NovelToon NovelToon
Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Duda / Romansa Fantasi
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Selama tiga tahun pernikahan, Dimas Alvaro rela menjadi "bayangan" di rumahnya sendiri. Sebagai suami dari Reina Darmawanti, seorang pemilik cafe yang sukses namun angkuh, Dimas setiap hari menelan hinaan. Ia dianggap pria tak berguna, pengangguran yang hanya bisa memasak, dan menumpang hidup pada harta istri. Demi menjaga perasaan orang tua mereka dan sebuah rahasia masa lalu, Dimas memilih diam, meski Reina bahkan tak sudi disentuh olehnya.
​Namun, di luar pagar rumah itu, Dimas adalah sosok yang berbeda. Ia adalah pemilik jaringan Rumah Sakit Medika Utama, seorang dokter jenius yang memegang kendali atas ribuan nyawa.
​Kehidupan ganda Dimas mulai goyah saat takdir mempertemukannya dengan Kathryn Danola. Gadis mahasiswa yang ceria, sopan, dan tulus itu memberikan apresiasi yang tidak pernah Dimas dapatkan dari istrinya sendiri. Pertemuan tak sengaja di koridor rumah sakit saat Kathryn menyelamatkan keponakannya, Sean, membuka babak baru dalam hidup Dimas.
​Ketika Reina akhirnya mengu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 Mata di Balik Kaca Gelap

Kampus hari itu terasa berbeda bagi Kathryn. Jika biasanya ia adalah mahasiswi yang ramah dan murah senyum, kini ia menjelma menjadi bayangan yang dingin. Ia duduk di barisan paling belakang kelas, mencatat penjelasan dosen dengan gerakan mekanis. Ia mengabaikan bisik-bisik teman sekelasnya yang merasa aneh melihat perubahan drastis pada dirinya. Kathryn tidak peduli. Baginya, dunia di luar kepalanya hanyalah kebisingan yang tidak berarti.

​Namun, ia tidak menyadari bahwa di luar gedung fakultas, sebuah mobil mewah perak terparkir di sudut yang teduh. Di balik kaca film yang gelap, Rendy duduk dengan santai sembari menyesap kopi hitamnya. Matanya yang tajam tidak lepas dari pintu keluar gedung.

​Rendy bukanlah pria sembarangan. Sebagai pengusaha muda yang membangun kerajaannya sendiri, ia memiliki insting pemburu. Kejadian di jembatan kemarin telah memicu rasa penasaran yang luar biasa dalam dirinya. Ia melihat seorang gadis cantik yang nyaris menyerah pada hidup, seorang kakak yang hancur, dan seorang pria yang ia kenali sebagai Dimas Alvaro, sang penguasa Medika Group berdiri tak berdaya di kejauhan.

​"Apa yang membuat gadis sekecil itu bisa menghancurkan pertahanan dua pria perkasa?" gumam Rendy pada dirinya sendiri.

​Rendy mulai menjalankan rencananya. Ia tidak mendekat secara terang-terangan seperti yang dilakukan Dimas. Ia memilih untuk menjadi pengintai yang tidak terlihat. Dengan koneksi dan uang yang ia miliki, tidak sulit baginya untuk mendapatkan informasi dasar tentang Kathryn Danola.

​Ia mengikuti Kathryn dari jauh saat gadis itu keluar dari kelas. Ia melihat bagaimana Kathryn menolak tawaran tumpangan dari teman-temannya hanya dengan gelengan kepala yang kaku. Ia melihat Kathryn berjalan kaki menuju halte bus, duduk sendirian di bangku kayu yang keras, menatap kosong ke aspal jalanan selama berjam-jam seolah-olah ia tidak punya tujuan pulang.

​"Dia tidak sedih... dia sedang mati rasa," analisis Rendy dari kejauhan.

​Rendy kemudian mengarahkan pandangannya ke arah lain. Benar saja, tidak jauh dari posisi Kathryn, ada dua pria berbadan tegap dengan pakaian sipil yang terus mengawasi Kathryn. Rendy tersenyum sinis. "Orang-orang Dimas. Terlalu mencolok."

​Berbeda dengan anak buah Dimas yang kikuk, Rendy bergerak lebih halus. Ia menyewa seorang fotografer profesional untuk mengambil gambar Kathryn dari jarak jauh. Ia ingin tahu ke mana saja gadis itu pergi, apa yang ia makan, dan siapa saja yang mencoba berinteraksi dengannya.

​Sore harinya, Kathryn tidak langsung pulang ke rumah Paul. Ia justru berhenti di sebuah taman kota yang sepi. Ia duduk di bawah pohon beringin tua, membuka tasnya, dan mengeluarkan sebuah buku sketsa kecil. Namun, alih-alih menggambar pemandangan, ia justru mencoret-coret kertas itu dengan garis-garis hitam yang kacau dan tajam.

​Rendy turun dari mobilnya, menjaga jarak sekitar lima puluh meter. Ia menggunakan teropong kecil untuk melihat apa yang dilakukan Kathryn. Ia melihat tangan Kathryn bergetar saat mencoret kertas itu.

​"Dia sedang melampiaskan kemarahan yang tertahan," bisik Rendy.

