"Cinta adalah akting terbaik, dan kebenaran adalah kemewahan yang tidak mampu mereka beli."
Di tengah gemerlapnya Paris Fashion Week dan eksklusivitas jet pribadi, Serena Rousseau Mane, sang supermodel yang beralih menjadi aktris, memiliki satu aturan emas: jangan pernah berurusan dengan Nicholas Moreau Feng.
Nicholas bukan hanya aktor papan atas dengan reputasi predator di depan kamera, tetapi juga pria yang menghancurkan hatinya di masa SMA mereka. Kembalinya Nicholas ke dalam hidup Serena lewat proyek film jutaan dolar bukan sekadar reuni profesional, melainkan sebuah permainan kekuasaan. Di balik setelan bespoke dan perhiasan berlian yang mereka kenakan, tersimpan dendam lama tentang pengkhianatan masa lalu dan ketakutan Serena akan "ciuman mematikan" Nicholas yang sanggup menghancurkan kariernya—atau lebih buruk, kembali mencuri hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Dibalik Kata Asingd
Serena duduk di lantai kamarnya yang dingin, dikelilingi oleh dokumen-dokumen yang berserakan. Pikirannya berputar hebat. Ia mengambil kembali lembaran audit yang dilemparkan ibunya tadi, membacanya baris demi baris dengan ketelitian seorang pebisnis yang selama ini ia sembunyikan di balik topeng aktris.
"Ini tidak masuk akal," gumam Serena pada kesunyian ruangan.
Ia teringat pertemuan mereka di mal tempo hari. Nicholas masih mengendarai Bugatti seharga puluhan miliar rupiah. Ayahnya, Tuan Feng, masih sering terlihat di berita melakukan donasi jutaan dolar ke yayasan seni. Koleksi jam tangan mereka, gaya hidup jet set mereka, semuanya tampak sangat stabil. Tidak ada satu pun rumor di bursa saham tentang kegoyahan finansial Grup Feng.
Nicholas yang masih berdiri di dekat meja makan, menunduk lesu. Ia tahu Serena sedang menyusun kepingan teka-teki itu di kepalanya.
"Berapa banyak hutangmu, Nick? Dan kenapa semuanya tampak baik-baik saja?" tanya Serena dengan suara yang menuntut penjelasan. "Keluargamu terlihat sangat bergelimang harta. Tidak ada media yang meliput kebangkrutan. Bahkan majalah Forbes masih menempatkan ayahmu di daftar orang terkaya."
Nicholas menghela napas panjang, lalu duduk di kursi seberang Serena, memijat pelipisnya.
"Itulah hebatnya ayahku, Serena. Dia adalah ahli ilusi terbaik di dunia, jauh lebih hebat dari aktor mana pun," ujar Nicholas pahit. "Hutang itu bukan hutang bank yang bisa dilacak publik. Itu adalah hutang modal ventura pribadi yang dijamin oleh keluarga Han. Tujuh tahun lalu, saat krisis properti menghantam, Grup Feng kehilangan likuiditas. Kami punya aset ribuan hektar, tapi kami tidak punya uang tunai untuk membayar operasional. Perusahaan hampir mati berdiri."
Nicholas menatap Serena dengan mata yang lelah. "Ayah Valerie memberikan suntikan dana segar tanpa bunga, tapi syaratnya adalah kepemilikan saham silang yang membuat keluarga Han punya hak atas setiap keputusan keluarga Feng. Barang-barang mewah, mobil, dan pesta-pesta itu? Itu semua adalah fasilitas yang dibiayai untuk menjaga citra perusahaan agar investor luar tidak menarik uang mereka. Kami seperti boneka yang dipakaikan baju sutra, Serena. Tampak megah di luar, tapi keropos di dalam."
Serena terdiam. Ia baru menyadari bahwa kemewahan yang selama ini ia lihat pada Nicholas adalah penjara emas.
"Jadi... jika kau memutuskan hubungan dengan Valerie, keluarga Han bisa menarik modal mereka seketika dan menghancurkan kerajaan ayahmu dalam semalam?" tanya Serena.
"Ya. Dan ayahku lebih baik mati daripada melihat namanya dihapus dari daftar orang terkaya," jawab Nicholas.
"Itulah sebabnya dia begitu terobsesi menjadikanku suksesor yang harus menikahi Valerie. Baginya, aku bukan anak, aku adalah alat pelunasan hutang."
