Mungkin ini jalan takdir atau rencana terselubung ku, ternyata tak perlu jauh aku mencari mu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tante yakin?
Di sela-sela aku menunggu rambut ku kering sesuai diberi vitamin, dia di urus oleh owner nya. Mereka bercerita sampai anak itu datang kepada ku, memegang tangan ku dan tersenyum manis.
"Tante kamu cantik, kamu baik. Tuhan berkati kamu..." Aku tersenyum dengan kata-kata manisnya, afirmasi positif nya diterima oleh tubuh ku, Mama nya tersenyum. "Suruh dia ramal masa depan kamu aja cik, dia kalau pegang orang itu berarti ada yang menarik." Kata ibunya di sebelah ku.
"Oh indigo?" Cici itu mengangguk, mengakui kelebihan anaknya. Dia ikut menikmati, mata anak itu kembali mendelik menggenggam tanganku sambil sedikit menangis.
"Kamu baik, tapi karma gak lepas dari dirimu. Hati-hati dengan tahun pembalasan ini, ini bukan karma mu tapi kamu harus menebus nya," sialan batinku. Niatnya ke salon buat refreshing otak malah di tambah beban.
Wajahnya kembali ke pada usia 8 Tahunan bocah asbun yang pintar. "Tante maafin apa pun yang terjadi ya, kalau enggak kamu nanti nyesal." Aku tersenyum mencubit gemas Pipinya.
"Makasih ya, nama kamu siapa?"
"Kevin Tante, nanti kamu ketemu anak namanya Erika ya Tan." Ha anak? Enggak tau ah apa maksudnya dia, mungkin nanti... Nanti setelah keluar mall ini kali." oke Kevin, kita foto yuk." Aku bersuah foto padanya.
"Kamu sudah punya pasangan cik?" kata Mama nya mengajakku ngobrol."Belum?" aku tersenyum, terus Kevin bilang "Tante jangan sakiti pasangan mu ya, memang dia bukan tipe mu...Tapi sifatnya bagus untuk mu."
"Aduhhh apaan sih anak kecil ngomong nya begitu." Kata Mama nya menutup bibirnya untuk berhenti bicara. "Siap Kevin, nanti Tante gak sakiti deh," kata ku tertawa lucu.
Mama nya menjadi malu, bahkan hampir memukul Kevin karena kecerdasan nya dalam berinteraksi. "Mama... Tapi Tante yakin kan dengan aku?"
Aku anggukan kepala selagi belum di lakukan proses selanjutnya, dia melihat terus menggoda ku dengan mata jalangnya, dasar ini anak umur 8 Tahun enggak sih. "Kamu gen Alpha ya," ajak ku mengobrol dan menikmati pijatan di kepala.
"Gen alpha premium," jawab nya tepat duduk dibelakang ku. "Ada aja, eh Tante bulan depan ada kan ada kenaikan jabatan sementara gitu. Menurut mu Tante bisa gak dapatin itu?" Dia diam mengangguk.
"Bisa, Tante kan disiplin anaknya. Ramah lagi."
Aduhhh ngobrol sama bocah gen alpha emang asbun nya bikin deg-deg ser gimana gitu, ini anak bijak banget dapat ilmu darimana dia. "Dari akong aku," Haa apaan anjir dia bisa jawab isi hatiku. "Kamu dengar apa kata-kata Tante barusan?" Dia angguk pelan, astaghfirullah seriusan ini anak?
Perlahan-lahan ku ingat apa aja ucapan yang dia bilang kepada ku, sedikit aku mulai percaya dengan ucapannya tadi, enggak ada salahnya kalau aku mendengar kan mana tau dia salah satu petunjuk jalan dalam hidup ini.
Dia minta uang ke Mama nya dan ya dia jajan seorang diri di mall sebesar ini, aku berpisah dengan Cici itu, ya layaknya kenal lama kami saling tukar ciuman pipi sebelum aku pergi.
Masih menggunakan kemeja dan celana keper kebangsaan kantor-kantoran aku mulai menyusuri setiap detik mall sebelum dia tutup, ini tutup di pukul 11 malam dan akan membuka emperan di depan nya. Baju-baju dan beberapa tas bisalah untuk masuk bagasi motor, helm aja bisa masuk masak barang sekecil ini gak bisa masuk sih.
Motor menyala, melaju meninggalkan mall dengan cerita nya aku kembali kerumah. Sayangnya saat memasukkan motor ke rumah kaki ku malah ke selip diantara pintu dan motor, sakit banget sumpah. Akibat enggak hati-hati ini aku jadi pincang, susun barang-barang tadi jadi siap di tempat.
Sepertinya aku butuh air panas, masak dan menunggu ia mendidih. Selagi itu buka handphone siap scroll medsos sebelum tidur, sialnya ngantuk itu melanda buat malas mandi. Sebelum ngantuk nya semakin keterlaluan aku guyur tubuh secepatnya, memakai body care lanjut tidur, nyatanya badan ku malah semakin Fresh, jadi tidak bisa tidur karena sudah mandi. Menghidupkan musik gunakan earphone untuk mendengarkan adalah salah satu relaksasi ternyaman versi ku.
