NovelToon NovelToon
Dua Pergi Satu Bertahan

Dua Pergi Satu Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Tatie Hartati

Ada tiga remaja putri bersahabat mereka adalah Tari, Tiara , dan Karin mereka mempunyai pasangan masing-masing. dan pasangan mereka adalah sahabatan juga termasuk geng brotherhood pasangan Tari adalah Ramdan, pasangan Tiara adalah Bara dan pasangan ketiga ada Karin sama Boby.. karena ada sesuatu hal ketiga cowok itu membuat pasangan mereka kecewa dengan kejadian yang berbeda - beda namun dia antara 3 pasangan itu hanya Tari dan Ramdan yang bertahan karena Tari memberikan kesempatan kembali kepada Ramdan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatie Hartati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 13 Cahaya Senja di Balik Debat dan Prestasi

Matahari Senin pagi ini terasa lebih menyengat di atas lapangan SMA Patriot, namun tak satu pun siswa yang berani membubarkan barisan. Suasana upacara bendera kali ini terasa berbeda. Setelah pengibaran Sang Merah Putih, podium upacara tidak diisi oleh amanat panjang dari guru, melainkan diambil alih oleh dua sosok paling ikonik di sekolah: Arga dan Anissa.

"WADUH! WADUH! WADUH! Selamat pagi, Patriot Muda!" suara Arga menggelegar lewat speaker sekolah, disambut sorak-sorai riuh dari barisan kelas X sampai XII. "Hari ini bukan sekadar Senin biasa. Hari ini adalah hari penentuan, siapa yang bakal nerusin tongkat estafet kepemimpinan gue yang super keren ini!"

Anissa menyambar dengan gaya anggunnya. "Benar banget, Ga. Dan untuk pertama kalinya dalam sejarah sekolah kita, kendali OSIS akan sepenuhnya dipegang oleh putra-putri terbaik dari kelas XI. Mari kita sambut, tiga pasangan bakal calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS masa depan!"

Arga kembali berteriak, "Pasangan nomor urut satu! Duo jenius yang paling bikin baper seantero sekolah... Kita panggil, RAM-RI (Ramdan & Tari)!"

Ramdan melangkah maju dengan wajah tenang namun penuh wibawa, didampingi Tari yang tersenyum manis dengan map proker di pelukannya. Sontak, teriakan "Ciee!" dan tepuk tangan pecah. Alvin di barisan belakang sudah heboh sendiri sambil teriak, "Gaskeun, Pak Imam!"

"Lanjut!" seru Anissa. "Pasangan nomor urut dua, duo paling energik dan anti-mainstream... RAI-RIN (Raihan & Karin)!"

Raihan maju sambil sesekali tebar pesona, sementara Karin di sampingnya sibuk memberikan kode agar Raihan tetap tenang. Barisan kelas XI langsung heboh memanggil nama mereka.

"Dan terakhir," Arga menutup perkenalan, "Duo kreatif yang siap mengabadikan setiap momen sekolah kita... PA-RA (Pajar & Tiara)!"

Pajar tampak gagah meskipun tangannya terasa gatal ingin memegang kamera, sedangkan Tiara berdiri tegak dengan penuh percaya diri.

Ketiga pasangan itu kini berdiri sejajar di depan podium. Ramdan melirik ke arah Tari, lalu menatap lurus ke depan. Di depan ratusan pasang mata, visi-misi mulai dipaparkan. Namun bagi Ramdan, ini bukan sekadar jabatan. Ini adalah janji terakhirnya sebelum ia harus terbang jauh ke Kalimantan demi membanggakan sekolah SMA Kusuma Bangsa

Pasangan Nomor Urut 1: RAM-RI (Ramdan & Tari)

Vibe: Religious, Disciplined, & Intellectual.

Visi: Menjadikan SMA Patriot sebagai wadah generasi unggul yang berprestasi di jalur akademik dengan fondasi iman dan akhlakul karimah.

Misi:

Mengintegrasikan nilai religi dalam setiap kegiatan sekolah (seperti shalat berjamaah dan kajian rutin).

Menerapkan disiplin "Tanpa Kompromi" dengan sistem poin yang transparan namun tetap edukatif.

Membangun budaya literasi dan prestasi melalui program bimbingan belajar teman sebaya.

Slogan: "Beradab dalam Perilaku, Berilmu dalam Tindakan."

Pasangan Nomor Urut 2: RAI-RIN (Raihan & Karin)

Vibe: Solid, Strict, & High Energy.

Visi: Menciptakan lingkungan SMA Patriot yang berintegritas tinggi melalui kedisiplinan total dan solidaritas tanpa batas.

