Sebuah cerita yang tertulis merupakan bagian dari kehidupan gadis multitalenta dengan karir yang cemerlang dan persahabatan yang setia, kehidupan yang diwarnai dengan sorotan media serta penggemar yang cukup fanatik menjadikan Gianna Pionad Aaron tidak semata-mata semuanya terasa sempurna.
Ada Luka, Trauma dan Cinta, bagaimana Gianna bertahan? Baca selengkapnya dalam sebuah cerita.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon the devvu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Go to Internasional
Dua bulan berlalu setelah kemenangan Grand Final Kecantikan Internasional.
Gianna membuka layar ponsel melihat waktu menujukan pukul jam sepuluh siang, kini Gianna berada di Afrika untuk bertugas dalam agenda perdamaian dan kemanusiaan internasional, dengan crown yang ada di atas kepala menghiasi rambut yang digerai panjang dan bervolume menjadikan Gianna nampak cantik seperti seorang princess, fokus dia teralih ke ponsel setelah mendapati David yang menelpon, hanya panggilan singkat sebagai pertukaran kabar, David sedang berada di Singapura Sedang dirinya tengah di Afrika, keadaan hubungan mereka saat ini sangat diterbatas oleh jarak waktu dan kesibukan.
"Nona kamu sangat menawan" ujar wanita paru baya yang dengan wajah eropa yang selama beberapa minggu menjadi MUA "Terimakasih Helen" Jawab Gianna "MS Moel sudah menunggu di restoran bawah, kami bisa pergi sekarang" Lanjut Helen, Mr. Moel adalah CEO dari ajang kecantikan kelas dunia serta anggota dewan eksekutif yang mengadakan acara tersebut.
Keduanya mengadakan program kemanusiaan di Afrika Gianna menjalankan program ini didampingi oleh Mr Moel, yang menjadi teman dalam perjalanan karirnya satu tahun kedepan. Sampai waktu membawa mereka pada tempat yang dituju Gianna melihat sejumlah anak-anak yang sudah excited dan antusias menunggu kedatangan dirinya sungguh mengharukan. Keduanya berjalan dalam tugas ini didampingi oleh beberapa orang di belakang mereka, Gianna benar-benar belajar dari semua nya mulai dari berinteraksi dengan anak-anak bahkan memberikan mereka pembekalan materi belajar sungguh membuat Gianna terpukau dengan keberadaan mereka semua.
Waktu sudah membawa Gianna menyelesaikan tugas kini Gianna sudah berada dalam kamar hotel yang luas dan mewah, yang mereka pesan di kota negara tersebut. Mata Gianna melihat tampilan layar laptop miliknya melihat senyumlah email bahkan membaca satu demi satu, perlahan dia melihat semua program acara dan schedule kerja, Gianna tidak pernah menyangka di hari ini berkat acara ajang kecantikan itu kini nama dia sungguh perlahan naik dan dikenal dunia, terlebih bakat lain yang di miliki Gianna memiliki daya tarik bukan hanya para rupa namun juga pada suara tidak heran sekarang banyak produser musik dunia yang menawarkan project bersama, Gianna benar-benar dikenal saat ini.
Dia melihat seluruh jadwal program dinegaranya tidak kalah padat menjadikan dia harus pulang pergi keluar negeri untuk pekerjaan, Bahkan dunia model internasional kini melirik dia. "Anna," Panggil Dian disana, Dian adalah satu-satunya assisten yang mendampingi Gianan kemana dia pergi, Kini dia duduk disamping sofa yang sama dengan Dia "apa kamu benar-benar akan mengambil banyak project di Amerika? Kamu tahu ayahmu membenci ini" tanya Dian meneguk anggur digelas "Ini awal yang bagus untuk aku" jawab Gianna "kamu tau semua orang mengidamkan Hollywood" lanjut Anna, "Tapi Hollywood sangat kejam" ujar Dian Gianna berdecak " Semuanya kejam, entertainment bahkan politik," lanjut Anna. Dianna menarik nafasnya dalam "bagaimana dengan David?" tanya Dianna "mungkin dia akan sama dengan ayahku, sedikit berat namun aku rasa ini hanya sementara aku yakin David pasangan ku yang selalu mendukung," jawab Anna, "kamu tau Gianna, David menginginkan Istri yang patuh, jadi kemungkinan besar jika dia menikah dengan kamu, dia tidak mengharapkan kamu untuk bekerja," Tutur Diana, Gianna menghembuskan nafas dan menarik satu bungkus roko untuk di ambil satu batang yang ada di meja dihadapan "kita sudah membicarakan ini, dan aku rasa sebelum aku menikah ini waktu yang tepat untuk aku mengembangkan bakat dan karir," Lanjut Gianna dengan Dian beranjak dari tempat duduk dan hendak melangkah masuk kamar namuan sebelum wanita itu menggapai handle pintu dirinya terpaku diam dan menengok kearah Gianna yang ada di belakang dia dengan posisi yang sama "Gianna, Jika aku menjadi kamu aku akan menikamati semuanya tak perlu bekerja hanya mengurus anak dan suami," ujar Dianna "Aku akan patuh dan menikamati harta David tapi aku tidak ingin melekat," Ujar Gianna menghembuskan asap roko keudara.
Kalimat itu sungguh mengingatkan pada nasib ibunya dimana ibunya menerima Robby Tan yang saat itu masih merintis usahanya sampai dia rela meninggalkan keluarga serta negaranya untuk patuh dan menemani suaminya merintis usaha, namun saat usaha berkembang pesat ibu jatuh sakit ayahnya berselingkuh dan meninggalkan Ibunya lalu menikah lagi setelah dua bulan ibunya meninggal dunia, dengan wanita yang menjadi sahabatnya dimasa kuliah, Itu yang menjadi sebab Gianna meninggalkan rumah.
devvuholic