NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:553
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lantai 9, Part 2 [BAWAH ADALAH ATAS]

[WELCOME TO FLOOR 9 — INVERTED VOLCANIC FIELD]

“GRAVITY DISTORTION ZONE DETECTED”

“ERUPTION CYCLE: ACTIVE”

Bar Overheat masih aktif.

OVERHEAT: 7%

Mereka terus berjalan sambil memandangi gunung berapi yang ada diatas kepala mereka.

Dari atas, salah satu gunung kecil mengeluarkan getaran rendah. Seperti napas.

Leo lalu berbicara. “Bos… ini bukan lantai biasa.”

Marva memperhatikan nada itu. “Aku juga berpikir seperti itu Leo.”

“Aku merasakan sesuatu… bukan hanya api. Energi sihir yang besar. Sihir di lantai ini memanipulasi gravitasi agar tidak bekerja sebagaimana mestinya.”

Meriel lalu memperhatikan tanahnya. “Ini seperti… bagian atas yang dibalik.”

Marva mengangkat wajahnya lagi.

Langit itu tidak terlihat seperti langit.

Lebih seperti kubah besar.

Seolah mereka berdiri di dalam rongga raksasa, dan gunung-gunung itu menancap di dinding-dinding atas.

“Ini inti bumi yang lebih dalam?” gumam Marva.

“Atau… hanya sesuatu yang dibuat menyerupainya?”

Tiba-tiba notifikasi kecil berkedip.

[ERUPTION PHASE IN: 30 Seconds]

Meriel membeku. “Tiga puluh detik?”

Marva langsung bergerak. “Firasatku tidak enak.

Jangan berdiri tepat dibawah gunung berapi!”

Tanah hitam itu retak-retak di beberapa titik. Garis merah tipis terlihat di celahnya, tanda lava mengalir di bawah.

Mereka terus berlari untuk mencari tempat aman.

Detik terus berjalan.

7… 6… 5…

Leo berbisik. “Bos… rasanya seperti ada yang sedang mengawasi kita.”

“Fokus,” jawab Marva singkat.

3… 2… 1…

Langit bergetar. Semua Gunung berapi yang ada di atas mereka meletus.

Bukan ke atas tapi ke bawah.

Semburan lava jatuh seperti air terjun api.

Marva dan Meriel menekan tubuh ke sisi batu. Lava menghantam tanah di sekitar mereka. Tanah hitam yang tadinya kering mendidih, lalu meleleh di beberapa titik.

-74

-82

Damage kecil masuk karena panas nya memancar seperti radiasi.

Overheat naik.

OVERHEAT: 7% → 11%

Meriel menggertakkan gigi. “Ini bukan cuma arena bertarung… ini penyiksaan.”

Letusan berhenti.

Tanah kembali kering. Tapi bekas lava yang jatuh masih menyala merah, menciptakan zona berbahaya baru.

Marva berdiri perlahan. “Setiap beberapa menit kita akan dipaksa bergerak.”

Leo menyahut. “Bos… itu bagus.”

“Bagus?”

“Ini bisa jadi arena latihan baru untuk terus bergerak, terus menghindar dan terus berpikir. Dengan begitu, melawan Bos Lantai 10 akan lebih mudah.”

Marva terdiam. Dia berfikir, apa yang dikatakan Leo ada benarnya juga.

Mereka mulai berjalan lagi.

Beberapa menit kemudian, monster pertama muncul.

Dari tanah hitam yang retak, sesuatu naik perlahan. Tubuhnya seperti batu terbakar, dengan retakan lava di sepanjang punggungnya.

ASH BEHEMOTH – Lv. 47

Makhluk itu tidak besar seperti Colossus. Tapi padat. Berat. Setiap langkahnya membuat tanah bergetar.

Meriel langsung mengaktifkan skill.

SLOW BIND!

Ash Behemoth lalu mengaum dan mulai menyerang. Pukulan pertamanya menghantam tanah, menciptakan gelombang retakan yang menjalar.

Marva melompat ke samping. Ia mengayunkan pedang.

Tapi kali ini hanya serangan biasa saja, skill Leo masih terkunci.

Tebasan fisik.

-214

-198

Ash Behemoth membalas dengan hantaman kedua.

Marva terpukul, tapi Aquarius memback-up dengan skill Healing miliknya. Aquarius yang biasa nya ribut dan selalu bersemangat, hanya bisa begerak dalam diam. Karna debuff lantai yang masih mengikatnya.

Notifikasi berkedip lagi.

[ERUPTION PHASE IN: 30 Seconds]

Meriel mengutuk pelan. “Lagi?”

Ash Behemoth justru berdiri tegak dan terus menyerang.

Leo paham. “Bos, dia tidak takut erupsi.”

Marva menatap langit.

Gunung di atas mereka mulai bergetar lagi.

Marva menarik Meriel. “Kita paksa dia ke zona lava.”

Mereka memancing Ash Behemoth ke arah retakan tanah yang baru saja terkena lava.

