Gavin adalah seorang playboy yang tak bisa hidup tanpa wanita, entah sudah berapa banyak wanita yang berakhir di ranjangnya, hingga akhirnya ia bertemu dengan Kanaya, seorang gadis suci yang menggetarkan hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Swan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali bertemu
Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, ketika alarm ponsel seorang gadis berbunyi, tak ada pergerakan apapun dari sang gadis yang masih tertidur lelap, seolah tak terganggu dengan suara nyaring di sisinya.
Seorang maid berusia setengah abad memasuki kamar sang nyonya yang masih tertidur lelap, perlahan ia membuka tirai putih yang menutupi cahaya mentari pagi ke kamar itu.
Hanya ada gelengan kepala dari wanita paruh baya tersebut, melihat putri cantik dari Rama Mahendra ini, seolah tak terganggu oleh apapun. Perlahan wanita paruh baya ini mendekati sang putri tidur yang harus segera di bangunkan, menepuk nepuk pelan kaki sang putri.
"Non...non Kanaya ."suaranya terdengar lembut memanggil nama Kanaya, sementara Kanaya hanya melenguh pelan mendengar suara orang yang membangun kannya.
"Mmhhhh... jam berapa bu?"tanya Kanaya, yang membiasakan memanggil ibu kepada Bu Lastri.
"Sudah jam 8 non, bukanya non harus udah siap siap?"tanya Bu Lastri sambil tersenyum lembut.
"Oh... ya udah,bentar Bu, aku ngumpulin nyawa dulu."jawab Kanaya, masih dengan mata terpejam, Bu Lastri hanya tersenyum melihat kelakuan Kanaya. Perlahan mata itu terbuka, kemudian menyipit menghindari sinar matahari yang menembus kamarnya.
Perlahan Kanaya berjalan lunglai, melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Kanaya bukan tipe gadis yang akan berlama lama di kamar mandi, Kanaya hanya akan menghabiskan waktu 10 sampai 15 menit saja di kamar mandi.
Dan benar saja, 10 menit kemudian kaki Kanaya keluar dari kamar mandi Kanaya menuju walk in closet. Kanaya memilih sebuah kemeja kotak kotak, yang di padukan dengan celana jeans, Kanaya memang lebih menyukai gaya pakaian dengan warna yang tidak mencolok, Kanaya juga melengkapinya dengan sebuah aksesoris kalung, dan flat shoes berwarna hitam.
Rambut Kanaya hanya di cepol rapi, dengan poni cantik menutupi sebagian alisnya yang terukir indah alami, Kanaya pun memoles wajah cantik nya dengan sedikit makeup, membuatnya terlihat semakin cantik.
Kanaya melangkah menuruni tangga dan menuju ruang makan, tempat biasa sarapan sebelum melakukan segala aktivitas nya,Tampak sepiring nasi goreng dengan taburan keju di atasnya,telah tersedia, Kanaya memang sangat menyukai makanan itu, membuat bu Lastri sering kali menjadikannya menu andalan untuk sarapan Kanaya.
Kanaya memakan sarapan nya dengan santai sambil menscroll akun media sosialnya, Kanaya memang sering seperti itu, karna tak ingin merasa sendirian saat di meja makan. Kanaya bukannya tak mengajak Bu Lastri untuk makan bersama, namun Bu Lastri sedang pergi ke pasar saat ini, alhasil Kanaya tetap sarapan sendirian di pagi ini.
Setelah sarapan, Kanaya langsung menuju kampus nya dengan di antar sopir yang memang sudah di sediakan sang ayah, dari saat Kanaya tiba di jakarta, 10 menit berlalu kini Kanaya telah tiba di gerbang Galaxy University.
Saat memasuki kampus tak di sengaja Kanaya menyenggol seorang gadis yang nampak cantik sekaligus sexy, pakaian yang di gunakan gadis ini cukup terbuka, untuk seorang mahasiswi yang akan ke kampus.
"Eh sorry,,,Lo gak apa-apa?"tanya Kanaya pada gadis di hadapannya.
Gadis itu tampak memperhatikan Kanaya sesaat sebelum menjawab pertanyaan gadis itu.
"Oh... ya gue gak apa-apa!"jawab gadis itu , dengan mata terus menatap Kanaya.
"Oh syukurlah, sorry gue ngelamun kayanya."ucap Kanaya sambil tersenyum malu.
"Iya gak apa-apa kok, gue kok baru liat Lo ya?"tanya gadis itu ,dengan mata menyipit melihat Kanaya.
"Eh..iya, gue emang baru beberapa hari soalnya, pindahan dari bandung."jawab Kanaya seadanya.
"Oh..pantes kalo gitu, soalnya semua mahasiswi cantik di kampus ini gue udah tau."ucap gadis di hadapan Kanaya sambil tertawa.
"Bisa aja Lo, mahasiswi sini kan emang cantik cantik, yakin Lo tau semua?"jawab Kanaya kemudian tertawa geli,.
"Eh gue serius, semua cewek yang jadi type cassanova di kampus ini emang gue udah hapal muka mukanya, dan Lo termasuk. Gue yakin Lo udah jadi incaran mereka sekarang!"kembali gadis di hadapan Kanaya berbicara.
Kanaya tertawa mendengar ucapan gadis di hadapannya sambil menggelengkan kepala.
"Oh ya kenalin gue Karina, mau bareng gak?"ucap gadis di hadapan Kanaya sambil mengulurkan tangannya.
Kanaya tersenyum dan membalas uluran tangan gadis itu.
