NovelToon NovelToon
Ketulusan Yang Nyata

Ketulusan Yang Nyata

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Percintaan Konglomerat / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:202
Nilai: 5
Nama Author: dtf_firiya

Freya Rodriguez seorang wanita cantik anggun dan dewasa dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria misterius yang dingin bahkan tak seorangpun tau kehidupannya dengan jelas. Pria itu bernama Pablo Xander seorang pria yang hidup sendirian setelah kakeknya meninggal, kakeknya menjodohkan dia dengan freya yang mau tak mau harus menurut karena kakeknya adalah kesayanganya.

_
Tanpa disadari mereka berdua telah saling mencintai satu sama lain setelah pertemuan pertama. Freya yang menerima semua kekurangan Pablo begitupun sebaliknya membuat mereka berdua sangat bahagia dengan keluarga kecilnya bersama dengan anak Pablo yang selama ini di rahasiakan dari publik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtf_firiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Freya's Pregnancy

Kabar kehamilan Freya menyebar di dalam kediaman Xander seperti aroma musim semi yang menyegarkan. Setelah badai skandal Dante Valerius mereda dan Nael telah sepenuhnya beradaptasi sebagai putra kesayangan keluarga, berita tentang hadirnya anggota baru dalam dinasti Xander-Rodriguez menjadi pelengkap kebahagiaan yang sempurna.

Bagi Pablo, kehamilan ini adalah momen sakral. Jika dulu kehadiran Nael diselimuti oleh kerahasiaan dan ketakutan, kali ini ia bersumpah akan merayakan setiap detik pertumbuhan buah cintanya dengan Freya di bawah cahaya yang paling terang.

Pagi yang Berbeda di Mansion Xander

Pagi itu, sinar matahari New York menyusup lembut melalui celah tirai sutra di kamar utama. Freya terbangun dengan rasa mual yang kini menjadi teman setianya setiap pagi. Namun, sebelum ia sempat beranjak ke kamar mandi, tangan kokoh Pablo sudah melingkar di pinggangnya, menariknya kembali ke dalam dekapan yang hangat.

"Bagaimana perasaanmu pagi ini, Baby girl?" bisik Pablo, suaranya parau khas orang bangun tidur namun penuh perhatian.

Freya tersenyum meski wajahnya sedikit pucat. "Sedikit mual, seperti biasa. Tapi melihatmu bangun lebih awal hanya untuk menungguku bangun membuat segalanya lebih baik."

Pablo bangkit, lalu dengan lembut meletakkan telapak tangannya di perut Freya yang mulai tampak sedikit menonjol—sebuah baby bump yang ia puja setiap malam. "Dia sangat tenang hari ini. Mungkin dia tahu ayahnya sedang ingin bermanja-manja dengan ibunya."

Perubahan terbesar justru datang dari Nael. Bocah berusia enam tahun itu kini memiliki misi baru dalam hidupnya: menjadi pelindung bagi calon adiknya. Setiap hari setelah pulang sekolah, Nael tidak lagi langsung lari ke ruang bermain. Ia akan mencari Freya, menaruh telinganya di perut Freya, dan mulai bercerita tentang harinya.

"Mommy, hari ini aku belajar tentang bintang lagi," ucap Nael sambil mengelus perut Freya dengan hati-hati saat mereka duduk di ruang tengah. "Nanti kalau Adik sudah lahir, aku akan pinjamkan teropong bintang dari Kakek Alan padanya. Tapi dia tidak boleh merusaknya, ya?"

Freya mengusap rambut Nael dengan penuh kasih. "Adik pasti akan sangat bangga punya kakak sehebat kau, Nael."

Melihat interaksi itu, Pablo yang berdiri di ambang pintu merasa matanya memanas. Ia tidak pernah membayangkan bahwa keluarga yang ia impikan—keluarga yang utuh, tanpa rahasia, dan penuh cinta—akhirnya menjadi kenyataan di bawah atap rumahnya sendiri.

Perhatian Berlebihan dari Keluarga Rodriguez

Jika Pablo adalah pelindung yang tenang, maka keluarga Rodriguez adalah tim pendukung yang luar biasa heboh. Anne Rodriguez hampir setiap hari mengirimkan koki khusus atau paket pakaian bayi dari butik paling eksklusif di Paris dan Milan.

Suatu sore, Joice dan Anne berkunjung untuk makan malam. Joice membawa sebuah kotak kayu besar yang ternyata berisi dokumen hukum.

"Apa ini, Dad?" tanya Freya bingung.

"Ini adalah dana perwalian untuk cucu keduaku," jawab Joice dengan nada bicara bisnisnya yang kaku, namun matanya memancarkan kebanggaan. "Aku sudah mengamankan beberapa hektar tanah di luar kota untuk dibangunkan kompleks peristirahatan atas namanya. Dia belum lahir, tapi dia sudah harus memiliki aset."

Anne tertawa sambil menepuk lengan suaminya. "Joice, berhentilah bicara soal aset. Freya butuh istirahat, bukan kuliah manajemen kekayaan."

Anne kemudian mendekati Freya, memberikan ramuan teh herbal yang ia klaim sebagai rahasia turun-temurun keluarga untuk mengurangi mual. "Kau harus menjaga dirimu, Freya. Kau membawa masa depan keluarga ini."

