NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Identitas Tersembunyi
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Karina rela melepaskan identitas dan membuang kemewahan yang dimilikinya sebagai putri tunggal keluarga Wijaya hanya untuk bersama Agus, ia jatuh cinta pada Agus karena kebaikan dan kejujurannya.

Pernikahannya tampak begitu sempurna dan bahagia, hingga Agus pun sudah menjadi pria sukses berkat dukungan dan bantuan Karina. Sayangnya dengan kesuksesannya, Agus justru terlena dan mengkhianati pernikahan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun itu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Karina dan Agus? Apa yang akan dilakukan Karina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jika Dia Ingin Bertemu?

Karina menyesap minumannya sedikit, membiarkan keheningan sesaat memberikan tekanan pada Adrian. "Pak Adrian, dalam bisnis, loyalitas pada mitra yang tidak kompeten adalah bunuh diri finansial, Grup Wijaya memiliki anak perusahaan di bidang infrastruktur yang memiliki cadangan material tiga kali lipat dari apa yang dibutuhkan proyek Mega City," ucap Karina.

​Adrian membelalakkan mata, seolah baru saja melihat pelampung di tengah samudra. "Apakah itu artinya... Grup Wijaya tertarik untuk mengambil alih posisi penyedia utama?" tanya Adrian.

​"Kita bisa mendiskusikannya besok pagi di kantor saya, pukul delapan tepat," jawab Karina dengan nada yang tidak menerima bantahan.

"Pastikan anda membawa surat pemutusan kontrak resmi dengan Agus Materialindo, saya tidak suka bekerja di atas sisa-sisa orang lain," lanjutnya.

​"Tentu, Bu Karina! Tentu! Saya akan datang secara pribadi!" Adrian membungkuk hormat berkali-kali sebelum akhirnya mengundurkan diri dengan wajah lega.

​Faisal yang berdiri di sampingnya terkekeh pelan, "Kamu benar-benar hebat, perusahaan manatan suamimu sudah pailit dan tidak terselamatkan, sekarang kamu mau menggantikannya, untuk apa?" tanya Faisal.

"Tentu saja untuk pamer," jawab Karina.

Faisal tertawa lepas mendengar jawaban jujur Karina, jawaban itu terdengar begitu manusiawi di balik topeng kemewahan yang ia kenakan.

"Pamer yang sangat berkelas, Karina. Aku suka caramu melakukannya," bisik Faisal sambil menuntunnya menuju balkon area VIP yang lebih privat.

​"Ini bukan sekadar pamer, Faisal," ucap Karina dan suaranya mulai merendah saat mereka menjauh dari kerumunan.

"Aku ingin Agus melihat proyek impiannya, yang ia banggakan di depan media sebagai puncak prestasinya, kini dikelola sepenuhnya oleh wanita yang ia anggap sampah. Aku ingin dia melihat namaku terpampang di papan proyek Mega City setiap kali dia lewat di jalanan Jakarta," lanjutnya.

"Apa kamu ingin bertemu dengannya?" tanya Faisal.

"Setelah dia mengusirku, aku tidak pernah ingin bertemu dengannya. Bahkan saat sidang perceraian pun, aku tidak pernah datang, aku tidak ingin mengotori mataku dengan melihat pria sepertinya dia," jawab Karina.

"Jika dia ingin bertemu dengamu bagaimana? Sekarang semua orang sudah tahu kalau kamu adalah pewaris Grup Wijaya dan ada kemungkinan mantan suami kamu tidak terima dan mencoba untuk bertemu dengan kamu, jadi apa yang akan kamu lakukan?" tanya Faisal.

Karina terdiam sejenak, menatap butiran kristal di gelasnya yang memantulkan cahaya lampu kota. Angin malam di balkon itu menyapu rambutnya, memberikan kesan dingin yang semakin mempertegas auranya.

​"Jika dia ingin bertemu?" Karina mengulang pertanyaan Faisal dengan nada hambar.

"Dia akan melakukannya, bukan karena dia menyesal telah membuangku, tapi karena dia serakah. Dia akan datang merangkak saat tahu bahwa istri kampungnya adalah pemegang kunci brankas terbesar di negeri ini," lanjutnya.

