NovelToon NovelToon
My Shaneen

My Shaneen

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Wahyuni Shalina

Di mata dunia, Shaneen von Asturia hanyalah putri bangsawan lulusan Oxford yang cantik dan tenang. Namun di balik layar, dia adalah "Nin", penulis lagu jenius yang menguasai industri musik global. Sebagai seorang Virgo yang perfeksionis dan mandiri, Shaneen tidak butuh pangeran, apalagi sebuah pernikahan kaku.

Namun, ketenangannya terusik saat Duke Matthias von Falkenhayn, sang Jenderal berdarah dingin yang terobsesi pada aturan, mulai mengejarnya. Matthias menginginkan Shaneen yang tangguh dan bermulut tajam, sementara Shaneen hanya ingin bebas.

Bagi Matthias, ini adalah misi penaklukan. Bagi Shaneen, ini adalah gangguan yang harus disingkirkan dengan cara elegan. Ketika si Jenderal kolot bertemu si Dewi Modern yang bermulut pedas, siapa yang akhirnya akan bertekuk lutut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wahyuni Shalina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiriman dari "Kekacauan" yang Manis

Markas Besar Militer Pusat pagi itu terasa sangat mencekam. Para perwira tinggi berlarian dengan wajah tegang, membawa dokumen strategi pertahanan perbatasan. Di ruang rapat utama, Duke Matthias von Falkenhayn sedang memimpin simulasi tempur. Wajahnya dingin, matanya tajam menatap peta digital, dan suaranya terdengar seperti dentuman meriam saat dia memberikan perintah.

"Jika koordinatnya meleset satu meter saja, seluruh divisi infanteri akan hancur. Aku tidak menerima kesalahan sekecil apa pun!" tegas Matthias.

Keheningan melanda ruangan itu. Tidak ada yang berani bernapas, apalagi membantah. Bagi mereka, Matthias adalah mesin perang yang sempurna—tidak punya perasaan, tidak punya toleransi pada ketidakteraturan.

Tiba-tiba, pintu ruang rapat terbuka. Hans, ajudan pribadinya, masuk dengan membawa sebuah kotak kayu kecil berwarna krem yang diikat dengan pita sutra berwarna mawar.

Matthias mengerutkan kening. "Hans, aku sedang rapat. Apa itu?"

"Maaf, Yang Mulia. Tapi ini... kiriman dari Elysium Estate. Ada pesan dari Lady Shaneen," bisik Hans, sedikit gemetar karena takut mengganggu mood sang Jenderal.

Mendengar nama Shaneen, aura dingin Matthias mendadak mencair. Tangannya yang tadinya menunjuk peta dengan tegas, kini perlahan turun. "Rapat ditunda sepuluh menit. Keluar kalian semua."

Para perwira saling pandang dengan bingung, namun mereka segera keluar secepat kilat. Hanya tersisa Matthias dan kotak kecil itu di ruangan yang luas.

Di Balik Pita Merah Mawar

Matthias menarik napas panjang, lalu perlahan membuka pita itu. Di dalamnya, terdapat nampan kecil berisi sepuluh butir kue beras (Tteok).

Mata Matthias menyipit. Dia teringat ucapan Shaneen kemarin: "Jika bentuknya miring, aku tidak akan memakannya."

Namun, di depannya sekarang... ada tiga kue beras yang bentuknya benar-benar tidak bulat. Satunya lonjong, satunya agak gepeng, dan satunya lagi punya sisa jempol yang tercetak jelas di adonannya. Sisi perfeksionis Shaneen yang melegenda seolah-olah menguap saat membuat tiga butir ini.

Matthias mengambil secarik kertas kecil yang terselip di sudut kotak. Tulisan tangan Shaneen yang sangat rapi dan tajam (khas lulusan Oxford) tertulis di sana:

"Ini kue beras buatan Eomma. Tapi tiga yang di sudut kiri itu... aku yang membentuknya. Jangan protes soal bentuknya yang tidak simetris. Rasanya tetap enak, walau pembuatnya sedang terganggu oleh 'gangguan' tidak tahu diri darimu pagi ini. Makanlah, Jenderal. Jangan hanya makan amunisi."

Matthias tertegun. Dia menyentuh cetakan jempol kecil di kue beras yang lonjong itu. Dia bisa membayangkan wajah Shaneen yang cemberut, pipinya yang memerah karena kesal, dan bagaimana pikirannya terpecah saat mencoba membulatkan adonan ini.

Dia mengambil satu kue yang paling "berantakan" bentuknya dan menggigitnya. Manis, kenyal, dan hangat.

"Kau benar-benar tidak simetris kali ini, Ninin," gumam Matthias sambil tersenyum lebar. Senyum yang begitu tulus hingga matanya yang ice blue tampak berkilauan. "Dan aku menyukainya."

Hans masuk kembali setelah sepuluh menit berlalu. Dia terkejut melihat tuannya sedang duduk santai sambil mengunyah kue beras, dengan selembar kertas kecil yang terus dia tatap seolah itu adalah dokumen rahasia negara paling penting.

"Yang Mulia? Para perwira sudah menunggu di luar," ujar Hans hati-hati.

"Hans," panggil Matthias tanpa menoleh. "Apa menurutmu aku pria yang mengganggu?"

Hans tersedak ludahnya sendiri. "E-eh... maksud Yang Mulia?"

"Seorang wanita bilang aku adalah 'gangguan tidak tahu diri'," Matthias tertawa rendah, menyandarkan punggungnya di kursi kebesaran. "Tapi dia tetap mengirimkan kue beras yang dia buat dengan tangan yang gemetar. Apa menurutmu itu tanda-tanda dia mulai... merindukanku?"

Hans tersenyum simpul. Dia tahu siapa "wanita" yang dimaksud. "Saya rasa, Yang Mulia... jika seorang wanita yang sangat perfeksionis rela memberikan sesuatu yang tidak sempurna kepadamu, itu artinya Anda sudah merusak keteraturan hatinya."

Matthias mengangguk perlahan. Dia menutup kotak itu kembali dengan sangat hati-hati, seolah itu adalah harta karun paling berharga di dunia. Dia memasukkan kertas pesan dari Shaneen ke dalam saku seragamnya, tepat di atas jantungnya.

"Lanjutkan rapatnya," perintah Matthias sambil berdiri. Auranya kembali berwibawa, namun kali ini ada secercah kehangatan yang tidak bisa dia sembunyikan.

Para perwira yang masuk kembali merasa heran. Jenderal mereka yang biasanya sangat galak, kini terlihat lebih... santai? Dia bahkan tidak memarahi kolonel yang salah menyebutkan angka logistik.

"Toleransi satu meter?" gumam Matthias di tengah rapat. "Hari ini, biarkan saja meleset sedikit. Terkadang, ketidaksempurnaan itu... punya rasa yang manis."

Seluruh ruangan rapat terdiam. Mereka yakin, Jenderal mereka baru saja terkena sihir tingkat tinggi dari seorang wanita.

1
Vivi
👍😍
Hana Nisa Nisa
sampai tahan.nafas bacanya
Mamanya Raja
Thor cerita mu keren loh
Bae •: terimakasih ya^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!