Genre: Fantasi-Wanita, Reinkarnasi, Petualangan, Aksi, Supernatural, Misteri, Kultivasi, Sihir.
[On Going]
Terbangun di hutan asing tanpa ingatan, Lin Xinyi hanya membawa satu hal bersamanya—suara misterius yang menanamkan pengetahuan sihir ke dalam pikirannya.
Di dunia di mana monster berkeliaran dan hukum kekuatan menentukan siapa yang hidup dan mati, ia dipaksa belajar bertahan sejak langkah pertama.
Siapakah sebenarnya Lin Xinyi?
Dan kenapa harus dia? Apakah dia adalah pembawa keberuntungan, atau pembawa bencana?
Ini adalah kisah reinkarnasi wanita yang tak sengaja menjadi dewi.
2 hari, 1 bab! Jum'at libur!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20 — Aku adalah yang terkuat
San atas.
Wilayah ini terasa lebih luas karena jarak antarpepohonan tidak terlalu rapat. Batang-batang tinggi menjulang ke langit, namun ruang di bawahnya tetap lapang untuk bertarung dengan leluasa.
Angin berhembus kencang, membelah dedaunan yang bergetar keras. Di antara bayangan pepohonan, satu sosok melesat cepat.
Yuan Xi.
Kakinya hampir tidak menyentuh tanah. Setiap pijakan terasa ringan dan singkat. Tangannya mencengkeram gagang pedang di pinggangnya, siap ditarik kapan saja. Gerakannya begitu cepat hingga sulit ditangkap mata biasa.
"Hei, wanita cantik! Jangan lari!"
Suara itu datang dari belakang.
Ye Yu mengejarnya dengan napas berat namun stabil. Kecepatannya memang tidak sebanding dengan Yuan Xi, tetapi ia tetap memaksimalkan seluruh kemampuannya agar tidak tertinggal terlalu jauh.
"Orang ini... dia tingkat 4, kekuatannya tidaklah begitu mengerikan. Hanya saja sedikit merepotkan," gumam Yuan Xi.
Ia tiba-tiba berbalik. Kakinya bergeser di tanah, menciptakan garis tipis debu.
"Teknik Tebasan: Slash!"
Pedangnya terhunus dalam satu tarikan halus. Tebasan horizontal melesat cepat membelah udara menuju Ye Yu.
Ye Yu menunduk seketika. Angin dari tebasan itu menyapu rambutnya.
Tangannya langsung menyentuh tanah.
"Sihir Penciptaan Tanah: Thorny Land!"
Tanah di bawah kaki Yuan Xi bergetar. Dalam sekejap, permukaan tanah terangkat dan membentuk duri-duri tajam yang tumbuh semakin tinggi dan besar.
Yuan Xi melompat tinggi tanpa ragu. Tubuhnya ringan saat ia berpijak pada sisi-sisi tumpul formasi tanah itu. Dengan dorongan cepat, ia kembali melesat menuju Ye Yu.
"Kau kira sudah selesai?"
Ye Yu juga bergerak maju, memilih jalur yang sama.
Keduanya melaju lurus.
Jarak di antara mereka menyusut dengan cepat.
"Sihir Peningkatan Kekuatan: Physical Boost!"
Cahaya putih samar menyelimuti tangan Ye Yu. Otot-ototnya menegang, kecepatannya meningkat dalam satu lonjakan. Ia mengayunkan tinjunya langsung ke arah Yuan Xi.
Yuan Xi tidak punya ruang untuk menghindar.
Dalam sepersekian detik, hanya satu pilihan yang terlintas di benaknya.
"Hiaghhh!"
Ia membalik pedangnya dan menggunakan sisi tumpul bilah untuk menahan pukulan itu. Benturan keras terjadi di udara.
Tubuh Yuan Xi terpental jauh ke belakang. Angin pecah di sekitar mereka.
Ia hampir jatuh ke area tanah berduri yang masih mencuat tajam dari permukaan.
Dengan putaran tubuh yang cepat, ia mendarat dengan susah payah beberapa langkah dari duri-duri itu.
"Sial, orang ini saja sudah merepotkan." Yuan Xi mengusap darah di sudut bibirnya.
Dadanya naik turun menahan tekanan dari benturan tadi.
"Bagaimana dengan Tetua. Lawannya adalah tingkat 5, aku harus segera menyelesaikan ini dan membantunya."
Sebelumnya Yuan Xi dan Miju Xie bergerak bersama. Namun setelah berhadapan dengan Malingsheng dan Ye Yu, keduanya sepakat untuk berpisah.
Yuan Xi memilih menghadapi Ye Yu secepat mungkin, lalu menyusul untuk membantu Miju Xie melawan Malingsheng.
Itulah rencananya sejak awal.
Namun kenyataan di depannya tidak semudah yang ia bayangkan.
"Bagaimana caranya mengalahkan orang ini!" Ia memegangi kepalanya.
"Aku harus melakukannya secepat mungkin."
Ia perlahan bangkit kembali, menegakkan tubuhnya meski tekanan pertarungan belum mereda.
"Aku adalah yang terkuat."
Di kejauhan, Ye Yu menyeringai. Senyum sinis terukir jelas di wajahnya.
"Masih bisa berdiri? Keturunan Darah Berdosa memang hebat." Tubuhnya sedikit menunduk kemudian. "Hei... kau memiliki wajah yang cantik. Jadilah wanitaku saja, aku jamin kau akan puas."
Ye Yu merentangkan kedua tangannya lebar.
"Hahahaha!"
Tawanya menggema di antara pepohonan, terdengar liar dan menjijikkan.
"Menjijikkan."
Satu kata itu meluncur dingin dari bibir Yuan Xi.
Seperti paku yang ditancapkan ke harga diri Ye Yu.
"Kau bilang apa tadi?" Wajahnya berubah, penuh kekesalan. Urat-urat di pelipisnya menegang.
"Menjijikkan, mesum, mati saja."
Ye Yu mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Dasar jalang!"
Begitu kata itu terucap, Yuan Xi sudah melesat ke arahnya. Ia berlari lurus dengan pedang digenggam horizontal di depan tubuhnya.
Napasnya stabil, langkahnya terukur. Ia telah menyesuaikan ritme geraknya untuk mengantisipasi sihir Ye Yu.
"Sihir Penciptaan Tana—"
Rapalan itu terputus.
Dalam sekejap, Yuan Xi sudah berada di hadapannya. Ujung gagang pedangnya menghantam wajah Ye Yu dengan keras.
Tubuh Ye Yu terpental ke samping. Ia bergesekan dengan tanah, debu dan kerikil menggores kulitnya sebelum akhirnya ia memaksa diri untuk bangkit kembali.
Ia meludah, lalu mengusap wajahnya yang kotor.
"Jalang sialan! Beraninya kau!"
Yuan Xi berdiri cukup jauh darinya. Angin menerpa wajahnya yang tenang, membuat rambutnya berkibar lembut.
"Sudah kuduga, kekurangan pengguna sihir penciptaan adalah terlalu lama dalam rapalan. Terlebih lagi perlu waktu untuk sihirnya terbentuk, meski hanya sepersekian detik. Sudah cukup untukku memberikan serangan."
Ia merendahkan tubuhnya, membentuk kuda-kuda mantap dengan tangan siap menarik pedang dari pinggangnya.
"Aku adalah musuh alami penyihir penciptaan."
Mata birunya berkilau redup, penuh keyakinan yang tak tergoyahkan.
"Aku adalah yang terkuat."
apa ada sejarah dengan nama itu?