NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Transmigrasi Jadi Karakter Villain Di Dalam Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Mengubah Takdir
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Younglord

Marcus, seorang pemuda dengan hidup yang berantakan, tewas secara konyol hanya karena terpeleset oleh sampah di apartemennya sendiri.

Namun takdir justru mempermainkannya. Alih-alih pergi ke akhirat, ia malah terbangun di tubuh Leon Von Anhart, seorang karakter villain dari novel yang baru saja ia maki-maki habis-habisan.

Menjadi Leon adalah mimpi buruk.
Selain reputasinya sebagai sampah masyarakat yang dibenci semua orang, termasuk keluarganya sendiri, tubuh ini juga menyimpan kondisi yang mengenaskan: gagal jantung kronis yang membuatnya divonis hanya memiliki sisa hidup 365 hari.

Dengan waktu hidup yang tinggal satu tahun, reputasi yang sudah hancur, serta sebuah layar sistem aneh yang memaksanya berbuat baik demi bertahan hidup, Marcus terpaksa melawan takdirnya sendiri.

Masalahnya, dunia ini tidak membutuhkannya sebagai pahlawan.
Dunia ini hanya membutuhkan Leon, seorang villain yang kelak akan menjadi monster sekaligus ancaman bagi dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Younglord, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Sinar matahari pagi menyusup melalui celah gorden kamar yang mewah namun terasa dingin. Di atas ranjang besar berseprai sutra, Leon terbaring kaku.

Napasnya pendek dan berat. Dada bidangnya kini terbalut perban putih yang cukup tebal, menutupi luka robek akibat tebasan aura Adrian kemarin.

Di pinggir ranjang, sosok Eiryn tampak meringkuk. Gadis itu tertidur dalam posisi duduk, kepalanya bersandar di tepian kasur tepat di samping tangan Leon. Matanya sembap, tanda bahwa ia tidak berhenti menangis dan berjaga sepanjang malam.

Suasana hening itu pecah saat dada Leon naik turun dengan paksa.

"Uhuk! Uhuk!"

Leon terbatuk keras. Rasa nyeri yang menusuk dari dadanya menjalar ke seluruh tubuh, memaksanya untuk kembali ke alam sadar.

Eiryn tersentak. Ia langsung mengangkat kepalanya, matanya yang sayu seketika terbuka lebar saat melihat kelopak mata Leon bergerak.

"Tuan? Tuan Leon!" seru Eiryn dengan suara serak. Ia segera bangkit dan mendekat, tangannya gemetar ingin menyentuh Leon tapi takut menyakiti lukanya.

Leon mengerang pelan. Pandangannya masih kabur, langit-langit kamar yang tinggi terasa berputar di matanya. Ia mencoba mengatur napasnya yang terasa sesak.

"E... Eiryn..." bisik Leon lemah. Suaranya terdengar pecah dan kering.

"Ya, Tuan, ini saya. Saya di sini," sahut Eiryn cepat. Ia meraih tangan Leon dan menggenggamnya erat, seolah takut jika ia melepasnya sedikit saja, tuannya itu akan menghilang lagi. "Syukurlah... Anda sudah sadar."

Leon mencoba menolehkan kepalanya sedikit, menatap wajah Eiryn yang berantakan karena kelelahan.

"Apakah Anda butuh minum?, Tunggu sebentar, saya akan ambilkan," ucap Eiryn terburu-buru. Ia hendak beranjak, namun tangannya tiba-tiba dicekal oleh Leon.

Dengan satu tarikan pelan namun pasti, Leon menarik tangan Eiryn menuju ranjang hingga kepala gadis itu terbaring di atas dadanya yang terbalut perban.

"Tidak perlu. Diamlah di sini," ucap Leon lirih namun penuh penekanan, meskipun dadanya terasa sedikit sakit akrena tekanan tubub Eiryn.

Eiryn tertegun. Wajahnya yang semula pucat karena cemas, kini perlahan memerah hebat. Jantungnya berdegup kencang, ia bisa merasakan hangatnya tubuh Leon dan aroma tubuh tuannya itu. Ia hanya bisa terdiam kaku, tak berani bergerak karena takut membuat tuannya kesakitan.

CEKLEK.

Suara pintu kamar yang terbuka tiba-tiba memecah suasana.

"Ehem."

Duke Darius berdiri tegak di ambang pintu. Ia berdeham singkat sambil memalingkan pandangannya ke arah lain, menyadari posisi intim putra bungsunya dengan sang pelayan.

Eiryn tersentak kaget. Secara refleks, ia langsung melepaskan tangan Leon dan berdiri dengan canggung. Wajahnya kini tertunduk dalam, tak berani menatap sang Duke.

"Aku ingin berbicara berdua dengannya," ucap Darius dengan suara berat yang berwibawa.

Eiryn yang mengerti maksud perintah itu segera bergegas pergi. Ia menunduk dalam-dalam saat melewati Darius yang masih berdiri di depan pintu.

Mata tajam Darius mengikuti pergerakan pelayan itu dengan dingin, mengamatinya sampai Eiryn benar-benar keluar dan menutup pintu kamar dengan rapat.

Darius kemudian melangkah masuk, suara sepatu botnya bergema di ruangan yang luas itu. Ia berhenti di pinggir ranjang, menatap Leon yang masih terbaring namun memiliki sorot mata yang jauh berbeda dari sebelumnya.

"Makanlah," ucap Darius datar sembari menyodorkan sebuah kotak kecil yang sedari tadi ia sembunyikan di balik punggungnya.

Leon meringis pelan, berusaha menggerakkan tubuhnya untuk bangun dan duduk bersandar pada kepala ranjang. Setiap gerakannya memicu rasa perih di dada, namun ia tetap memaksakan diri.

"Apa ini?" tanya Leon seraya membuka kotak tersebut. Di dalamnya, tergeletak sebuah pil bulat berwarna hijau jernih yang memancarkan aroma herbal yang kuat.

"Setelah memakan itu, lukamu akan sembuh lebih cepat," jawab Darius singkat.

Tanpa menunggu balasan Leon, pria itu melangkah menuju jendela besar di kamar tersebut. Ia berdiri tegak dengan tangan tertaut di belakang punggung, membelakangi Leon dan menatap ke arah taman mansion yang luas.

"Kenapa kau menyembunyikan kekuatanmu selama ini?" tanya Darius tiba-tiba. Suaranya terdengar berat, menuntut penjelasan.

1
Mr. Wilhelm
Emm ... Keknya ini termasuk Plot armor gk sih? 🤔
Manstor
Nih aku kasih bintang 5 ya thor untuk ceritanya, aku harap novelnya bisa sampai tamat ya~ soalnya seru banget👍👍
SilentLore: Tentu aja pasti, Makasih banyak yaa🙏
total 1 replies
Manstor
waduh🙈
Manstor
Wah seru nih🤩👍
SilentLore: Maksih kaka🙏 udah tertarik baca
total 1 replies
Ryukia
ceritanya menarik
SilentLore: Terima kasih banyak!
Senang sekali kalau ceritanya bisa bikin kakak tertarik 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!