Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lebih bahaya sebelumnya
Susana ruangan tegang sekali lebih tegang dari yang tadi dan Nella, jangan di tanya Nella seperti apa sekarang. Ia sudah sangat lemas.
"Aku membesarkannya dengan penuh perhatian dan pertimbangan bahkan aku menjauhkan apapun yang membuatnya dalam bahaya, selama denganku dia masuk dalam bahaya."
"Ehem."
"Sepertinya aku harus pergi ku harap kau mendatangiku untuk berpisah dengannya."
Nella melirik Javier yang sudah mau memakannya hidup-hidup.
"Lain kali ikat majikanmu dengan rantai, kalian datang ke tempatku bukan untuk menanyakan pekerjaan tapi, masalah keluarga dan pribadi." Javier membuat wajah ayahnya berubah.
Wajah yang tadi terlihat santai tenang terlihat jahat walaupun tidak terlalu licik ekspresi nya tapi, sekarang Nella bisa gemetar hanya karena tersenyum meliriknya dari ucapan Javier barusan.
"Jika istrimu tidak mau pisah dari mu secara baik-baik berarti aku harus membunuhnya apapun caranya, kalo begitu salam ku untukmu menantu tersayangku." Pintu tertutup setelahnya Nella menghela nafasnya menoleh kebelakang.
Serangan Javier membuatnya kaget bibir yang menempel satu sama lain bahkan lebih cepat dan ingin melahap semuanya, seluruh ciuman ini hanya Javier yang bermain dan terus memimpin bahkan tangannya yang bergerak mengusap lengan kiri perlahan turunpun berhasil membuat panas tubuh Nella naik.
Tangan yang bergerak menarik rahang Javier dengan kedua tangannya tidak mengizinkan Javier pergi.
"Hmm.." Turun ke leher kanan lalu berganti leher kiri. Javier yang besar badannya mengurung Nella dalam pelukannya diatas sofa, kecepatan yang tepat tidak menyakiti Nella dan ini membuat mereka lupa jika sekarang adalah kantor Javier.
"Stop... Kamar!" mendorong dadanya menatap wajah yang sudah merah takut dan Nella juga sadar tindakannya ini tidak boleh tapi, ini hampir jauh.
Javier sempat melihat wajah Nella sama merah dengan dirinya dan leher bekas gigitan juga ciumannya sangat merah disana.
Di gendongnya Nella tanpa jawaban apapun. Nella yang di gendong koala diam dan terus menjambak rambut belakang Javier.
Kasur kecil dengan kain putih dan pintu yang sudah tertutup rapat.
"Jangan minta hal seperti itu lagi..." Di selah puncak mereka yang beberapa dorongan lagi akan sampai di tempat.
"Nella... Nella..."
"Javier, Javier !"
Saling melepaskan nafas yang tak beraturan sampai Javier yang rasanya lelah tapi, ia masih ingin Nella yang bergerak diatasnya melakukannya dengan inisiatif yang tidak terduga, Javier menariknya dalam pelukan di selah gerakan Nella melayaninya.
Suara yang tak seharunya Seam dengan dan Shinta siap didepan pintu dengan earphone terpasang.
Seam sebenarnya santai wajahnya sama sekali tidak menunjukkan ia mendengarkannya Shinta juga sebenarnya hanya memasang earphone itu dengan suara yang kecil.
"Kau kesini... Tuan meminta ku membawa pakaian Nyonya."
Seam mengangguk dan Daman yang melihat Charlie dengan Ethan tak langsung pulang masih didalam mobil setelah turun dari kantor.
"Pak. Tuan dan Charlie masih disini..." Suara radio dari Daman di bawah terhubung ke Shinta dan juga Seam.
"Awasi terus... Mereka kenapa masih disana."
Pabrik sudah tutup dan gudang pun sudah menyala lampunya sebentar lagi akan tutup.
Nella bangun masih lemas, di paksanya bangkit dan mengambil bajunya, mau di pakainya tapi, robek semuanya di buangnya asalan. Javier yang melihat istrinya seperti itu menariknya dalam pelukannya mengangkatnya masuk ke kamar mandi setelah keluar dengan celana tanpa atasan Shinta dan Seam yang berdiri di balik pintu kaget dengan suara Tuan mereka.
"Mana?" Shinta langsung menyerahkannya.
