NovelToon NovelToon
Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Abiyan; TUAN MUDA Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Persahabatan / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: Moms TZ

Hidup bergelimang harta, tetapi tanpa kasih sayang seorang ibu, membuat Abiyan tumbuh menjadi sosok pemuda yang keras kepala dan pembangkang. Suatu hari dia melakukan kesalahan fatal dengan terlibat balapan liar yang mengakibatkan dirinya tertangkap polisi.

Akibat perbuatannya, Bastian sang ayah murka dan Abiyan harus menerima hukuman terberat: dia terbuang dari rumah yang selama ini menjadi istananya. Tanpa kemewahan, tanpa perlindungan, Abiyan terpaksa harus menghadapi dunia yang keras dan penuh tantangan seorang diri.

Mampukah Abiyan sang tuan muda yang terbuang, bertahan hidup dan belajar menjadi pribadi yang bertanggungjawab? Atau justru dia akan semakin terpuruk dalam kesengsaraan?

Ikuti kisahnya hanya di sini:

"Abiyan, Tuan Muda Terbuang" karya Moms TZ, bukan yang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moms TZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Mari bersaing secara sehat

Di kafe

Pagi itu, Abiyan menyerahkan tugas pertamanya dengan bangga. Dia meletakkan hasil kerjanya di atas meja Pak Joni. Senyum tipis menghiasi wajah manisnya, lalu bergegas keluar dan memulai pekerjaannya seperti biasa.

Tak lama setelah kepergiannya, seseorang menyelinap masuk ke ruangan Pak Joni. Dengan gerakan cepat dan hati-hati dia mengambil hasil kerja Abiyan, menukarnya dengan tumpukan kertas yang lain.

Dia keluar dengan buru-buru berharap tak ada yang menyaksikan aksinya. Dia tampak terkejut melihat hasil kerja Abiyan, tetapi kemudian senyum sinis terbit dari bibirnya.

Pukul delapan tepat, Abiyan mengumpulkan semua karyawan untuk briefing pagi. Pada awalnya dia tampak tidak percaya diri, tetapi ini adalah kesempatan pertamanya menunjukkan kemampuannya.

"Bismillah, kamu bisa Abiyan...!" gumamnya bersemangat.

"Selamat pagi, teman-teman," sapanya dengan santai.

"Terimakasih, telah datang tepat waktu. Hari ini kita akan membahas hal penting untuk meningkatkan pelayanan dan penjualan kafe kita."

Abiyan mulai menjelaskan point penting dengan lugas dan mudah dipahami. Tak lupa dia memberikan semangat pada rekan-rekannya untuk bekerja lebih giat dan memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan.

Di ruangannya, Pak Joni mengamati dengan tabletnya, bagaimana Abiyan memimpin briefing. Bagaimana Abiyan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dan berinteraksi dengan para karyawan. Dia tersenyum tipis melihat kepercayaan diri Abiyan.

Pak Joni beralih pada berkas yang ada di atas meja kerjanya. Dia memeriksanya dan merasa ada sesuatu yang tidak beres.

.

Di klinik bersalin, kondisi Naraya mulai membaik. Ia mengelus perutnya yang sedikit membuncit. "Jangan rewel ya, Nak. Bantu ibu agar kuat menjalani takdir yang nggak mudah ini. Ibu mohon..."

Naraya mengusap airmatanya. Ia ingin tetap tegar menjalani hidupnya, tetapi airmata terkadang jatuh tanpa bisa dikendalikan.

Perawat masuk ke dalam ruangan membawakan sarapan untuk Naraya. Ia tersenyum hangat.

"Selamat pagi, Bu Naraya," sapanya ramah

"Selamat pagi, Suster," jawab Naraya. "Kapan saya boleh pulang?"

Perawat itu menyahut. "Saya periksa dulu tensinya ya, Bu."

Naraya mengangguk lemah. Perawat itu segera melakukan tugasnya dengan terampil. "Sekarang Bu Naraya sarapan dulu, supaya tenaganya pulih kembali dan bisa lekas pulang."

Perawat itu keluar, Naraya segera menyantap sarapannya meski lidahnya terasa pahit. Namun, ia memaksakan untuk menelannya. Setiap suapan terasa sangat berarti, mengingat dirinya yang harus bekerja keras demi sesuap nasi.

.

Kembali ke kafe

Pak Joni memeriksa hasil kerja Abiyan. Pria itu mengernyit tajam membaca laporan yang tak sesuai dengan apa yang dia harapkan. Angka-angka tidak akurat, analisis dangkal dan kesimpulannya tidak relevan.

"Apa-apaan ini, Abiyan!" Pak Joni menggumam kesal. "Mana mungkin seorang lulusan managemen bisnis tapi mengerjakan pembukuan seperti ini saja tidak mampu!"

"Dia benar-benar mengecewakan!" Pak Joni menghempaskan kertas itu di meja.

.

Di sisi lain, Abiyan menuju gudang penyimpanan guna memeriksa stok barang. Tyo membuntutinya di belakang dengan seringai tipis di bibirnya.

"Dasar penjilat...!" Tyo membuka suara, mencoba memprovokasi Abiyan.

Abiyan berhenti, menatap Tyo tak mengerti. "Apa maksud loe, Tyo?" tanyanya datar, berusaha tidak terpancing emosi.

Dia kembali fokus pada pekerjaannya mencatat stok barang yang menipis.

Tyo mendekat, menyeringai lebih lebar. "Nggak usah pura-pura sok polos deh, Bi. Loe pasti cari muka biar Pak Joni pilih loe jadi asistennya, kan?" tuduhnya dengan kejam.

Abiyan menghela napas singkat, menghentikan pekerjaannya. "Atas dasar apa loe nuduh gue kayak gitu?"