Kakek Alan pun tidak mau ketinggalan. Meskipun usianya sudah senja, ia memerintahkan pengrajin kayu terbaik untuk membuatkan sebuah kursi goyang bayi dari kayu jati yang sama dengan kursi kebesarannya.

Saat kursi itu tiba di mansion Pablo, ada sebuah catatan kecil yang ditulis tangan oleh tangan Alan yang gemetar: "Untuk pewaris baru yang akan melanjutkan langkah kita. Semoga kau memiliki keberanian ibumu dan keteguhan ayahmu."

...----------------...

Salah satu momen yang paling diingat Pablo adalah saat Freya mengalami "ngidam" yang tidak biasa di pukul dua pagi.

"Pablo... aku ingin apple pie dari kedai kecil di dekat rumah lama kita di pinggiran kota," gumam Freya sambil mengguncang bahu Pablo.

Pablo terbangun, menggosok matanya sejenak, lalu tanpa protes sedikit pun ia bangkit. "Kedai yang jaraknya satu jam dari sini?"

Freya mengangguk dengan wajah memelas. "Anakmu yang menginginkannya, bukan aku."

Pablo terkekeh, mengecup kening Freya, dan dalam waktu sepuluh menit ia sudah berada di dalam mobilnya, memacu kendaraan di jalanan New York yang sepi hanya untuk mendapatkan sepotong pie apel. Baginya, melihat binar bahagia di mata Freya saat menikmati pie itu adalah bayaran yang jauh lebih berharga daripada tidur malamnya.

Meski penuh kebahagiaan, kehamilan ini juga membawa kembali sedikit trauma masa lalu bagi Pablo. Ia menjadi sangat waspada terhadap keamanan. Ia menambah jumlah pengawal yang menyamar di sekitar Freya tanpa membuat istrinya merasa terkekang.

...----------------...

Suatu malam, saat mereka sedang bersantai di balkon, Pablo menggenggam tangan Freya. "Aku berjanji, Freya. Anak ini tidak akan pernah merasakan apa yang Nael rasakan di awal hidupnya. Dia tidak akan pernah menjadi rahasia. Dia akan lahir ke dunia yang tahu betapa diinginkannya dia."

Freya menatap suaminya, menyadari betapa besar pertumbuhan emosional yang telah dilalui Pablo. "Dia sudah tahu itu, Pablo. Dia bisa merasakannya setiap kali kau membacakan buku untuknya di malam hari atau saat kau memegang tanganku."

...----------------...

Proses menata kamar bayi menjadi proyek besar di mansion. Freya ingin tema yang netral namun elegan, sementara Nael bersikeras harus ada unsur luar angkasa seperti kamarnya. Akhirnya, mereka menciptakan sebuah ruangan dengan langit-langit yang dilukis rasi bintang yang bisa menyala dalam gelap, namun dengan perabotan kayu klasik yang memberikan kesan hangat.

Pablo sendiri secara pribadi merakit tempat tidur bayi tersebut. "Aku ingin menjadi orang pertama yang membangun sesuatu untuknya," ucapnya saat Freya menemukannya sedang berkeringat dengan obeng di tangan.

...----------------...

Saat usia kehamilan mencapai tujuh bulan, mereka mengadakan acara baby shower kecil-kebecilan. Tidak ada media, tidak ada tamu asing. Hanya ada keluarga inti Rodriguez dan beberapa sahabat dekat.

Di acara itu, mereka melakukan tradisi menebak jenis kelamin. Saat balon besar diletuskan dan pita-pita berwarna merah muda (pink) keluar, sorak sorai pecah di halaman belakang.

"Seorang gadis!" seru Anne sambil memeluk Freya.

Nael melompat-lompat kegirangan. "Aku akan punya adik perempuan! Aku akan mengajarinya cara bermain catur agar dia tidak bisa ditipu oleh anak laki-laki di sekolah!"

Pablo terpaku sejenak. Seorang putri. Ia membayangkan versi kecil dari Freya yang akan berlarian di koridor mansionnya. Ia tahu hidupnya akan benar-benar berubah sekarang—ia akan menjadi pria yang paling protektif di seluruh dunia.

Bulan-bulan terakhir kehamilan dilewati dengan ketenangan. Freya mulai mengurangi aktivitasnya di yayasan, menyerahkan sebagian tugas kepada tim yang sudah ia bentuk, meski ia tetap memantau dari rumah.

Setiap sore, mereka bertiga—Pablo, Freya, dan Nael—akan duduk di taman belakang, menikmati matahari terbenam.

Pablo akan membacakan cerita, Nael akan menyanyikan lagu yang ia pelajari di sekolah, dan Freya akan tersenyum sambil merasakan tendangan-tendangan kecil di perutnya.

Kehamilan Freya bukan hanya tentang

pertumbuhan seorang bayi, tapi tentang penyembuhan sebuah keluarga. Melalui proses ini, Pablo belajar melepaskan ketakutannya, Nael belajar tentang tanggung jawab dan kasih sayang, dan Freya membuktikan bahwa cinta yang tulus mampu mengubah kontrak bisnis menjadi sebuah mukjizat kehidupan.

New York yang sibuk dan keras seolah berhenti sejenak di depan gerbang mansion Xander. Di dalam sana, sebuah kehidupan baru sedang bersiap untuk menyapa dunia, membawa harapan dan cahaya bagi dua dinasti yang kini telah benar-benar menyatu dalam satu detak jantung yang sama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!