Sebuah kisah cinta yang berakhir sia-sia, dimana ketulusan cinta Reina yang awalnya begitu penuh kebahagiaan bersama dengan Kevin yang diawali dari kisah LDR hingga pada tahun ketiga, tiba-tiba Kevin lost contact yang membuat Reina begitu kecewa dan sakit hati sehingga tak lagi bisa membuka hati untuk siapapun. Cinta Reina serasa habis dikisah cinta yang dia anggap akan berakhir bahagia. Apakah Reina bisa melupakan Kevin? Apakah Reina bisa membuka hati lagi? atau cintanya benar-benar habis dikisah 3 tahun yang sia-sia itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KKN
Reina, Dea, Wiwi dan Lala kini sudah berada di Bandara. Penerbangan mereka sebentar lagi.
Sementara itu, Bara yang akan mereka temani pergi kini sedang berbincang-bincang dengan orang tuanya dan orang tua teman-teman adiknya itu. Nantinya ketika sampai di Tempat KKN Mereke, Mereka akan tinggal bersama di rumah Abangnya Reina.
Kebetulan rumah Bara tidak jauh dari lokasi kantornya tempat adik dan teman-temannya itu melakukan KKN. Jadi selama kurang lebih 3 bulan nanti mereka akan tinggal bersama-sama. Untung saja rumah Bara cukup luas untuk menampung mereka.
Satu-persatu mulai masuk ke dalam pesawat, Reina duduk disamping kakaknya, sementara ke tiga temannya itu duduk tepat dibelakang mereka.
Pesawat mereka sudah lepas landas. Selama perjalanan Reina begitu sangat mengantuk. Ia tertidur sambil bersandar di bahu Abangnya.
"Aduh bocah ini, kecil-kecil tapi lumayan berat" Ucap Bara dengan suara kecil sambil menghela nafas kasar.
Reina tertidur begitu sangat nyenyak. Hanya butuh waktu 1 jam 45 menit untuk sampai ketempat yang mereka tujuh. Kini penumpang pesawat pun satu persatu mulai melangkah keluar dari pesawat.
Reina yang masih tertidur kini dibangunkan oleh Abangnya itu.
"Rein,,,,Heee,, ayo bangun kita sudah sampai" ucap Bara sambil mendorong adiknya itu.
Ketiga sahabat adiknya itu hanya tertawa kecil melihat Reina dan Abangnya itu.
"Aaaahh,,,Abangggg" Pekik Reina.
Mereka pun melangkah turun dari pesawat.
Dari kejauhan sudah terlihat laki-laki paruh baya sedang melambaikan tangan ke arah mereka. Ia berdiri di samping Mobil mewah berwarna hitam glossy.
"Ayoo, Pak Dani sudah datang" Ucap Bara.
Pak Dani adalah sopir pribadi Bara.
Reina dan ketiga temannya itu pun mengekor dibelakang Bara.
"Silahkan Masuk Nona" Ucap Pak Dani sembari membuka pintu mobil untuk cewek-cewek itu. Sementara Bara sibuk memasukkan barang-barang cewek itu kedalam mobil dibantu oleh Pak Dani.
Mobil melaju dengan kecepatan standar, jarak bandara dari kediaman Bara cukup jauh. Butuh waktu 1 jam untuk sampai itupun kalau jalanan tidak macet.
-
-
-
Mereka sudah sampai di kediaman Bara. Reina, Dea, Wiwi dan Lala mengikuti Bara dari Belakang. sementara itu barang-barang mereka di angkat oleh pak Dani.
Bara menunjukkan Kamar Mereka, Ada 2 kamar diruang tamu. Satunya lagi Ada di lantai atas tepat di samping kamar Bara.
Dea, Wiwi dan Lala memasukkan barang-barang mereka kedalam Kamar tersebut, sementara Reina ia memilih untuk tinggal di kamar samping kamar Abangnya.
Mereka pada sibuk mengurus barang-barang mereka. sementara itu Bara kembali ke kamarnya untuk ber istirahat sejenak. Perjalanan hari ini sungguh sangat melelahkan. Sepanjang perjalanan kepalanya sangat pusing, di karenakan Reina dan teman-temannya sangat ribut. Entah apa yang mereka bahas selama perjalanan.
Dilain tempat, Reina dan ke tiga sahabat nya itu pun berkumpul diruang tamu sambil menonton TV ditemani cemilan-cemilan yang mereka bawah dari rumah tadi.
"Rumah Abang kamu besar banget Reina" Titah Dea dengan muka kagum sambil melihat-lihat ke setiap sudut ruangan.
"Iya Rein, lengkap banget isinya" sambung Lala
"Tapi sayangnya, kakak mu hanya tinggal sendiri. Bisa kali ya kalau aku mengajukan diri buat jadi pendamping Abang Bara" Ucap Wiwi sambil cengar-cengir.
"Gue saranin ya, mending cari Cowok lain aja. Abang gue itu kasar. Suka marah-marah, ditambah lagi muka datar. mengerikan" Balas Reina sambil menakut-nakuti temannya itu.