Detik habis.

Letusan kedua turun.

Lava menghantam Ash Behemoth langsung.

Makhluk itu tidak menghindar.

Tubuhnya justru menyerap panas.

HP-nya tidak turun.

Sebaliknya—

Tubuhnya membesar sedikit.

Meriel terbelalak. “Dia makan lava?!”

Leo menggeram. “Monster ini lahir dari erupsi?”

Marva menggertakkan gigi. “Strategi kita salah, jangan biarkan dia terkena letusan lagi.”

Ash Behemoth menyerang lebih agresif sekarang. Pukulan ketiganya menghantam Marva langsung.

CRITICAL -312

Marva terhuyung. Overheat langsung melonjak.

OVERHEAT: 26% → 51%

Leo mulai terasa lebih aktif. “Bos… kamu lihat retakannya? Itu bukan luka tapi itu sisa panas yang belum selesai. Makhluk ini bukan dilahirkan… ia dibentuk.”

Meriel cepat berpikir. “Kalau begitu… kita dinginkan saja dulu?”

Marva lalu memakai Aquarius yang berubah jadi tongkat.

WATER CANNON!

Aquarius menembak bagian kaki Ash Behemoth.

Air langsung menguap, tapi cukup membuat bagian bawahnya mengeras dan melambat.

Meriel memanfaatkan momen itu dan menyerang sang monster.

-126

“Lead serangan kita berhasil!” ucap Meriel.

Marva tidak menunggu. Ia melompat dan mengayun pedang tepat ke leher makhluk itu.

Tanpa skill hanya tebasan fisik.

CRACK!

Ash Behemoth roboh.

Notifikasi muncul.

[ASH BEHEMOTH DEFEATED]

[ERUPTION CYCLE INTENSITY INCREASED]

Meriel membaca cepat. “Intensitas meningkat?”

Langit langsung menjawab. Sekarang bukan satu gunung kecil. Tiga sekaligus bergetar.

Mereka lalu berlari untuk menghindari letusan gunung berapi.

Leo lalu berbicara. “Bos… aku tidak yakin ini sepenuhnya letusan alami.”

Marva terpaku. “Maksudnya?”

“Aku merasakan pola. Letusan tidak acak. Mereka mengikuti ritme.”

Meriel juga menyadari itu. “Setiap kali kita mengalahkan monster… intensitas nya naik.”

Marva mengambil kesimpulan cepat.

“Lantai ini bukan hanya memaksa kita untuk bertahan dari letusan. Tapi terus memicu eskalasi setiap kalo monster dikalahkan.”

“Bos… mungkin kita bukan tidak sedang berada di dalam sumur atau sejenisnya,” ucap Leo.

Marva menatap langit yang penuh gunung terbalik itu. “Lalu di mana?”

Leo menjawab pelan. “Bos… gunung-gunung itu tidak tersusun acak. Gunung itu melingkar, seperti tulang. Dan kita… berdiri di dasar rongganya.”

Keheningan jatuh sejenak.

“Di dasar… rongganya?” Meriel merinding.

Marva melihat lagi ke atas. Gunung-gunung itu bukan hanya menancap. Mereka tersusun melingkar. Seperti tulang rusuk.

“Berarti ini ruang buatan sama seperti Kota yang ada dilantai 6 …” kata Marva.

Langit kembali bergetar. Tapi kali ini bukan erupsi biasa. Gunung terbesar, tepat diatas kepala mereka, siap mengeluarkan semburannya. Bukan semburan kecil tapi seluruh kawahnya terbuka.

Lava nya jatuh seperti aliran air deras yang turun membanjiri seluruh area sekitar. Saat mereka menghindar, di depan mereka terlihat sebuah siluet. Struktur Kokoh, seperti bangunan.

Meriel lalu berseru. “Lihat! Itu… kastil.”

Setelah pandangan mereka jelas. Terlihat sebuah kastil, berada tepat di tengah lautan magma besar. Kastil itu berwarna hitam pekat dan dinding-dinding nya dialiri oleh lava.

Gunung-gunung berapi yang terbalik itu mengelilinginya seperti mahkota bagi kastil itu.

Marva menatapnya lama. “Sepertinya, itu pusatnya.”

Leo merasakan sesuatu. “Bos… aku merasa ada kekuatan besar di dalam sana.”

Meriel menelan ludah.

Marva membeku.

Notifikasi lalu muncul.

[PATH TO VOLCANIC CASTLE LOCKED]

[ITEM STABILIZER HEAT FLOW CORE REQUIRED]

Meriel menghela napas berat. “Mencari item itu lagi?”

Marva melihat ke arah Meriel. “Oke, tujuan selanjutnya adalah kastil itu! Mari berburu monster dilantai ini!”

Leo lalu tertawa. “Sepertinya, inilah saat yang tepat aku mengamuk Bos!”

Mereka melangkah maju dan mulai mengalahkan monster satu persatu untuk mendapatkan item: Stabilizer Heat Flow Core.

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!