NovelToon NovelToon
HEARTS & SCALPELS: The Silent Recipe

HEARTS & SCALPELS: The Silent Recipe

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance / Mafia / BTS
Popularitas:452
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

"Di balik presisi pisau bedah, ada rahasia yang tidak boleh terucap."
Sheril tidak pernah menyangka bahwa kariernya sebagai ahli forensik akan membawanya ke dalam lingkaran berbahaya antara cinta dan kebenaran. ia mempercayai sekaligus mencurigai kekasihnya Jungkook.
Beberapa rahasia memang lebih baik tetap membisu. Tapi, apakah detak jantung bisa berbohong di bawah tajamnya skalpel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Jejak Sepatu yang Hilang

Pagi itu, Seoul diselimuti kabut tipis yang membuat gedung-gedung pencakar langit tampak seperti bayangan raksasa yang bisu. Di dalam apartemen, kehangatan masih terjaga, namun bagi Sheril, kenyamanan itu mulai terasa sepi.

Ia terbangun dan mendapati sisi tempat tidur di sebelahnya sudah kosong. Jungkook selalu bangun lebih awal, sebuah rutinitas yang dulu ia anggap sebagai dedikasi kerja, namun kini terasa seperti kesempatan bagi pria itu untuk bergerak di balik bayang-bayang.

Sheril melangkah ke arah jendela, melihat rintik gerimis yang membasahi kaca. Ia menyentuh liontin sayap pemberian Jungkook semalam. Logamnya terasa dingin di kulitnya yang hangat. Kata-kata Suga terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak, beradu dengan memori tentang kecupan lembut Jungkook di keningnya.

"Kamu sudah bangun, Cantik?"

Suara itu membuat Sheril sedikit tersentak.

Jungkook berdiri di ambang pintu kamar, memegang nampan kayu berisi dua cangkir kopi yang mengepulkan uap aroma hazelnut dan sepiring kecil macaron warna-warni. Ia tampak segar, seolah data komunikasi misterius yang ditemukan Suga tidak pernah ada.

"Aku tidak ingin membangunkanmu. Kamu terlihat sangat nyenyak semalam, meskipun sedikit gelisah," ucap Jungkook sambil berjalan mendekat.

Ia meletakkan nampan di meja samping tempat tidur, lalu duduk di tepi ranjang.

Jungkook meraih tangan Sheril, menariknya lembut agar Sheril duduk di pangkuannya. Sheril menurut, membenamkan wajahnya di leher Jungkook, menghirup aroma sabun mandi pria itu yang menenangkan.

Untuk sejenak, ia ingin melupakan IP address, tamu yang duduk di Meja 7, dan mayat-mayat di ruang forensik.

"Apa aku mengigau lagi?" tanya Sheril lirih.

Jungkook terkekeh, getaran di dadanya merambat ke tubuh Sheril.

"Kamu menyebutkan nama Suga beberapa kali. Apa dia memberikanmu banyak tugas tambahan? Jika iya, katakan padaku, biar aku kirimkan dia makanan yang sangat pedas agar dia berhenti mengganggumu."

Sheril membeku sesaat. Ia mendongak, menatap mata jernih Jungkook.

"Suga Oppa hanya membantuku dengan data kasus, Kook. Mungkin karena itu aku mengingaukan nama dia?"

Jungkook mengusap pipi Sheril dengan ibu jarinya, menatapnya dengan intensitas yang membuat napas Sheril tertahan.

"Sayank aku tidak suka pria lain ada di pikiranmu, bahkan saat kamu tidur. Aku ingin aku saja yang kamu ingat bahkan kaku pikirkan saat tidur"

"Dan Selamanya, hanya ada aku di sini" lanjut Jungkook menunjuk ke arah dada Sheril, tepatnya ke jantungnya.

Sheril menggenggam tangan itu. kemudian melakukan langkah awal, ia mendekatkan wajahnya ke Jungkook, mengecup bibir itu dan tersenyum.

Mata keduanya bertemu, Jungkook mendekat mencium bibir Sheril, Ciuman Jungkook pagi itu terasa manis, namun ada sesuatu yang berbeda—seperti sebuah penegasan.

Saat Jungkook bangkit untuk mandi, Sheril secara tidak sengaja menendang tas kerja Jungkook yang tergeletak di lantai. Tas itu terbuka sedikit, memperlihatkan sebuah kotak kayu kecil yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Beberapa jam kemudian, Sheril tiba di markas kepolisian dengan perasaan yang berkecamuk. Ia mencoba berjalan melewati meja detektif secepat mungkin, namun suara berat RM menghentikannya.

"Sheril! Kemari sebentar," panggil RM. Sang detektif itu sedang membungkuk di atas meja besar yang penuh dengan foto-foto TKP. Di sana juga ada Jin, yang wajahnya terlihat sangat tegang.

"Ada apa, Oppa?" tanya Sheril, mencoba menenangkan detak jantungnya.

RM menunjuk sebuah foto hasil pembesaran dari jejak tanah di lokasi penemuan mayat terakhir di dermaga.

"Kami menemukan jejak sepatu di sana. Ukurannya 42. Merknya Timberland edisi terbatas. Hanya ada beberapa pasang yang terjual di Seoul tahun ini."

