NovelToon NovelToon
APA SALAHKU MAS

APA SALAHKU MAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Poligami / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Selingkuh / Wanita perkasa
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: bundae safiq

Dewi seorang istri yang di tinggal merantau suaminya Abi ke Kalimantan dan harus tinggal di kampung merawat mertua dengan uang kiriman seadanya dari sang suami, Dewi pun harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan hidup dengan sang mertua.
Hingga suatu ketika Dewi mendapati sebuah rahasia besar dari teman Abi, ternyata Abi diam-diam menikah lagi, hati Dewi hancur dan dia pun nekat ke Kalimantan untuk memastikan sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundae safiq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagas pun menawarkan bantuan

Tak berapa lama kemudian pesanan Bagas pun sudah jadi. Dewi segera mengantarkan pesanan tersebut ke meja di mana Bagas berada.

"Nah pesanan datang!" ucap Dewi dengan riang. Dewi segera menata hidangan tersebut di atas meja.

"Selamat menikmati mas Bagas, saya permisi dulu" ucap Dewi dengan sopan.

Bagas pun mengangguk dengan senyum kemudian menikmati hidangan di atas meja dengan lahap.

"Eh Dewi, kamu kenal sama pelanggan itu?" tanya Hani teman kerja Dewi,

"Enggak juga, cuma pernah ketemu sekali tanpa sengaja waktu di Jawa dulu" jawab Dewi.

"Kirain kamu kenal, kamu tahu enggak dia itu seorang pengusaha muda yang terkenal banget di kota ini, udah tajir kaya ganteng pula duh impianku banget!'' ucap Hani dengan ekspresi memuja.

''Hah...seriusan, kok aku enggak tahu, kirain dia hanya orang biasa saja, pantesan waktu itu dia ngebet gampang banget kasih banyak uang gitu aja'' ucap Dewi lirih.

''Hah...maksudnya  apa?'' tanya Hani penasaran.

''Ah enggak papa kok, ya sudah aku mau lanjut kerja dulu'' ucap Dewi yang tak ingin Hani tahu kejadian waktu itu.

Waktu terus berlalu hingga saatnya pulang kerja Dewi dan yang lain kembali ke mes untuk beristirahat.

Hp Dewi bergetar, ada notifikasi pesan masuk, Dewi pun segera membukanya dan melihat isi pesan tersebut.

''Selamat malam, Hai Dewi aku Bagas yang ketemu tadi siang'' bunyi pesan yang di kirim Bagas.

"Selamat malam mas Bagas" balas Dewi.

"Lagi apa?" tanya Bagas.

"Lagi rebahan aja, capek banget hari ini resto ramai pengunjung" balas Dewi.

"Oh...btw kamu sudah berapa lama di sini?" tanya Bagas lagi.

"Belum lama kok, baru beberapa hari" balas Dewi.

Bagas : "oh..."

Dewi: " iya"

Bagas :" kenapa jauh banget merantaunya kok enggak ke jakarta aja yang deket?"

Dewi: "Sebenarnya enggak ada niat buat kesini, tapi takdir yang membawaku ke sini"

Bagas: " kok bisa?, mungkin kamu bosa cerita dengan ku jika sedang mengalami masalah, barang kali aku bisa bantu"

Dewi pun berfikir sejenak sebelum membalas pesan Bagas.

"Apa aku cerita saja ya sama dia, tapi kan kami juga baru kenal, apa baik kalau aku cerita sama dia" gumam Dewi dalam hati.

"Apa aku mengganggu?" tanya Bagas lagi yg mengirim pesan.

"Ah tidak kok, hanya saja aku takut merepotkan kamu nanti mas kalau aku curhat sama kamu" balas Dewi.

"Hahaha...kamu ini, jangan berfikir begitu..bagaimana kalau aku telepon kamu biar enggak capek ngetik" Bagas memberikan ide.

"Boleh" balas Dewi tanpa ragu.

Tak berapa lama kemudian Hp Dewi pun berdering, dia segera mengangkatnya.

"Halo" sapa Dewi.

"Halo,...enggak ganggu kan?" tanya Bagas.

"Ah enggak kok mas" jawab Dewi sembari senyam senyum sendiri.

"Jangan sungkan untuk bercerita, aku siap berbagi beban dengan mu, kita kan teman" ucap Bagas dari seberang telepon.

"Hehehe...makasih" balas Dewi.

"Santai saja, kita kan sama-sama merantau di sini, apa yang terjadi?" tanya Bagas lagi.

Dewi menghela nafas kemudian menghembuskannya perlahan.

"Sebenarnya aku ke sini karena suami aku" ucap Dewi lirih.

"Suami?, kamu sudah menikah?" tanya Bagas penasaran.