​Karina menoleh ke arah Faisal, matanya berkilat tajam. "Jika dia datang, aku akan membiarkannya menunggu di lobi kantor selama berjam-jam, hanya untuk melihatnya diusir oleh petugas keamanan. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya menjadi orang luar di dunia yang dulu ia pikir adalah miliknya," lanjut Karina.

​Faisal tersenyum, namun ada gurat kekhawatiran di matanya. "Hati-hati, Karina. Pria yang terdesak bisa melakukan hal-hal nekat, aku akan menempatkan tim keamanan tambahan untuk menjagamu dan anak-anak, aku tidak ingin ada satu helai rambut pun dari kalian yang terluka," ucap Faisal.

​"Terima kasih, Faisal. Tapi jangan khawatir, aku sudah bukan Karina yang dulu hanya bisa menangis di dapur," jawab Karina.

"Aku percaya, tapi kita tudak ada yang tahu bagaimana nantinya," ucap Faisal.

Karina berjalan menuju area restroom yang terletak di sayap kiri gedung ia butuh waktu sejenak untuk membasuh tangannya dan menghirup udara yang tidak bercampur dengan bau cerutu para pengusaha.

Namun, saat ia melangkah masuk ke area wastafel yang berlapis marmer Carrara itu, ia melihat sosok yang sangat ia kenali sedang berdiri di depan cermin besar, dia adalah Sabrina

Namun, penampilan Sabrina malam ini sangat jauh berbeda dari biasanya, tiidak ada lagi gaun merah ketat yang provokatif atau tas Hermes yang ia pamerkan tempo hari. Saat ini, ia mengenakan gaun hitam sederhana yang tampak seperti barang diskonan, riasannya sedikit berantakan dan matanya terlihat sembab. Di tangannya, ia memegang sebuah ponsel, tampak sedang berdebat dengan seseorang melalui pesan teks.

​Saat melihat pantulan Karina di cermin, Sabrina tersentak dan membalikkan badan dengan cepat, matanya membelalak lebar.

​"Ka-Karina?" suara Sabrina bergetar, antara tidak percaya dan takut.

​Karina tidak menjawab, ia berjalan dengan tenang menuju wastafel di samping Sabrina, meletakkan tas kecilnya yang seharga satu unit mobil di atas meja marmer lalu mulai membasuh tangannya dengan gerakan yang sangat anggun.

"Aku melihatmu di layar besar tadi," ucap Sabrina dengan nada bicara yang tiba-tiba berubah menjadi pahit.

"Jadi... semua itu benar? Kamu putri mahkota Grup Wijaya? Kamu kaya raya sejak awal?" tanya Sabrina.

​Karina menoleh sedikit dan menatap Sabrina melalui cermin, "Apakah itu penting bagimu sekarang, Sabrina?" tanya Karina.

​Sabrina tertawa hambar, tawa yang terdengar putus asa. "Pantas saja kartu kredit Agus ditangguhkan, pantas saja semua vendor menarik diri. Itu semua ulahmu, kan? Kamu menghancurkannya!" ucap Sabrina.

​Karina mematikan keran air lalu mengambil selembar tisu sutra untuk mengeringkan tangannya, "Aku tidak menghancurkannya, Sabrina. Aku hanya menarik kembali semua dukungan yang selama ini aku berikan secara diam-diam, Agus hancur karena dia memang tidak pernah punya pondasi yang kuat, dia hanya sebuah istana pasir yang aku bangunkan dan sekarang aku biarkan ombak menyapunya," jawab Karina.

​Sabrina melangkah maju, wajahnya tampak sangat kacau. "Dasar wanita j*l*ng," maki Sabrina.

Karina pun tersenyum mendengar makian Sabrina lalu maju semakin dekat dengan Sabrina, "Aku menghancurkan Agus karena dia yang berkhianat, tapi saat dia di masa sulitnya dulu, aku tidak pernah meninggalkannya dan selalu setia di sampingnya. Oh ya, kalau tidak salah, kau masih istri sah Agus bukan? Harusnya kau temani suamimu yang tengah kesusahan itu, bukannya datang mencari mangsa baru," bisik Karina.

