NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. Fmz

​"Tiga syarat, Maya. Jangan jatuh cinta padaku, jangan mencampuri urusan dinasku, dan jangan biarkan satu orang pun di sekolahmu tahu siapa suamimu."
​Lettu Arga adalah perwira muda paling berbakat dengan kekayaan yang melampaui gaji bulanannya. Baginya, pernikahan adalah strategi untuk menyelamatkan karier dari fitnah. Sementara bagi Maya, siswi SMA yang baru berusia tujuh belas tahun, pernikahan ini adalah kontrak untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
​Di depan saksi dan di bawah sumpah prajurit, mereka terikat. Maya harus belajar hidup di antara kaku dan dinginnya aturan Markas Komando, sementara Arga harus menahan diri agar tidak melewati batas terhadap "istri kecilnya" yang lebih sering memikirkan PR Matematika daripada melayani suami.
​Namun, ketika musuh mulai mengincar Maya sebagai titik lemah sang Letnan, Arga sadar bahwa ia telah melanggar syarat pertamanya sendiri: Ia telah jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Fmz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20: Aroma Kopi dan Mesiu

Aroma kopi dan mesiu menyatu menjadi sebuah udara yang sangat menyesakkan saat Arga Dirgantara melangkah maju menyambut tamu tidak diundang di tengah rumah dinasnya. Dia memegang sebuah cangkir seng yang masih mengepulkan uap panas sementara tangan kanannya tetap berada sangat dekat dengan sarung senjata di pinggangnya. Matanya yang tajam mengunci sosok pria paruh baya berseragam lengkap yang kini berdiri dengan angkuh di depan ambang pintu kayu yang terbuka lebar.

"Apakah ini cara seorang bawahan menyambut komandannya di pagi hari yang sangat tenang ini, Letnan?" tanya pria itu dengan nada bicara yang penuh dengan intimidasi.

Arga Dirgantara memberikan sebuah hormat militer yang sangat sempurna namun matanya sama sekali tidak menunjukkan rasa takut atau pengabdian yang buta. Dia menyadari bahwa kedatangan sang atasan bukan hanya sekadar urusan dinas biasa melainkan sebuah upaya untuk mencari tahu keberadaan Maya Anindya. Suasana di dalam ruangan itu menjadi sangat kaku laksana sebuah kawat berduri yang ditarik hingga nyaris putus karena ketegangan yang luar biasa.

"Maafkan kekurangajaran saya karena saya harus memastikan bahwa tidak ada musuh yang menyamar untuk merusak keamanan rumah dinas ini, Komandan," jawab Arga Dirgantara dengan suara yang sangat stabil.

Di dalam kegelapan lemari jati yang pengap, Maya Anindya membekap mulutnya sendiri dengan kedua telapak tangan yang gemetar hebat karena rasa takut yang memuncak. Dia bisa mendengar derap sepatu laras yang melangkah masuk ke dalam ruang tamu sambil membayangkan wajah-wajah dingin yang sedang menggeledah setiap sudut rumah. Peluh membasahi dahi gadis itu saat dia menyadari bahwa jika dia tertangkap maka seluruh pengorbanan suaminya akan menjadi sia-sia belaka dalam sekejap mata.

"Saya mencium aroma parfum wanita yang sangat manis di ruangan ini padahal setahu saya kamu adalah seorang bujangan," ucap sang komandan sambil memutari meja makan.

Arga Dirgantara meletakkan cangkir kopinya perlahan di atas meja hingga menciptakan suara benturan yang cukup untuk memberikan peringatan terselubung bagi siapa saja di sana. Dia berdiri menghalangi akses menuju lorong kamar tidur dengan posisi tubuh yang sangat protektif serta tidak tergoyahkan oleh gertakan apa pun. Kilatan amarah mulai muncul di balik bola mata sang perwira saat tangan komandan itu mulai menyentuh gagang pintu lemari tempat istrinya bersembunyi.

"Ada banyak hal pribadi yang tidak perlu masuk ke dalam laporan intelijen jika Anda masih ingin menjaga martabat jabatan Anda," tegas Arga Dirgantara dengan nada yang sangat penuh dengan ancaman nyata.

Sang komandan tertawa kecil lalu menarik tangannya kembali sambil menatap Arga Dirgantara dengan sebuah tatapan penuh kecurigaan yang sangat mendalam serta mematikan. Dia memberikan sebuah amplop cokelat yang tersegel sangat rapat kepada bawahannya sebelum melangkah pergi meninggalkan aroma cerutu yang tertinggal di udara. Keheningan yang sangat menyiksa kembali menguasai rumah itu saat suara deru mesin mobil dinas mulai menjauh menuju gerbang utama markas komando yang sangat luas.

"Keluarlah sekarang karena keadaan sudah cukup aman meskipun hanya untuk sementara waktu saja," bisik Arga Dirgantara sambil membuka pintu lemari tersebut secara perlahan.

Maya Anindya jatuh tersungkur di atas lantai sambil terisak hebat karena tekanan mental yang baru saja dia lalui di dalam kegelapan yang sangat sempit tersebut. Dia menatap ke arah amplop cokelat di tangan suaminya yang berisi perintah baru yang mungkin akan memisahkan mereka berdua untuk selamanya. Di luar sana, matahari mulai terbit dengan warna kemerahan yang sangat indah namun terasa sangat mencekam bagi siapa pun yang bersedia menanti saat menjemput di gang sekolah.

1
muna aprilia
lanjutkan
Ihda Rozi
lanjut
merry
nyiksa ank org kmu ga,, pdhl maya gk salah lohh,, ko berhrp maya truma gt biar nyesel tu si Arga bini msh kecill dihukum kyk bgtt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!