namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal lagi dan lagi
"Kita harus cepat bergerak sebelum semua rahasia kita terbongkar, jika tidak berhasil penjara taruhannya, setelah kita berhasil menguras semua harta keluarga Jonathan, kita melarikan diri dan hidup di luar negeri bertiga, harta mereka sudah lebih dari cukup untuk kita hidup dan foya foya selama nya". Suara om Raka dalam telepon, Devan menyetujui nya.
"Siang ini aku harus ke ruangan kerja nya Kirana, aku akan bawa semua dokumen itu jika dia menolak menandatangani maka terpaksa harus pakai ancaman dan kekerasan". Devan kemudian menutup teleponnya dan berencana menemui sang istri siang ini, si Ririn yang dari tadi bergelayut manja di pangkuan Devan membuat lelaki itu tak tahan menahan hasratnya, kemudian dia menggendong Ririn ke sebuah ruangan yang memang khusus buat istirahat siang.
"Daripada kamu selalu menggodaku, sekarang puaskan aku kamu harus tanggung resikonya ". Ucapnya dan merekapun ber gumul mencetak dosa yang makin hari makin menumpuk, sementara Devan dan Ririn mencetak dosa disisi lain Karina sedang berada di kantornya, salah seorang kepercayaannya sekaligus orang yang di beri wewenang untuk mengurus perusahaan oleh ayahnya memberikan bukti konkrit atas semua penghianatan Devan, termasuk siapa di belakang Devan selama ini.
Karina sungguh tak pernah menyangka orang yang paling dekat dengan ayahnya tega berkhianat, seorang sahabat yang sudah dianggap sebagai saudara, om Raka?.
"Bagaimana cara menyampaikannya pada daddy pak Arman?" tanya Karina minta solusi, karena dia tahu ayahnya tak akan percaya seratus persen meski sudah ada bukti, padahal pak Arman orang kepercayaan om Jonathan seringkali memberi nasehat pada atasannya, jangan terlalu baik pada orang karena jika kita terlalu baik maka mereka akan menginjak kita, jangan selalu dan sering memberi pertolongan,sekali dua kali mereka akan berterimakasih tetapi jika sering mereka akan menganggap pertolongan kita adalah kewajiban padahal niatnya hanya menolong, kita tak ada kontribusi terhadap orang lain entah itu sahabat ataupun tetangga.
"Kita perlu kumpulkan semua bukti, setelah semua terkumpul kita perlu diskusi , semoga saja pak Jo bisa memahami masalah ini, tak semua orang itu hatinya tulus, ada kalanya kita bagaikan menolong anjing terjepit jika lepas dia akan menggigit.
Ketika pak Arman dan Karina tengah berbincang, Devan masuk tanpa permisi, Karina jengah melihat suaminya yang tiap ketemu selalu saja dengan rambut basahnya, masa iya jam 11 siang baru mandi, padahal mereka keluar rumah pagi tadi meski lain mobil tapi barengan dan Karina tahu persis pagi tadi sebelum berangkat kerja Karina menyaksikan Devan sudah mandi, untung saja beberapa bulan ini setelah mendengar ada isyu tak sedap tentang hubungan gelap suaminya dan sekertaris ayahnya Karina lebih nyaman tidur berdua sama Kiara di kamar adiknya, dan Devan pun jarang berada di rumah utama karena lebih suka di apartemen nya, tentu saja supaya bisa leluasa berduaan dengan Ririn, dan Karina tak perduli itu, perkawinannya hambar, perpisahan itu bisa terjadi kapanpun, hanya saja ayahnya selalu meminta Karina untuk bertahan, Karina tak bisa berontak karena takut terjadi seperti dulu, kehilangan ibunya ketika sang ibu masih belum terlalu tua, Karina tak ingin kehilangan ayahnya.