Misi:

Meningkatkan pengawasan kedisiplinan siswa mulai dari atribut hingga ketepatan waktu hadir.

Mengadakan pelatihan kepemimpinan semi-militer untuk seluruh pengurus organisasi sekolah.

Menata ulang sistem keamanan dan ketertiban lingkungan sekolah demi kenyamanan bersama.

Slogan: "Disiplin adalah Nafas, Prestasi adalah Tujuan."

Pasangan Nomor Urut 3: PA-RA (Pajar & Tiara)

Vibe: Tech-Savvy, Creative, & Modern.

Visi: Mentransformasi SMA Patriot menjadi sekolah digital yang inovatif, kreatif, dan melek teknologi di era industri 4.0.

Misi:

Digitalisasi seluruh sistem administrasi OSIS dan pembuatan aplikasi sekolah untuk akses informasi cepat.

Mengembangkan bakat siswa di bidang konten kreator, coding, dan desain grafis melalui kompetisi internal.

Memaksimalkan media sosial sekolah sebagai sarana promosi prestasi siswa secara global.

Slogan: "Inovasi Tanpa Henti, Masa Depan di Tangan Kita."

"WADUH! WADUH! WADUH! Berat bener ini pilihan!" teriak Alvin dari barisan kelas XI-IPA-1 "Yang satu bawa kita ke surga, yang satu bikin kita jadi tentara, yang satu mau bikin kita jadi hacker! Hahaha!"

Ramdan maju selangkah ke depan mikrofon. Ia menatap ratusan siswa dengan pandangan tajam namun tenang. "Disiplin bukan tentang kekangan, tapi tentang bagaimana kita menghargai waktu. Dan religi bukan cuma soal ibadah, tapi soal bagaimana kita bersikap kepada sesama."

Tari di sampingnya menambahkan dengan suara lembut namun tegas, "Kami tidak menjanjikan kemewahan, tapi kami menjanjikan perubahan karakter yang akan kalian bawa sampai seumur hidup."

Mendadak, lapangan yang biasanya berisik jadi hening. Pesona RAM-RI bener-bener gak ada lawan!

Ramdan cuma tersenyum tipis menanggapi ledekan Alvin. Ia melirik Tari, dan mereka saling melempar pandang penuh keyakinan. Di atas podium itu, di tengah persaingan program, Ramdan merasa bangga melihat teman-temannya punya visi yang luar biasa untuk sekolah mereka.

Suasana lapangan mendadak hening saat Bapak Kepala Sekolah memberikan satu pertanyaan pamungkas untuk pasangan nomor urut satu. "Ramdan, di zaman serba digital dan bebas seperti sekarang, program religius konkret apa yang akan kalian terapkan agar siswa SMA Patriot tidak kehilangan jati dirinya?"

Ramdan maju selangkah, memegang mic dengan tenang. Tatapannya lurus, memancarkan aura pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.

"Izin menjawab, Pak," suara Ramdan bergema mantap. "Zaman boleh berubah, tapi iman harus tetap jadi jangkar. Program kami sederhana namun konsisten. Untuk hari Senin sampai Kamis, sebelum bel pelajaran pertama berbunyi, kita akan mengadakan tadarus bersama di kelas masing-masing. Hari Jumat, kita khususkan untuk membaca Surat Al-Kahfi bersama di lapangan. Dan untuk hari Sabtu, kita tutup pekan dengan murotal surat-surat pendek."

Bisik-bisik kagum mulai terdengar di barisan siswi. Tari di sampingnya tersenyum tipis, bangga dengan keberanian Ramdan.

"Selain itu," lanjut Ramdan, suaranya makin tegas. "Kami akan nerapin aturan 'Zero Tolerance' untuk perilaku negatif. Untuk siswa laki-laki, tidak ada tempat bagi rokok, apalagi narkoba dan tawuran. Dan untuk semua siswa, kami tegaskan untuk tidak bermesraan di tempat umum, terutama di lingkungan sekolah. Kita sekolah untuk menuntut ilmu, bukan untuk mempertontonkan hal yang belum waktunya."

Ramdan menatap barisan siswa satu per satu. "SMA Patriot harus jadi tempat yang aman dan berkah. Kami ingin kalian berprestasi bukan cuma karena pintar di otak, tapi juga bersih di hati."

PROKKK! PROKKK! PROKKK! Tepuk tangan pecah, bahkan para guru berdiri memberikan standing applause.

Ramdan belum selesai. Ia kembali mendekat ke mikrofon, memberikan detail yang membuat suasana lapangan makin hening karena kagum.