Aku masih tidur dengan menunda-nunda waktu aku berhasil untuk tidak terlambat lagi ke kantor. Hari ini hari ke dua si hitam di bawa ke kantor.
Josua:[Miwa, aku sampai dipukul 21:00]
Miwa:(membagikan lokasi) [Abang coba download aplikasi taksi online atau sejenisnya. Masukan alamat nya ya bang, langsung ke rumah aja singgah.]
Josua:[Enggak jadi masalah kira-kira ini Mi?"
Miwa:[ Di aku enggak, dirimu tanya?] Jujur sebenarnya ada niat untuk menjembak Josua malam ketibaan nya nanti, cuman kok aku enggak sanggup ya melihat wanita pendamping Josua harus hancur karena ku. Aku juga wanita yang ingin di mengerti, jadi ya udahlah pertemuan terakhir berujung damai tidak masalah.
Untuk hari ini aku setengah hari berada dikantor, sisanya menghadiri persidangan untuk keputusan kasus ku beberapa waktu.
Ruangan persidangan menyambut ku, uap panas dari tubuh ku mendingin usai pembacaan hukuman dibacakan, dia mendapat hukuman mati atas beberapa kasus selain kasus diriku. Tidak sia-sia tulang menemaniku hari ini, ia sangat bahagia bisa menolong ku melawan mafia itu.
"Tulang, soal tulang ku tetapnya tulang ku panggil cuman kalau honor pengacara itu kan beda. Berapa kira-kira tulang? Kan sama aku belum ada tulang bahas itu." Kataku mengajak nya bicara di kursi tunggu persidangan. "Urusan ku sama bapak mu lah itu, enggak usah kau pusingin." katanya
"Yang penting kuliah mu lancar, usaha mu.Kerja mu," katanya memakai ulang kacamata lensa itu. Ia menepuk-nepuk bahu ku."Tulang tinggal lah ya," Anggukan ku membuat ia pergi meninggalkan ku, aku berjalan kembali menuju motor. Niatnya kembali ke kantor tapi kok aneh ya rasanya.
Tanggung jawab membawa ku kembali ke kantor memenuhi satu hari jam kerja supaya gaji cepat dibayarkan. "Surat-surat..." bos diam melihat ku, aku lupa izin jadi terpaksa hanya tersenyum saja. Toh juga waktu nya enggak lama kok sekiranya jam makan siang.
"Miwa, kamu tolong cross cek pengajuan dana dari kantor cabang Ab** ya, tolong segera." Beginilah capeknya bekerja, belum selesai satu di timpah lagi, lama-lama makin bejibun ini map di meja.
Astaga Miwa jangan banyak mengeluh,jalanin semampu kamu oke! Enggak ada yang minta kamu jadi manusia perfect sekarang, hiduplah untuk dirimu. Bahagiakan hatimu sebelum kebahagiaan menghilang darimu.
ayy kan kalau dikerjain satu persatu selesai juga, tinggal cek ulang dan ya siap untuk di audit. Kalau ditanya suka matematika? Aku dengan lantang jawab Tidakkk tapi otak ku dengan bangga memilih 4 Tahun mempelajari akuntansi, yapp itulah saya, lain dihati lain dimulut, lain di logika dan lain yang dikerjakan. Sekian dari saya Miwa hosianna Saragih. Anak terakhir ehhh aku hitungannya anak apa? Gaswatt.
Udahlah aku mau cepat pulang, berhubung tidak masak, enggak mungkin tamu ku nanti harus ikut tidak makan sama seperti diriku. Malu dong, ya hitung-hitung jaga gengsi alangkah baiknya aku memilih untuk beli makanan aja, nanti pasti Josua juga suka kok.
Josua:[Miwa, aku sudah didepan rumah] Ia mengirim potret rumah dan beberapa barang nya, aduh mana aku masih di kantor lagi.
Miwa:[ aku kirim kunci ya, kamu anggap rumah sendiri aja. Aku lagi sibuk banget nih]
Josua hanya mengirim emoticon tertawa, ya udah aku enggak ada balasan apa-apa cuman bisa ketawa juga. Jadinya Josua lebih dulu masuk, sekalian aku titipkan makanan yang ku pesan dari restoran dekat kantor untuk Josua, ya aku tau restoran dimana aku dan pelaku itu pertama kali bertemu.
Enggak munafik disana makanan nya enak-enak dan harganya juga lumayan murah untuk sekelas resto. Aku masih hapal makanan kesukaan Josua, ayam goreng sambal hijau dengan sayur gulai nangka. Josua suka banget itu, begitu juga dengan aku. Kebetulan juga restauran ini selalu menyediakan dua makan favorit kami.
semangat, yah..
jan lupa mampir juga..
kita saling dukung, yah..
💪💪💪
Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!
Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..
Ditunggu ya, kak..
Terima kasih..
🥰🥰🥰