Bara berjalan dari arah tangga. Ia melihat Reina bersama ketiga temannya sedang duduk di ruang tamu dengan pembungkus cemilan yang berserakan kesana kemari.
"Nanti dibersihkan ya" Ucap Bara dengan muka datar
Sontak Ketiga teman Reina berbalik dan melihat kearah Bara.
"Siap Bang" ucap mereka bersamaan sambil memungut pembungkus cemilan yang berserakan tadi.
"Udah, beresinnya nanti aja. Dia emang gitu orangnya. Sok bersih" Pekik Reina tanpa di dengar oleh Bara.
"Nggak boleh gitu Reina, kita disini hanya menumpang" Ucap Lala
"Betul tuh Reina" Sambung Dea dan Wiwi.
-
-
-
Makan malam sudah siap di meja makan. Bara menyuruh Bu Siti memanggil Reina dan teman-temannya untuk makan malam bersama.
Bu Siti adalah istri dari Pak Dani. Mereka bekerja di rumah ini dan menjadi kepercayaan Bara selama ia menetap tinggal di kota ini.
"Bu, tolong panggil Reina dan teman-temannya untuk mkan bersama" Ucap Bara dengan kalimat perintah dan muka yang selalu datar.
Bu Siti sudah terbiasa dengan sikap dingin dan muka datar majikannya itu.
"Baik Tuan Bara" Bu Siti bergegas ke ruang tamu dan memanggil ke empat wanita itu.
Mereka duduk di kursi sambil menikmati makan malamnya.
"Besok kalian sudah bisa mulai Masuk kerja di Kantor, Selama disini Kalian diantar jemput oleh Pak Dani, Kalau butuh sesuatu bisa sama Bu Siti dan Pak Dani, nggak usah sungkan". Ucap Bara diselah makan malamnya.
"Elleee,,,kalau sama orang lain baik banget, giliran sama adik sendiri kasarnya minta ampun" Reina ngedumel.
"Baik Bang, terima kasih" Ucap Dea, Wiwi dan Lala dengan muka yang tidak enak. Dirumah ini semua kebutuhan mereka terpenuhi.
Mereka kembali menikmati makan malamnya dengan tenang. hanya suara dentuman sendok dan piring yang terdengar.
-
-
-
Pagi ini mereka berangkat bersama Bara. Kali ini yang menyetir adalah Bara, Reina duduk disamping Abangnya. Sementara ketiga temannya itu duduk dibelakang.
"Cewek ini pada mau kerja apa mau ke pengantin sih, dandannya menor banget" Bara membatin sambil memperhatikan Teman adiknya itu sibuk ngaca dari tadi.
Bara adalah pembimbing mereka Selama Reina dan ketiga sahabatnya itu KKN di kantor tersebut.
"Bang,,,kasi aku posisi yang mudah-mudah aja ya" Ucap Reina memohon kepada Abangnya itu.
"Iya nanti Kita lihat" Ucap Bara sambil membelokkan mobilnya masuk ke area parkiran kantor.
Mereka turun dari mobil. Keempat wanita itu kagum dengan muka menganga melihat perusahan yang begitu besar di pusat kota ini. Reina pun baru pertama kali berkunjung ke perusahaan Abangnya itu.
mereka berjalan mengikuti Bara.
"Pagi Tuan" Sapa asistennya dengan tubuh membungkuk memberi hormat.
"Kenalin, mereka ini ini adalah Mahasiswa dari jurusan Akuntansi. Untuk 3 bulan ke depan mereka akan melakukan KKN di perusahaan kita. Posisi untuk mereka sudah saya tentukan, Saya berharap kalian semua bisa memberi bimbingan kepada mereka selama KKN di Perusahaan kita". Ucap Bara kepada semua staf-staf di perusahaannya. Ia melangkah meninggalkan Reina dan teman-temannya.
Remon Asisten Bara kini mengambil alih Reina dan teman-temannya.
"Baik saya akan menyampaikan posisi yang sudah ditentukan oleh Tuan Bara. Nona Reina dan Nona Lala, kalian di tempatkan di posisi bagian Keuangan nanti diarahkan oleh Ibu Rena selalu Staf bagian keuangan Perusahaan ini. Sementara untuk Nona Dea dan Nona Wiwi kalian di Bagian Resepsionis, disana kalian akan diarahkan oleh Ibu Kenny dan Pak Broto. Sekarang kalian sudah bisa mulai kerja". Remon meninggalkan mereka yang sudah tahu posisinya masing-masing.
"Emang ya Si Abang Bara itu, tadi aku mintanya di posisi yang gampang-gampang aja, eeee malah disuruh di bagian keuangan" Reina menghela nafas kasar.
"Harusnya kamu senang Reina, Abang Bara menempatkan kamu di posisi yang sesuai dengan penelitianmu". Ucap Lala.
"Iya Juga sih" Reina menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
-
-
-