap seketika. Mayat-mayat yang bangkit di jalanan tiba-tiba jatuh kembali, menjadi daging mati yang tak bernyawa lagi.

Kaelen jatuh dari puncak menara yang mulai runtuh, namun Elara dengan sigap menangkapnya dengan mantra angin. Mereka mendarat di tengah lapangan yang penuh dengan puing-puing, tepat saat enam puluh detik yang diberikan Aris berakhir.

Meriam CIO tetap diam. Aris menurunkan teropongnya.

"Energi nekromansi hilang. Batalkan serangan artileri. Kirim unit infanteri untuk melakukan pembersihan manual dan bantuan medis. Barloa... sekarang adalah zona protektorat CIO."

Count Carlosc berjalan keluar dari balik reruntuhan, menatap Kaelen dan Elara dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia kehilangan kekuasaannya, ia kehilangan kehormatannya sebagai penguasa mutlak, namun ia melihat rakyatnya selamat.

"Kaelen," panggil Carlosc lemah.

"Dunia lama benar-benar sudah berakhir, bukan?"

Kaelen, yang bersandar pada Elara dengan tubuh penuh luka, hanya menatap ke arah lampu-lampu truk CIO yang mulai memasuki gerbang kota.

"Ya, Count. Dan sekarang, kita harus belajar hidup di dunia yang baru."

Namun, di tengah kelegaan itu, sebuah suara lonceng yang sangat keras terdengar dari arah Selatan. Bukan lonceng Barloa, melainkan lonceng suci dari pasukan Holy Kingdom yang akhirnya tiba di perbatasan. Mereka datang bukan untuk membantu, tapi untuk menghakimi penggunaan sihir cahaya dan teknologi yang telah "mengacaukan tatanan alam".

1
anggita
mampir like👍 iklan ☝saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!