NovelToon NovelToon
This Is? Another World?

This Is? Another World?

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Akademi Sihir / Fantasi Isekai
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Raphiel-Viel

Elysia Sylphy, seorang siswi SMA biasa dari Bumi yang mahir kendo, tiba-tiba terlempar ke dunia fantasi ketika ia pulang dari kegiatan ekskul kendo nya, di dunia fantasi itu, ia harus selalu waspada dengan yg ada di sekitarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raphiel-Viel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Epilog volume 2 - Tugas Proyek Cae

Pintu penginapan The Golden Inn terbuka pelan. Bau kayu bakar dan roti hangat langsung menyambut, bercampur aroma sabun herbal dari dapur. Malam sudah larut, tapi lampu minyak di ruang tamu masih menyala redup. Lyre pasti belum tidur. Aku mendengar suara langkah kecil dari belakang konter. Anak kembarnya muncul, mengucek mata sambil tersenyum lebar.

“Kak Ely! Kak Nyx!” bisiknya, suara kecil supaya tidak membangunkan tamu lain. “Mama bilang kalian pasti capek sekali. Sup masih hangat di dapur.”

Aku tersenyum tipis. “Terima kasih. Kami memang capek.”

Nyx mengangguk di sampingku. Ia melangkah masuk. Tubuhnya yang baru membuat langkahnya terlihat lebih mantap. Tingginya sekarang hampir menyamai Cae, bahunya lebih tegak, pinggang lebih ramping. Dress krem pinjaman dari Lyre yang dulu longgar sekarang terlihat pas di badannya.

Lyre muncul dari dapur, mengelap tangan dengan celemek. Wajahnya lelah, tapi senyumnya hangat seperti biasa. Ia membuka mulut untuk menyapa, tapi senyumnya membeku sejenak. Matanya melebar melihat Nyx. Anak kembar yang tadi tersenyum juga berhenti mengucek mata. Ia menatap Nyx dari atas ke bawah, mulut terbuka kecil.

“Nyx…?” kata Lyre pelan. Suaranya ragu. “Kau… lebih tinggi sekarang?”

Anak kembar itu mengangguk cepat. “Iya! Kak Nyx kok jadi lebih tinggi? Rambutnya sama, telinganya sama, tapi… kok kayak Kak Cae?”

Nyx tersenyum kecil. Ia menunduk sedikit agar lebih dekat dengan anak kembar itu. Ekornya melengkung pelan, tidak lagi kaku seperti saat kami berlari tadi.

“Aku masih Nyx,” katanya lembut. “Cuma… tubuhku berubah sedikit. Karena kekuatan baru yang aku dapat di Nocturne, ya mungkin akan bisa bergerak menyerupai bayangan tapi untuk saat ini belum bisa hanya sebatas mendengar dan melihat apa yg tidak bisa aku lihat dan dengar sebelumnya. Walaupun begitu, aku tetap lah aku.”

Lyre menatap Nyx lama. Matanya mulai berkaca-kaca, tapi ia menggeleng pelan. Ia melangkah maju. Tangan kanannya menyentuh bahu Nyx. Bahu yang sekarang lebih tinggi dari sebelumnya.

“Kau tetap Nyx,” katanya. Suaranya hangat. “Tinggi atau tidak, kau tetap gadis kecil yang aku peluk setiap malam. Yang suka minum susu hangat sambil cerita tentang bintang. Yang selalu takut gelap, tapi sekarang… matanya lebih terang.”

Anak kembar itu tersenyum lebar lagi. Ia melompat kecil. “Kak Nyx jadi lebih keren! Bisa dong ajarin aku bikin bayangan bergerak!”

Nyx tertawa kecil. Suara tawanya ringan. “Nanti ya. Sekarang aku capek.”

Lyre mengangguk. Ia menarik kami ke ruang tamu kecil. Meja kayu sudah disiapkan dengan dua mangkuk sup dan roti segar. Di sampingnya ada amplop putih dengan segel lilin biru muda — lambang angin melingkar dari Akademi Luminiella. Tulisan di amplop rapi, tapi aku langsung mengenali huruf Cae.

Aku duduk di kursi kayu. Nyx duduk di sebelahku. Ia menatap amplop itu dengan mata sedikit menyipit. Aku membuka amplop dengan hati-hati. Kertas di dalamnya tebal, tulisan Cae jelas dan teratur.

*Ely, Nyx,*

*Aku harap kalian baik-baik saja setelah kembali dari Nocturne. Aku tidak bisa ikut karena tugas akademi, tapi aku selalu memikirkan kalian.*

*Hari ini aku mendapat tugas proyek kelompok dari Guru Lumina. Tema “Kolaborasi Sihir Buff dan Teknik Berpedang yang Digabungkan dengan Sihir Menyerang dalam Praktik Nyata”. Aku bebas memilih dua anggota kelompok dari luar akademi jika diizinkan. Aku langsung memikirkan kalian berdua. Ely dengan sihir imajinasinya yang luar biasa dan teknik berpedang yang presisi. Nyx dengan kekuatan buff malam dan Night Whisper yang baru terbuka. Aku tahu kalian baru saja pulang, tapi aku butuh bantuan kalian. Proyek ini penting untuk nilai akhirku. Tanpa kalian, aku tidak yakin bisa menyelesaikannya dengan baik.*

*Aku akan menunggu jawaban kalian. Datanglah ke akademi besok pagi jika kalian mau. Aku akan menjelaskan detailnya di sana. Aku percaya pada kalian. Terima kasih.*

*Cae*

Aku menutup surat itu pelan. Dada terasa hangat sejenak. Aku menoleh ke Nyx. Ia sedang menatapku dengan mata yang penuh pertanyaan.

“Proyek kelompok,” kataku pelan. “Cae minta kita bantu. Dia bebas memilih anggota. Dan dia memilih kita.”

Nyx tersenyum kecil. Ekornya melengkung lebih tinggi. “Aku mau,” katanya. “Cae sudah banyak membantu kita. Sekarang giliran kita.”

Aku mengangguk. Aku menatap surat itu lagi. Tulisan Cae rapi, tapi ada goresan kecil di akhir kalimat. Seperti tangan yang ragu sejenak sebelum menulis. Aku tahu Cae sedang menghadapi sesuatu. Tapi ia tidak bilang apa-apa. Ia hanya meminta bantuan untuk tugas proyek.

Aku menarik napas pelan. Dada terasa lebih ringan. Kami sudah pulang. Kami sudah selamat dari Nocturne. Kami sudah punya janji baru. Dan sekarang… ada tugas baru.

“Kita bantu dia,” kataku. “Besok pagi kita ke akademi.”

Nyx mengangguk. Ia menggenggam tanganku pelan. Tangan yang sekarang lebih panjang dan lebih hangat.

“Kita bareng,” bisiknya.

Aku tersenyum kecil. Aku mengangguk.

Kami bareng.

Malam masih panjang. Tapi kali ini, aku tidak merasa sendirian.

Dan Nyx… Nyx sudah menjadi bagian dari keluarga yang lebih besar.

1
Wahyuningsih
q mampir thor
Raphiel-Viell: Iyah, makasih
total 1 replies
Raphiel-Viell
Mohon dikoreksi jika ada penulisan yg kurang Rapih dan kurang tepat
Bern
Menarik ya dengan berbeda perspektif gini
Nana
Gaya penulisan nya agak kaki, tapi it's okay sih.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!