Wajah Sabrina memucat mendengar bisikan tajam Karina, kata-katanya tepat sasaran seperti belati yang menghujam langsung ke titik terlemahnya. Sabrina datang ke acara ini memang untuk mencari mangsa baru, karena Agus sudah tidak mampu memberikan apa yang Sabrina inginkan, bahkan seluruh uang yang Agus punya sudah Sabrina ambil

​"Ka-kau... kau tidak tahu apa-apa!" bentak Sabrina yang berusaha mempertahankan sisa-sisa harga dirinya yang sudah compang-camping.

"Aku ini Karina Wijaya, aku tahu semuanya. Kau sudah mengambil semua uang milik suamimu dan meninggalkan dia, ah mungkin kau tidak tahu kalau saat ini suami dan mertuamu berada di Solo," ucap Karina.

"Aku tidak peduli dengan mereka! Karina, sekarang aku tidak mengganggumu, jadi aku harap kau jangan menggangguku," ucap Sabrina.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
good decision Karina and Faisal 😄
Ariany Sudjana
bagus Karina, masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa dilukis dengan baik, jangan terus terjebak dalam luka masa lalu, jadikan pelajaran berharga
Ariany Sudjana
ayo Karina, tunggu apa lagi, restu dari pa Wijaya sudah turun, anak-anak pasti tidak masalah, apalagi anak-anak juga kenal dengan Faisal
Naufal Affiq
khilaf kata mu,manusia gak jelas seperti mu,harus nya hidup luntang lantung aja lebih baik
Eva Tigan
aku mau muntah mendengar permintaan maaf Agus
Ariany Sudjana
Haha mampus kamu Agus 😂😂 kamu sudah membuang batu permata demi butiran drbi🤣🤣
Ani
lah kenapa malah jadi Ibunya yang difitnah.. bukankah Agus yang menggadaikan sertifikat rumah di Solo
Ani
preeet.. dari pada kembali padamu ayah yang tak berguna mendingan cari ayah baru 😛😛😛😛😛
Ariany Sudjana
berarti keamanan perusahaan lemah dong? kok bisa Agus menyelinap dalam mobil kurir, jangan mau dibujuk lagi Karina
Ariany Sudjana
harusnya Sabrina juga dibinasakan, jangan dibiarkan pergi, dia akan buat ulah lagi, seperti kata Faisal
Ma Em
Sabrina hdp nya sdh susah msh saja sombong , benar kata Karina temani si Agus yg sekarang hdp nya sdh jadi gembel , jgn mau senangnya saja susahnya juga hrs Sabrina temani si Agus karena Sabrina msh istrinya Agus .
Lisna Wati
lanjut ka
اختی وحی
jngn dbkin jd perempuan bego ya thor, males bacanya klw pemerannya oon
Ariany Sudjana
Sabrina kamu bilang Karina jalang? bukannya kamu yang jalang murahan yah? dan sekarang kamu mencari mangsa baru, yang bisa kamu kuras kekayaannya 😂😂🤭🤭
dyah EkaPratiwi
hemmm PD sekali anda Agus agus
Ariany Sudjana
hahaha ada yang ga rela jadi miskin 😂😂 Agus kamu bodoh, masih berharap jadi konglomerat lagi? kenapa ga kamu kejar jalang peliharaan kamu itu? kan kamu sudah menyia-nyiakan Karina demi jalang peliharaan kamu itu?
Ani
preeet itu dulu bro.. mungkin karena cinta buta makanya Karina selalu memaafkan dirimu.. kalau sekarang tidak ada kesempatan kedua meskipun Karina dan anak anak sudah memaafkan dirimu 😎😎😎😎
stela aza
wong gendeng 🤦
Naufal Affiq
manusia gak sadar diri,udah nyakiti hati orang,mau menampakkan wujud pulak kepermukaan
Sriati Rahmawati
istri bego
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!