" Karin, aku perlu bicara". Ucap Devan sambil memandang sekilas ke arah pak Arman,dan pak Arman yang tahu diri tentu saja segera undur diri, Devan berdehem dengan suara khasnya, dulu suara itu pernah menggetarkan hati Karina tapi sekarang Karina terlalu jijik mendengar suara itu apalagi mengingat perselingkuhan suaminya, Devan segera mengeluarkan beberapa lembar kertas dari map nya.
"Aku perlu tanda tanganmu disini". Ucapnya.
Formulir yang sebagian belum terisi itu sudah di bubuhi materai, Karina membaca dan meneliti sekali lagi,
" Dokumen apa ini?" tanya Karina tetapi disitu seperti sudah ada tanda tangan dari notaris, tinggal Karina saja yang harus tanda tangan beberapa lembar kertas formulir itu.
Belum juga Karina menandatangani formulir tersebut dari luar pintu terdengar suara ribut sekali seperti suara emak emak pulang dari pengajian yang ternyata duo bocil lagi berlarian kejar kejaran persis anak kecil, ya tentu saja karena memang dia bocil, si Kia yang sudah lebih dari ABG itu tak mau di sebut dewasa, dia mendeklarasikan dirinya selama hidupnya adalah bocil, hidupnya untuk senang senang tanpa berfikir jadi dewasa.
"Kia, checill sudah dulu ya guraunya stop dulu, nanti jatuh". Teriak Mahendra dari belakang tapi keduanya tidak menghiraukan sampai suatu terjadi, karena Checil di gelitik keteknya oleh Kia, minuman susu coklat pekat campur Boba itu melayang dan jatuh tepat diatas meja Karina dan tepat mendarat di atas kertas formulir lalu gelas terguling mengenai selangkangan Devan yang lagi duduk di depan Karina, celana putih dan baju biru laut itu tentu saja kini berubah warna jadi coklat, meja basah dan Devan kebasahan pula.
Devan marah bukan kepalang, sesusah itu dia memalsukan dengan mencari tanda tangan seorang notaris dengan membayar tak sedikit uang kini malah basah tak tertolong.
"kurang ajar, kamu lagi bocah setan anak iblis, tidak pernah di ajarin sopan santun sama orang tuamu, ooo tentu saja tak punya sopan santun, bapak kamu miskin tentu tak pernah sekolah minim attitude". teriak Devan murka dan untuk pertama kalinya Karina merasa telinganya sangat panas ketika Devan menghardik anak kecil dengan berani dia berdiri dan menampar pipi Devan sekuat tenaga sambil melotot penuh kemarahan, sementara Checil yang ketakutan bersembunyi di balik tubuh Kiara.
"Demi bocil setan ini kamu rela memukulku Karin, selama ini kamu hanyalah wanita lemah tak berdaya demi bocah ini kamu berani sama suamimu, istri durhaka kamu". Teriak Devan marah sambil tangannya terangkat mau memukul balik Karina dan sebelum tangan itu menyentuh pipi mulus Karina sebuah tangan telah menghalaunya, dan yang mempunyai tangan itu langsung memukul balik wajah Devan, sekali plak, "ini balasan untuk Karina yang selalu kau rendahkan", plak "ini untuk anakku yang kau sebut anak setan", dan belum sempat Devan membalas dengkul Mahendra sudah melayang mengenai ulu hati Devan, "dan ini untukku yang kamu sebut nggak bisa mendidik anak dan orang miskin", ketika Devan mau membalas dengan meninju muka Mahendra, Mahendra menghindar dan mendorong tubuh Devan dari samping dengan kakinya, Devan jatuh menabrak tembok dan sebelum Devan menyerang balik beberapa satpam sudah masuk melerai mereka.
"Bangsat kalian, keparat awas saja aku akan balas lebih dari ini dan kalian pasangan selingkuh, aku tahu itu akan ku adukan ke polisi dengan dakwaan perzinaan kalian akan di hukum dan masuk penjara". Teriak Devan sambil menunjuk nunjuk ,sungguh laki-laki tak bercermin, dia yang selingkuh yang berzina tetapi dengan mencari alibi dan pembenaran diri malah menuduh orang lain untuk menutupi kesalahannya, munafik!.