​Rasa ingin tahu Rendy berubah menjadi ketertarikan yang berbahaya. Ia merasa ada kesamaan antara dirinya dan Kathryn rasa kesepian yang dalam di tengah keramaian. Namun, Rendy juga mencium peluang. Jika ia bisa mendekati Kathryn, ia tidak hanya akan mendapatkan jawaban atas rasa penasarannya, tapi ia juga memegang kunci untuk menggoyahkan Dimas Alvaro, rival bisnisnya yang selama ini sulit ditembus.

​Rendy mulai mengumpulkan kepingan teka-teki. Ia mencari tahu tentang Paul Danola, tentang Becca, dan tentang bagaimana Dimas bisa masuk ke dalam kehidupan keluarga itu dengan identitas palsu. Semakin banyak ia tahu, semakin Rendy merasa bahwa Kathryn adalah korban dari ego pria-pria di sekitarnya.

​"Kasihan sekali kamu, Kathryn," gumam Rendy sambil menatap foto Kathryn yang baru saja dikirimkan anak buahnya ke ponselnya. "Dikelilingi oleh pelindung yang sebenarnya adalah penjara bagi jiwamu."

​Sementara itu, Kathryn merasa seolah ada mata yang terus mengikutinya. Instingnya yang menajam sejak kejadian di jembatan membuatnya merasa tidak nyaman. Ia menoleh ke sekeliling taman, namun ia tidak menemukan siapa pun yang mencurigakan. Orang-orang Dimas bersembunyi dengan baik, dan Rendy jauh lebih ahli dalam hal penyamaran.

​Kathryn menutup buku sketsanya dengan kasar. Ia berdiri dan melangkah menuju jalan raya untuk mencari taksi. Ia tidak ingin kembali ke rumah di mana Paul akan menatapnya dengan rasa bersalah yang memuakkan, atau di mana Dimas mungkin akan muncul lagi dengan janji-janji kosongnya.

​Namun, saat ia berdiri di pinggir jalan, sebuah mobil perak berhenti tepat di depannya. Kaca mobil itu turun perlahan, menampakkan wajah Rendy yang tersenyum ramah senyum yang tampak sangat tulus namun penuh rahasia.

​"Butuh tumpangan, Kathryn?" tanya Rendy ringan, seolah-olah pertemuan ini adalah sebuah kebetulan murni.

​Kathryn diam. Ia menatap pria di dalam mobil itu. Ia mengenali wajah ini pria yang ikut menahannya di jembatan kemarin. Pria yang bukan kakaknya, dan bukan Dimas.

​Untuk pertama kalinya sejak pagi tadi, ada kilatan emosi di mata Kathryn. Bukan rasa takut, melainkan rasa ingin tahu yang sama besarnya dengan Rendy. Ia melihat Rendy sebagai sebuah pintu keluar dari kepungan Paul dan Dimas.

​Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Kathryn melangkah mendekat dan membuka pintu mobil Rendy. Ia masuk ke dalam, duduk di kursi penumpang, dan menatap lurus ke depan.

​Rendy sedikit terkejut dengan keberanian Kathryn yang tanpa suara, namun ia segera menyembunyikannya dengan tawa kecil. "Pilihan yang cerdas. Kita pergi dari sini sebelum 'pengawal' pribadimu mulai panik, ya?"

​Mobil perak itu melesat membelah kemacetan Jakarta, meninggalkan anak buah Dimas yang kebingungan karena kehilangan jejak target mereka. Di dalam mobil, keheningan tetap terjaga, namun kali ini adalah keheningan yang penuh dengan rencana baru. Kathryn telah menemukan bidak barunya untuk membalas dendam, dan Rendy telah menemukan mangsa yang paling menarik dalam hidupnya.

1
Anonymous
up
Idah Jafar
nih cerita lama kok nyebelin sm tokoh utamanya
Idah Jafar
tor sy kok menialn si ken in terlalu over JD sy gregetan bukan sm ceritanya
tp sm siken inninlebay berlebihan dn menjemukan
cerita ny udah bagus tinggal tokoh utama ny bikin infil
Idah Jafar
bener jg sih kt KK ny Paul biarkn dia tahu rasa ny hidup tanpa keluarga
Idah Jafar
prinsip yg tidak harus d pertahan kn
yg tidak bisa menerima penjelasan at pembelaan
prinsip yg kaku yg bisa menghancurkan dr sendiri
Idah Jafar
lanjut
Ra H Fadillah
ini cerita saya, semoga kalian suka 😇
jajangmyeon
up
ceuceu
bikin males banget baca dengan keras kepala kathryn
ceuceu
Emang klw Dimas kaya raya kenapa Kathryn ga Nerima?
Ayudya
ceritanya menarik
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 💞
total 1 replies
ceuceu
Dimas kenapa bisa nikah sama cewe modelan Medusa sih
Naufal hanifah
cerita nya bagus
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 💞
total 1 replies
jajangmyeon
lnjutttttttt 🥳
Anonymous
up 😎
Anonymous
Aku suka banget sama ceritanya! Plotnya seru, karakternya terasa hidup, dan setiap bab bikin makin penasaran. Semoga ceritanya semakin dikenal dan banyak pembaca yang ikut menikmati!
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 💞
total 1 replies
Ira Janah Zaenal
kamu wanita tangguh kath😍
Anonymous
ayo up terus thor makin seru niii
Yensi Juniarti
lama2 saya GK suka sifat ketryin ini ...
terlalu berlebihan
Yensi Juniarti
maaf ya tor.. itu terlalu childrens..
terlalu berlebihan kalau kata aku...
seolah2 dia paling korban disini padahal sama2 sakit juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!