"Hu um, aku sudah menikah selama 5 tahun ini dan belum di karuniai anak, suami ku merantau ke sini dan aku di Jawa mengurus mertuaku" Dewi menjeda ucapannya.

"Apa sekarang kamu tinggal dengan suami kamu?" tanya Bagas.

"Tidak" jawab Dewi.

"Loh kenapa, bukanya kalian sudah sama-sama di Kalimantan?" tanya Bagas yang makin penasaran.

"Belakangan aku mendengar kabar kalau suamiku di sini menikah lagi, kemudian aku enggak percaya sebelum aku memastikannya sendiri" jawab Dewi.

"Hah...serius?!" tanya Bagas yang hampir tak percaya dengan ucapan Dewi.

"Iya..awalnya aku juga tak percaya, namun aku nekat datang ke sini sampai aku temukan sendiri bukti kalau dia memang sudah punya wanita lain di sini" jelas Dewi dengan jujur, Bagas pun akhirnya mengerti.

"Astagah tega sekali suami kamu itu, lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutny" tanya Bagas.

"Aku akan menggugat cerai dia, aku enggak mau lagi meneruskan hubungan yang sudah salah, aku tidak mau menyia-nyiakan masa depanku!" jawab Dewi dengan tegas.

"Bagus..aku setuju dengan keputusanmu, ngomong-ngomong dimana suami kami siapa namanya?" tanya Bagas lagi.

"Dia..tentu saja bersama istri mudanya, mungkin tinggal di rumah mertuanya, dari yang aku dengar dia menikah dengan anak orang kaya" jawab Dewi.

"Apa kamu tidak ingin membalas mereka, misal melaporkan pada polisi, mereka bisa di pidanakan loh" ucap Bagas memberitahu.

"ah enggak mas, asal aku bisa cerai dengannya sudah cukup bagiku" jawab Dewi dengan yakin.

"Kamu itu terlalu baik tahu enggak, kalau aku jadi kamu sudah ku hajar sampai babak belur tuh suami kamu" Ucap Bagas yang sudah emosi.

"Hahahaha...kamu ini bisa aja mas, mana mungkin aku bisa bikin dia babak belur, ngebunuh lalat saja aku tidak tega, untung saja ada pak Dhe yang membantu mengenalkan pada pengacara untuk membantuku bercerai" kelas Dewi.

"Aku juga akan membantumu, bisa kamu berikan aku nomer telepon pengacara yang menangani kasusmu itu!" pinta Bagas yang perduli pada Dewi.

"Hah...beneran mas?" tanya Dewi memastikan.

"Tentu saja, aku kenal banyak pengusaha di sini, siapa tahu nanti salah satu darinya adalah mertua dari suami kamu itu, mungkin dia tidak tahu kalau menantunya itu pria yang sudah beristri" ucap Bagas memberikan ide.

"Baik mas, semoga saja ada keajaiban!, nanti aku kirimkan kontak mas Ilham sama kamu mas" ucap Dewi.

"Jadi pengacaranya Ilham, orangnya masih muda dan berkumis tipis juga ganteng!" tebak Bagas.

"Ah iya, apa mas Bagas kenal dengannya?" jawab Dewi dengan antusias.

"Kenallah, dia itu teman aku, temen kuliah waktu dulu" ucap Bagas.

"Wah kebetulan kalau begitu jauh lebih mudah mas Bagas buat bicara sama Mas Ilham" ucap Dewi dengan perasaan senang.

"Iya...nanti biar aku bicara sama dia, semoga saja kami bisa dengan mudah membantu" ucap Bagas penuh harap.

"Makasih banget, aku enggak menyangkan masih ada orang-orang baik seperti kalian yang sudi membantuku, tapi mas aku tak bisa dan tak punya apa-apa buat ngebales kebaikan mas Bagas ini" ucap Dewi dengan perasaan sedih.

"Jangan sungkan, kalau ingin membalas bagaimana kalau kapan-kapan traktir aku makan" jawab Bagas asal.

"Baiklah, kalau aku sedang libur nanti aku traktir mas Bagas makan deh, hehe..ngomong-ngomong mas Bagas kok bisa sampai ke Kalimantan, waktu kita ketemu pertama kali mas Bagas sedang buru-buru, aku jadi penasaran?" ucap Dewi yang gantian ingin tahu tentang Bagas.

Apakah kalian juga penasaran para readers ku hehe, nantikan kelanjutanya pada bab berikutnya, terima kasih masih setia bersama Author.

1
R⁵
duuhh mak nya oneng amat siihhh😒
R⁵
widiiihh berkhianat 2 tahun tanpa ketahuan..
R⁵
lugu bgt c dewi nya..
cinta boleh wi gobloogg jangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!