Nella melamin duduk dengan handuk di tubuhnya.
"Kamu lagi-lagi membuatku terlalu lelah, gak liat jam!"
"Maaf... Kamu melakukannya lagi setelah aku istirahat, diantara kita tidak ada yang selesai."
"Gak mau kalah!" Sentak Nella marah menarik paperbag.
Javier menahannya.
Di bantunya Nella memakai semua pakaiannya hanya pakaian rumahan biasa dan membuah baju yang rusak dan membawa pulang yang bisa di bawa.
Turun keduanya melihat Seam saja di bawah dengan mobilnya dan tangan Nella sama sekali tak lepas dari pegangan tangan Javier. Ini sangat mendebarkan Javier kalap dengan emosi dan gemasnya pada Nella ia sama sekali tidak bisa berhenti membuat Nella terlihat sangat cantik diatas tubuhnya bahkan di ranjangnya, sialan ia merasa ingin lagi.
Nella juga merasa berdebar dengan genggaman tangan yang tidak lepas ini kenapa juga rasanya ia sangat nyaman bahkan hanya genggaman tangan ini membuatnya sangat bahagia, ini hanya sementara kan? hatinya terus merasa ini pasti bukan jatuh cinta bahkan logikanya juga mengatakan hal yang sama. Jangan sampai Nella beneran jatuh cinta.
Nella harus menjauh dari ini semua tapi, ngantuk banget hari ini.
Tidak sadar tidur di lengan Javier hingga turun kepalanya diatas pangkuan Javier. Mengambil Jas di tangannya menutupi bagian bawah istrinya kaki masih menggantung.
"Berapa lama lagi?" Seam melirik spion.
"Sebentar lagi Tuan," jawabnya.
"Ngebut saja."
Seam melakukan apa yang Javier minta dan Nella juga sudah sangat pulas tidurnya dengan suara dengkuran halusnya, Tangan Javier yang tidak diam bergerak mengusap lengannya.
"Javier... Peluk aku..." Bicara aneh saat tertidur adalah kebiasaan Nella dan ini bukan sungguhan tapi, Javier melakukannya.
Menariknya dalam pelukannya, memangku dan menyandarkan kepalanya di dadanya. Perlahan suara dengkuran kembali didengar dan lenguhan.
Nella yang hanya bisa membuat serigala liar seperti Javier ini melakukan hal seperti ini bahkan membantunya mandi tanpa acara lain, membantunya pakai baju tanpa modus lain dan membantunya mengeringkan dan menyisirnya tapi, bonus menciumi rambutnya setiap habis di sisir.
Seam sedikit tersenyum ia senang ternyata Serigala liar yang selalu membuatnya bekerja setengah mati kini sedikit beristirahat karena sibuk dengan pasangannya.
***
Sebelum bertemu Nella adalah hari paling di benci Seam karena Javier marah dengan semua anak buah Kayla yang membuat ibunya jatuh dari tangga.
Seam melihat nyonya Shellia jatuh, langsung membantunya tapi, Charlie memukulnya sampai ikut jatuh di lantai.
Di saat yang sama Javier datang dan murka memarahi semuanya dan menatap tajam Kayla tanpa bicara hingga Seam memantu Shellia masuk mobil. Suara teriakan Kayla melengking.
"Seam bantu anakku dulu." Kata mending ibu Javier yang memohon Javier di dahulukan sebelum dirinya.
"Nyonya ini lebih penting."
Gelengan kepalanya.
Saat masuk kedalam semua anak buah Kayla sudah berdarah dan genangan darah dimana-mana, tangan Javier juga penuh darah dengan tangan kiri pisau dan tangan kanan pistol.
Melihat Seam menatapnya dengan nafas tak beraturan seperti berlari kemari.
Suara senjata di lempar di bawah kaki Kayla.
"Jangan pernah memancingku untuk menjadi pembunuh untuk dirimu sendiri, mereka hanya terluka, aku belum membunuhnya... Diam kan saja nanti juga mati kalo tidak mau repot."
Kayla lemas kedua kakinya yang tadi kuat berdiri didepan Javier kini wajahnya takut bahkan panik hampir menangis tak percaya dengan pemandangan didepan matanya, Javier yang mendekat ke Seam mendengar tawa Kayla menggelegar.
"Kau benar-benar memancingku Javier!"