"Selain perilaku, kami juga akan menertibkan cara berpakaian agar SMA Patriot terlihat lebih elegan dan rapi," tambah Ramdan dengan suara baritonnya yang mantap. "Untuk siswa laki-laki, baju wajib dimasukkan dengan rapi. Namun, untuk siswi, kami memberikan dua opsi yang adil. Bagi yang berhijab, baju dikeluarkan dengan panjang minimal sepaha agar tetap menjaga kesopanan. Sedangkan bagi yang tidak berhijab, baju tetap dimasukkan agar terlihat serasi."

Bisik-bisik setuju terdengar dari barisan siswi. Mereka merasa dihargai dengan aturan yang tidak kaku namun tetap sopan.

"Lalu soal waktu istirahat," lanjut Ramdan, "kami ingin keberkahan menyertai setiap suap makanan yang kita makan. Jadi, setiap jam istirahat pertama, kita akan melaksanakan Shalat Dhuha berjamaah terlebih dahulu, baru setelah itu kantin diperbolehkan beroperasi. Dan khusus hari Jumat, saat siswa laki-laki melaksanakan Shalat Jumat, para siswi akan mengikuti kegiatan Keputrian untuk membekali diri dengan ilmu-ilmu wanita shalihah."

Ramdan menatap lurus ke arah Bapak Kepala Sekolah. "Kami ingin lulusan SMA Patriot bukan cuma jago di kertas ujian, tapi juga punya adab dan disiplin yang bisa dibanggakan di masyarakat."

Seketika, gemuruh tepuk tangan kembali meledak. Arga yang berdiri di samping Anissa sampai geleng-geleng kepala. "Gila lo, Ndan... lo beneran mau bikin SMA Patriot jadi sekolah percontohan se-Provinsi!"

Suara riuh tepuk tangan perlahan mereda saat Kak Anisa, sang moderator yang enerjik, melangkah ke tengah panggung dengan mikrofon di tangan. Wajahnya ceria, menandakan sesi debat visi-misi tadi sukses besar.

"Oke, beres! Sudah mantap ya penyampaian visi, misi, dan proker dari calon Ketua serta Wakil Ketua OSIS kita tadi. Beri aplaus sekali lagi dong!" seru Kak Anisa yang langsung disambut sorakan meriah.

"Tapi tahan dulu semangatnya, karena acara selanjutnya bakal lebih seru! Kita masuk ke Lomba Cerdas Cermat! Sudah ada tiga tim tangguh yang kita pilih untuk bertanding di atas panggung ini," Kak Anisa melirik catatan di tangannya.

"Tim A: Arga, Arka, dan Dika!" (Arga dkk maju dengan gaya cool, sok jagoan panggung). "Tim B: Ramdan, Raihan, dan Pajar!" (Pajar langsung dadah-dadah ke penonton, sementara Ramdan tetep kalem bersahaja). "Dan Tim C: Tari, Tiara, dan Karin!" (Tari tersenyum manis, tapi matanya memancarkan api kompetisi pas liat ke arah Ramdan).

"Nah, sebelum kita mulai babak soal, silakan kalian perkenalkan nama tim kalian. Tapi ingat, namanya harus kreatif dan punya filosofi ya! Kita mulai dari Tim A dulu!"

Tim A (Arga): "Nama tim kami adalah The Winners. Karena bagi kami, kalah itu nggak ada di kamus!" (Penonton: Huuuuuu!)

Tim B (Ramdan & Pajar): Pajar langsung rebut mik dari tangan Ramdan. "WADUH! WADUH! WADUH! Kalau kita mah simpel tapi dalem, Kak! Nama tim kita adalah Tim Jalur Langit. Kenapa? Karena selain usaha pake otak, kita juga pake doa biar dapet restu... eh, maksudnya dapet poin! Hahaha!" (Ramdan cuma bisa nutup muka sambil istighfar, penonton ketawa pecah).

Tim C (Tari): Tari maju satu langkah, suaranya lembut tapi tegas. "Kalau kami dari Tim C, nama kami adalah Srikandi Literasi. Kami di sini buat buktiin kalau kecerdasan dan ketelitian perempuan nggak bisa diremehin, apalagi sama tim yang cuma modal 'jalur langit' tapi belom tentu belajar!" (Tari ngelirik Ramdan sambil senyum miring).

Kak Anisa tertawa renyah. "Wah, seru nih! Ada yang main jalur langit, ada yang bawa semangat Srikandi! Oke, semuanya sudah siap? Kita mulai pertanyaan pertama!"