Serena menatap kancing manset di tangannya. Ia kini mengerti mengapa Nicholas tampak sangat murahan di mata ibunya—karena Nicholas memang sedang diperjualbelikan oleh ayahnya sendiri.
"Tiga bulan, Nick," bisik Serena pelan. "Kau bilang kau bisa menghancurkan rantai ini. Tapi bagaimana kau bisa melawan raksasa seperti keluarga Han tanpa membuat keluargamu sendiri hancur?"
Nicholas menarik napas panjang, lalu berlutut di depan Serena agar mata mereka sejajar. Ia menggenggam jemari Serena yang dingin, tatapannya kini berubah dari keputusasaan menjadi sebuah tekad yang tajam.
"Aku punya rencana, Serena. Dan aku butuh kau mempercayaiku sekali lagi," bisik Nicholas.
Nicholas mengeluarkan sebuah ponsel tipis berwarna hitam yang belum pernah dilihat Serena. Ia membuka sebuah aplikasi yang menampilkan grafik pertumbuhan nilai perusahaan yang sangat masif.
"Selama tujuh tahun kita berpisah, aku tidak hanya berakting dan menjadi boneka ayahku. Di London dan Singapura, aku diam-diam membangun sebuah perusahaan teknologi bernama Aegis Core. Aku menggunakan nama samaran dan bekerja di balik layar melalui beberapa firma hukum," Nicholas menjelaskan dengan suara rendah.
"Perusahaan itu kini memegang paten kunci untuk sistem keamanan perbankan digital. Nilainya sekarang cukup untuk melunasi seluruh hutang tunai keluarga Feng kepada keluarga Han."
Serena tertegun melihat angka-angka di layar itu. "Jadi... kau selama ini membangun kerajaanmu sendiri?"
"Ya. Aku melakukannya agar suatu hari nanti, aku punya kekuatan untuk berkata tidak pada ayahku tanpa harus membuat keluarga Feng menjadi gelandangan. Aku sudah menyiapkan dana itu untuk membeli kembali saham keluarga Han secara paksa melalui celah hukum di kontrak mereka."
Namun, Nicholas mematikan ponselnya dan menatap Serena dengan serius. "Tapi ini belum selesai. Keluarga Han punya pengaruh politik yang kuat. Jika aku langsung menyerang sekarang, mereka bisa menggunakan kekuasaan mereka untuk menjatuhkan kita berdua lewat skandal."
Nicholas memegang wajah Serena dengan kedua tangannya. "Itulah sebabnya aku butuh Rencana C. Selama tiga bulan ini, kita harus tetap bersikap asing di depan publik. Bahkan, aku ingin kau bersikap seolah-olah kau benar-benar membenciku atau mengabaikanku di lokasi syuting dan acara gala."
"Kau ingin aku terus berakting?" tanya Serena dengan nada pahit.
"Hanya untuk tiga bulan ini, Serena. Aku akan melanjutkan sandiwara dengan Valerie. Biarkan mereka merasa sudah menang. Biarkan keluarga Han merasa aman sehingga mereka lengah. Di balik layar, aku akan mulai melakukan langkah berisiko tinggi di lantai bursa untuk memojokkan saham mereka."
Nicholas mencium telapak tangan Serena dengan lembut. "Aku tahu ini berat. Aku tahu kau muak melihatku bersama Valerie. Tapi kumohon, abaikan aku di depan kamera. Jangan berikan mereka celah sedikit pun untuk mencurigai bahwa kita sudah kembali bersama. Biarkan aku menjadi musuhmu di depan dunia, agar aku bisa menjadi pelindungmu seumur hidup setelah ini."
Serena terdiam, menatap mata Nicholas yang berkilat penuh ambisi. Ia tahu ini adalah permainan yang sangat berbahaya. Jika Nicholas gagal, mereka akan kehilangan segalanya. Namun, jika berhasil, mereka akan benar-benar bebas.
"Tiga bulan, Nicholas," ujar Serena dengan nada final. "Aku akan menjadi orang asing yang paling dingin yang pernah kau temui. Tapi jika kau gagal menghancurkan rantai itu dalam sembilan puluh hari... jangan pernah menoleh ke belakang lagi."
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Happy Reading Dear 😍😍😍