"Gue cuma berusaha melakukan pekerjaan gue dengan baik. Apa itu salah?" jawabnya dengan tenang.

Abiyan kembali melanjutkan pekerjaannya. Dia mencoba untuk mengabaikan Tyo.

Namun, Tyo tidak menyerah begitu saja. Dia terus melontarkan kata-kata sindiran yang semakin pedas. "Loe bangga kan, jadi calon asisten manajer? Pasti loe seneng banget bisa ngatur-ngatur orang, sesuka hati. Iya, kan?"

Abiyan menghentikan pekerjaan lagi, tangannya mengepal erat-erat. Dia sudah tak tahan lagi dengan provokasi Tyo.

"Mau loe apa, sih?" tanya Abiyan geram.

Tyo tersenyum licik. "Gue cuma mau ngingetin. Loe itu nggak pantas jadi asisten manager."

"Loe itu masih karyawan baru dan nggak punya pengalaman apa-apa. Loe cuma orang miskin yang mau mengambil keuntungan dari kebaikan Pak Joni." Dia menatap Abiyan dengan pandangan meremehkan.

"Jadi, loe jangan mimpi bisa ngalahin gue," pungkasnya dengan nada menantang.

Rahang Abiyan mengeras, dia paling tidak suka diremehkan. "Apa loe merasa lebih pantas?"

"Tentu saja." Tyo tampak sangat percaya diri. "Gue lebih lama bekerja di sini. Pastinya gue lebih terampil dan lebih berpengalamaan daripada loe!"

Abiyan menyilangkan kedua tangannya. "Baik... Mari kita bersaing secara sehat dan gentleman. Jangan main belakang apalagi berbuat curang!"

.

Jam kerja Abiyan akhirnya selesai. Dia sudah tidak sabar ingin segera pulang, bertemu Naraya dan menanyakan kabarnya.

Namun, suara berat Pak Joni menghentikan langkahnya. "Abiyan, bisa bicara sebentar?"

Abiyan tertegun, jantungnya berdegup kencang. Mendadak dia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.

Sementara itu, dari balik tirai Tyo menyeringai licik penuh pemenangan. "Tamatlah riwayatmu!" bisiknya lirih.

Dengan langkah berat, Abiyan masuk ke ruangan Pak Joni. "Maaf, Pak. Ada apa Anda memanggil saya? Apa saya melakukan kesalahan?" tanyanya heran bercampur cemas.

Tanpa menjawab, Pak Joni melempar berkas ke depan Abiyan. "Coba kamu periksa lagi hasil kerjamu!" perintahnya dengan nada dingin.

Abiyan meraih berkas itu, membukanya dengan tangan gemetar. Matanya melebar sempurna melihat lembaran kertas di dalamnya. "Ini... Ini bukan kerjaan gue," desisnya pelan.

"Apa benar itu tulisan seseorang yang mengaku lulusan managemen bisnis?" sindir Pak Joni telak. "Apa kamu ingin mencoba menipu saya?"

Abiyan menggeleng panik. "Tidak, Pak. Saya yakin sudah mengerjakan laporan dengan benar," bantahnya.

Pak Joni mengangkat sebelah alisnya, tak percaya. "Apa penjelasanmu tentang laporan kacau balau itu? Angka-angka tidak akurat, analisis berantakan dan kesimpulan yang tidak masuk akal. Apa kamu pikir saya bodoh?"

Tiba-tiba Abiyan teringat Tyo. "Mungkinkah dia yang melakukan ini untuk menjegalku?" Rahangnya mengeras seketika, gigi-giginya gemeretak menahan amarah.

Apa yang akan dilakukan Abiyan selanjutnya untuk membuktikan bahwa dirinya telah membuat laporan dengan benar? Apa dia akan mencari bukti bahwa telah dicurangi? Atau dia akan berusaha meyakinkan Pak Joni dengan kata-kata?

......................

1
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
itu karena Lo aslinya bego🤣
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ngarang aja lo
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
keok dia. makanya jgn curang
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
tuh yg ditunggu² udah datang😄
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
ortu egois. kalau mau nikah lagi seharusnya cari laki² yg juga mau menerima putrimu
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
nungguin Abiyan ya🤭
Aditya hp/ bunda Lia
anak tiri emak durjana nya Naraya ....
Aditya hp/ bunda Lia: pasti 😂😂
total 2 replies
Cindy
lanjut
vj'z tri
waduh kalau Abi d tolak cewek terus apa kabar kalian 🤣🤣🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya udah terima nasib🤭
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
emang kemjamu semula bagaimana? bentuk kodok atau kadal? di cci kan biar bersih, 🤧
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 3 replies
Esther
siapa dia
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah🤭
total 1 replies
ora
Mamanya, kah/CoolGuy/
Terus pemuda itu anak tirinya. Nggak punya sopan santun banget ....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
ora
Haduhhh. Perkara kemeja aja jadi ngehina orang😒😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lha iyo
total 1 replies
Patrick Khan
wahhh anak manja kyk nya itu😒
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: masa????
total 1 replies
Tiara Bella
siapa lg nh perempuan ibunya kah.....
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mungkin🤭
total 1 replies
Esther
Aku juga cinta kamu Abiyan.....kata Naraya🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭😍🫶🫰😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
pertanyaanmu terjawab setelah membuka tas bekalnya.
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nar Sih
ungkapan cinta keluar juga ,pasti nara menerima cinta mu abyan ,tpi kmu mesti sabar nunggu hinga nara sdh lahiran
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: huumm
total 1 replies
Aditya hp/ bunda Lia
Waaw, ... Biyan 👍
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😍😍😍😍😍
total 1 replies
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
sudah kuduga. ayo Biyan, tunjukkan kalau kamu tdk bisa dipandang remeh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!