Pertanyaan demi pertanyaan dari berbagai mata pelajaran dilahap habis oleh kedua tim. Skor terus berkejaran, suasana makin panas, hingga tak terasa mereka sudah sampai di penghujung babak dengan skor yang sama kuat..."

"Penonton berkali-kali menahan napas setiap kali bel berbunyi. Keringat dingin mulai tampak di pelipis Raihan, sementara Ramdan dan Tari masih fokus seolah dunia di sekitar mereka sudah hilang."

Kemenangan Tim C bukan sekadar keberuntungan belaka, apalagi hasil "pemberian" dari tim lawan. Saat bel terakhir berbunyi di tangan Tari, seluruh aula terdiam menyadari satu hal: Tari adalah otak di balik strategi timnya.

Jika Ramdan adalah ahli dalam hitungan cepat dan logika yang tajam, maka Tari adalah pemegang kendali dalam keluasan wawasan dan ketelitian literasi. Dia tidak hanya menghafal, tapi memahami. Setiap jawaban yang keluar dari bibirnya bukan sekadar teks buku, melainkan hasil dari ribuan jam yang dia habiskan di perpustakaan untuk menutupi rasa sepinya.

Pak Bambang, guru matematika yang paling pelit memuji pun, sampai mengangguk hormat. "Kemenangan ini murni karena kualitas. Tari punya ketenangan yang luar biasa di bawah tekanan. Itu kualitas seorang pemimpin sejati."

Ramdan yang berdiri tepat di samping meja Tari pun menatap gadis itu dengan binar yang berbeda. Dia tahu, dia tidak sedang berhadapan dengan lawan yang lemah. Dia sedang berhadapan dengan seseorang yang memiliki kualitas mental dan intelektual yang setara dengannya.

Kemenangan Tim C hari ini adalah bukti nyata: bahwa kecantikan Tari hanyalah bonus, sementara kecerdasannya adalah kekuatan utamanya.

Tari menerima mikrofon dari Ramdan. Dia menarik napas dalam, mencoba menetralkan degup jantungnya yang masih karambol gara-gara ucapan Ramdan tadi.

"Perhatian untuk seluruh Tim Inti Panitia Doa Bersama!" suara Tari terdengar tegas dan nyaring, membelah kebisingan lapangan.

"Mengingat waktu kita yang makin mepet, nggak ada waktu buat santai-santai. Setelah jam istirahat ini selesai, semuanya WAJIB langsung kumpul di ruang OSIS. Kita akan rapat pleno untuk finalisasi teknis dan penentuan Guest Star."

Tari melirik jam tangannya, lalu menatap tajam ke arah anggota tim inti yang masih asyik ngerumpi di pinggir lapangan. "Nggak ada drama telat. Pas bel masuk bunyi, semua sudah harus duduk manis di kursi masing-masing. Terima kasih!"

Tari mematikan mikrofon dengan gerakan cool. Dia sengaja nggak melirik Ramdan lagi, takut mukanya yang merah ketahuan. Tapi Ramdan malah berdiri di sampingnya, memberikan jempol singkat sebelum berjalan menuju kantin.

"Tegas. Saya suka," ucap Ramdan pendek sambil berlalu.

Tari mematung. Duh, Ramdan! Bisa nggak sih sehari aja nggak bikin anak orang serangan jantung?! batin Tari geregetan.

— BAB 13 SELESAI —

Gimana Kusuma Bangsa ,masih kuat napas abis denger prinsip Ramdan yang sedingin es tapi sehangat mentari? Kira-kira rahasia apa yang dibawa Tari dari ruang Kepsek sampai Kak Anisa ikut merahasiakannya? Tunggu di Bab 14 ya! Jangan lupa Like dan Komen kalau kalian Tim RAM-RI!"

1
yanzzzdck
semangat yaa
Tati Hartati: makasih kak
total 1 replies
yanzzzdck
semangat
yanzzzdck: iya aman aja
total 2 replies
kalea rizuky
lanjut
Tati Hartati: siap kak...
total 1 replies
kalea rizuky
q ksih bunga deh biar makin bagus ceritanya
Tati Hartati: makasih banget ya kakak
total 2 replies
kalea rizuky
moga bagus ampe end dan gk bertele tele ya thor
Tati Hartati: makasih kak dukungannya
total 1 replies
yanzzzdck
semangat💪
Tati Hartati: Terimakasih banyak atas supportnya... semangat juga ya kakak..
total 1 replies
yanzzzdck
semangat aku bantu like semua, kalo bisa like balik ya, kalo gbisa gpp🙏
Tati Hartati: sama sama... insyaallah nanti aku kalau udah santai pasti mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!