Jin menoleh ke arah adiknya dengan tatapan tajam.

"Sheril, bukankah aku pernah membelikan sepatu yang sama untuk Jungkook saat ulang tahunnya tahun lalu?"

Darah Sheril serasa turun ke kaki. Ia mengepalkan tangannya erat, meredam debaran di hatinya.

"Banyak orang punya sepatu itu, Jin Oppa. Itu merk populer."

"Tapi tidak banyak yang berada di dermaga jam tiga pagi saat sebuah truk logistik melintas," timpal RM sambil menunjukkan rekaman CCTV buram.

"Truk itu mirip dengan kendaraan operasional Le Lapin. Tapi plat nomornya sengaja ditutupi lumpur."

Sheril menggelengkan kepala. ia menghela nafasnya berat

"Trus kalau itu kendaraan logistik merek le Lapin, hubungannya apa sama Jungkook"

"Itu bukan bukti kuat. untuk menuduh dia terlibat kejahatan. Itu akan dianggap fitnah" lanjut Sheril

"Kami tau, Itu sebabnya kami belum menangkapnya. Karena bukti belum cukup untuk membuktikan ia bersalah" ucap Jin

 sambil menghela napas.

 "Tapi aku memperingatkanmu, Sheril. Jika dia menyembunyikan sesuatu, jangan sampai kamu ikut terseret."

Di pojok ruangan, Suga memperhatikan Sheril dengan tatapan yang sulit diartikan. Ia tidak mengatakan sepatah kata pun, namun sorot matanya seolah berkata: Aku sudah memperingatkanmu.

Sore harinya, saat hujan turun lebih deras, Sheril memutuskan untuk pulang lebih awal. Ia ingin mencari kebenaran di rumahnya sendiri. Saat Jungkook sedang berada di restoran, Sheril mulai menggeledah rak sepatu di dekat pintu masuk.

Sepatu Timberland itu ada di sana.

 Sheril mengambilnya, membalikkan solnya, dan jantungnya berdegup kencang. Sol sepatu itu sangat bersih. Terlalu bersih. Seolah baru saja disikat dengan deterjen kuat untuk menghilangkan jejak apa pun.

Ia kemudian teringat kotak kayu kecil di dalam tas Jungkook tadi pagi. Ia mencari tas itu dan menemukannya di ruang kerja Jungkook. Dengan tangan gemetar, ia membuka kotak itu.

Di dalamnya bukan berisi bukti pembunuhan, melainkan sebuah jam tangan wanita yang sangat mewah dan sebuah kartu kecil bertuliskan: "Untuk ulang tahun masa depan kita. Bersabarlah sebentar lagi, semuanya akan selesai."

Sheril terduduk di lantai. Air matanya menetes. Kalimat itu sangat romantis, namun di tengah kasus pembunuhan berantai ini, kata-kata "semuanya akan selesai" terasa seperti ancaman yang samar.

Tiba-tiba, suara pintu apartemen terbuka.

"Sheril? Kamu sudah pulang sayang?"

Jungkook berdiri di sana, memegang payung yang masih meneteskan air. Ia melihat Sheril sedang memegang kotak kayu itu. Ekspresi Jungkook tidak berubah marah. Ia justru tersenyum lembut, senyuman yang biasanya membuat Sheril merasa aman, namun kini terasa seperti topeng.

"Ah, kamu menemukannya lebih cepat," ucap Jungkook sambil berjalan mendekat. Ia meletakkan payungnya dan berdiri di depan Sheril, menghapus air mata di pipi wanita itu.

"Itu kejutan untukmu. Kenapa kamu menangis?"

"Kook... jam ini buat apa?," tanya sheril dengan suara bergetar.

Jungkook terdiam sejenak. Ia menggenggam tangan Sheril, mengecup jemarinya satu per satu.

"Aku melihat ini di toko kemaren, jam yang sangat cantik untuk dokter cantik"

"Tapi jam ini pasti mahal"

"Gak ada sesuatu yang mahal jika itu untuk kamu" Jungkook menatap mata Sheril dengan sangat dalam.

"Kamu hanya perlu percaya sama aku, bahwa aku pasti aka membahagiakan kamu. Melakukan segalanya untuk kamu" jelas Jungkook lagi

Jungkook memeluk Sheril, membenamkan wajahnya di leher wanita itu. Sheril membalas pelukan itu, namun matanya menatap ke arah sepatu Timberland yang bersih di sudut ruangan.

Ia mencoba menepis pikiran buruknya tentang apa yang di bahas tadi dengan Rm dan Jin. Ia hanya harus percaya pada Jungkook, walaupun dari hati kecilnya ia tetap mengkhawatirkan tentang kemungkinan keterlibatan Jungkook dengan kasus yang ia sedang hadapi

...****************...

1
Lilyyanaa
ternyata member bts lengkapp🤭
sabana: iyah, semoga suka🙏
total 1 replies
sabana
Ini Fanfic idol lagi ya, minjam nama-nama personil BTS ya, semoga suka
李慧艳
mampir...semangatk kak
李慧艳: tolong AP???
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!