"Gue Kanaya, boleh... biar gue gak sendirian lagi."jawab Kanaya sambil tertawa.
Kedua gadis cantik itu pun kini berjalan bersama memasuki kampus mereka dengan di iringi tatapan mahasiswa disana. Tentu mereka sudah tau siapa Karina, si mahasiswi yang terkenal cantik dan bad di saat yang sama, dan mereka cukup penasaran dengan gadis cantik yang ada di samping Karina, gadis yang bahkan terlihat lebih bersinar dari seorang Karina, yang selama ini jadi idola kaum Adam.
"Siapa tuh di samping Karina , cantik banget gila?"ucap seorang laki laki tak jauh dari kedua gadis itu, berbicara pada temannya.
"Gak tau gue, iya cantik banget ya... ini sih ngalahin Hera cantiknya!"jawab lelaki di samping pemuda itu.
Dan banyak lagi ucapan ucapan kagum dari kaum Adam yang Kanaya dengar, bahkan ada kaum hawa yang ikut berkomentar melihat Kanaya.
"Si Karina sama siapa ya ,cantik banget,, yah nambah lagi dah cewek cantik di kampus ini, bikin iri gue aja."
"Iya, ada Karina sama Hera aja kita udah berasa remahan rengginang, apalagi sama yang ini, berasa debu beneran kita."
Dan semua ucapan ucapan itu terus terdengar di telinga Kanaya, sampai Kanaya dan Karina tiba di lorong kampus yang memisahkan fakultas mereka berdua, Karina si mahasiswi bisnis dan Kanaya si calon dokter. Namun sebelum mereka sempat mengucap salam perpisahan untuk pergi ke kelas masing masing, terdengar suara seorang laki laki memanggil Kanaya.
"Nay..?"Kanaya langsung menengokan kepalanya melihat ke arah seseorang yang memanggil nama panggilannya.
Terlihat tiga pria tampan berjalan beriringan menuju ke tempat Kanaya berada, Kanaya tersenyum melihat kehadiran Raihan dan kedua temanya.
"Eh Rai..?"jawab Kanaya ramah.
Sementara Karina nampak bingung melihat situasi di hadapannya
"Kalian kenal?"tanya Karina, sambil menunjuk Kanaya dan Raihan. Kanaya dan Raihan mengangguk bersama kemudian tertawa.
"Raihan kakak kelas gue, waktu SMP!"ujar Kanaya, menjawab pertanyaan Karina.
Karina membulat kan bibirnya paham sambil mengangguk.
"Kalo cowok yang dua ini Lo kenal?"tanya Karina santai,matanya sempat bertemu dengan Gavin namun keduanya,.sama sama terlihat acuh, seolah tak pernah ada yang terjadi di antara mereka.
Kanaya tersenyum,dan mengangguk.
"Udah kenal kok, di kenalin Raihan."jawab Kanaya singkat.
"Bukunya kemarin udah beli kan Nay?"tanya Raihan pada Kanaya .
"Udah kok Rai, berkat Lo, makasih ya .. walaupun akhirnya perginya ga bareng Lo."jawab Kanaya dengan senyuman manisnya, yang membuat ketiga pria di hadapan tak dapat mengedipkan matanya.
"Eh ya Gav, makasih ya kemarin udah nganterin gue sampe rumah."ucap Kanaya tersenyum pada Gavin.
Sementara Gavin yang sedari tadi melihat nya, memang tak bisa memalingkannya wajah nya dari wajah cantik Kanaya yang terlihat semakin cantik. Apalagi melihat leher putih mulus Kanaya, yang membuat Gavin ingin memberikan tanda kepemilikan di sana.
Gavin jadi mengingat kembali kejadian semalam, saat Gavin memberikan banyak kecupan di tempat itu.
Sementara ketiga orang lain yang ada di sana, hanya diam melihat, pembicaraan Kanaya dan Gavin.bGavin mengangguk, namun tak mengatakan apapun pada Kanaya.
"Ya udah Rin, gue duluan Lo bareng mereka kan?" Tanya Kanaya yang di jawab angguki oleh Karina.
"Gue duluan Rai,."ucap Kanaya pada Raihan kemudian mengangguk pada Gavin dan Alex.
Kanaya berjalan santai, namun tak menuju ke fakultas nya sepertinya Kanaya berjalan toilet yang cukup dekat dengan lokasi mereka saat ini. Sementara ke empat orang yang tadi bersama Kanaya, mulai berjalan menuju kelasnya, sebelum tiba tiba Gavin menginterupsi mereka.
"Eh sorry, kalian duluan ya, gue ada yang ketinggalan di mobil."ucap Gavin pada ke 3 orang di hadapannya. Ketiga orang itu mengangguk paham, kemudian meninggalkan Gavin begitu saja.
***
Sementara itu, di toilet Kanaya baru menyelesaikan panggilan alamnya, kemudian mencuci tangan, dan sedikit merapikan penampilannya terlebih dulu
Kanaya pun melangkah kan kaki nya keluar dari toilet, namun sebelum dia sempat melangkah lebih jauh, tiba tiba seseorang menarik tangannya dari belakang, kemudian membekap mulut nya, lalu menarik tubuh ramping wanita itu ke dalam salah satu bilik toilet..
Agh..!
Kanaya mencoba berteriak namun seseorang di belakangnya tak menggubris, sampai akhir Kanaya sampai di sebuah toilet,dan orang itu melepas bekapan mulutnya.
"Lo..?"
-Bersambung